Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 57 Lapar


__ADS_3

Mentari bersinar di puncak terik membakar, membangkitkan semangat untuk mengejar mimpi yang belum tercapai.


Al langsung melajukan mobilnya menuju ke kantor, karena Kevin terus-menerus menghubunginya.


Setibanya di sana, Al menitipkan Dika pada Aisha dan mengajak Kalisa yang ikut meeting bersamanya dan Kevin.


Waktu sudah menunjukkan jam makan siang, Abizar pun datang ke ruangan Al karena tadi Aisha memberitahunya tidak bisa makan di luar karena sedang bersama Dika.


Terlihat Abizar masuk ke ruangan Al dengan membawa tentengan ditangannya.


"Hallo jagoan Om!" sapa Abizar


"Hallo juga Om Abi." Dika pun balik menyapa Abizar


"Mamanya kemana? Kho gak ikut?" tanya Abizar celingukan mencari keberadaan Icha.


"Mamanya lagi istirahat, Om. Kata Papa, kecapean," terang Dika


"Wah buas juga Al, Icha sampai dibuat kelelahan gitu," seloroh Abizar


"Abi ikh ngomongnya," protes Aisha


"Memang Mama diapain sama Papa, Om?" tanya Dika penasaran.


"Mungkin habis bikin dedek bayi," jawab Abizar asal


" Emang Papa bisa bikin dedek bayi, Om?" Lagi-lagi Dika menanggapi serius ucapan Abizar.


"Tentu saja bisa, tapi bikinnya harus berdua sama Mama Icha gak boleh ada yang ganggu." Abizar mulai memprovokasi Dika.


"Gitu ya, Om. Memang bikinnya kapan? Dika juga mau bantuin bikin dedek bayi, Kenapa Dika gak diajak?" ujar Dika kesal


"Nanti bilang aja sama papa kamu, Dek. Mau bantuin bikin dedek bayi gitu," saran konyol Abizar


"Abi udah ikh! Dika ayo kita makan aja!" ajak Aisha agar tidak keterusan Abizar provokasi Dika.


Sementara Abizar hanya tersenyum miring merasa menang sudah mengerjai Al dan Icha.


"Kena kamu, Al. Aku pengen tahu, gimana reaksi Al nanti saat Dika ingin ikut bikin bayi," batin Abizar


Aisha, Abizar dan Dika pun makan dalam diam, dengan sesekali Aisha menyuapi Dika.


Tak berselang lama setelah mereka selesai makan, Al pun datang bersama dengan Kevin dan diikuti oleh Kalisa di belakangnya.


Terlihat bekas makanan berserakan di atas meja, Al pun langsung duduk disamping Dika lalu bertanya, "Udah makan siang?"


"Udah Pah!" jawab Dika

__ADS_1


Aisha dan Abizar pun pamit ke luar setelah membereskan meja yang tadi dipakai untuk makan.


"Vin, udah order belum untuk makan siang kita?" tanya Al


"Udah Bos,lagi otw." Kevin langsung menjawab apa yang Al tanyakan.


Tak lama kemudian, OB datang membawa makanan pesanan Kevin. Al pun makan dengan sesekali menyuapi Dika, menawarkan apakah Dika mau ikut makan lagi atau tidak.


Sementara Kalisa merasa tidak suka melihat perlakuan Al kepada Dika.


"Al gak usah dipaksa apa, kalau anaknya gak mau," ketus Kalisa. "Lagian lagu amat, disuruh makan aja susah," gerutunya.


"Diamlah Kalisa! Gak usah banyak omong," seru Al


"Lagian anak siapa sih Al? Kenapa kamu bawa kemari," tanya Kalisa


"Diamlah Kalisa! Tidak usah ikut campur urusan orang lain," geram Al


Melihat kemarahan Al yang akan meledak, Kalisa pun langsung bungkam tidak bicara lagi. 'Daripada kena marah mending cari aman' pikirnya.


***


Sementara di sebuah apartemen, terlihat seorang wanita muda menggeliatkan tubuhnya saat cahaya matahari menerobos masuk lewat jendela kamar apartemennya. Dilihatnya jam yang terpajang di dinding sudah menunjukkan angka dua.


