Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 59 Curhat Tuan Satya


__ADS_3

LaFerarri melaju dengan kecepatan sedang membelah kota J yang penuh dengan hiruk pikuk manusia-manusia milenial.


Meski perjalanan hanya ditempuh dalam waktu singkat, tak urung Icha tertidur saat mobil mulai meninggalkan apartemen.


Al yang menyadari istrinya tertidur hanya tersenyum seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Aku yang bekerja memompa maju mundur, kenapa kamu yang kelelahan," gumam Al


Saat sudah sampai di depan sebuah gerbang dengan warna hitam yang menjulang tinggi, Al pun menghentikan mobilnya karena menunggu pintu gerbang terbuka sempurna.


Icha yang merasa terganggu tidurnya, langsung membuka matanya lalu bertanya, "Sudah sampai Al?"


"Sudah sampai depan, bentar lagi masuk," jawab Al.


Setelah mobil terparkir sempurna di garasi, Al pun mengajak Icha untuk masuk rumah lewat pintu samping. Terdengar sayup-sayup suara orang yang sedang berbincang di ruang tamu. Namun saat Al menajamkan pendengarannya, dia tahu siapa pemilik suara yang sedang berbincang dengan kakeknya, Tuan Ardi.


"Kakek Satya," lirih Al


"Kenapa Al?" tanya Icha heran


"Gak papa sayang! Kamu duluan dulu ke atas ya! Aku mau nemuin tamu dulu," ucap Al


"Iya! Aku keatas dulu ya!" jawab Icha


Icha pun langsung menuju ke kamar Dika. Terlihat Dika yang sedang ditemani oleh Bi Sari sedang menyusun Lego menjadi bentuk robot.


"Mamaa!" panggil Dika saat melihat Icha masuk ke kamarnya.


"Hallo jagoan Mama! Mama kangen sama Dika," ucap Icha


"Dika juga lebih kangen sama Mama," sahutnya seraya memeluk Icha erat.


"Udah makan belum?" tanya Icha lagi


"Udah Mah! Tadi sama Bi Sari," ujar Dika


"Makasih ya Bi, udah jagain Dika!" sahut Icha


"Sudah tugas Bibi, Neng," ucap Bi Sari

__ADS_1


"Dika udah ngantuk belum? Kita pindah yuk!" ajak Icha


"Dika bobo sendiri aja Mah," ucap Dika


Icha mengernyit heran dengan keinginan putra semata wayangnya, lalu dia pun bertanya, "Tumbenan, tapi kenapa sayang?"


"Biar Dika nanti cepat punya adek. Kata Om Abi, Dika gak boleh bareng tidur sama Mama dan Papa kalau ingin punya adek. Kata Papa juga gitu, padahal Dika pengen bantuin bikin adek, tapi kata Papa gak boleh. Nanti adeknya jelek kalau dibantuin. Dika kan mau adeknya cantik Mah," cerocos Dika


Bi Sari hanya tersenyum mendengar perkataan putra majikannya, sedangkan Icha dibuat tertegun dengan apa yang Dika katakan.


"Abizar, Aldrich bisa-bisanya kalian mengajari anakku hal begituan, awas saja aku goreng sosis punya kalian," geram Icha dalam hati


***


Berbeda dengan di ruang tamu, saat Al menyapa Tuan Satya yang selalu dipanggilnya kakek, karena sahabat kakeknya sendiri Tuan Ardi.


"Malam Kek!" sapa Al


"Wah ini pengantinnya baru datang," ucap Tuan Satya yang hanya dibalas senyuman dan oleh Al.


"Kakek sendiri ke sini?" tanya Al dengan mengedarkan pandangannya, karena biasanya Kalisa selalu ikut bersama Tuan Satya saat berkunjung ke rumahnya.


"Tentu saja sendiri, apa kamu mencari Kalisa?" tebak Tuan Satya


Tuan Satya hanya menghela nafas panjang mendengar apa yang Al katakan. Memang benar, biasanya Kalisa selalu ikut saat dia akan berkunjung ke rumah sahabatnya Ardi, karena ingin bertemu dengan Al. Namun semenjak pertunangan itu batal, Kalisa jadi sering keluar malam bahkan tidak pulang. Hal itu tentu saja membuat Tuan Satya cemas, karena bagaimanapun Kalisa adalah cucu kandungnya.


"Kalisa sekarang sering keluar malam, kelakuannya jadi tidak bisa terkontrol. Untuk itu Kakek kesini, minta tolong Al untuk menasehatinya." jelas Tuan Ardi


"Kalau itu, akan aku usahakan." Al tidak bisa memberi kepastian dan pada Tuan Satya, karena dia sendiri selalu tidak nyaman saat dekat dengan Kalisa.


