
Di sinilah sekarang Vio, sedang membereskan apartemen Kevin yang seperti kapal pecah. Namun tiba-tiba matanya membulat dengan tangan yang menutupi mulutnya yang menganga, saat tanpa sengaja dia menemukan sisa-sisa percintaan yang berceceran di bawah sofa.
"Ikh menjijikkan, gak nyangka ternyata Kevin suka gituan," gumam Vio dengan bergidik ngeri takut kegadisannya direnggut di apartemen Kevin.
Tanpa pikir panjang, Vio segera menuju ke pintu ingin melarikan diri dari jeratan Kevin. Namun langkahnya tertahan saat terdengar suara yang sangat dikenalnya.
"Mau kemana kamu Vio?" tanya Kevin saat melihat Vio sudah memegang handle pintu
Degh!
Jantung Vio bedetak sangat kencang, saat perlahan Kevin melangkah menghampirinya. Hingga ia tidak bisa berbuat apa-apa karena pintunya terkunci.
Kevin terus melangkah hingga wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari muka Vio. Kevin mengungkungnya dengan posisi tangan kirinya menempel di dinding tepat di samping kepala Vio.
Aroma napas Kevin yang tercium wangi mint, terasa hangat menerpa wajah Vio. Sejenak mata mereka beradu, hingga akhirnya Vio menutup mukanya denga kedua tangannya.
"Ja-ja-jangan nodai aku, aku mohon! Ka-kalau kamu tidak suka dengan kehadiranku, aku akan secepatnya menjauh dari hidupmu." Vio memohon pada Kevin dengan suara bergetar
Takut, Vio sangat takut Kevin berbuat nekat padanya, hanya karena dia pergi karaoke bersama Kia dan Jenny yang pasti dikiranya cowok jika melihat dari gaya dan penampilan Jenny yang tomboy.
Kevin menghela napas panjang sebelum akhirnya dia berbicara, "Apa kamu takut? Apa kamu pikir aku akan menodaimu?" tanyanya
"Maafkan aku Vin!" lirih Vio, "Tolong biarkan aku pergi," pintanya.
Kevin langsung merengkuh Vio ke dalam dekapannya.
"Jangan takut padaku! Aku tidak akan mengambil sesuatu yang bukan hakku," bisik Kevin
"Apa yang kamu temukan itu bukan milikku, sudah seminggu ini Jimmy selalu pulang ke sini karena aku pulang ke rumah," jelas Kevin. "Kamu tenang saja, aku tidak akan mengambilnya sekarang, tapi nanti saat kita sudah menikah," lanjutnya
A-a-apa katamu? Menikah? Jangan bercanda kamu Vin!" gagap Vio seraya melepaskan dekapan Kevin.
Rasanya tidak percaya, orang yang dulu telah menolak cintanya justru mengatakan tentang pernikahan. Vio justru dilema, dia takut kalau Kevin hanya mempermainkan perasaannya karena tahu kalau dia menyukainya.
"Aku serius! Kenapa kamu tidak percaya?" tanya Kevin heran
"Bagaimana aku bisa percaya, kalau aku tahu kamu tidak menyukaiku." Vio terus membentengi hatinya agar dia tidak jatuh pada kata manis Kevin.
__ADS_1
"Baiklah kalau kamu masih belum bisa percaya, aku pasti akan membuktikan ucapanku," janji Kevin
***
Sementara di tempat lain, seorang gadis sedang menunggu seseorang di sebuah cafe sendirian. Dengan raut wajah gelisah, dia terus membuka tutup handphone-nya.
"Kemana nih Dave? Aku tungguin juga gak nongol-nongol," gerutu Kalisa
Satu jam sudah berlalu, namun yang ditunggu tak jua kunjung datang, hingga terlihat di layar handphone-nya nama Dave terlihat melakukan panggilan. Tanpa menunggu lama, Kalisa langsung mengangkat panggilan telepon dari Dave.
📲 "Hallo selamat malam! Ini dengan saudara Kalisa?"
📱 "Iya saya sendiri, kenapa ponsel Dave ada di tangan anda?"
📲 "Maaf Bu Kalisa, saudara Dave mengalami kecelakaan di jalan tol. Sekarang berada di rumah sakit Bhayangkara"
📱"Apa? Anda jangan bercanda Pak?"
