Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
S2 Terpaku


__ADS_3

Sudah menjadi agenda tahunan SMU Garuda Internasional School, setiap masa rehat setelah ujian selalu mengundang sekolah lain untuk bertanding. Begitupun dengan tahun ini yang akan mengadakan pertandingan basket, vollyball dan futsal.


Dika yang merupakan anak baru di sekolah itu, hanya menjadi penonton begitupun dengan Allana dan Arabella yang tidak tergabung dalam tim panitia, sehingga mereka hanya bermalas-malasan di dalam kelas.


"Lana, kenapa El blokir nomor aku? Apa dia punya pacar lagi? Kenapa dia tidak mau setia sama aku?" tanya Arabella lesu. Masalahnya, sejak kejadian di apartemen itu, Elvano seperti menghindar dari Arabella. Sudah sering gadis cantik itu berkunjung ke rumah Allana, tapi dia tidak pernah menemukan pujaan hatinya.


Mendengar sahabatnya mengeluh tentang kembarannya, gadis berponi itu hanya mengerutkan keningnya.


"Memang, kalian habis ngapain di apartemen? Soalnya handphone El dan semua fasilitas dia disita oleh Papa," selidik Allana heran pada sahabat dan juga kembarannya, karena tidak ada satu pun dari mereka yang mau bercerita tentang kejadian yang sebenarnya.


"Aku habis terciduk oleh Om Andrea," jawab Arabella lemas. Sepertinya semangat dalam dirinya sudah padam.


"Maksud kamu terciduk?" Allana tambah tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu.


Arabella hanya menghela napas dalam sebelum dia menjawab pertanyaan dari Allana. Sebenarnya dia tidak ingin menceritakan apa yang telah terjadi antara dirinya dan Elvano.


Flashback on


Sore itu saat hujan lebat, Arabella dan Elvano terbawa suasana hingga mereka hanyut dalam hasrat gairah yang menggebu, hingga saat keduanya sudah melepaskan baju penutup bagian atasnya, tanpa mereka sadari pintu apartemen Elvano ada yang membuka dari luar meskipun sebenarnya pintu itu sudah terkunci otomatis.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN?" bentak Andrea saat melihat putranya sedang melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang pelajar.


"Papa!" lirih Elvano langsung memakai bajunya dan memberikan baju seragam milik Arabella agar segera memakainya.


"Apa selama ini Papa mengajarimu untuk jadi lelaki yang kurang ajar, El? Kamu masih sekolah tapi sudah berani menyentuh perempuan sampai sejauh itu, apa yang ada dipikiran kamu?" murka Andrea. Untung saja tadi istrinya memberitahu tentang keberadaan Elvano yang ternyata ada di seberang tempat dia meeting bersama klien. Sehingga Andrea langsung menuju ke apartemen dan apa yang dilihatnya membuat dia merasa jijik dengan apa yang dilakukan oleh putranya dan putri sahabatnya.


Bagaimana tidak, Andrea melihat Elvano sedang menikmati bukit kembar Arabella dengan posisi Arabella yang sedang duduk di pangkuan Elvano.


Dia sangat geram takut apa yang terjadi pada orang tua Arabella kembali terulang pada anaknya.


"Segera rapihkan baju kalian dan langsung ikut Papa untuk pulang!" perintah Andrea mutlak tidak ingin dibantah oleh anaknya dan anak sahabatnya.

__ADS_1


Flashback off


"Gila kalian berdua! Pantas saja Papa sampai marah begitu. Aku jadi penasaran, apa El dapat hukuman cambuk dari Papa!" Allana langsung bangkit dari duduknya saat melihat kedatangan Dika. Namun niatnya dia urungkan, ketika melihat Dika tidak hanya sendiri melainkan bersama dengan Lisa


"Kenapa duduk lagi? Kirain mau keluar?" tanya Arabella saat melihat sahabatnya duduk kembali.


"Gak apa,aku hanya ingin tiduran di sini, aku ngantuk!" kilah Allana.


Allana langsung menelungkupkan kepalanya di atas meja dengan berbantalkan tangannya, sedangkan Arabella langsung keluar karena tadi melihat sekelebat bayangan Elvano lewat di dean kelasnya. Namun, saat dia dapat menyusul El, hatinya terasa teriris perih saat melihat Elvano mencium pipi gadis cantik yang sedang bersamanya.


Arabella terdiam mematung melihat pemandangan yang membuat matanya sakit. Dia tahu kalau Elvano tidak mungkin mencintainya, tapi saat melihat langsung pujaan hatinya itu memperlakukan gadis lain dengan istimewa, membuat dia merasa ingin menyerah dengan perasaannya.


