Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
S2 Kalung dari Dika


__ADS_3

Sesampainya di sekolah, mereka bersamaan dengan kedatangan Arkana dan Arabella. Dua mobil sport itu terparkir sempurna di parkiran khusus pemilik sekolah. Allana segera membuka seat belt yang dipakainya saat Dika sudah mematikan mesin mobilnya. Dia ingin segera menemui sahabatnya untuk menanyakan hadiah apa yang dibeli oleh Arabella untuk Yuki teman sekelasnya. Namun, tangannya tertahan seketika oleh tarikan tangan Dika saat dia akan membuka pintu mobil.


"Tunggu sebentar! Aku belum mengambil hadiahku," ucap Dika langsung mengecup bibir Allana singkat.


Gadis berponi itu hanya melongo merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi. Lagi-lagi Dika mencuri ciumannya di saat dia lengah.


"Morning kiss, Honey!" Senyum mengembang di bibir sensual itu membuat Allana kembali tersadar dari keterkejutannya.


"Kenapa kamu suka sekali nyuri, Dik?" tanya Allana sewot.


"Karena kalau aku minta ijin, belum tentu kamu akan memberinya," ungkap Dika. Setelah dia membuka sabuk pengamannya, Dika pun segera keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Allana.


"Aciee ... Dik! Kamu setia banget sama Kak Lana, emang udah yakin bakal dapetin cintanya?" ledek Arkana yang sukses membuat Allana melotot.


Aku juga gak yakin, bisa mendapatkan hati Allana. Namun, biarlah aku merasa bahagia meski hanya sesaat bersama dengannya, batin Dika.


Apaan sih Arkana? Kalau sampai Dika tersinggung dan gak mau antar jemput aku, awas saja kamu, ancam hati Allana.


"Lana, nanti malam kamu berangkat sama Dika aja ke acara ulang tahun Yuki, soalnya aku mau ngajak El. Katanya dia mau antar aku ke sana," celetuk Arabella saat mereka berjalan beriringan menuju ke kelas. "Dika mau kan, jadi pasangan Lana nanti malam?" lanjutnya.


"Boleh saja, memang jam berapa acaranya?" tanya Dika.


"Nanti kamu jemput aku jam 19:00 WIB saja, biar kita tidak kemalaman." Allana langsung memotong pembicaraan Dika dan Arabella.


"Oh, oke! Nanti aku numpang sholat isya di rumah kamu aja ya!" Dika membenarkan tas yang ada di punggungnya.


Begitu sampai di kelas, terlihat kelas yang begitu riuh, mereka begitu antusias akan menghadiri pesta ulang tahun putri pejabat di negeri ini. Sudah barang tentu pestanya pun bukan pesta yang sederhana. Saat Allana, Arabella dan Dika datang, Yuki langsung menghampiri Dika.


"Dika, ini undangan ulang tahunku, nanti kamu datang ya!" Yuki menyerahkan kartu undangan pada Dika. Namun, secepat kilat Allana menyambarnya.


"Dika akan datang bersamaku dan menjadi pasanganku." Allana langsung menarik tangan Dika meninggalkan Arabella dan Yuki yang melongo dengan sikap temannya yang judes itu.


"Allana kenapa posesif sekali sama murid baru itu? Memang benar mereka pacaran, Ara?" tanya Yuki.


"Tentu saja mereka pacaran! Kamu ingat gak, waktu itu kamu bikin kalung yang Lana pakai putus?" tanya Arabella.


"Ingat! Dia marah besar sama aku dan gak mau nyapa selama sebulan." Kenang Yuki yang memang sebenarnya mereka berteman dekat.


"Itu kalung pemberian Dika, sebelum keluarganya pindah ke luar negeri. Bahkan dia minta lagi dari aku saat Dika udah terbang ke sana. Bilangnya dia kasih ke aku tapi malah di minta lagi" Arabella asyik bergosip dengan Yuki sampai tanpa sadar sudah ada guru di belakang mereka.


"Apanya yang diminta lagi, Ara?" tanya Bu CInta guru bahasa Indonesia.

__ADS_1


"Eh! Ibu Cantik sudah datang, itu Bu kalung Lana diminta lagi padahal sudah diberikan sama aku," adu Arabella.


"Memangnya kenapa di minta lagi?" tanya Bu Cinta lagi.


"Karena kalung itu pemberian dari DIka." Sepertinya mulut Arabella sudah seperti ember bocor. Dia malah membeberkan rahasia Allana di depan umum, membuat Allana langsung meradang akan menghampiri sahabatnya itu. Namun, Dika secepatnya mencekal tangan Allana agar dia tidak membuat keributan di kelas.


"Duduk, Lana!" Suara Dika terdengar datar dan sangat dingin, membuat Allana mengurungkan niatnya untuk menyeret sahabatnya itu.


Dika langsung berpindah duduknya ke samping Allana, karena dia yakin pasti Allana sangat marah pada Arabella.


Bu Cinta pun menyuruh Arabella dan Yuki untuk duduk di kursinya karena kelas akan dimulai.


"Bella, duduk sama Carlo dulu ya! Aku ingin duduk dekat Lana," suruh Dika saat Arabella datang.


"Oh, oke!" Arabella langsung duduk di samping Carlo tanpa menyadari kesalahan yang sudah diperbuatnya sampai Carlo membisikkan sesuatu padanya."


"Awas lo, Bella! Singa betina di depanmu ngamok," bisik Carlo.


