Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 82 Kencan halal 1


__ADS_3

Suasana kantor yang riuh di saat jam istirahat siang tiba, tidak membuat seorang gadis bergeming dari kekalutannya. Vio terus terngiang ucapan papanya disaat Al dan Kevin pulang dari rumahnya.


"Vi, apa kamu mencintai Kevin? Papa harap kamu buang jauh perasaan itu. Kevin bukan pria yang baik untukmu. Dia tidak bisa tegas dengan pilihannya sendiri. Papa tahu mungkin awalnya dia ingin serius denganmu, tapi sepertinya dia ragu saat bertemu dengan Papa. Pria seperti itu tidak akan mempertahankanmu di saat badai menerpa kehidupan rumah tangga yang nanti akan kalian bina,"


"Kenapa ada sisi hatiku yang tidak rela, saat aku ingin melepaskannya. Apalagi papa sudah bicara seperti itu," jerit hati Vio


Vio terus larut dalam lamunannya, hingga tanpa sadar Kevin sudah duduk di kursi sebelahnya yang dia ambil dari kubik sebelah karena pemiliknya sedang makan siang.


"Vio, kenapa melamun terus? Mikirin aku ya?" tebak Kevin dengan pedenya.


"Ck! Pak Kevin tuh suka banget bikin orang push up jantung," sungut Vio yang kaget dengan kedatangan Kevin


Kevin hanya tersenyum menanggapi kekesalan Vio. Entah kenapa justru Kevin suka saat melihat Vio kesal dan mengomelinya. Serasa dia sedang diomeli mamanya, meski sering diomelin tapi mamanya pasti menuruti kemauannya.


"Besok jalan yuk! Kebetulan si bos lagi gak kasih tugas," ajak Kevin


"Aku kayaknya gak bisa Vin, ada acara keluarga," ucap Vio dengan menundukkan kepalanya.


"Kamu gak sedang lagi menghindariku kan?" selidik Kevin


"Nggak kho, buat apa aku harus menghindar darimu," sanggah Vio


"Baguslah! Besok sore aku jemput ke rumahmu, aku mau mengajakmu ke suatu tempat," tutur Kevin. "Ayo kita makan siang dulu," ajaknya kemudian.


Akhirnya Vio pun mengikuti ajakan Kevin karena merasa tidak enak hati saat ketahuan menghindari Kevin.


***


Weekend pun telah tiba, semuanya begitu antusias menyambut libur singkat di akhir pekan. Setelah selama lima hari disibukkan dengan rutinitas kerja maupun sekolah, kini saatnya untuk merefresh otak agar kembali segar menyambut hari Senin yang penuh dengan agenda harian.


Sesuai rencana semula, Dika sudah bersiap untuk ikut berlibur dengan keluarga Arkana dan Elvano teman sekolahnya. Al pun sudah menitipkan Dika pada keluarga Arkana, yang merupakan teman baik orangtua Elvano dan Allana.


Setelah melepas kepergian Dika menuju Villa keluarga Wijaya yang ada di daerah Anyer, Al pun bersiap utuk mengajak kencan Icha ala anak remaja. Dia ingin mengulang kembali kebersamaan mereka saat masa putih abu dulu.


"Al, nanti mampir ke florist dulu ya!" pinta Icha saat mereka sudah berada di mobil.

__ADS_1


"Mau beli bunga?" tebak Al


"Iya, kayaknya taman belakang rumah kurang berwarna deh bunganya," jujur Icha


"Lakukan sesukamu, sayang! Rumah itu kan sudah jadi tanggung jawabmu, Ny. Aldrich." Tangan Al terulur mengelus pipi Icha saat menekankan kata Ny. Aldrich pada Icha.


Pipi Icha langsung bersemu merah mendapat perlakuan dari Al.


"Meskipun penampilan yang berbeda jauh, tapi kehangatan culun dan Al tetap sama. Benar kata orang don't judge books by the cover. Meski dulu penampilan Al culun tapi hatinya penuh dengan cinta untukku. Maafkan aku Al, yang terlambat menyadarinya." batin Icha


"Al, makasih ya!" ucap Icha tulus


"Makasih untuk apa? Aku kan tidak kasih kamu hadiah." Al merasa heran dengan apa yang Icha katakan.


