Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 43 Simpanan CEO?


__ADS_3

Icha datang ke mejanya dengan tergesa, karena saat menuju ke ruanganannya, tidak sengaja dia mendengar orang membicarakannya.


"Jadi itu simpanan CEO kita, cantik juga sih"


"Cantikan Mbak Kalisa Body goals"


"Cantik dua-duanya sih, pantesan Pak Al ingin keduanya"


"Ck! Cantikan juga gue kemana-mana, Pak Al aja matanya birek gak bisa lihat cewek cantik kayak bidadari seperti gue"


"Huhhhhh, kepedean lo!"


Terdengar riuh orang yang menyoraki temannya yang menurut mereka realitanya sangat jauh dari apa yang orang itu katakan.


"Kenapa aku dibilang simpanan Al, padahal aku kan jarang kelihatan bareng Al di kantor, apalagi sebulan ini lebih sering sama Abi" gumam Icha, "Aku mau ke ruangan Abi aja, mungkin dia sudah datang, pintunya aja gak ditutup rapat" lanjutnya


Icha pun segera beranjak untuk menemui Abizar tapi baru sampai depan pintu dia dibuat mematung dengan pemandangan yang ada di depannya. Bagaimana tidak, Icha melihat Aisha dan Abizar sedang bertukar saliva dengan Aisha duduk di pangkuan Abizar. Dengan segera Icha menutup rapat pintu ruangan Abizar kemudian barulah dia mengetuk pintu.


Tok tok tok


Tidak ada jawaban dari dalam, Icha yakin kalau kedua insan itu sedang kesal kegiatan paginya di ganggu. Sebenarnya Icha sangat ingin mengagetkan keduanya tapi dia merasa tidak enak dengan Aisha


Tok tok tok


"Masuk"


Icha pun langsung masuk setelah dipersilahkan oleh Abizar. Terlihat Aisha sedang merapihkan make up-nya


"Ehm! Bagaimana sarapan pagi kalian, apakah enak?" sindir Icha


"Akh iya enak kho, Cha" jawab Aisha. "Aku ke ruanganku dulu ya, Al pasti sudah datang" lanjutnya


Icha hanya tersenyum mendengar jawaban Aisha. Mungkin Aisha tidak tahu kalau sebenarnya Icha memergoki mereka.


Setelah Aisha berpamitan dan kembali ke ruangannya barulah Icha mencak-mencak pada Abizar.


Plak


Tangan ringan Icha mendarat dengan sukses di kepala Abizar.


"Apaan sih, Cha! Sama bos main geplak aja" sewot Abizar


"Kamu yang apaan, pagi-pagi udah nyosor aja. Pake pintu gak ditutup lagi. Gimana kalau anak buah kamu yang ngelihat kejadian tadi. Aku aja yang gak ngapa-ngapain sama Al digosipin jadi simpanannya" seru Icha malah lebih sewot dari Abizar


"Gak ngapa-ngapain gimana, Cha? Waktu jadi sekertaris Al kamu ngapain aja sama dia" sarkas Abizar

__ADS_1


"Itukan bukan aku yang mau" jawab Icha lesu


"Kamu tahu, Cha! Gara-gara Aisha sering mergokin kalian jadinya dia ingin nyobain sama aku. Aku sih seneng aja dia minta duluan. Cowok mana sih yang gak seneng diajak icip icip" terang Abizar


"Asal jangan celup-celup kamu Bi, biar gak nyesel nantinya kaya aku" ucap Icha sendu


"Kamu nyesel punya Dika?" tanya Abizar


"Aku gak nyesel punya Dika. Aku hanya nyesel kenapa dia lahir dari kesalahanku dan Al" Icha malah jadi murung saat mengingat kembali masa lalunya dengan Al


"Udahlah jangan diinget lagi. Mau apa kesini, Cha?" tanya Abizar mengalihkan pembicaraan karena walau bagaimanapun Abizar pasti ikut sedih saat melihat sahabat kecilnya sedih.


