Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 28 Berteman lagi


__ADS_3

Di sebuah kamar bernuansa putih dengan ranjang king size di tengahnya, terlihat seorang gadis yang tidak bisa memejamkan matanya. Pikirannya terus melayang pada kejadian tadi siang yang tidak pernah dia duga, meski mulutnya terus menyangkal setiap perhatian Al tapi ternyata tubuhnya merespon lain.


Flashback on


Al yang sudah diselimuti oleh kabut gairah terus mengeksplor setiap sudut mulut Icha sampai Icha pun ikut terbuai dan menikmati setiap apa yang Al lakukan. Hingga terdengar suara orang yang bertepuk tangan di ambang pintu dapur.


Prokkk prokkk prokkk


"Asyik bener siang-siang gini bikin adegan panas di bawah matahari lagi" sindir Kevin


Al yang mendengar suara Kevin langsung melepaskan pagutannya. Dia menatap tajam pada Kevin karena kesenangannya terganggu membuat Kevin mengelus-elus tengkuknya.


Sebenarnya Kevin datang karena butuh tanda tangan Al untuk pencairan dana yang bersifat urgent. Namun saat dia masuk ke apartement Al dan tidak mendapati Al di apartementnya, barulah Kevin mencari ke setiap sudut apartement hingga akhirnya langkah kaki Kevin membawanya ke arah balkon dapur. Namun apa yang dilihatnya, pemandangan yang membuatnya jadi panas hareudang.


Flashback off


"Ukhhhh! Al nyebelin main sosor aja. Gimana nanti kalau ketemu Pak Kevin" rutuk Icha


Drrtt drrrtt drttt


Terlihat ada panggilan masuk dengan nama 'Culun is calling' dengan sedikit malas Icha mengangkat telepon dari Al


πŸ“±"Hallo! Ada apa?"


πŸ“²"Belum tidur kan?"


πŸ“±"Aku lagi ngigau ini"


πŸ“²"Hhehehe...Kamu lucu banget Cha! Temenin makan nasgor yuk di bawah"


πŸ“±"Aku gak mau, kalau pecel ayam mau"


πŸ“²" Oke makan pecel ayam, Aku udah depan pintu apart kamu. Cepetan keluar!"


Klik! Sambungan pun langsung terputus begitu saja


"Apa aku salah memberikan Al kesempatan untuk jadi temanku lagi"


Setelah kejadian siang tadi di apartement Al, mereka pun sepakat untuk memulai semuanya dari awal sebagai seorang teman dengan syarat Al tidak boleh melakukan hal lebih dari pegangan tangan.


Meskipun sebenarnya Al menginginkan hal yang lebih intim dengan Icha, tapi akhirnya dia pun menyetujui keinginan Icha agar bisa menerimanya kembali.


Sebelum pergi, Icha berpamitan dulu pada Bu Mira dan menitipkan Dika


"Tan, Icha minta tolong titip Dika ya! Icha beli pecel ayam dulu, Tante mau pecel ayam apa lele" tawar Icha

__ADS_1


"Gak usah Cha, udah malam. Tante ke kamar dulu ya, takut Dika kebangun gak ada orang." Ucap Bu Mira


"Icha berangkat ya Tan" ucap Icha seraya mencium punggung tangan Bu Mira.


"Hati-hati Cha, jangan kemaleman pulangnya" pesan Bu Mira


"Baik Tan! Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam"


Icha pun segera menemui Al yang sudah menunggunya sedari tadi di depan pintu apartement Icha dengan menyenderkan tubuhnya ke dinding apartement Icha.


"Dia memang ganteng, dilihat dari sisi manapun. Entah suatu keberuntungan atau kesialan aku memiliki anak bersamanya tapi bagiku Dika adalah hal yang paling berharga dalam hidupku"


Al yang sudah selesai berbalas pesan dengan Kevin langsung memasukan benda pipih itu ke dalam kantong celana.


Al tersenyum saat melihat Icha terpaku menatapnya.


"Aku memang tampan dari lahir, Cha. Kamu perempuan paling beruntung karena memilikiku." bisik Al


Icha langsung tersadar dari lamunannya, dengan reflek dia memukul tangan Al.


"Pede sekali anda, Tuan" ejek Icha


Al hanya tersenyum menanggapi ejekan Icha, lalu Al pun langsung mengajak Icha segera berangkat agar tidak kemalaman.


