Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
S2 Dia mencintaimu


__ADS_3

Suasana sekolah begitu meriah dengan bintang tamu yang mengisi acara adalah artis ibu kota, semua orang terhanyut dengan kemeriahan pesta hari jadi sekolah. Banyak alumni yang datang sebagai tamu undangan begitupun dengan Al dan sahabatnya yang dulu semasa SMU mereka bersekolah di sana.


Al dan Icha begitu bangga dengan putranya, karena tadi namanya disebut sebagai siswa dengan nilai tertinggi di setiap mata pelajaran dalam ujian akhir semester. Namun yang menjadi pertanyaannya, 'ke mana Dika?' Karena tadi saat namanya disebut dan di suruh naik ke panggung, putranya itu tidak naik ke panggung seperti yang diminta oleh MC acara. Sampai saat mereka bertemu dengan Allana, barulah pasangan suami istri menanyakan keberadaan anaknya.


"Lana, Dika ke mana? Kenapa tadi dipanggil tidak naik ke atas panggung?" tanya Icha saat Allana menghampiri orang tuanya karena Al dan Icha duduk bersama Andrea dan Mitha.


"Lana gak tahu, Tan! Tadi pagi pas Lana datang, dia seperti terburu-buru," ucap Allana.


"Apa Dika tidak bilang sesuatu pada Lana?" Icha langsung mendekat ke arah Allana hingga kini mereka bersebelahan.


"Tadi Dika seperti tidak melihat kedatangan Lana," ucap Allana sendu.


Mendengar apa yang Allana katakan, Icha menjadi semakin khawatir dengan keadaan putranya, sehingga dia segera menghubungi melalui saluran telepon. Setelah panggilannya tersambung, Icha langsung mencecar Dika dengan pertanyaan.


"Hallo, Assalamu'alaikum!" Terdengar suara Dika di seberang sana.


"Wa'alaikumsalam, Abang lagi di mana? Kenapa gak ada di sekolah? Kata Allana, tadi kamu terburu-buru, sebenarnya apa yang terjadi?" cerocos Icha.


"Abang sudah di rumah, Mah! Tadi ada sedikit masalah," terang Dika.


"Abang tidak apa-apa kan?" Tanya Icha memastikan.


"Abang gak apa-apa, Mah! Abang tutup dulu, udah wudhu mau Dzuhur, Assalamu'alaikum!"


"Wa'alaikumsalam." Icha langsung menutup panggilan teleponnya karena di seberang sana Dika belum menutupnya.


"Dika ada di rumah, Sayang! Katanya ada sedikit masalah," terang Icha pada Allana.


"Oh gitu ya, Tan? Boleh Lana ikut dengan Tante?Soalnya ada sesuatu yang ingin dibicarakan." Ijin Allana pada Icha.


"Tentu saja boleh, Sayang! Mungkin sebentar lagi kita pulang!" ujar Icha


"Makasih, Tan!" ucap Allana.


Tak berselang lama kemudian, mereka pun memutuskan untuk pulang. Begitu pula dengan Andrea dan para orang tua yang lainnya.


"Papa, Lana mau main ke rumah Dika dulu ya!" Allana meminta ijin pada papanya saat mereka akan berangkat.


"Pulangnya jangan kemalaman!" Pesan Andrea.


"Iya, Pah!" Setelah mencium tangan kedua orang tuanya, Allana pun langsung masuk ke dalam mobil milik Al.


Jarak rumah dan sekolah yang tidak begitu jauh, membuat mereka tidak butuh waktu lama untuk sampai di rumah Keluarga Putra. Setelah sampai di pelataran rumah, Icha pun mengajak Allana untuk turun, kemudian disusul oleh suaminya.

__ADS_1


Terlihat seorang gadis cantik bertubuh ramping dengan kulit putih dan rambut berwarna coklat gelap, berlari kecil menyambut kedatangan Icha dan Al.


"Aunty!" panggil Kattie seraya menghambur memeluk Icha.


"Kattie, kapan kamu datang?" tanya Icha kaget.


"Dia kabur, Mah! Pasti Uncle Philip sedang kebingungan mencari anak nakal ini," serobot Dika.


"Astaga! Bagaimana bisa kamu memesan tiket pesawat?" Icha lebih terkejut lagi dengan apa yang didengarnya dari Dika.


"Aku pintar, Aunty! Jadi aku berpikir mencari cara agar bisa ke sini," jelas Kattie.


"Besok kamu pulang! Pasti orang tuamu sangat cemas!" seru Al.


"No, Uncle! Aku ma liburan di sini, please!" Kattie langsung menangkupkan kedua tangannya memohon pada Al.


Al menghela napas dalam sebelum dia mengiykan keinginan putri sahabatnya. Kasihan juga jika dia harus secepatnya pulang, karena pasti perjananannya membuat dia merasa lelah.


"Ok! Uncle kasih waktu satu minggu untuk kamu liburan di sini. Jika nanti, kamu kabur lagi tanpa seijin orang tuamu, Uncle tidak mau menampung kamu di rumah." Al langsung memberi ultimatum pada gadis bermata hazel itu.


"Baiklah Uncle! Aku akan menurut padamu," ucap Kattie lemas.


Icha tersenyum melihat ekspresi Kattie. Selama tinggal di London, hampir setiap hari gadis itu selalu main ke rumahnya. Selain masih kerabat jauh dengan Al, papanya Kattie sahabat Al dari semasa Al kecil, saat sering diajak berkunjung ke keluarga besar neneknya di sana.


