Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 46 Panggil Papa!


__ADS_3

Sementara di tempat yang berbeda, dengan keindahan pulau yang memukau, yang selalu dijadikan destinasi oleh pasangan pengantin baru karena kesan romantis yang melekat pada pulau tersebut. Sepasang muda-mudi sedang memadu kasih menyalurkan segala hasrat yang bergejolak di dalam jiwa mudanya.


"Akhh....Dave...Akhh...faster Dave...Akhh..." racau Kalisa yang begitu menikmati setiap permainan yang Dave lakukan


"As your wish babe" bisik Dave dengan segera mempercepatan ritme permainannya. Hingga tak lama kemudian pelepasan yang memabukkan itu keduanya nikmati.


Kalisa langsung memejamkan matanya karena lelah yang mendera. Ini bukan permainan mereka yang pertama untuk hari ini. Namun entah yang keberapa kalinya, karena sedari sampai di pulau ini Dave dan Kalisa tidak keluar dari kamar.


Dilihatnya Kalisa yang tertidur pulas tanpa sehelai benangpun, hanya selimut tebal yang menutupi tubuhnya. Dengan tersenyum smirk Dave mengelus perut rata Kalisa.


"Aku harap benihku akan segera tumbuh di perutmu agar kamu tidak jadi menikah dengan Al mu itu" gumam Dave


Flashback On


Setiap sebelum mereka melakukan permainan yang penuh dengan kenikamtan, Kalisa selalu mengingatkan Dave untuk memakai pengaman. Karena Kalisa sendiri tidak mau memakai penunda kehamilan


"Dave pakai yang strawberry ya! Aku suka rasanya" pinta Kalisa


"Oke Babe" ucap Dave seraya memasang balon pengaman. Namun ujungnya sengaja Dave bolongin dengan ujung kukunya.


Flashback off


Dave pun bangun untuk membersihkan dirinya. Setelah semuanya rapi, dia bergegas ke restoran karena perutnya yang terus berdisko ria ingin diisi makanan. Dave pun pergi dengan meninggalkan Kalisa yang sedang terlelap.


"Sudah malam begini, aku ingin makan seafood" gumam Dave


Saat Dave sedang menikmati makanannya, datang seorang pria dengan tubuh atletis menghampirinya.


"Boleh gabung?" tanya Pria itu


"Oh! silahkan!" ucap Dave


"Bukankah pria ini yang terus mengikutiku saat aku dan Kalisa sampai di pulau ini. Apa dia pengawal Kalisa atau mata-mata Alnya itu" batin Dave


"Anda sendirian ke sini Tuan?" tanya Pria itu


"Aku bersama kekasihku, hanya saja dia tertidur kelelahan setelah bermain denganku" tutur Dave


"Biar saja kukatakan semuanya, karena hanya aku yang boleh memiliki Kalisa bukan Al itu" batin Dave


"Anda berasal dari negara mana Tuan? Sepertinya bukan asli sini" tanya Pria itu lagi


"Aku dari negara A. Katakan siapa yang telah menyuruhmu untuk mengikutiku. Bilang pada orang yang telah menyuruh anda kalau aku sangat mencintai kekasihku Kalisa dan kami akan segera menikah" ucap Dave kesal karena merasa di interogasi

__ADS_1


"Anda ternyata cukup pintar Tuan, nikmati liburannya dan terima kasih atas kerjasamanya" pungkas pria itu lalu berlalu pergi


"Cih! Mengganggu makanku saja, sudah dapat informasi langsung pergi" gerutu Dave


Dave pun langsung melanjutkan makannya, sementara pria itu langsung mengirimkan rekaman percakapannya dengan Dave pada Tuannya.


"Akh tugasku hari ini sudah selesai, video dan rekaman percakapan dengan pria itu sudah ku kirimkan pada Tuan. Tinggal menunggu bonusnya saja" gumam Pria itu dengan wajah sumringah


***


Keesokan harinya, di tempat yang berbeda. Icha sudah siap dengan dress yang kemarin di belinya di ER's boutique.


Al sudah menunggu di temani oleh Bu Mira dan Dika karena Icha masih berdandan di dalam kamarnya. Namun karena ada sedikit urusan dengan Kevin, Al pun pamit untuk turun duluan ke lobby. Setelah urusannya selesai, Al memutuskan untuk menunggu Icha di taman apartementnya.



