Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 84 Terpaksa menikah


__ADS_3

Semesta seolah tak berpihak pada dua insan yang saling menyalurkan rasa untuk yang terakhir kalinya, hingga langit yang awalnya cerah kini sudah berubah dengan rintik hujan yang membasahi bumi.


Merasa ada tetesan air hujan yang menerpa tubuhnya, Kevin dan Vio pun segera melepaskan pagutannya. Mereka saling memandang satu sama lain, lalu tersenyum menikmati tetesan air hujan yang mulai membasahi tubuhnya.


Dirasa hujan yang turun bertambah deras dengan sambaran kilat yang menggelagar, membuat keduanya bergegas menuju mobil Kevin yang terparkir di bawah bukit.


"Kenapa bisa hujan? Padahal tadi terang benderang," tanya Vio heran.


"Mungkin langitnya cemburu melihat kita...."Kevin menghentikan ucapannya namun kedua telunjuknya dia adu-adukan.


"Apaan sih kamu?"Wajah Vio langsung bersemu merah teringat dengan kejadian panas yang dialaminya barusan bersama Kevin.


Bagaimana tidak, dia sendiri yang meminta putus, tapi saat Kevin menciumnya malah ikut terbawa suasana dan menikmati tiap sentuhan Kevin pada tubuhnya.


"Vio, mending bajunya dibuka aja, basah kuyup gitu," saran Kevin yang sudah membuka baju dan memeras airnya.


"Gak mau! Nanti kamu malah..."


Pletak


Kevin langsung menyentil kening Vio pelan saat Vio akan menuduhnya yang tidak-tidak.


"Jangan berprasangka buruk! Aku hanya khawatir takut kamu masuk angin. Sepertinya aku membawa baju kaos di tas itu," tunjuk Kevin pada tas yang tergeletak di kursi belakang


Vio langsung meraih tas yang tadi ditunjuk oleh Kevin dan membukanya. Benar saja apa yang tadi Kevin katakan, ada sebuah kaos oblong disana dan selimut yang biasa Kevin pakai saat bepergian jauh bersama Al.


"Beneran gak papa ini aku pakai? Terus kamu sendiri gimana?" tanya Vio memastikan.


"Iya gak papa, aku cowok Vio. Aku udah terbiasa hidup dialam bebas," tutur Kevin


"Ya udah makasih!" ucap Vio


Vio pun berpindah ke kursi belakang, dengan ditutup selimut, dia mengganti bajunya dengan kaos oblong milik Kevin.


Setelah semuanya selesai, Kevin mulai melajukan mobilnya untuk kembali ke ibu kota.


Hujan yang deras dan suara petir yang menggelagar, tak menyurutkan niat Kevin untuk secepatnya pulang. Namun untung tak dapat di raih, malang tak dapat ditolak. jalan akses satu-satunya menuju jalan raya tidak dapat dilalui oleh kendaraan karena ada pohon besar tumbang yang melintang, menghalangi pengguna jalan untuk lewat.


"Bagaimana ini Vin? Kita tidak bisa pulang, mana hujan lebat lagi," keluh Vio


"Kita terpaksa nginap di mobil Vio, karena rumah warga masih jauh dari sini," tutur Kevin

__ADS_1


"Tapi di sini udaranya dingin,"


"Tenang aja, ada selimut," ucap Kevin


Akhirnya Kevin dan Vio terpaksa menginap ditengah perkebunan warga. Dengan berbagi selimut di kursi belakang, akhirnya Vio terlebih dahulu terlelap karena tubuhnya yang terasa lelah.


Berkali-kali Kevin meneguk ludahnya kasar saat tak sengaja netranya menangkap belahan dada Vio karena kaos yang dipakainya model V neck.


Kevin terus membenarkan selimut yang menutupi tubuhnya dan juga Vio. Namun lagi-lagi selimut itu melorot, hingga akhirnya iman yang tipis itu kalah dengan bisikan setan.


Kevin mulai mendekatkan wajahnya ke belahan dada Vio, perlahan dia mulai mengecupnya sekilas. Merasa Vio tidak terganggu dengan ulahnya, Kevin pun menghisapnya lembut hingga meninggalkan bercak merah di kulit putih Vio.


Tak hanya sekali dia membuat tanda merah itu, hingga Kevin menghentikan aksinya karena lio kecil semakin menegang dan meminta untuk di tuntaskan.


Untung saja hujan sudah reda, Kevin pun langsung keluar dari mobil untuk menetralkan gejolak di dadanya dengan menghisap sebatang benda bernikotin.


***


Dini hari warga mulai berdatangan saat salah satu warga memberitahu ada pohon tumbang yang menghalangi jalan menuju ke desa sebelah.


