Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 135 Jinak-jinak merpati


__ADS_3

"Acara tasyakuran berjalan dengan khidmat, bayi cantik itu kini sudah resmi memiliki nama yang mengandung makna seorang gadis cantik, putri dari keluarga Marchdika yang memiliki mahkota dan penuh cinta serta kasih sayang.


Tamu undangan sudah berpamitan untuk pulang ke rumah masing-masing, kini tinggallah beberapa orang kerabat dan saudara dekat Al. Sementara Icha, sudah kembali ke kamarnya setelah tadi bayi mungil itu berkeliling untuk di do'akan dan digunting beberapa helai rambutnya.


Sementara Aisha dari tadi terus cemberut, pasalnya saudara yang datang ke acara tasyakuran terus menanyakan kapan dia akan menikah.


Bukannya aku gak mau atau pilih-pilih calon suami, tapi Abizar tidak kunjung juga datang ke rumah untuk melamar aku, meskipun di depan teman-teman yang lain dia sudah melakukannya, batin Aisha.


Saking asyiknya dia dengan lamunannya, tanpa sadar Aisha sudah berada di taman belakang dengan segelas coklat panas di tangannya. Namun, saat dia akan berbelok ke arah kolam renang, Aisha berpapasan dengan Arjuna yang sudah melihat-lihat belakang rumah Al mencari tahu celah mana yang dilewati oleh Yura.


"Hey! Tunggu sebentar!" panggil Arjuna saat Aisha akan berlalu pergi.


Mendengar panggilan Arjuna, Aisha segera mempercepat langkahnya. Dia tidak ingin terlalu lama bersama dengan Arjuna. Namun langkah kakinya langsung terhenti, saat Arjuna mencekal tangan Aisha.


"Hey! Kenapa kamu seperti takut padaku? Apa sebelumnya kita ada masalah?" tanya Arjuna.


"Ti-tidak! Aku hanya sedang terburu-buru," kilah Aisha langsung menghempaskan tangan Arjuna.


Akan tetapi, Arjuna semakin mengeratkan cekalannya. Dia masih penasaran dengan Aisha, karena dia merasa tidak asing dengan wajah dan aroma tubuh Aisha.


"Lepasin, Pak!" pinta Aisha


Arjuna terus menyelidik, melihat raut wajah Aisha yang seperti ketakutan. Sebagai seorang peyidik kepolisian yang handal, Arjuna tahu ada sesuatu yang Aisha sembunyikan darinya, tapi dia tidak tahu tentang masalah apa yang disembunyikan oleh Aisha.


"Tidak! Sebelum kamu jujur padaku, apa sebelumnya kita pernah bertemu di masa lalu?" Arjuna kekeh dengan pemikirannya kalau memang pernah bertemu dengan Aisha di suatu tempat, tapi dia lupa kapan dan di mananya.


"Maaf, Pak! Sepertinya Anda salah orang, kita memang pernah bertemu di kantor saat Anda akan bertemu dengan Pak Aldrich," kilah Aisha.


Tidak! Bagaimanapun dia tidak boleh tahu tentang aku. Biarlah kejadian naas itu aku simpan sampai mati, batin Aisha.


Baiklah! Jika kamu memang tidak bisa jujur, aku pasti bisa mendapatkan informasi tentangmu dan juga masa lalumu, batin Arjuna.

__ADS_1


"Oke! Maaf, jika mengganggu kenyamananmu! Apa kita bisa berkenalan dengan benar? Sepertinya di hari-hari berikutnya kita akan sering bertemu." Arjuna melepaskan cekalan tangannya dan mengajak Aisha untuk bersalaman tanda perkenalan.


"Aku Arjuna Perwira, namamu?" tanya Arjuna dengan tangan yang masih menggantung karena Aisha masih belum juga menyambut tangannya.


"Aisha," jawab Aisha singkat dan hanya sekilas bersalaman dengan Arjuna karena dia langsung menarik tangannya kembali.


Arjuna tersenyum miring mendapat perlakuan dari Aisha seraya dia mendekatkan badannya dan sedikit membungkuk hingga bibirnya hanya terhalang dua ruas jari dari telinga Aisha. Membuat jantung Aisha berdetak lebih kencang dari biasanya.


"Aku pasti mendapatkan informasi tentangmu," bisiknya, kemudian Arjuna pun berlalu pergi meninggalkan Aisha yang masih diam mematung.