"Dulu kita susah sekali ya bisa jalan-jalan malam kayak gini" ucap Al mengenang kembali saat-saat kebersamaannya saat SMU.


"Karena aku dijaga ketat oleh papa, tapi ternyata papa kecolongan juga" ucap Icha sendu


Al menghentikan langkahnya, menatap ke arah Icha yang terlihat sedikit murung.


"Maaf Cha, kasih aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya"


"Sudahlah, aku tidak ingin membahasnya." pungkas Icha. "Tuh udah kelihatan tendanya" lanjutnya seraya menunjuk pada warung tenda yang menyediakan menu pecel ayam dan pecel lele.


Al hanya diam dengan pikirannya, Icha langsung menarik tangan Al agar mempercepat langkahnya.


Icha makan begitu lahapnya, entahlah rasanya ada sedikit beban yang terkikis di hatinya saat dia memutuskan untuk memulai kembali menjalin pertemanan dengan Al.


***


Hari telah berganti, weekend pun telah tiba. Icha berniat untuk berkunjung ke rumah Pak Bagas karena dia belum sempat berpamitan saat pindah ke apartement beberapa hari yang lalu.


Setelah berpamitan dengan Bu Mira, Icha dan Dika pun berangkat ke rumah Pak Bagas. Icha tak lupa untuk mampir dulu membeli buah tangan untuk Pak Bagas

__ADS_1


Sesampainya disana, terlihat teras rumah yang masih kotor ditambah halaman yang sepertinya sudah berhari-hari tidak ketemu sapu. Icha hanya menggelangkan kepalanya melihat rumah yang biasanya bersih dan rapi kini tampak tidak terurus.


"Assalamu'alaikum" salam Icha dan Dika bersamaan


"Wa'alaikumsalam" terdengar dari dalam suara orang menjawab salam


Ceklek! Pintu rumah pun dibuka dari dalam dan terlihat Pak Bagas yang membukakan pintu.


"Icha" sapa Pak Bagas


"Om, apa kabar?" ucap Icha seraya mencium punggung tangan Pak Bagas


"Alhamdulillah Om baik, sini jagoan Papa. Papa kangen sama Dika" ucap Pak Bagas langsung menggendong Dika. "Ayo Cha masuk!" ajaknya.


Icha pun masuk dan duduk di ruang tamu. Canggung! Itulah yang Icha rasakan meski sebelumnya dia tinggal di rumah Pak Bagas selama 6 tahun.


"Papa, Dika sekarang tinggalnya di hotel lho Pah" celoteh Dika


"Bagus gak kamarnya, Dik?" tanya Pak Bagas


"Bagus Pah! Dika suka. Tapi gak ada halamannya kaya rumah Papa, jadinya Dika gak bisa main air kayak di rumah Papa" keluh Dika.


"Emang sekarang tinggal di mana, Cha?" tanya Pak Bagas


"Di apartement Premier, Om" jawab Icha dengan cengengesan.


"Itukan apartement mewah, Cha" sahut Pak Bagas.


"Hehehe itu Om, anaknya temen Tante yang bantu cariin. Kebetulan yang punya lagi di luar negeri jadinya dikasih sewa rumah asal apartementnya dirawat" jelas Icha


"Bentar ya Cha, Om bikin minum dulu. Istri Om sedang ke pasar" pamit Pak Bagas


"Om gak usah. Icha hanya ingin ketemu Om. Maaf Om, Icha tidak berpamitan sama Om kemarin." tutur Icha


"Iya Nggak papa Kho Cha, Om ngerti. Om sebenarnya ingin Icha dan Dika ikut Om, tapi Mira pasti lebih butuh kalian. Om titip Tante kamu Cha, tolong jaga dia." pesan Pak Bagas.


"Iya Om, Icha pasti jagain Tante kho! Oh iya Om, ini buat Om" ucap Icha seraya menyerahkan brownies kesukaan Pak Bagas.


"Makasih Cha, masih inget kesukaan Om" ucap Pak Bagas.


Saat Icha, Dika dan Pak Bagas sedang asyik bersenda gurau melepaskan kerinduan. Terlihat ada dua wanita cantik masuk dengan pakaian yang sedikit terbuka.


"Loh Icha, kho ada disini?"


...*****...

__ADS_1


πŸ‘‰Next Part


__ADS_2