Bicara soal hadiah, Al mendadak teringat dengan kalung yang dulu pernah dipesan dari mamanya Kevin. Kalung yang khusus dia buat untuk Icha sebagai hadiah kelulusan, sekaligus pengikat karena Al akan study ke luar negeri. Namun sayang, sebelum hari kelulusan itu, dia mengetahui kalau dirinya hanya dijadikan bahan taruhan oleh Icha dan Marco juga teman sekelasnya. Hingga Al pun melupakan kalung yang dipesan dari mamanya Kevin.


"Makasih untuk semuanya, makasih karena jadi papa yang baik untuk Dika dan jadi suami yang baik untukku," ucap Icha tulus


Al hanya tersenyum menanggapi ucapan Icha, hatinya begitu senang mendengar apa yang Icha katakan. Seandainya suara hati itu dapat di dengar oleh orang lain, mungkin akan terdengar suara kembang api yang bersahutan dari hati Al.


"Makasih, papanya Dika!"


"Yang ini gak gratis, sayang. Nanti aku minta bayaran saat di rumah," bisik Al


Icha langsung mengerucutkan bibirnya, karena sudah pasti dia akan diminta jatah mantap-mantap yang lebih dari biasanya.


Sementara Al tersenyum senang karena berhasil mengerjai istrinya.


"Ada yang bisa kami bantu Tuan?" tanya karyawan FLORIST


Al tidak menjawab apa yang ditanyakan oleh karyawan itu, dia malah balik bertanya pada Icha.


"Sayang, mau beli bunga apa?" tanya Al


"Aku ingin mawar aneka warna sama anggrek juga ditambah bunga sedap malam. Kalau bibit juliet rose disini ada nggak, Mbak?" Cerocos Icha membuat Al geleng-geeng kepala

__ADS_1


"Selain Juliet Rose, yang lainnya ada semua Tuan," ucap Karyawan itu yang terus curi-curi pandang pada Al, hingga Al merasa jengah dengan kelakuan karyawan itu.


Al langsung merangkul pinggang Icha agar merapat padanya. Niat hati ingin memberi tahu kalau dirinya sudah memiliki istri, namun ternyata justru apa yang dilakukannya membuat karyawan itu berkhayal seandainya ada di posisi Icha.


Tanpa bicara lagi Al langsung membawa Icha masuk ke dalam, mencari apa yang diinginkannya dengan menemui pemilik floristnya langsung.


Setelah mendapatkan apa yang diinginkan oleh Icha, Al langsung melajukan mobilnya menuju Mall ternama di kotanya.


"Sayang, mau langsung nonton apa jalan dulu? Mungkin ada yang ingin kamu beli," tawar Al


" Aku ingin tanding basket sama kamu, tapi nanti yang kalah harus gendong yang menang," ujar Icha dengan percaya diri.


"Kamu yakin pasti akan menang?" tanya Al sangsi kalau Icha mampu mengalahkannya, mantan kapten basket saat dulu bersekolah di SMA Garuda.


"Yakin donk! Abizar saja dulu kalah saat main basket di Timezone," tutur Icha dengan senyum yang mengembang.


Setelah sepakat akan bertanding basket, Al dan Icha pun menuju pusat permainan. Saat sampai di sana, Icha malah terlihat di lesu tidak secerah tadi saat keluar dari mobil.


"Cha, kenapa lesu gitu?" tanya Al heran


"Aku keinget Dika, rasanya sudah lama banget tidak ngajak dia jalan ke mall. Biasanya setiap gajian aku pasti sempatin ngajak dia jalan berdua." Pikiran Icha menerawang jauh ke masa-masa saat dia masih bersama dengan Bu Mira dan Pak Bagas.


"Minggu depan kita jalan bertiga ya!" janji Al


"Beneran?" tanya Icha memastikan


"Iya sayang! Ayo katanya mau tanding, siap-siap buat gendong pangeran tampan ini ya!" goda Al yang sukses membuat Icha bergidik dengan kenarsisan Al.


...*****...


...Terus dukung Author ya kawan! Jangan lupa klik like comment vote rate gift dan favorite juga....


...Terima kasih!...


👉Next part

__ADS_1


__ADS_2