
Setelah mengantarkan Dika ke sekolahnya, Al langsung melajukan mobilnya menuju ke kantor. Icha duduk dengan anteng di sebelahnya dengan mulut yang tidak berhenti memakan duku yang tadi di belinya di pinggir jalan.
"Sayang sampahnya kumpulin, biar Pak Komar tidak kerepotan membersihkannya," tegur Al
"Akh iya maaf, aku kelupaan." Dengan wajah tanpa dosanya, Icha cengengesan di depan Al
"Anak Papa suka makan duku palembang, hmm..." Tangan Al terulur mengelus perut Icha yang sudah terlihat agak membuncit.
Icha menghentikan makannya, dengan lidah yang mejilati bibirnya sendiri. Lalu berkata pada Al, "Sayang, aku ingin makan rujak bebek. Suruh Abizar buat cariin dong!"
"Sekarang masih pagi, gimana kalau pulang saja," rayu Al
"Gak mau! Aku ingin pas sampai kantor langsung makan rujak bebek." Icha mulai merajuk dengan bibir yang langsung maju lima senti membuat Al mengusap wajahnya gusar. Pasalnya, pagi ini ada meeting penting dan Abizar harus ikut serta di dalamnya.
"Bagaimana kalau Kang Asep saja, Abizar kan harus meeting," ucap Al
"Gak jadi deh, aku maunya Abizar yang beliin." Cebik Icha.
Al hanya diam saja, otaknya sedang berputar mencari cara agar Icha bisa makan rujak bebek saat di kantor. Saat dia menemukan sebuah ide, tanpa menunggu lama lagi Al langsung menghubungi Kevin.
π±"Hallo Vin, undur meeting satu jam dan bilang pada Abizar suruh mencari rujak bebek."
π²"Bagaimana bisa diundur, semua sudah siap di tempat. Tnggal nunggu kamu, Al."
π±"Gak ada bantahan! Aku kasih waktu satu jam untuk mencari rujak bebek."
Klik
Al langsung menutup telepon dan tersenyum ke arah Icha, "Udah beres sayang," ucapnya
"Papa Al memang terbaik," Icha bergelayut manja di tangan Al dengan senyum yang mengembang.
"Tentu sayang, nanti malam gaya 69 ya!" tawar Al yang membuat Icha menjadi diam.
Entahlah semenjak Icha hamil, Al selalu banyak maunya. Meminta berbagai gaya dicobain. Icha menjadi heran, sebenarnya tau darimana dan siapa yang mengajari.
Sementara di ujung telepon, Kevin langsung mengumpat geram pada atasan sekaligus bosnya itu.
"Sialan Aldrich, kemarin minta pagi-pagi buat meeting. Giliran orangnya sudah kumpul semua malah mendadak membatalkan. Gak konsisten banget jadi orang. Dan apalagi itu nyurul Abizar nyari rujak bebek. Harus nyari kemana coba." Kevin terus mengomel seperti emak-emak yang tupperwarenya hilang sama anaknya.
"Kenapa Vin?" tanya Oryza yang duduk tidak jauh dari Kevin
"Perhatian semuanya, meeting diundur satu jam. Untuk yang ingin menunggu di sini, silakan. Kalau mau kemabli kerja dulu, juga silakan. Tapi satu jam kemudian harus sudah ada di sini tanpa terkecuali." Kevin menginterupsi peserta meeting yang sedang berbincang.
Melihat Abizar akan kembali ke ruangannya, Kevin pun segera memanggilnya.
"Pak Abizar, tunggu sebentar!" seru Kevin
__ADS_1
"Iya Pak, ada apa?" Meski diluar hanya saling memanggil nama. Namun saat di dalam kantor Kevin maupun Abizar berusaha untuk bersikap formal.
Setelah Abizar datang menghampiri Kevin, dengan sedikit berbisik Kevin bicara pada Abizar, "Al nyuruh kamu buat nyari rujak bebek, dikasih waktu satu jam harus sudah ada,"
"Ajegile! Sepagi ini nyari rujak? kebangetan banget sih bos," melas Abizar.
Aisha yang kebetulan mendengar apa yang Kevin katakan langsung memberi ide cemelangnya, "Kenapa gak bikin sendiri aja, kamu beli buahnya di pasar sama cobek juga ulekan. Nanti aku yang bikinin."
"Pinter banget sih calon istriku," puji Abizar
"Makanya cepat dihalalin biar gak keburu diembat orang," ucap Kevin jengah.
"Udah cepetan sana!" suruh Aisha
Tanpa bicara lagi, Abizar pun segera pergi ke pasar seperti apa yang disuruh Aisha. Sementara Kevin dan Aisha memilih bertahan di ruang meeting seraya mempelajari lagi materi yang akan disampaikan.