"Oh, iya Lana, kenalin ini Kattie sahabat Dika dari London," Icha baru teringat bahwa dia membawa Allana untuk main ke rumahnya.


"Allana."


"Kattie, calon istrinya Dika!"


Degh! Hati Allana terasa seperti diiris, perih. Dengan terpaksa, Allana pun menyunggingkan senyumnya. "Senang berkenalan denganmu!"


"Nice to meet you," ucap Kattie.


Dika hanya diam melihat interaksi dari kedua gadis itu. Dia ingin tahu, apakah Allana akan cemburu saat melihatnya bersama dengan Kattie.


"Ayo masuk! pasti Bi Sari sudah memasak makanan yang enak untuk kita," ajak Icha.


"Ayo, Lana!" ajak Dika ingin menarik tangan Allana untuk mengikutinya. Namun Kattie dengan sigap meraih tangan Dika hingga posisinya menjadi terbalik, kini tangan Dika yang ditarik oleh Kattie sehingga Allana tertinggal di teras rumah.


Kenapa aku tidak suka, saat melihat Kattie menarik tangan Dika? Apa benar dia calonnya Dika? Lalu untuk apa Dika selalu bersikap baik padaku? batin Allana.


Allana terus bergelut dengan pikirannya,hingga suara Icha membuyarkan lamunannya. "Ayo, Sayang! Jangan didengarkan ucapan Kattie, dia suka bercanda!" ujar Icha seraya membawa Icha masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Punya suami dan anak ganteng ditambah tajir, ternyata repot juga. Banyak sekali perempuan yang menginginkannya, batin Icha.


Semua sudah berkumpul di meja makan, tidak terkecuali kedua adiknya Dika, Dave dan Zee yang memang tidak berangkat sekolah karena hari bebas sebelum pembagian raport.


Allana hanya menundukkan kepalanya saat melihat Kattie sedang menyuapi Dika makan bahkan dari sendok yang sama, karena sendok yang bekas menyuapi Dika, dipakai oleh Kattie.


Kenapa aku harus datang ke sini, kalau akhirnya akan sakit hati. Awalnya aku ingin memberi Dika kesempatan dan mencoba menerima keadaan kalau Om Zy memang bukan untukku, tapi ternyata aku memang harus menerima kenyataan kalau aku tidak pantas untuk dicintai, rintih hati Allana.


"Sayang, ayo dimakan nasinya!" Lagi-lagi membuyarkan lamunan Allana dan sukses mengalihkan perhatian Dika dari Kattie.


Dika langsung menatap Allana lekat, sepertinya raut wajah Allana mudah ditebak oleh Dika sehingga Dia tahu kalau Allana seperti sedang merasa cemburu.


Setelah selesai makan, Allana pun undur diri untuk pulang. Hatinya sudah tidak tahan ingin meluapkan segala kekesalan dengan apa yang dilihatnya. Awalnya dia menolak saat Dika akan mengantarkannya pulang, tapi setelah dipaksa akhirnya menyetujui. Sedangkan Kattie, sudah diamankan oleh kedua adiknya. Memang selalu begitu, setiap kali Dika sedang tidak ingin diganggu oleh gadis itu, pasti Dave dan Zee bekerjasama untuk mengamankan Kattie agar tidak mengganggu kakaknya, karena setelahnya mereka akan mendapatkan uang jajan tambahan dari Dika.


Selama perjananan, Allana memejamkan matanya berpura-pura tidur karena dia tidak ingin DIka bertanya yang tidak-tidak padanya, sehingga dia tidak menyadari kalau Dika tidak membawanya pulang ke rumah melainkan ke suatu tempat.


Tak ada percakapan selama perjalanan, hanya alunan lagu lawas yang membuat dua insan terhanyut dengan tiap kata dalam lirik lagu itu.


Lihat 'ku di sini, kau buat 'ku menangis


Ku ingin menyerah tapi tak menyerah


Mencoba lupakan tapi kubertahan


Kau terindah, 'kan selalu terindah


Aku bisa apa 'tuk memilikimu?


Kau terindah, 'kan selalu terindah


Harus bagaimana 'ku mengungkapkannya?


Kau pemilik hatiku


Saat sampai di sana, Dika memarkirkan mobilnya di tepi tebing yang menghadap ke laut lepas. Dia diam tidak bersuara membiarkan Allana larut dalam lamunan.


"Lana, maaf kalau kamu merasa tidak nyaman dengan Kattie! Aku dan dia tumbuh bersama saat tinggal di sana. Aku harap kamu tidak berpikir jauh tentang hubunganku dengannya. Dia memang selalu mengaku ke setiap orang kalau dia calon istriku. Padahal diantara aku dan dia tidak ada kesepakatan ataupun hubungan lebih dari sahabat," jelas Dika seraya menatap lekat wajah cantik Allana.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Dika, Allana pun membuka matanya perlahan. Dilihatnya laut lepas yang ada di depan matanya, membuat dia menghela napas dalam.


"Kamu tahu, Dik! Kenapa dia bersikap seperti itu? Karena dia mencintaimu sama seperti Ara yang mencintai El," tutur Allana.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...Dukung terus Author ya kawan! Dengan klik like vote gift dan favorite....


...Terima Kasih!...


__ADS_2