"Hahh... Udah jam dua siang, Dika bagaimana? Apa Al sudah menjemputnya?" gumam Icha


Tanpa pikir panjang lagi, Icha langsung membersihkan dirinya dan berniat untuk pulang. Setelah selesai mandi, Icha justru bingung harus pakai baju yang mana, soalnya baju yang dipakainya ada bekas sobekannya karena tadi Al tidak sabaran.


"Bagaimana bisa pulang, kalau bajunya kayak gini," gumam Icha seraya membolak-balikkan bajunya yang terdapat sobekan di sana sini.


Icha pun mencari baju milik Al yang sekiranya pas di badannya. Namun setelah lebih dari tiga puluh mencarinya, selalu saja kebesaran di badannya. Saking bingungnya mencari hingga akhirnya Icha mengambil asal baju yang tergantung dilemari.


"Kenapa gak dari tadi aku pakai baju ini, panjangnya aja di atas lutut dikit. Jadi kaya dress kalau dipakein ikat pinggang," gumam Icha saat dia sudah memakai kemeja kebesaran milik Al.


"Dasar Icha bodoh, kenapa gak kirim pesan sama Al biar dibawain baju." Lagi-lagi Icha merutuki dirinya sendiri.


Icha pun langsung mengirim pesan pada Al


Send to Culun❤️


📨 [Al, tolong bawain baju ganti. Baju yang tadi sobek karena kamu gak sabaran 😤😤]


Setelah mengirim pesan pada Al, Icha pun pergi ke dapur karena cacing-cacing di perutnya berdisko ria meminta diisi makanan.


Satu persatu pintu lemari dapur di bukanya, tapi Icha tidak menemukan bahan makanan apapun, hanya mie instan yang tinggal satu yang tertinggal di sudut lemari dapur.


"Ya ampun Al, punya duit banyak tapi kenapa gak nemu makanan di dapur kamu hanya mie instan yang ada," gerutu Icha

__ADS_1


"Apa aku deliv aja ya! Nanti Abang kurirnya lihat aku pake baju ginian lagi," gumam Icha, "Udahlah mending masak mie aja, cepet lagi," lanjutnya.


Tidak butuh waktu lama untuk Icha memasak semangkuk mie instan, hanya butuh beberapa menit saja, semangkuk mie siap dihidangkan.


Grep


Tanpa harus melihat, Icha tahu siapa pemilik tangan yang tiba-tiba saja melingkarkan tangannya di perut rata Icha.


"Al," gumamnya


"Hmmm....Aku kangen, Cha," ucap Al dengan nada melas


"Bukannya baru tadi pagi ketemu?"


"Aku ingin terus bersamamu, Cha," lirih Al dengan terus mengendus ceruk leher Icha.


Kruyuk kruyuk


Suara cacing menyanyikan lagi 'go go ale ale' menggema di perut Icha sehingga menyadarkan Al kalau istrinya sedang kelaparan.


Blush! Wajah Icha langsung merona karena malu. Namun dia segera menetralkan perasaannya.


Al pun melepaskan pelukannya dan beralih menyender pada kitchen set.


"Kamu lapar, Cha?" tanya Al


"Nggak! Aku kekenyangan sampai-sampai cacingku dari tadi terus bernyanyi," sarkas Icha


"Maaf istriku! Tadi aku ada meeting penting, jadinya lupa kalau gak ada makanan di apartemen," sesal Al


Lagi-lagi muka Icha merona karena malu mendengar Al menyebut 'istriku'.


"Kenapa mukanya merah, Cha?" goda Al


"Diem apa Al, aku tuh lapar," rengek Icha


"Oke aku diem! Kenapa gak deliv aja, Cha?' tanya Al kemudian.


"Gimana mau deliv kalau bajuku aja kaya gini," ungkap Icha


"Makasih ya sayang, kamu bisa menahan diri untuk tidak keluar rumah dengan baju yang tidak pantas di lihat oleh lelaki lain." ucap Al tulus.


...*****...


...Tinggalkan jejak ya kawan dengan like comment vote rate gift dan masukin juga ke favorit oke!...


👉 Next part

__ADS_1


__ADS_2