
"Lalu kamu ingin menghancurkan kebahagianku dan kebahagianmu sendiri? Demi wanita yang tidak pernah baik padamu dan bahkan pernah menyakitimu?"
"Ku mohon kembali padaku, Cha! Kita mulai semuanya dari awal di sini. Aku akan membatalkan pertunanganku asal kamu kembali padaku."
Icha hanya terdiam mendengar apa yang Al ucapkan, meski jauh dari lubuk hatinya dia juga masih mencintai Al. Tapi dia tidak mau nanti di cap sebagai pelakor oleh teman sekantornya karena berita tentang pertunangan Al dengan Kalisa sudah booming diantara karyawan Putra Group.
"Al, aku tidak bisa memutuskannya sekarang. Kita jalani saja semuanya seperti sebelumnya," lirih Icha
"Baiklah! Aku menganggapnya kamu memberikan kesempatan untukku kembali padamu," ucap Al
Malam terakhir di kota kelahiran Icha pun mereka habiskan dengan menikmati pemandangan malam kota S di atas bukit.
Sementara itu, di tempat yang jauh di tengah keramaian ibu kota, seorang gadis sedang meliuk-liukkan tubuhnya diiringi dengan music DJ. Kalisa, dia sedang menikmati malam minggu bersama sahabatnya Angela yang baru kembali ke tanah air setelah menempuh pendidikannya di negera A.
Semenjak mereka berdua tinggal di negara A yang menganut paham kebebasan, kedua gadis rumahan itu berubah menjadi gadis yang liar. Gadis yang mengenal dunia malam.
Kalisa sebenarnya seorang gadis yang baik, namun sedari kecil dia di doktrin oleh orang tuanya untuk menjadi Ny. Aldrich. Orang tua Kalisa selalu menyuruhnya untuk terus mendekati Al dan mendapatkan hatinya sehingga Kalisa sendiri tidak mengerti dengan perasaannya pada Al. Karena yang dia tahu dia harus menikah dengan Al.
Terlihat seorang pria tampan mendekati kedua gadis itu, tanpa bicara lagi pria berwajah bule dengan iris mata biru itu langsung memeluk Kalisa dari belakang, "I miss you," bisiknya
Kalisa sontak membalikkan tubuhnya mendengar bisikan dari orang yang sangat dikenalnya, "Dave?" lirihnya
"Yes, I am. Aku sangat merindukanmu babe," ucap Dave dengan mengeratkan pelukannya pada Kalisa
"Dave hentikan!" pinta Kalisa saat Dave mulai mengelus titik sensitif Kalisa
"Ayo kita ke tempat yang aman!" ajak Dave seraya menarik tangan Kalisa
Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang sedari tadi melihatnya.
Dave terus menarik tangan Kalisa dan membawanya ke hotel tempat dia menginap yang tidak jauh dari club malam yang didatanginya. Serasa mendapat jackpot, Dave yang memang datang ke Indo untuk mencari Kalisa, kekasih yang telah memutuskannya secara sepihak. Ternyata secara tidak sengaja dia temukan di sebuah club malam.
Sesampainya di kamar hotel, Dave langsung menyerang Kalisa secara bringas. Seperti seekor singa yang mendapatkan mangsa yang sangat empuk.
"Aaakkhh Dave hentikan!" desis Kalisa saat Dave memainkan titik sensitifnya
"Kenapa Babe? Bukankah kamu menyukainya?" tanya Dave
"Tidak Dave, aku mau bertunangan dengan Al," tolak Kalisa
"Apa Al mu itu suka menyentuhmu seperti ini," bisik Dave dengan terus menciumi tengkuk leher Kalisa
"Atau Al mu itu pernah menyentuh yang ini," ucap Dave lagi dengan mengelus-elus bagian inti Kalisa
__ADS_1
"Katakan! Apa Al mu juga pernah menikmati sequisy indahmu?" lagi-Lagi Dave memainkan titik sensitif Kalisa
"Akhhh Dave jangan! Akhhhh...." Racau Kalisa
Meski Kalisa terus mengatakan kata tidak tapi tubuhnya sangat menikmati setiap sentuhan Dave. Sentuhan yang selalu membuatnya terbang melayang. Malam panjang pun mereka lewati dengan kenikmatan yang memabukkan.
Keesokan paginya, Kalisa menggeliatkan tubuh toplesnya saat cahaya sang surya menerobos masuk ke kamar hotel Dave.