📲 "Saya sedang tidak bercanda Bu, harap ibu segera datang untuk mengurus administrasi"
"Bertahanlah Dave! Jangan tinggalkan aku dan anakmu!" jerit hati Kalisa
Sebenarnya Kalisa mengajak Dave untuk bertemu karena ingin memberi tahu tentang kehamilannya, setelah tadi siang dia periksa ke dokter karena selalu mual dan pusing setiap hari. Namun siapa disangka kalau ternyata dia dinyatakan hamil dua bulan. Kalisa ingin memarahi Dave karena kecerobohannya, menyebabkan pengamanan yang biasa Dave pakai bocor dan membuatnya harus mengandung anak Dave. [Padahal Dave sengaja ya ingin Kalisa hamil anaknya].
Sesampainya di rumah sakit, Kalisa langsung menuju IGD tempat di mana Dave mendapat penanganan medis.
"Dokter, bagaimana kondisi Dave?" tanya Kalisa panik saat dia bertemu dengan dokter yang bertugas di IGD.
"Pasien Dave kondisinya sangat memprihatinkan, dari tadi dia menyebut nama Kalisa terus. Apa itu nama anda nona?" tanya Dokter
"Iya, saya Kalisa Dok!" ujarnya
"Silahkan ikut dengan saya!" suruh Dokter
Kalisa pun mengikuti Dokter itu dari belakang. Melihat kondisi Dave yang terluka parah, tak urung Kalisapun menangisi seseorang yang sudah menghiasi hari-harinya. Seseorang yang telah memberikannya cinta meski dia tidak pernah menganggapnya, tapi Dave selalu sabar menghadapi semua sifat Kalisa.
"Kalisa!" Dave terus memanggil nama Kalisa meski matanya terpejam.
__ADS_1
Kalisa langsung meraih tangan Dave menciuminya.
"Bangunlah Dave! Aku membawa kabar bahagia untukmu, aku hamil Dave, ada anakmu di sini!" racau Kalisa dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.
Dave langsung membuka matanya saat mendengar suara Kalisa menyebut namanya.
"Babe," lirih Dave, "Jangan menangis!" lanjutnya
"Aku tidak menangis, aku lagi marah sama kamu. Kenapa kami gak datang? Padahal aku menunggumu sangat lama," cerocos Kalisa
Dave hanya tersenyum mendengar omelan dari gadis yang dicintainya. Ingin rasanya dia merengkuh tubuh yang selalu memberinya kehangatan. Tubuh yang selalu dia rindukan, tapi dia merasa waktunya sudah tidak lama lagi bersama dengan kekasih hatinya.
"Babe, aku mencintaimu. Tetaplah bahagia meski aku sudah tidak bersamamu lagi," lirih Dave
"Aku tidak akan mengijinkanmu untuk pergi meninggalkanku, aku hamil anakmu Dave. Kamu harus bertanggung jawab membesarkannya bersamaku," ucap Kalisa dengan terisak
"Maafkan aku! Tolong jaga anak kita! Aku mencintaimu Kalisa," lirih Dave sebelum akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya.
"Dave jangan pergi Dave, ku mohon bertahanlah demi aku dan anak kita," Kalisa menangis dengan histeris.
Dokter pun segera memeriksa denyut nadi Dave saat di layar monitor menunjukkan garis lurus.
"Maafkan kami Nona! Pasien Dave sudah pergi meninggalkan kita semua," ucap Dokter sendu dengan menundukkan kepalanya
"Tidak! Anda bohong Dokter! Dave sangat mencintaiku, tidak mungkin dia meninggalkanku di saat aku mengandung anaknya." Kalisa berteriak histeris tidak bisa menerima kalau Dave sudah pergi untuk selama-lamanya.
Kalisa tidak bisa menerima kenyataan yang ada hingga akhirnya dia pun tak sadarkan diri.
Tak berapa lama datang perwakilan dari perusahaan tempat Dave bekerja yang akan mengurus administrasinya, karena Dave adalah tenaga ahli asing sehingga perusahaan tempatnya bekerja bertanggung jawab atas pemulangan jenazah Dave ke negara asalnya.
Kalisa sudah dipindah ke ruang perawatan, karena kondisinya dehidrasi dan syok berat atas kematian Dave sehingga dia harus mendapatkan perawatan intensif.
Mendengar putrinya di rawat, Raka dan Elisa pun segera datang ke rumah sakit untuk memastikan kondisi putrinya. Namun betapa kaget saat Dokter menyatakan Kalisa hamil dan mengalami syok berat karena ayah dari anak yang dikandungnya meninggal dunia.
...*****...
...Tahun baru semangat baru...
__ADS_1