Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 118 Kenikmatan yang hakiki


__ADS_3

Alunan musik merdu mengiringi pesta keluarga yang mendadak berubah menjadi pesta dansa untuk memeriahkan suasana. Kevin dan Vio sudah bersiap untuk menjadi pembuka dansa, tidak ketinggalan juga Oryza dan Kia yang juga menjadi pembuka dansa. Meskipun Kia tidak terbiasa berpesta ala-ala barat seperti ini, tapi dia berusaha tenang tidak menunjukkan kegugupannya pada orang lain.


"Za, aku gak bisa dansa. Nanti ajarin ya!" bisik Kia


Oryza langsung melihat ke arah istrinya yang sedang cengengesan. Dia pikir, Kia sudah bisa dansa karena dia dari keluarga pengusaha walaupun bukan pengusaha besar seperti Al.


"Kamu ikut saja gerakanku," suruh Oryza


Terlihat Kevin dan Vio dengan piawai membawakan tarian pembuka dengan alunan musik lambat, karena kaki Kevin masih dalam tahap pemulihan jadi belum bisa dibawa untuk musik cepat. Sementara Kia terlihat sangat kaku, tapi lama kelamaan Kia pun mulai bisa menyesuaikan gerakannya.


Oryza merangkul pinggang Kia posesif dan langsung menariknya agar mendekat padanya hingga tak ada jarak di antara mereka.


"Kia, aku ingin buktiin omongan Adjie," ucap Oryza ditengah-tengah gerakannya.


Kia yang tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Oryza hanya mengerutkan keningnya seraya bertanya, "Bukti apa?"


"Nanti aku bilangnya saat sudah di kamar. Apa lebih baik kita buktiin sekarang aja, agar aku tidak penasaran." Oryza langsung menghentikan gerakannya dan membawa Kia menuju ke kamarnya.


Saat dia akan masuk ke kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Al, sayup-sayup terdengar suara yang membuatnya meremang.


"Sialan Al! Sudah si otong malah berdiri gara-gara dansa tadi, sekarang ditambah lagi mendengar suara dia yang kenikmatan. Awas saja Al, aku akan lebih keras medesahhnya dari kamu biar kamu tahu, aku juga bisa merasakan apa yang kamu rasakan sekarang," gerutu Oryza dalam hati.


Oryza langsung membuka pintu dengan buru-buru. Saat sudah berada di dalam kamar, dengan tergesa dia mengunci pintu kamar. Sementara Kia langsung menuju ke toilet untuk mencuci mukanya.


Setelah selesai dengan ritualnya di kamar mandi dan berganti pakaian, Kia menjadi seperti orang linglung yang hanya mematung melihat Oryza yang sudah merebahkan badannya di tempat tidur.


Lama Kia berdiri di depan pintu kamar mandi sampai akhirnya Oryza menyadari kalau istrinya tidak kunjung datang. "Kia sini! Ngapain berdiri di situ?"


"Aku aku tidur di mana?" tanya Kia gugup

__ADS_1


"Kita kan sudah menikah, tentu saja kamu tidur denganku," tegas Oryza


Kia perlahan mendekat ke arah Oryza, entah kemana Kia yang urat malunya hampir putus. Karena Kia yang sekarang terlihat oleh Oryza ialah Kia yang seperti malu-malu kucing.


Oryza terus menepuk-nepuk kasur yang kosong di sebelahnya, sebagai isyarat agar Kia tidur di situ. saat sampai kasur, perlahan Kia mendudukkan bokongnya. Namun. sebelum dia benar-benar duduk, ada sebuah tangan kekar yang menariknya hingga dia terjerembab pada dada yang berotot. Sontak saja Kia membulatkan matanya. Namun, sebelum Kia bersuara, Oryza langsung membungkam mulut Kia dengan mulutnya dan langsung menahan tengkuk Kia agar memperdalam ciumannya.


Hujan yang tiba-tiba turun begitu derasnya, seolah-olah memberi isyarat untuk pengantin baru agar mereguk kenikmatan dunia yang sudah halal baginya. Oryza terus mengeksplor seisi rongga mulut Kia dengan tangan nakalnya mulai menjelajah ke area yang sensitif hingga tanpa bisa di tahan lagi, terdengar suara erangan dan lenguhan Kia akibat ulah nakal suaminya yang justru membuat jiwa liar Oryza semakin mencuat


Puas dengan bibir ranum Kia, Oryza pun perlahan mulai menjelajah ke leher jenjang Kia dengan tangan yang sudah membuka kancing piyama satu per satu hingga terpampang dengan jelas gundukan sintal yang selalu menggoda matanya. Perlahan Oryza membuka pengait kacamata penutup gundukan sintal itu.