"Pagi babe!" sapa Dave yang sudah bangun lebih dulu
"Dave!" lirih Kalisa
"Aku sudah siapkan sarapan dan baju ganti untukmu" ucap Dave
"Jam berapa ini?" tanya Kalisa
"Baru jam 11 siang," jawab Dave enteng
"Apa??? Papa Mamaku pasti mencariku karena aku tidak pulang semalam," pekik Kalisa kaget.
"Tenanglah Babe, aku sudah bilang pada orang tuamu kalau kamu menginap di rumah Angela," terang Dave
"Bagaimana bisa?" tanya Kalisa heran
Kalisa pun beranjak dari tempat tidur hendak membersihkan diri. Namun Dave dengan segera menggendong Kalisa dan membawanya ke kamar mandi.
"Kita mandi bersama Babe," bisiknya
Kalisa hanya tersenyum mendapat perlakuan manis dari mantan kekasihnya. Meskipun
dia sering menyangkalnya tapi Kalisa sangat menyukai apapun yang Dave lakukan padanya.
Setelah mandi bersama yang bukan hanya sekedar mandi, tapi mandi yang diiringi suara decapan, lenguhan yang penuh kenikmatan. Kini Dave dan Kalisa sedang menikmati sarapan sekaligus makan siangnya.
"Dave, sebaiknya kamu kembali ke negaramu. Aku akan menikah dengan Al," ucap Kalisa
Dave hanya menghembuskan nafasnya kasar, bosan rasanya dia mendengar Kalisa bicara tentang pernikahannya. Karena Dave yakin kalau sebenarnya Kalisa pun mempunyai perasaan yang sama dengannya, hanya saja perasaannya seperti terkurung oleh sesuatu.
"Aku sudah tahu! Aku juga tidak keberatan menjadi simpanan Ny. Al, asalkan aku selalu bersamamu," ucap Dave
"Dave, kenapa kamu tidak mencari wanita lain?" tanya Kalisa
"Karena aku hanya ingin bersamamu," tegas Dave
__ADS_1
Hati Kalisa terasa tercubit dengan penuturan Dave, selama ini dia selalu mengejar Al meskipun Al tidak pernah menanggapinya. Tapi kini, ada seorang lelaki yang sudah sering menghangatkan ranjangnya ingin selalu bersamanya meskipun hanya dijadikan sebagai simpanan.
***
Sementara pagi hari di sebuah cottage yang ada di kota S, Icha bangun tidur dibuat terkejut karena ada tangan kekar yang melingkar di perutnya.
Dengan segera Icha melepaskan tangan Al. Namun Al menahannya dan semakin memeluk Icha erat
"Tidurlah, Cha! Aku masih ngantuk," lirih Al
"Kenapa tidur di sini?" tanya Icha
"Di luar sangat dingin, aku tidak tahan kedinginan," jelas Al dengan mata yang masih tertutup
Al dan Abizar yang awalnya akan tidur di ruang tengah memutuskan untuk pindah ke kamar karena udaranya yang sangat dingin. Sehingga saat tengah malam mereka mengendap masuk ke kamar kekasihnya dengan saling mengancam satu sama lain untuk tidak melakukan hal di luar nikah pada kekasihnya.
"Al, aku mau bangun. Lepaskan tanganmu!" suruh Icha
"Sebentar lagi, Cha!" pinta Al
Icha pun terdiam menunggu Al melepaskan pelukannya.
"Cha, kenapa memelukmu sangat nyaman. Aku ingin selamanya kita tidur seperti ini," racau Al masih dengan mata yang terpejam
"Al!" ucap Icha yang langsung dipotong oleh Al
"Aku ingin segera melamarmu dan menjadikanmu istriku."
"Bangunlah Al! Kamu jangan bermimpi terus, bukankah hari ini kita akan kembali ke kota J," ucap Icha.
"Siangan aja berangkatnya, kamu dan Dika pulang bareng aku," jelas Al dengan sesekali mencium tengkuk leher Icha
Dika yang merasa terganggu tidurnya karena mendengar suara orang mengobrol, akhirnya membuka matanya.
"Om Al kenapa peluk-peluk Kak Icha?" tanya Dika
Al yang sedang mengendus tengkuk leher Icha sambil memejamkan matanya merasa kaget mendengar suara Dika. Begitupun dengan Icha yang memejamkan matanya menikmati sensasi yang Al berikan. Sontak keduanya membuka mata, merasa malu karena kepergok Dika.
"I itu Dek, di luar dingin banget. Om tidak kuat dengan udara dingin," gagap Al
"Kenapa Om tidak pakai selimut kalau dingin?"
...*****...
__ADS_1
👉Next part