"Aku pengen resign Bi, karyawan sini pada gosipin aku simpanan Al. Tapi kamu harus bantu aku cari kerja di tempat lain" ucap Icha


"Gak usah resign, Cha! Biar nanti aku bilang ke Al supaya meredakan gosip yang beredar." ucap Abizar. "Aku pikir kamu sudah tahu soal gosip itu" lanjutnya


"Aku baru tahu tadi pas berangkat ke sini, udah akh aku kerja dulu" sahut Icha


Icha dan Abizar pun kembali dengan pekerjaan yang membutuhkan sentuhan tangan mereka


***


Sementara itu, Al langsung meminta Kevin untuk memanggil orang yang pertama kali menyebarkan gosip tentangnya.


Kevin sedikit kesusahan mencari informasi mengenai grup karyawan di aplikasi hijau karena mereka selalu menutup mulut rapat-rapat di depan para petinggi perusahaan. Namun setelah mendesak Vio yang merupakan mantannya di jaman bangku kuliah dulu, akhirnya ada titik terang untuk dia mengusutnya.


Kevin pun segera memanggil orang yang dijadikan ketua forum karyawan Putra Group. Namun saat di pintu, dia berpapasan dengan dengan Abizar yang ingin menemui Al


"Permisi Pak! Ini hasil laporan penjualan bulan ini" ucap Abizar saat sudah di depan Al


Al hanya menatap sekilas pada Abizar, kemudian dia langaung mengambil laporan itu. Menyadari Abizar hanya diam mematung di di tempatnya, Al pun akhirnya angkat suara.


"Apa ada hal lain yang ingin kamu katakan?" tanya Al datar.


"Anu Pak" Abizar menjeda ucapannya saat melihat raut tidak bersahabat Al


"Duh gimana, sepertinya suasana hati Al sedang tidak baik" batin Abizar


"Anu apa? Kalau bicara itu yang jelas Abizar" sentak Al


"Begini Pak, sekertaris saya ingin mengundurkan diri karena dia merasa tidak tahan dengan gosip yang beredar" ucap Abizar hati-hati agar tidak membuat singa di depannya mengamuk.


"Maksud kamu Icha?" tanya Al datar


"Iya Pak" jawab Abizar

__ADS_1


Brakkkk


Seketika Al menggebrak meja mendengar apa yang Abizar katakan, membuat jantung Abizar terasa loncat ke luar.


"Bukan dia yang harus keluar dari perusahaan ini, tapi biang gosip itu yang akan aku pecat tanpa pesangon" murka Al


Bagaimana Al tidak marah, dia membaca banyak komenan miring di grup karyawan yang membicarakan dirinya dengan Icha. Apalagi kebanyakan dari mereka menyudutkan Icha sebagai pelakor.


Tok tok tok


"Masuk" suruh Al


Terlihat Kevin masuk dengan seorang pria sekitar usia 40 tahunan.


"Permisi Pak! Ini Pak Randy sebagai ketua forum karyawan" ucap Kevin


"Duduklah dulu!" suruh Al


Kevin dan Randy pun duduk di sofa untuk menunggu Al menyelesaikan urusannya dengan Abizar.


"Dengar Abizar! Aku tidak akan mengijinkannya keluar dari perusahaan ini. kamu boleh keluar sekarang." seru Al


"Alhamdulillah aku bebas dari amukan singa" batin Abizar


Abizar pun langsung bergegas ke luar dari ruangan Al. Namun baru sampai ambang pintu, Al kembali bersuara.


" Tidak perlu mengeluh apapun pada Aisha ataupun pada Icha. Laki-laki itu harus tangguh" seru Al


Jleb


"Sialan Aldrich! Kenapa tahu apa yang kupikirkan!" rutuk Abizar dalam hati


"Iya Pak!"


Setelah keluar dari ruangan Al, Abizar langsung mengusap dada berkali-kali. Membuat Aisha merengut heran melihatnya.


"Kenapa Yang?" tanya Aisha


"Gak papa, laki-laki itu harus tangguh kata sepupumu itu" kilah Abizar. "Aku langsung ke ruanganku ya!" imbuhnya


Melihat kekasihnya pergi dengan tergesa, Aisha hanya mengendikkan bahunya karena dia tahu pasti di dalam sana sedang tidak baik-baik saja, apalagi kini Al tahu kalau dirinya sedang digosipkan. Bahkan Aisha yang tidak tahu apa-apapun tadi pagi kena marah Al juga.


"Akh Oryza, kenapa kamu harus bilang sama Al? Jadinya semua orang kena getahnya" rutuk Aisha dalam hati


...*****...

__ADS_1


👉Next part


__ADS_2