Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 124 Anniv pertama


__ADS_3

Hari terus berganti, waktu pun terus berlalu. Setahun sudah pernikahan Aldrich dan Icha. Sebagai ungkapan kebahagiaannya, dia berencana untuk mengajak Icha kencan seharian. Al, Icha dan Dika sudah siap dengan baju couplenya, rencananya mereka akan pergi ke gelanggang samudera dan sea world untuk melihat pertunjukan lumba-lumba dan hewan laut lainnya.


Saat sampai di sana, waktu baru menunjukkan angka sepuluh. Dika begitu antusias saat melihat pertunjukan lumba-lumba, apalagi mereka duduk paling depan


"Sayang, kenapa pelatih lumba-lumbanya cakep-cakep ya, seperti foto model." Mata Icha taj lepas dari para pelatih lumba-lumba yang sedang beridiri di ujung kolam.


"cakep mana sama aku?" ketus Al kesal karena Icha malah memuji laki-laki lain di depannya.


Icha tersenyum manis dengan wajah menghadap pada suaminya, "Tentu saja cakepan Papa Aldrich kemana-mana," ucapnya dengan tersenyum manis


"Kalau sudah tahu cakepan suami sendiri, kenapa matanya masih jelalatan begitu?" tegur Al


"Hehehe....aku tidak ingin menyia-nyiakan rejeki yang ada di depan mata," tutur Icha tanpa dosa yang membuat Al tidak senang.


"Mulai nakal ya, tungggu hukumannya di rumah!" bisik Al yang kemudian langsung mencium pipi Icha sekilas.


"Malu Al, depan umum," ucap Icha dengan cemberut yang sukses membuat Al semakin gemas dengan istrinya.


"Coba saja kalau di rumah, sudah aku bikin mengerang," sahut Al


Dika yang sedari tadi fokus melihat pertunjukan lumba-lumba, tiba-tiba mengguncang-guncangkan tangan Al, "Papa, aku mau foto bareng lumba-lumba dan si Om Ganteng," pinta Dika


"Tuh kan, Dika juga bilangnya ganteng." Icha pun langsung menutup mulutnya menahan tawa.


"Ya udah, Dika minta temani sama Kakak yang di sebelah aja," suruh Al agar Dika minta ditemani sama tour guide yang duduk di samping Dika.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Al, tour guide itu pun langsung mengajak Dika ke depan untuk berpoto bersama lumba-lumba. Sementara Al langsung mengapit kepala Icha gemas karena sudah menertawakannya.


Icha yang selalu mendadak encer otaknya kalau sedang kepepet, akhirnya menemukan cara untuk membalas Al.


"Aduh...aduh Al, perutku sakit," Bohong Icha yang sukses membohongi Al.


Al terlihat cemas dan seperti merasa bersalah saat tahu perut Icha sakit karena dia kerjain. "Maaf sayang, aku keterlaluan ya!"

__ADS_1


Melihat Al yang merasa bersalah, Icha langsung memeluk Al. Tidak peduli dia sedang berada di keramaian, namun yang pasti, Icha merasa sangat terharu dengan sikap Al yang tiak ingin dirinya terluka.


Mendapat pelukan dari Icha, membuat Al berpikir yang tidak-tidak. "Sayang, kamu kenapa? Apa perutnya sakit sekali? Ayo kita ke rumah sakit periksa kandungannya."


Icha hanya menggelengkan kepalanya, menolak ajakan Al. Melihat orang tuanya berpelukan, Dika pun menjadi tanda tanya besar.


"Papa, Mama kenapa?" tanya Dika cemas


"Gak papa, sayang. Mama tadi hanya lihat kecoa saja." Lagi-lagi Icha berbohong. Namun ternyata, kebohongannya kali ini berdampak buruk pada suaminya.


Al yang selalu merasa geli saat melihat kecoa, dia pun langsung menaikkan kakinya keatas kursi yang didudukinya. "Mana Cha, kecoanya? Cepat! cepat panggil petugas kebersihan!" Al langsung panik saat mendengar Icha melihat kecoa.


Tak terkecuali pengunjung yang ada di dekat mereka. Merasa tanggung udah berbohong, Icha pun mengarang cerita kembali.