Tuan Satya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan apa yang Al katakan.


"Satu hal lagi Al, Kakek mau menawarkan pulau pribadi Kakek padamu. Kondisi perusahaan sedang goyah, Raka butuh aliran dana segar untuk menstabilkan kondisi keuangan perusahaan." terang Tuan Satya.


"Sebenarnya Raka sudah berusaha mencari pinjaman dana, tapi usahanya selalu tidak membuahkan hasil. Dari itu Kakek berniat untuk menjual pulau C," lanjutnya


"Berapa harga yang Kakek minta," tanya Al


"500 Milyar"

__ADS_1


"Aku belum bisa memberikan penawaran Kek, karena aku belum survey langsung," jelas Al. "Tapi, kalau misalkan aku jadi membelinya, kemungkinan besar pulau pribadi Kakek akan ku jadikan resort. Apa Kakek tidak keberatan?" tanyanya untuk memastikan.


"Iya tidak apa-apa Al, Kakek hanya minta villa keluarga yang ada di sana jangan dihilangkan. Meski Kakek tidak memilikinya lagi, setidaknya Kakek masih bisa melihatnya," ucap Tuan Satya sendu


Bagaimana tidak, villa yang menyimpan banyak kenangan kebersamaan dengan almarhum istrinya terpaksa harus dia lepaskan demi menolong perusahaan yang dirintis bersama almarhum istrinya.


"Kamu tenang saja Satya, paling Al hadiahkan villa itu pada istrinya. Apalagi mereka masih pengantin baru, pasti ingin berbulan madu di tempat-tempat romantis seperti villamu itu," potong Tuan Ardi yang sedari tadi diam menyimak percakapan cucu dan sahabatnya.


" Kakek tahu aja." Wajah Al langsung bersemu mereka karena di goda oleh kakeknya..


"Kamu pikir, Kakek langsung tua begini jadi tidak merasakan masa muda," tukas Tuan Ardi


"Kadang aku merasa iri sama kamu Ardi, memiliki anak dan cucu yang bisa diandalkan. Tidak seperti Raka yang selalu disetir oleh istrinya, sampai-sampai keuangan perusahaan defisit karena gaya hidup istrinya yang hedonis." Curhat Tuan Satya.


Tuan Satya menghela nafas dalam sebelum melanjutkan ucapannya, "Tadinya aku berharap besar padamu Al, tapi ternyata Kalisa malah berbuat yang sangat mengecewakanku," ungkapnya.


"Maafkan aku Kek! Aku tidak bisa menganggap Kalisa lebih dari seorang teman, karena hatiku sudah dimiliki oleh gadis lain." Sungguh Al merasa tidak enak pada Tuan Satya yang sudah dianggapnya sebagai kakeknya sendiri.


"Iya, aku mengerti. Makanya aku tidak menyalahkan saat Ardi membatalkan pertunangan kalian," ucap Tuan Satya, "Sepertinya sudah sangat malam, aku pamit dulu Ardi. Ditunggu kabar baiknya Al!" lanjutnya.


"Iya Kek, aku usahakan survey tempat secepatnya," ucap Al


Setelah berbasa-basi dengan Tuan Ardi, Tuan Satya pun pulang bersama asisten pribadinya yang sedari tadi menunggu di pos satpam.


"Al, ambil saja pulau itu! Hitung-hitung kita kasih kompensasi pembatalan pertunanganmu, karena kemarin saat Kakek menawarkan saham di Perusahaan kita, dia menolaknya," pesan Tuan Ardi.


"Iya Kek, akan aku pikirkan. Soalnya sekarang sedang ada proyek baru yang membutuhkan dana tidak sedikit," ucap Al


Setelah cukup berbincang dengan kakeknya, Al pun pamit untuk tidur karena hari sudah larut.


Al langsung menuju ke kamarnya karena dia pikir Icha pasti sudah menunggunya. Namun apa yang dilihatnya, tidak sesuai dengan apa yang di harapkannya.


"Kenapa Icha tidak ada di kamar, apa mungkin masih di kamar Dika. Bukankah Dika sudah setuju untuk tidur sendiri," gumam Al


Al pun langsung mengganti bajunya dengan baju tidur dan berniat mencari Icha di kamar Dika. Benar saja apa yang dipikirkannya, Icha sudah tertidur pulas bersama dengan Dika.


"Yah, aku gak bisa olahraga malam. Icha sepertinya sudah sangat lelah, apa mungkin aku terlalu menuntutnya? Bukankah sangat menyenangkan melakukan hal itu. Badanku saja jadi terasa sangat bugar,"


...*****...

__ADS_1


...Tinggalkan jejak ya kawan dengan like comment vote rate gift dan masukin juga ke daftar favorite....


👉Next part


__ADS_2