Papa Al sedang menunggu Mama Icha


Setelah Icha selesai dengan make up nya, dia pun segera keluar menemui Dika dan Al. Namun Icha merasa heran karena dia tidak menemukan Al di apartementnya.


"Alnya kemana Tan?" tanya Icha


"Tadi katanya ada urusan jadi nunggu di bawah" jawab Bu Mira


"Hati-hati ya, Cha! Maaf Tante gak bisa datang, soalnya sedang gak enak badan" ucap Bu Mira. "Salam aja buat Mama Papa Icha ya!" lanjutnya


"Iya Tan, nanti Icha sampaikan. Assalamu'alaikum" salam Icha


Icha pun turun ke bawah apartementnya dengan menggandeng tangan Dika.


Sesampainya di lobby, Icha terus celingukan mencari keberadaan Al hingga netranya menangkap seseorang yang sedang menunduk dengan memainkan jari tangannya.


Icha langsung menghampiri Al yang sedang asyik dengan lamunannya hingga tidak menyadari kalau Icha dan Dika sudah ada di sampingnya.


"Al" panggil Icha


Al pun menoleh ke arah sumber suara dan matanya langsung terkunci melihat gadis yang sangat di cintainya terlihat tampil beda meski dengan riasan yang sederhana



Al tidak bergeming dengan tatapan memuja melihat Icha. Ingin rasanya Al mengurung Icha di kamarnya, agar tidak ada seorang pria pun yang menikmati kecantikannya selain dia sendiri.


"Om Om Al, kenapa diam aja, ayo kita berangkat! Dika pengen cepet-cepet kondangan" ucap Dika dengan menggoyang-goyangkan tangan Al membuyarkan lamunan Al yang sudah terbang tinggi.

__ADS_1


Sementara Icha hanya tersenyum saat melihat Al gelagapan.


"Oh udah siap ya! Ayo jagoan kita berangkat" ucap Al dengan menetralkan degup jantungnya.


Sesampainya di tempat acara akad nikah Farish dan Violet yang bertempat di kediaman Violet, Icha langsung bergabung dengan Mama dan Papanya. Sedangkan Al dan Dika mencari tempat duduk di belakang.


"Om, kalau udah nikah nanti punya anak ya, Om?" tanya Dika


"Iya! Dika, Om baik nggak?" tanya Al


"Om baik kho! Dika sayang sama Om" ucap Dika tulus


Al menyunggingkan senyumnya, merasa senang dengan apa yang di dengarnya.


"Dika mau gak jadi anak Om?" tanya Al


"Kalau jadi anak Om, nanti Dika punya Papa 2 ya?" tanya Dika


"Iya, Papa Bagas dan Papa Al" jawab Al


"Horayyy! Nanti Dika banyak yang beliin mainan kalau punya Papa 2" sorak Dika. "Tapi Mamanya kan cuma satu Om" lanjutnya


"Nanti Dika panggil Kak Icha Mama. Kan Papa Al mau nikah sama Kak Icha" rayu Al


"Gitu ya Om! Boleh deh!" sahut Dika


"Jangan panggil Om lagi, coba panggil Papa" suruh Al


"Papa Al, Dika sayang sama Papa" seru Dika lalu menghambur ke pelukan Al


Hati Al berdesir saat Dika memanggilnya Papa meskipun Dika belum mengerti dengan maksud yang sesungguhnya tapi hatinya terasa sangat senang. Al terus tersenyum membuat para gadis yang tidak sengaja melihatnya menjadi salah tingkah.


Terdengar suara Farish lantang mengucapkan ijab kabul


"Saya terima nikahnya dan kawinnya sodara Voilet Kireina Putri binti Shaka Permadi dengan maskawin tersebut di bayar tunai" ucap Farish lantang dengan satu tarikan nafas


"Bagaimana saksi, apakah sah?" tanya Penghulu


"Sahhhh" kompak semua orang yang menyaksikan acara ijab kabul Farish dan Violet


"Alhamdulillah"


...*****...

__ADS_1


👉Next part


__ADS_2