"Sayang, kecoanya sudah kuinjak lalu ku tendang hingga jauh." Bohong Icha.


Memang saat kita berbohong, akan ada kebohongan-kebohongan lain yang berderet mengikuti dari belakang. Jadi, sebisa mungkin berbicaralah yang jujur meski itu sedikit terasa pahit di lidah. Maafkan kalau sedikit ngaco!!! Kuy kembali ke laptop.


"Beneran, Cha?" tanya AL memastikan.


Setelah puas melihat atraksi lumba-lumba, singa laut, kuda nil dan pinguin juga berkeliling melihat-lihat satwa laut, AL pun mengajak Dika ke Sea world yang tempatnya berdekatan dengan gelanggang samudera.


Dika begitu antusias saat melihat begitu banyak jenis ikan yang ada di sana. Apalagi saat ikan pari tepat ada di kepalanya, Dika meloncat-loncat ingin menggapainya. Melihat itu, AL langsung mengangkat Dika dan mendudukkannya di bahu.


Saat matahari sudah tepat berada di atas kepala, Al pun memutuskan untuk makan siang dulu di restoran seafood yang ada di daerah situ. Tak berapa lama, Aisha datang bersama Abizar untuk membawa Dika bermain di Dufan.


Setelah Aisha pergi membawa DIka, Al pun mengajak Icha untuk nonton film di bioskop.


"Sayang, nonton yuk! Ada flm baru katanya," ajak Al.


"Bolehlah, tapi kamu harus pake masker. Aku gak mau nanti banyak yang ngenalin kamu lagi." Icha pun memberikan syarat pada Al


Benar saja, sesuai permintaan Icha, kini Al memakai masker seraya memeluk pinggang Icha yang lebar dengan posesif.

__ADS_1


"Sayang beliin popcorn, aku tunggu di sini," pinta Icha


Melihat kepergian Al, seorang gadis langsung menghampiri Icha yang sedang duduk sendiri.


"Wow wow wow.... Gak nyangka banget ya, bisa ketemu sama pabrik anak haram. Anak haram yang itu sudah gede, sekarang bikin yang baru lagi." Sinis Siska dengan tidak tahu malunya.


"Mbak Siska lagi ngomong sama siapa ya? Kho orangnya gak kelihatan," sarkas Icha.


"Woy pecunn, jangan belagu lu! Mentang-mentang jadi simpanan bos," teriak Siska yang sukses membuat pengunjung melihat ke arah Icha.


Melihat Icha yang sepertinya sedang dalam masalah, Al pun mempercepat langkahnya agar segera menemui isrinya.


"Ada apa ini? Sayang, kamu gak papa?" tanya Al.


"Aku gak papa kho!" jawab Icha.


Tanpa melihat wajah Siska, Al langsung menarik tangan Icha agar mengikutiinya. Dia langsung membawa Icha masuk ke sebuah studio yang masih gelap. Saat Icha masuk ke studio, perlahan lampu redup itu menyala, ditambah dengann layar yang mulai menampakkan perjalanan cinta mereka. Bahkan beberapa foto saat mereka di villa sebelum kejadian malam itu pun ada.


Icha terdiam mematung di tempatnya, sampai video itu selesai, barulah dia angkat bicara.


"Al semua ini kamu yang rencanakan?" Selesai Icha bicara, lampu di ruangan studio pun langsung menyala dan terlihat sahabat mereka dan juga Dika datang menghampiri Icha.


"Happy anniversary Aldrich dan Icha, semoga samawa terus," teriak semua sahabat mereka.


"Makasih semuanya," ucap Icha.


"Mama, happy anniversary. semoga langgeng sama papanya. Dika sayang sama Mama dan Papa." Dika langsung memberikan sebuket bunga 'juliet rose' pada mamanya,


Sementara Al yang berdiri di belakang Icha, langsung memasangkan sebuah kalung dengan inisial FYD. "Happy Anniversary sayang," ucapnya.


...*****...


...Dukung terus Author ya kawan! Dengan klik like comment gift rate dan favorite....

__ADS_1


...Terima kasih...


__ADS_2