Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
S2 Liburan


__ADS_3

"Kamu tahu, Dik! Kenapa dia bersikap seperti itu? Karena dia mencintaimu sama seperti Ara yang mencintai El," tutur Allana.


"Mungkin benar apa yang kamu katakan, tapi aku hanya menganggapnya sebagai sahabat. Tidak lebih!" sahut Dika lalu membuka sabuk pengaman dan turun dari mobil.


Melihat Dika yang tiduran di atas kap mobil dengan kedua tangannya sebagai bantal, Allana pun turun dan mengikuti Dika. Namun, Allana hanya duduk tidak tiduran seperti Dika.


"Lana, apa tidak bisa kamu memberi aku kesempatan?" Dika menatap punggung gadis yang disukainya sejak kecil.


Allana menengok ke arah Dika lalu berkata, "Aku tidak tahu, Dik! Tapi kalau kamu setuju, kita bisa pacaran uji coba seperti Ara."


"Maksud kamu?" Dika mengerutkan keningnya karena tidak mengerti dengan maksud Allana.


"Ara sekarang sedang pacaran uji coba dengan Gala karena dia patah hati oleh El," jelas Allana.


"Berapa lama?" tanya Dika


"Mereka satu bulan," Allana terus menggoyang-goyangkan kakinya maju mundur dengan mata yang memandang jauh ke laut biru.


"Aku ingin pacaran uji cobanya sampai lulus dan kalau nanti kita tidak bisa berpisah satu sama lain, aku akan datang ke rumahmu untuk melamar," ucap Dika.


"Pikiran kamu terlalu jauh Dika! Aku tidak ingin menikah muda seperti mama papaku. Aku ingin memiliki karir dulu baru menikah dan punya anak," sanggah Allana.


"Bukannya seru kalau menikah muda, jadi seperti teman dengan anak kita nanti." Dika bangun dari tidurnya, kini mereka duduk berdampingan di kap mobil.


"Aku ingin jadi wanita ...." Ucapannya terpotong karena Dika langsung menarik tengkuknya.


Cup


Tanpa permisi Dika langsung membenamkan bibirnya, Dia menikmati tiap hisapan di bibir tipis Allana. Begitupun dengan Allana yang ikut terbuai dengan permainan Dika. Merasa ada yang kurang, indera pengecap Dika pun langsung menerobos masuk ke dalam rongga mulut Allana. Mengabsen dan mengeksplor seisi yang ada di dalamnya, membuat suara decakan itu saling bersahutan dengan diiringi deburan ombak dan kicauan burung menyambut datangnya sinar jingga yang merona menghiasi langit senja.


Setelah dirasa pasokan oksigen mulai menipis, Dika dan Allana pun saling melepaskan pagutannya dengan kening yang saling beradu.


"Lana, I love you!" lirih Dika.


Allana hanya tersenyum mendengar ungkapan perasaan Dika, dia masih butuh waktu untuk menyakinkan dirinya kalau sebenarnya Dika lah orang yang dia cintai bukan Zyan yang selama ini selalu dia kagumi.


Di saat sang Surya sudah benar-benar tenggelam di ufuk barat, barulah dua sejoli itu meninggalkan tempat yang akan menjadi kenangan di masa depan.


***


Keesokan harinya, semuanya sudah bersiap untuk liburan ke pulau Cinta. Yang awalnya hanya empat orang pemuda tampan, kini berubah menjadi liburan keluarga karena Al dan Icha beserta kedua adik Dika ditambah lagi anak-anak dari sahabat papanya Dika ikut serta berlibur. Tak ketinggalan Allana dan Arabella ikut serta karena diajak oleh Dika.


"Wah senang banget sampai sini, dulu kita ke sini waktu opening ya!" seru Arabella dengan merentangkan tangannya saat baru turun dari yatch.


"Aku sih udah beberapa kali ke sini, Ara. Tapi kamu gak aku ajak," ucap Allana yang berdiri di samping Arabella.

__ADS_1


"Pelit kamu! Beda banget dengan Dika yang baik hati dan tidak sombong." Cebik Arabella kesal dengan sahabatnya.


"Biarin we! Aku sama Dika kan beda, dia laki-laki dan aku perempuan." Allana menjulurkan lidah pada sahabatnya.


"Kalian sedang apa? Tanya seorang gadis cantik yang usianya lebih muda 2 tahun dari Allana dan Arabella.


"Eh, Kattie! Kita hanya mengobrol saja, mau gabung?" Allana menawarkan diri untuk mengobrol bersama dengan Kattie.


"Tidak! Aku sedang menunggu Dika menurunkan barang-barang aku," tolak Kattie lalu melambaikan tangannya saat melihat Dika turun dari Yatch dengan membawa koper miliknya.


"Kamu tahu, Allana! Keluarga besar kami sudah menjodohkan aku dengan Dika. Aku harap kamu tahu posisimu!" Kattie langsung menghampiri Dika dan mengajaknya untuk segera pergi menuju villa.


Dika hanya melambaikan tangannya pada Allana, mengajak dia untuk ikut bersamanya. Namun Allana hanya tersenyum dan menyuruh Dika untuk berangkat duluan.


Saat sampai villa, Dika langsung pergi meninggalkan Kattie yang sedang di kamar mandi. Hatinya merasa tidak tenang karena tadi meninggalkan Allana. Dia pun berniat kembali untuk menemui Allana. Namun saat sampai di dermaga, ternyata Allana dan Arabella sudah tidak ada di tempat. Sehingga dia pun langsung menghubunginya lewat telepon.