"Memang kenapa?" tanya Arabella heran.


"Tadi kamu gosipkan dia apa di depan?" Lagi-lagi Carlo berbisik takut jadi sasaran amukan Allana..


"Astaga!!!" jerit Arabella baru sadar dengan kesalahannya, membuat Bu CInta yang sedang menyiapkan proyektor di depan menjadi kaget.


"Maaf, Bu! Tadi ada semut yang gigit tanganku," kilah Arabella.


"Ada-ada saja kamu!" Bu Cinta pun melanjutkan apa yang sedang dia kerjakan, sedangkan Arabella hanya bisa meringis setiap kali dia melihat punggung Allana di depannya.


Gimana ini? Pasti dia marah banget sama aku, tapi tumben dia gak jambak atau nendang kursi saat lagi kesal," jerit Arabella dalam hati.


Jam pun terus berputar, setelah belajar bahasa selama empat jam pelajaran plus matematika empat jam pelajaran juga, kini waktunya untuk istirahat. mengistirahatkan sejenak otak yang yang dari pagi dipakai berpikir untuk mengerjakan soal-soal latihan karena satu minggu lagi ujian semester.


"Mau makan apa?" tanya Dika saat mereka sedang berada di kantin.


"Mau makan kamu!" ketus Allana yang tidak menyadari ucapannya sendiri.


"Boleh! Ayok!" ajak Dika seraya berdiri.


"Mau kemana? Bukannya ma makan?" tanya Allana heran karena Dika mengajaknya pergi.


"Katanya mau makan aku, tempatnya bukan di sini. Terlalu ramai! Kita cari hotel terdekat saja," bisik Dika yang membuat bola mata Allana langsung membulat. Kemudian Dika pun duduk kembali di kursi samping Allana, sedangkan Arabella tidak berani mendekati sahabatnya. Dia takut Allana masih marah atas semua kesalahannya.

__ADS_1


"Otak kamu tuh, Dik! Masih kecil juga!" sungut Allana.


"Umur aku aja yang kecil, buktinya aku lebih tinggi dari kamu, badan aku juga lebih besar dari kamu, Lana. Kita lihat nanti hasil ujian semester, aku atau kamu yang lebih besar nilainya. Kalau aku lebih besar, stop menganggap aku masih kecil! Aku bahkan bisa bikin anak kecil kalau kamu mau," ungkap Dika yang tidak suka dianggap masih kecil oleh Allana.


"Omongan kamu itu sering ngelantur, kenapa pulang dari sana kamu berubah sekali? Jadi mesum!" tanya Allana.


Dika tidak menjawab apa yang Allana tanyakan, dia berlalu pergi untuk memesan mie ayam yang ada di dekat kursi yang mereka duduki. Setelah pesanannya datang, Dika pun mengajak Allana untuk segera memakannya.


"Ayo kita makan!" ajak Dika seraya mengambil sumpit dari tempat sendok yang ada di meja.


Setelah membaca do'a terlebih dahulu, Dika pun langsung memakan mie yang ada di depannya. Berbeda dengan Allana yang malah diam seraya melihat ke arah mie yang menggugah selera. Bukannya memakan makanannya, Allana malah terlihat cengengesan ingin bicara pada Dika. "Dik, nanti kamu yang bayarin, kan?


Dika menggantungkan sendok yang dipegangnya saat dia akan menyuapkan makanan ke mulutnya. Dilihatnya Allana yang sedang cengengesan di depannya. "Iya, tenang saja! Kalau masih kurang, kamu tinggal pesan aja lagi," ucapnya.


"Asyik! aku mau nambah jus strawberry sama siomay," ucap Allana sumringah.


"Sebanyak itu? Memang perut kamu yakin muat? Mie ayam saja banyak banget," tanya Dika heran.


"Tentu saja muat, Aku lapar sekali! Boleh ya?" tanya Allana lagi untuk memastikan.


"Iya boleh, kalau memang akan kamu makan." Dika pun melanjutkan kembali makannya, sedangkan Allana memesan lagi apa yang diinginkannya.


Di saat dia sedang memesan, dia bertemu dengan Gala yang sama sedang memesan siomay juga. Akhirnya mereka larut dalam obrolan sampai ke meja yang ditempatinya bersama Dika.


Melihat Allana yang terlihat akrab dengan lelaki lain, ada sedikit iri di hati Dika. Karena selama ini, gadis itu lebih sering bersikap jutek padanya. Sangat berbeda dengan apa yang dilihatnya sekarang.


Mungkin harapanku hanya sampai akhir minggu, karena pacar bohongan ini akan berakhir," batin Dika


"Oh iya, Dik! Kenalin ini Gala, ketua OSIS di sini!" ucap Allana saat menyadari ada di Dika yang sedang asyik makan.


Mendengar Allana memperkenalkannya, Dika pun langsung tersenyum dan mengulurkan tangannya mengajak bersalaman


"Dika."


"Gala," ucap Gala seraya mnyambut uluran tangan Dika. "Bukannya kamu anak baru itu ya?"


"Iya, aku baru dua hari sekolah di sini. Senang berkenalan denganmu," ucap Dika. Mencoba mendamaikan hatinya yang suhunya terasa meningkat drastis saat melihat keakraban Allana dan Gala.


...*****...


...~Bersambung~...

__ADS_1


...Dukung terus Author ya Kawan! Jangan lupa klik like, comment, vote, rate, gift dan favorite....


...Terima kasih!...


__ADS_2