"Za, Aku malu!" lirih Kia dengan menutup dadanya setelah Oryza berhasil membuka pengaitnya.


"Tidak perlu malu Kia! Sekarang kita sudah menikah. Apa yang menjadi milikku akan menjadi milikmu juga, dan apa yang menjadi milikmu, berarti milikku juga, kecuali uangmu. Aku tidak berhak memiliki uangmu tanpa seijinmu," ucap Oryza dengan terus memainkan gundukan itu seperti dia sedang memainkan sebuah squisy.


Merasa tidak puas hanya memainkannya saja, dia pun langsung melahapnya. Lama Oryza bermain-main di sana membuat Kia bergelinjang keenakan saat desiran-desiran aneh itu menguasai tubuhnya. Merasa puas menikmati gundukan sintal yang memabukkan, dia pun memutuskan untuk turun ke bawah lagi. Namun ternyata keberuntungan belum berpihak padanya saat Oryza melihat ada bercak darah di segitiga pengaman Kia.


"Sial!" rutuk Oryza langsung menghentikan permainannya dan berlalu ke kamar mandi.


Tes


Cairan bening itu memaksa keluar dari sudut matanya. Kia takut sangat takut apa yang dikatakan oleh Adjie memang benar kalau dia sudah tidak virgin lagi dan Oryza merasa kecewa padanya hingga meningalnya di saat dia sudah berada di puncak.


"Ya Tuhan, kenapa semua ini terjadi padaku? Suamiku kecewa karena aku sudah tidak virgin lagi." Ratap Kia dalam hati


Kia langsung merapihkan kembali bajunya dan segera menyelimuti badannya hingga menutupi seluruh tubuhnya. Dalam diam dia menangis terisak, meratapi hidup yang menurutnya tidak beruntung. Lama dia menangis hingga Oryza yang baru keluar dari kamar mandi merasa aneh dengan Kia yang menutupi seluruh tubuhnya.


Perlahan dia mendekat dan berjongkok di depan Kia yang tidur nya miring menghadap ke pinggir ranjang. Oryza langsung menyikap selimut yang menutupi kepala Kia hingga dia dengan jelas melihat istrinya yang sedang menangis.


"Kamu kenapa nangis?" tanya Oryza

__ADS_1


Kia diam tidak menjawab, suaranya seakan tercekat di tenggorokan sampai dia tidak mampu mengucapkan satu kata pun.


Melihat Kia yang hanya diam saja, Oryza pun kembali bertanya, "Kenapa kamu nangis? Apa perutmu sakit karena datang bulan?"


"Apa katamu? Datang bulan?" tanya Kia kaget


"Iya, bukannya kamu sedang datang bulan sampai ada bercak darah di segitiga pengamanmu?" tanya Oryza lagi.


"Jadi tadi kamu berhenti karena aku...." Kia menghentikan ucapannya saat menyadari kalau dia sudah salah paham.


"Memang apa yang kamu pikirkan sampai harus menangis di bawah selimut?" Oryza langsung membuka semua selimut yang menutupi tubuh Kia, "Sekarang kamu mending menggantinya dulu, sebelum tembus ke seprai. Apa kamu membawa pembalutnya,"


"Aku membawanya," Kia pun langsung bergegas mencari pembalut yang sengaja dia bawa karena kemungkinan datang tamu bulanannya di tanggal-tanggal menjelang atau sesudah resepsi pernikahannya.


Setelah Kia menghilang di balik pintu kamar mandi, Oryza pun berniat untuk pergi ke dapur membuat secangkir kopi. Namun saat tiba di dapur, ternyata di sana sudah ada Kevin yang terlihat murung.


"Kamu kenapa Vin, malam pertama kho muka lecek kaya gitu. Belum disetrika ya?" goda Oryza


"Gimana gak lecek, masa malam pertama Vio malah kedatangan tamu bulanan lagi. Waktu itu juga sama gara-gara datang tamu bulanan, acara malam pertamaku gagal total," keluh Kevin


"Senasib kita Vin, Kia juga sama sekarang malah kedatangan tamu bulanan." Oryza langsung menelungkupkan kepalanya di meja mini bar.


"Kasihan sekali kalian belum bisa menikmati kenikmatan yang hakiki," ejek Al terkekeh dengan mendudukkan bokongnya di samping Kevin.


...*****...


...Dukung terus Author ya kawan! Klik like comment vote rate gift dan favorite....


...Terima kasih!...

__ADS_1


👉 Next part


__ADS_2