"Hallo, assalamu'alaikum!" Terdengar suara Allana di seberang sana saat panggilan teleponnya tersambung.


"Wa'alaikumsalam, Lana lagi di mana? Aku di dermaga mencari kamu." Suara Dika terdengar panik


"Aku sudah ada di villa! Tadi ke sini bareng dengan papa dan mama kamu," ucap Allana


"Syukurlah! Tunggu aku ya!" Dika langsung memutuskan sambungannya dan langsung kembali menuju ke villa.


Saat sampai di sana, Dika langsung mencari keberadaan Allana. Namun, lagi-lagi Kattie menguntitnya. Seakan sengaja menghalanginya untuk bertemu dengan Allana. Dika dibuat pusing dengan apa yang dilakukan Kattie karena dia seolah-olah sangat bergantung pada Dika.


"Kattie please! Aku ada urusan dulu sama Allana. Kamu bisa menemui Zee atau Dave dulu agar ada yang menemani." Dika langsung bergegas menuju kamar Allana, tapi ternyata Kattie pun mengikutinya di belakang.


"Dika tunggu dulu!" Kattie langsung berlari dan menabrakkan diri ke punggung Dika bersamaan dengan Allana keluar kamar.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Allana


"Kattie, lepas!" Dika menggoyangkan badannya agar sahabat kecilnya itu segera melepaskan diri. Namun, Kattie justru makin mempererat pelukannya pada Dika.


"Aku tidak mau, aku sudah nyaman seperti ini," tolak Kattie.


"Kattie, ada apa di punggung kamu?" teriak Zee dari arah belakang.


Kattie langsung meraba punggungnya saat merasa ada sesuatu yang menempel. Dengan segera Dika melepaskan diri dan mengajak Allana pergi dari sana.


"Oh no, lizard (cicak)!" teriak Kattie seraya melompat-lompat di tempat, membuat Zee dan teman-temannya tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha ... rasain ketempelan cicak! Genit banget sih nempel-nempel sama Bang Dika!" seru Kejora.


"Iya benar, Ra! Nanti kalau dia main peluk-peluk Bang Dika, kita kerjain lagi ya!" usul Edelweiss.

__ADS_1


"Siap, ayo kita main di pantai! Dave, kamu harus selalu siapkan amunisi kita. Jangan sampai Kattie kegenitan lagi sama Bang Dika." Seperti seorang komandan, Zee memberi perintah pada Dave.


"Siap, Tuan Putri!" Dave sedikit membungkukkan badannya seraya mengayunkan tangan, layaknya penghormatan seorang pelayan pada majikannya yang ada di film-film barat.


Setelah berhasil mengerjai Kattie, kelima anak yang menuju ABG itu langsung bergegas ke pantai yang ada di belakang villa untuk melihat sunset. Namun saat sampai di sana, matanya harus ternoda saat melihat Elvano sedang memojokkan Arabella di pohon kelapa. Dave langsung menutup mata Zee sedangkan ketiga temannya yang lain malah melongo penasaran dengan apa yang akan terjadi.


"Ra, mereka mau ngapain ya?" tanya Edelweiss


"Aku juga tidak tahu, tapi seperti di drakor yang suka mamaku tonton," ungkap Kejora.


"Nanti kelanjutannya gimana?" tanya Edelweiss penasaran.


"Ya, gak tahu! Aku suka disuruh tidur sama mama kalau dia nonton drakor," ucap Kejora


"Kita kerjain yuk!" ajak Arfaaz, putra dari pasangan Aisha dan Abizar.


"Ayok!!!" kompak keempat temannya.


Seperti dikomando,kelima anak itu langsung berlari sambil berteriak, "Ular ada ular ...."


Elvano yang akan mencium Arabella karena dia merasa kesal dengan sikap acuh tak acuh Arabella padanya langsung ikut berlari menemui kelima anak itu.


"Ada ular di mana? Apa kalian digigit?" tanya Elvano cemas.


"Tadi di sana, Bang!" tunjuk Kejora pada pohon kelapa tempat tadi Elvano memojokkan Arabella.


"Yang benar, Dek?" tanya Elvano.


"Iya, Bang! Tadi kita lihat ke arah sana," bohong Zee untuk memperkuat kebohongan saudaranya.


"Yakin? Tadi Kakak gak lihat ada ular!" sanggah Elvano.


"Gimana mau lihat, tadi Kak El mau cium Kak Ara!" Ceplos Edelweiss yang langsung mendapat pelototan dari teman-temannya.


Elvano langsung mengerti keadaan, kalau anak-anak itu hanya ingin mengerjainya.


"Kalian ingin tahu ular beneran?" tanya Elvano serius.


"Tidak Kak!" kompak kelima anak menjelang ABG itu.


"Nih ularnya!" Elvano langsung menangkap salah satu anak itu dan menggelitiknya membuat teman-temannya menggelitik balik Elvano yang langsung tertawa kegelian. Sampai ada suara yang menghentikan mereka.


"Sudah mau gelap, ayo kembali ke villa!"


...~Bersambung~...

__ADS_1


...Dukung terus Author ya kawan! Klik like comment vote rate gift dan favorite....


...Terima kasih!...


__ADS_2