El, kenapa begitu tidak berartinya aku di matamu? Setelah hari itu, aku kira kamu akan menjadi milikku. Namun ternyata, Aku memang tidak berarti untukmu. Lalu bagaimana dengan hatiku? jerit hati Arabella.


Arabella langsung berbalik kembali ke kelasnya untuk menemani Allana yang malah tiduran bukannya melihat pertandingan basket.


"Dari mana?" tanya Allana saat melihat Arabella baru datang.


"Tadi mau ketemu teman tapi ternyata dia sudah gak kelihatan lagi," jawab Arabella yang tidak sepenuhnya bohong.


Arabella pun segera mengikuti apa yang Allana lakukan. Kini mereka sedang tiduran dengan mendengarkan lagu syahdu untuk mengobati hatinya yang sedang terluka.


"Ara, apa kamu akan terus mengejar kakakku? tanya Allana dengan mata terpejam.


"Aku gak tahu, Lana! Mungkin aku harus mulai melepaskan perasaanku pada El. Tidak mungkin aku terus memaksanya membuka hati untukku." Arabella pun bicara dengan mata terpejam.


"Apa kamu tidak ingin berjuang lebih lama lagi? Karena sepertinya El mulai ada rasa sama kamu, makanya kalian sampai melakukan hal itu," tanya Allana.


"El sudah menemukan gadis yang dicintainya, jadi rasanya percuma kalau aku masih terus berjuang." Hatinya terasa sangat sesak saat harus menerima kenyataan kalau orang yang dia cintai memilih wanita lain.


Selama ini Arabella selalu mengejar Elvano karena dia beranggapan kalau Elvano tidak punya pacar atau orang yang dicintainya, karena ke mana pun dia pergi pasti selalu bersama dengan Joen. Namun saat tadi dia melihat Elvano seperti itu, keyakinannya seketika menjadi runtuh.

__ADS_1


"Kenapa aku harus bersahabat denganmu, Ara? Sampai nasib kita dibuat sama, tidak bisa bersama dengan orang yang kita cintai," cerocos Allana tanpa niat untuk membuka matanya.


"Mungkin nanti, ada cowok yang tulus sayang sama kita, Lana!" ucap Arabella.


Saking larutnya kedua gadis itu dalam luka hatinya, sampai tidak menyadari kedatangan Dika dengan membawa tentengan di tangannya. Dika berjalan tanpa suara, sampai dia duduk pun, kedua gadis itu masih asyik dengan curhat bebasnya.


"Lana, kenapa kamu tidak balikan saja dengan Dika. Bukankah kamu menyukainya?" tebak Arabella.


"Aku gak tahu dengan perasaanku, saat jauh aku selalu merindukannya, ingin melihat senyumnya dan aku senang dia selalu memperhatikan aku. Tapi kayaknya, sekarang dia pacaran dengan LIsa," ungkap Allana.


"Aku tidak pacaran dengan Lisa!"


Degh!


Jantung Allana seperti berhenti berdetak untuk memompa darah dan menyalurkannya ke seluruh tubuh, saat mendengar suara orang yang sedang dibicarakannya tepat ada di belakang, ikut mendengarkan apa yang dirinya katakan.


Allana pun langsung membuka matanya lebar-lebar dan melihat ke arah Dika yang sedang tersenyum. Begitupun dengan Arabella yang terkaget dengan kedatangan Dika.


Sejak kapan Dika ada di belakang? Bukankah tadi dia bersama dengan Lisa? batin Allana.


"Sudah jangan bengong! Ayo makan, mumpung masih anget." Dika langsung mengeluarkan isi tentengan yang dibawanya.


Allana yang memang merasa lapar tergugah selera makannya saat melihat siomay. Tanpa malu, Allana pun mengambil satu kotak sterofoam yang berisi siomay.


"Ini enak sekali! Kenapa aku tidak kepikiran untuk mencoba makan siomay ya?" tanya Arabella saat mereka sedang asyik menikmati siomay.


"Itu karena kamu hanya terpaku pada satu rasa, Ara. Jadi menganggap yang lain tidak berarti," ucap Allana.


"Iya sama seperti kamu yang terpaku pada satu orang. Padahal ada orang lain yang peduli dan sayang sama kamu." Arabella langsung membalas apa yang Allana katakan.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...Dukung terus Author ya kawan dengan klik like comment vote rate gift dan favorite....


...Terima kasih!...


__ADS_2