Mereka melihat ada sebuah mobil yang terjebak karena pohon tumbang, sehingga salah satu warga pun mendekati dan mengetuk kaca mobil.


Tak ada sahutan dari dalam, warga pun mengintip ke dalam kaca mobil. Namun saat melihat apa yang ada di dalam, terlihat warga itu wajahnya mengeras.


Mendengar teriakan Anto, warga yang sedang berusaha menyingkirkan pohon yang tumbang itu pun langsung mengerubungi mobil Kevin.


Tak jauh beda dengan Kevin dan Vio yang langsung bangun karena merasa kaget mendengar suara teriakan orang di luar mobil.


"Woy bangun woy!"


"Buka pintunya!"


"Cepetan buka pintunya kalau tidak ingin kaca mobilnya dipecahkan."


Teriak warga sahut-sahutan dengan kemarahan karena merasa daerahnya di nodai oleh perbuatan pendatang seperti Kevin dan Vio.


Kevin dan Vio yang masih kaget karena baru bangun tidur, belum bisa mencerna apa yang terjadi. Sehingga dia langsung membuka pintu mobil tanpa memperdulikan penampilannya sendiri.


Bugh


Satu tonjokan mendarat sukses di pipi mulus Kevin, saat Kevin baru saja keluar dari mobil tanpa memakai baju.

__ADS_1


"Kurang ajar sekali kamu, berbuat mesum di tempat orang," seru orang yang menonjok Kevin


"Anto! Jangan main hakim sendiri, ayok kita giring saja pasangan mesum ini ke bale desa," ucap seseorang yang terlihat berwibawa diantara yang lainnya.


Disinilah Kevin dan Vio sekarang, di sebuah balai desa Maju Jaya. Yang rata-rata penduduknya penganut agama yang taat.


Meski sudah berulang kali Kevin menjelaskan kejadian yang sebenarnya, tapi tak seorang pun yang mau mempercayainya. Mereka lebih percaya dengan apa yang mereka lihat langsung dibanding dengan pembelaan Kevin dan Vio.


Setelah berembuk dengan para tetua desa, akhirnya mereka sepakat untuk menikahkan Kevin dan Vio. Apalagi setelah melihat banyak tanda merah di leher dan dada atas Vio, membuat semua warga yakin dengan persepsinya.


"Pak, memangnya tidak ada cara lain selain kita harus menikah?" Kevin mencoba bernegosiasi denga para tetua.


"Sebenarnya ada nak, kalau kalian bersedia dicambuk 50 kali atau dirajam. Terserah kalian mau pilih yang mana, tapi menurut bapak yang paling ringan itu kalian harus menikah," ucap Pak Kyai


"Saya bersedia dinikahkan Pak, tapi papa saya sedang berada di luar negeri. Mungkin beliau tidak bisa hadir disini," ungkap Vio


"Daripada dicambuk atau dirajam mending dinikahkan, lagian nikahnya juga sama Kevin bukannya orang asing," batin Vio


"Saya juga bersedia Pak," ucap Kevin


"Mungkin memang Vio ditakdirkan untuk jadi istriku. Meski kita sepakat untuk berpisah, tapi ternyata takdir menginginkan untuk terus bersama dalam ikatan suci pernikahan. Walaupun dengan cara yang tidak biasa dan dipaksakan, tapi aku bahagia akhirnya menikah dengan Vio," batin Kevin


"Sekarang kalian berpakaian dulu yang benar, masa mau nikah pengantinnya yang satu pakai kaos, yang satunya malah gak pakai baju," kelakar Pak Kades


Akhirnya Vio di beri pinjaman kebaya putih oleh Bu Kades sekaligus dengan jilbabnya, sedangkan Kevin juga mendapat pinjaman baju anaknya Pak Kades.


Seusai sholat subuh, Kevin dan Vio dinikahkan oleh Pak Kyai sepuh di desa itu.


"Saya terima nikahnya dan kawinnya saudara Viola Shaka Qatrunada binti Gunawan Wicaksono dengan maskawin uang sebanyak satu juta rupiah dibayar tunai."


Dengan lantang dan satu tarikan napas, Kevin mengucapkan ijab kabul di depan para jamaah mesjid yang telah selesai melaksanakan sholat subuh berjamaah.


"Bagaimana para saksi sah?"


"Sahhhh" kompak jamaah mesjid


"Alhamdulillah"


...*****...


...Terus dukung Author ya kawan! Dengan klik like comment vote gift favorite dan rating ⭐⭐⭐⭐⭐...

__ADS_1


...Terima kasih!...


👉Next part


__ADS_2