Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 102 Gagal lagi


__ADS_3

Mentari sudah pergi ke peraduannya, siang pun telah berganti dengan malam. Kini Kia sudah berada di apartemennya. Sebuah apartemen yang sederhana, yang hanya ada satu kamar tidur di dalamnya , ruang tamu, dapur dan kamar mandi.


Sudah lama Kia tinggal di apartemen sendiri. Mungkin semenjak dia melanjutkan kuliahnya di ibu kota dan meninggalkan kota kelahirannya yang menyimpan sejuta cerita suka maupun duka.


Disaat Kia sedang membereskan apartemennya, terdengar lagu 'Dia' dari Anji di handphonenya. Pertanda ada panggilan masuk. Kia segera mencari keberadaan benda pipih itu, yang ternyata teronggok begitu saja di sofa ruang tamu. Terlihat nama Dito di layar benda pipihnya, sehingga Kia pun segera mengangkat panggilan teleponnya.


📱"Hallo Dit, ada apa?"


📲"Aku udah di lobby, cepetan turun."


📱"Tunggu bentar ya! Aku siap-siap dulu."


Klik


Kia segera mematikan panggilan telepon dari Dito dan bergegas menyelesaikan pekerjaannya yang sedikit lagi selesai. Setelah semuanya beres, Kia pun segera menemui Dito.


"Lama ya Dit?" tanya Kia saat sudah sampai lobby.


"Dikit, mau makan apa?" Dito balik bertanya


"Enaknya makan apa ya? Kalau nasi kucing gimana? Waktu aku masih di kampungku, tiap malam Minggu pasti nongkrong lesehan makan nasi kucing." Kenang Kia pada masa-masa indahnya dulu di jaman putih abu.


"Kalau aku lebih sering mabar bareng Abizar dan Kak Farish, ditambah Icha kalau dia belum tidur." Dito pun ikut mengenang masa-masa remajanya..


"Ayo biar gak kemalaman!" ajak Kia yg sudah siap dengan helm yang dibawa oleh Dito.


Dito hanya tersenyum menanggapi ajakan Kia, kemudian bergegas duduk di bangku pengemudi lalu berkata, "Sorry ya, cuma bisa ngajak naik motor."


"Apaan sih Dit, minta maaf segala. Aku seneng kho diajak jalan-jalan naik motor," sanggah Kia


Ninja RR warna hitam itu membelah jalanan ibu kota dengan si pengemudi yang sesekali mengobrol pada penumpangnya. Meski hari ini bukan malam Minggu, tapi banyak muda mudi yang menghabiskan malam berpasang-pasangan.


Kia dan Dito langsung mengambil tempat duduk yang sudah disediakan. Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang. Dengan lahap diapun menghabiskan makanan pesanannya tanpa sisa. Merasa perutnya yang sudah kenyang terisi, Kia pun memutuskan untuk segera pulang karena hari sudah semakin larut.


"Wowww....setelah sekian tahun tidak bertemu, akhirnya aku bisa menemukanmu. Apa kamu sudah melahirkan anakku?" Dengan tidak tahu malunya laki-laki itu membual di depan Kia.


"Jaga ucapanmu itu Adjie! Tidak pernah terjadi apa-apa diantara kita!" seru Kia

__ADS_1


"Sungguh? Apa kamu sudah melupakan malam panas kita?" Adjie terus menyudutkan hingga Kia kesusahan untuk mengelak.


"Tutup mulutmu, brengsekkk!" geram Kia. Kenangan pahit yang lama dia pendam, kenapa sekarang harus diungkit lagi.


"Maaf Mas! Apapun yang terjadi diantara kalian, itu masa lalu kalian dan aku yang akan menjadi masa depannya tidak peduli dengan apa yang terjadi pada masa lalu kalian." Dito pun akhirnya angkat bicara.


"Benarkah kamu tidak keberatan menikah dengan perempuan yang pernah ku jamah?" gertak Adjie


Dito melihat ke arah Kia sekilas yang terlihat menunduk sedih.


"Sepertinya memang telah terjadi sesuatu diantara mereka, tidak biasanya Kia akan bersikap seperti itu," batin Dito


"Aku tidak peduli dengan apa yang kamu katakan. Ayo Kia!" Dito pun langsung menarik tangan Kia untuk segera pergi dari sana. Rasanya akan percuma jika dia menanggapi ucapan laki-laki itu yang sepertinya ingin memojokkan Kia.