"Aku heran tau Sha, kenapa Al jadi aneh. Kemarin dia nyuruh aku buat pake bando kelinci seharian. Dia pikir, aku cowok melambai apa." Kevin terus mengeluh dengan perubahan sifat Al yang menurutnya sangat tidak wajar.
"Sabar Vin, namanya juga bawaan bayi yang dikandung Icha. Al kan mengalami kehamilan simpatik yang kadang suka ikut-ikutan ngidam seperti ibu hamil," jelas Aisha.
"Iya aku juga tahu, tapi kenapa harus aku yang jadi korbannya," melas Kevin
Aisha ingin sekali tertawa melihat mimik muka Kevin yang seperti sangat teraniyaya. Tapi dia hanya menahannya dalam hati.
Tidak lama kemudian, Abizar sudah datang dengan tentengan di tangannya. Aisha pun langsung bangkit dari duduknya dan mengajak Abizar menuju ke pantry.
"Ini bee bawa ke ruangan si bos, jangan bilang kalau aku yang bikin," ucap Aisha seraya membungkus rujak yang tadi dibuatnya.
"Oke honey!" sahut Abizar seraya mengecup bibir Aisha sekilas.
"Bee, ini di kantor. Bayarnya nanti aja di apartemen ya!" ujar Aisha
"Siap sayang!" Abizar pun langsung melenggang pergi ke ruangan Al, karena memang sudah ditunggu di sana oleh Icha dan Al.
Tok tok tok
Abizar mengetuk pintu sebelum masuk ke ruangan Al. Bisa ngamuk singa yang ada di dalam sana, kalau tiba-tiba Abizar masuk tanpa permisi.
"Masuk!" Terdengar suara Al yang menyuruh orang yang mengetuk pintu untuk masuk.
Tanpa menunggu disuruh dua kali, Abizar masuk ke dalam ruangan Al.
"Permisi Pak, ini pesanannya." Abizar pun menyodorkan kantong plastik yang berisi rujak bebek.
"Untung punya pacar pinter banget, jadinya meski dapat bikin tapi seperti dapat beli dari di abang-abang rujak," batin Abizar
Al langsung mengambil kantong plastik yang dibawa oleh Abizar kemudian memberikan pada Icha yang sedang rebahan di kamar pribadinya.
__ADS_1
"Udah ada sayang rujaknya," ucap Icha dengan mata yang berbinar.
Al pun mengacungkan kantong plastik yang dibawanya, "Nih, Abizar sudah bawain pesanan kamu."
Icha pun langsung mengambilnya dan membawanya keluar dari kamar. Terlihat Abizar yang masih menunggu karenna belum disuruh keluar oleh Al.
"Loh Abi masih di sini," sapa Icha
"Iya Bu. Bagaimana rujaknya apakah enak?" tanya Abizar
"Belum juga dimakan Bi. Oh iya mumpung ada disini cobain deh jepit rambut ini," tunjuk Icha pada jepit rambut yang ada di tangannya.
"Gak usah, Cha. Kamu aja, aku kan cowok," tolak Abizar
"Sayanggg, Abizarnya gak mau," rengek Icha dengan mata yang berkaca-kaca.
"Aduh punya sahabat repotin banget sih, untung sayang," keluh Abizar dalam hati
Dengan terpaksa Abizar pun menerima jepit rambut kupu-kupu yang diberikan Icha agar dipakainya.
"Cantik sayang jepit rambutnya, nanti kalau dipakai anak kita pasti cantik banget," puji Icha dengan mata berbinar.
Melihat kebahagian di mata istrinya, Al pun berinisiatif untuk memberi bonus pada Abizar.
"Abi, nanti bilang pada Kevin, bulan ini ada tambahan bonus untuk kamu," ucap Al
Wajah yang tadinya lesu mendadak bersinar saat mendengar kata bonus keluar dari bosnya. "Makasih Bos," ucap Abizar.
Kevin yang baru datang langsung tertawa saat melihat Abizar memakai jepit kupu-kupu.
Hahahaha
"Rasain kamu Abi kena dikerjain sama si Bos!" ujar Kevin di sela-sela tawanya
"Gak papa Pak Kevin, yang penting bulan ini aku ada tambahan bonus," ucap Abizar dengan senyum mengembang
"Apa bonus? Kenapa aku tidak dikasih saat disuruh pakai bando kelinci?" Kevin tidak terima dengan keputusan Al
"Karena kamu menggerutu terus di belakangku,"
...*****...
...Dukung terus Author ya kawan dengan klik like comment vote rate gift dan favorite....
...Terima kasih ππ»...
πNext part
__ADS_1