Jantung Aisha langsung berdegup kencang, dia tidak ingin apa yang dia sembunyikan diketahui banyak orang. Bahkan, orangtuanya pun tidak ada yang tahu dengan apa yang terjadi pada anaknya.


Oryza yang berniat mengambil minum ke dapur, tidak sengaja melihat Aisha dari balik pintu kaca dapur Al.


Sedang apa dia di sana? Apa dia tersinggung dengan pertanyaan dari Keluarga Eyang Cokro?batin Oryza.


***


Aisha menghela napas dalam saat menyadari Arjuna sudah ada di sampingnya dengan memamerkan gigi putih seperti iklan salah satu merek pasta gigi hingga terlihat lesung pipi di sebelah kiri pipinya.


Sejenak Aisha terkesima melihat senyum manis yang Arjuna pamerkan padanya, tapi secepatnya Aisha kembali ke mode cueknya pada Arjuna.


"Sendirian aja?" tanya Arjuna berbasa-basi.


"Nggak! Sekarang aku berdua dengan orang yang sok kenal," ketus Aisha.


"Oh, ya? Sama siapa? Aku kho gak melihat siapa pun di sini selain kita," ucap Arjuna pura-pura celingukan.


"Pak Arjun, bisa tidak jangan mengikuti aku?" tanya Aisha.


"Panggil saja aku Juna atau Bang Juna terdengar lebih enak kayaknya." Arjuna mulai mengeluarkan jurus playboynya yang selama ini dia simpan rapat-rapat semenj dia bergabung di kepolisian.

__ADS_1


"Kita tidak seakrab itu, Pak Komandan!" sarkas Aisha.


"Aku suka dengan gayamu yang jinak-jinak merpati. Asal kamu tahu, aku selalu mendapatkan gadis yang aku inginkan dan sekarang, aku sangat menginginkan gadis sepertimu." Seperti tanpa beban, Arjuna mengatakan apa yang ada di pikirannya pada Aisha.


"Maaf, Pak Juna! Sepertinya usaha Anda tidak akan berhasil, karena aku sudah memiliki tunangan!" Aisha langsung memamerkan cincin yang melingkar di jari manisnya, pemberian dari Abizar.


Arjuna hanya tersenyum melihat Aisha yang memperlihatkan jari manisnya. Dengan satu gerakan, Arjuna berhasil mengambil cincin itu dan langsung melemparnya ke atap gedung membuat Aisha melongo tidak percaya.


"Heyy!!! Apa yang kamu lakukan? Cepat ambil kembali cincinku!!!" Bentak Aisha marah capur kesal saat tahu polisi tengil di depannya malah melemparkan cincin pemberian dari Abizar.


"Untuk apa aku mencarinya? Karena nanti aku akan menggantinya dengan yang lebih bagus dari itu," sanggah Arjuna dengan tersenyum miring.


"Kamu tuh orang paling nyebelin yang pernah aku temui, gak dulu gak sekarang, kamu tetap saja menyebalkan. Dasar laki-laki tidak bertanggung jawab!!!" pekik Aisha lalu berlari meninggalkan Arjuna yang termenung mendengar apa yang Aisha katakan.


Berarti benar, kalau aku sudah mengenalnya di masa lalu, batin Arjuna.


Sementara Aisha, sesampainya di apartemen dia langsung menangis sesegukan karena cincin dari orang yang dicintainya kini hilang gara-gara lelaki brengsekk di masa lalunya.


Flashback on


Semenjak kepindahan Al ke kota S, Aisha jadi sering sendiri karena Kevin sibuk dengan pacarnya sedangkan Oryza sibuk men-stalker gadis yang disukainya.


Sampai pada suatu malam, Aisha diajak main ke club malam oleh teman sekelasnya dan tanpa sengaja dia bertemu dengan Arjuna yang sedang mabuk saat Aisha akan pulang duluan karena merasa tidak nyaman berada di tempat yang tidak pernah dia datangi sebelumnya. Aisha dipaksa untuk ikut masuk ke mobil dan di bawa ke sebuah apartemen. Hampir saja kehormatannya terenggut kalau waktu itu tidak datang seorang gadis yang menolongnya dan menyuruh Aisha untuk pulang.


Flashback off


...*****...


...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift, dan favorite....


...Terima kasih!...

__ADS_1


__ADS_2