***


Berbeda dengan Vio yang sekarang berada di apartemennya Kevin, dia sangat jengah dengan kelakuan suaminya. Sedari tadi Kevin terus mengekorinya kemana pun dia pergi.


"Vin, aku mau ke toilet. Apa kamu mau ngikutin juga?" tanya Vio


"Aku akan menungggu di depannya," jawab Kevin


Sementara Kevin terus memandangi pintu toilet yang tertutup rapat, "Bagaimana caranya aku ngajak dia mantap-mantap, apa Vio akan menolak ya saat ku minta hakku? Selama ini dia tidak pernah menolak kalau aku cium," gumam Kevin pelan dengan telunjuk mengelus-elus dagu


Terlihat pintu kamar mandi dibuka dari dalam, Vio keluar dengan cengirannya, "Vin sini bentar!" pintanya


Kevin yang memang sedari tadi tidak jauh dari pintu kamar mandi, langsung mendekati Vio.


"Kenapa Vi?" tanya Kevin heran


Sebelum menjawab, Vio terus cengar cengir duluan, "Hehehe Vin aku boleh minta tolong gak? Aku butuh pembalut, apa kamu punya"


Kevin memutar bola matanya malas mendengar pertanyaan Vio, Bagaimana dia bisa memiliki benda itu kalau dia tidak pernah datang bulan, pikirnya.


"Kira-kira napa Vio, aku kan cowok, gak mungkinlah aku punya kaya gituan," ucap Kevin


"Tolong dong beliin, aku lagi dapet nih," melas Vio

__ADS_1


"Maksud kamu dapet apa Vio? Kamu ikut undian berhadiah?" cecar Kevin


"Aku datang bulan, Vin. Cepetan beliin pembalut sama segitiga pengamannya sekalian."


"Apa??? Datang bulan??? Akh sial gagal lagi." Kevin langsung menepuk jidatnya cukup keras hingga akhirnya dia menemukan sebuah ide konyol.


"Vio aku mau beliin apa yang kamu pinta, tapi dengan syarat. Apa kamu bersedia memenuhi syarat yang ku berikan?" tanya Kevin


"Vin, jangan ngadi-ngadi deh! Cepetan beliin! Aku butuh banget!" seru Vio


"Oke, aku akan beliin tapi kamu harus janji akan menuruti kemauanku, apapun itu," ucap Kevin


"Iya! Sekarang cepetan beliin yang night wings," suruh Vio


Kevin pergi dengan wajah berbinar, dia sudah membayangkan hal yang enak-enak setelah Vio selesai datang bulan, hingga saat sampai minimarket, tanpa sungkan dia memilih apa yang Vio butuhkan.


"Aduh aku lupa nanyain size segitiga pengamannya. S, M, apa L ya!" gumam kevin dengan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Kevin terus mengedarkan pandangannya ke sekeliling minimarket, mencari seseorang yang tubuhnya mirip dengan Vio, agar dia dapat mencocokkan sizenya. Namun nihil, Kevin merasa tidak ada yang bisa menyamai Vio, hingga akhirnya dia menelpon untuk menanyakan size segitiga pengaman pada Vio.


Setelah mendapatkan apa yang dibutuhkan oleh Vio, Kevin pun segera membayarnya di kasir.


"Mas perhatian sekali pada pacarnya, sampai barang pribadinya pun di beliin," sapa seorang wanita muda yang ada di belakang Kevin.


"Iya Mbak, namanya juga suami sayang istri," jawab Kevin.


Tanpa disadarinya, ada seorang bapak paruh baya yang mendengarkan pembicaraannya.


"Istri? Kapan dia menikah? Lalu bagaimana dengan VIo? Putriku pasti terluka mendengar Kevin sudah menikah," batin Pak Gunawan


Saat Kevin akan berlalu pergi karena sudah membayar barang belanjaannya, Pak Gunawan langsung memanggilnya. "Kevin, bisa tunggu Bapak sebentar?"


...*****...


...Dukung terus Author ya kawan, dengan klik like, comment vote rate gift dan favorite....


...Terima kasih!...

__ADS_1


👉 Next part


__ADS_2