Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 136 Waspadalah!


__ADS_3

Sebulan sudah berlalu, sejak kejadian di Senayan itu Aisha tidak pernah bertemu lagi dengan Arjuna begitupun dengan Abizar yang diberi tugas ke luar kota oleh Al. Sebenarnya, Al berencana untuk memutasi Abizar ke kantor cabang. Namun, dia masih memikirkan perasaan Aisha sehingga hanya memberi tugas ke luar kota selama beberapa bulan.


Setiap hari, Aisha selalu larut dengan pekerjaannya, dia sengaja menyibukkan diri agar tidak teringat terus pada Abizar yang jarang memberinya kabar. Entahlah, semenjak acara lamaran dadakan itu, Abizar menjadi tidak sehangat dulu lagi.


Namun, ketenangannya harus terganggu oleh kedatangan makhluk Tuhan yang terlahir nyaris sempurna. Arjuna Perwira, seorang casanova di jaman sekolahnya dulu berubah menjadi seorang lelaki tanpa cinta semenjak kekasihnya terobsesi dengan sahabatnya sendiri.


"Hai calon istri," goda Arjuna saat melihat Aisha sibuk dengan keybord dan layar monitor.


Mendengar suara yang sepertinya sudah tidak asing di telinganya, Aisha pun mendongak melihat ke arah Arjuna yang sedang memamerkan gigi putihnya seperti iklan pasta gigi.


"Ngapain ke sini?" ketus Aisha.


"Aku ada perlu dengan bosmu sekaligus dengan sekretarisnya." Dengan tidak tahu malunya, Arjuna duduk menyender di meja Aisha.


"Silakan masuk saja, Pak! Pak Aldrich sudah menunggu di dalam," ucap Aisha lalu bangkit dari duduknya hendak mempersilahkan Arjuna untuk segera masuk.


Mendapat pengusiran secara halus, Arjuna lagi-lagi memamerkan gigi putihnya di depan Aisha. Dia semakin gemas dengan sikap Aisha.


"Tunggu urusanku selesai! Pasti aku kembali ke sini!" Arjuna langsung masuk ke dalam ruangan CEO setelah dipersilakan oleh Al.


Arjuna duduk di sofa bersama dengan Al dan Kevin yang kebetulan memang sedang mengerjakan proyek baru.


"Sepertinya kedatanganku mengganggu pekerjaan kalian?" tanya Arjuna


"Ah tidak juga! Kita memang sedang mengerjakan proyek baru tapi tidak begitu mendesak," ucap Al.


"Tumben mampir ke sini, Bang?" tanya Kevin yang merasa masalah Yura sepertinya sudah kelar.


Yura yang mengalami gangguan kejiwaan tidak bisa dipidanakan, hanya saja dia diisolasi di ruang khusus.

__ADS_1


"Aku menemukan fakta baru, sepertinya Yura tidak bekerja sendiri. Ada seseorang yang membantunya kabur dari rumah sakit jiwa sebelum penyerangan ke rumah Keluarga Putra." jelas Arjuna.


"Apa Oryza yang membantunya? Dia 'kan sangat dekat dengan Yura," tebak Kevin.


"Rasanya tidak mungkin dia menghianatiku, Vin. Meski terkadang sikapnya menyebalkan tapi aku yakin, dia tidak mungkin ingin mencelakaiku." Al membuka kacamata yang sedari tadi bertengger di hidung mancungnya lalu memijit pangkal hidung itu.


"Apa kamu pernah berselisih dengan pesaing bisnismu?" Arjuna pun mulai mengorek informasi dari Al.


"Kita selalu memilih jalan damai, Bang." Kevin langsung menyerobot menjawab pertanyaan Arjuna karena dia lebih tahu sepak terjang Al di dunia bisnis yang tidak pernah memakai cara kotor untuk mendapatkan sebuah tender karena setiap perhitungan Al selalu tepat sasaran.


Arjuna hanya tersenyum mendengar jawaban Kevin karena dia yakin dengan feeling-nya kalau ada lawan bisnis Al yang ingin menghancurkannya.


"Aku mengerti! Kalian terlalu percaya pada orang, sebaiknya lebih berhati-hati. Terkadang lawan menyerang kita dalam senyap, waspadalah!" pesan Arjuna.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Arjuna, Al dan Kevin hanya saling berpandangan. Mereka tidak bisa asal menuduh pada orang-orang yang ada di sekeliling karena tidak mempunyai bukti apapun.


"Sudahlah! Sekiranya, merasa ada yang mencurigakan, langsung saja menghubungiku! Aku pulang dulu, masih ada urusan." Arjuna langsung bangkit dari duduknya dan menuju ke pintu sebelum akhirnya Al bersuara.


Arjuna pun kembali duduk ingin mendengarkan apa yang akan Al katakan. Setelah Arjuna duduk kembali, Al mulai memceritakan tentang kedatangan Raka saat Icha di rumah sakit tempo lalu.


"Perasaan, aku gak ketemu sama Om Raka waktu itu. Coba tanya Aisha, Aku kan berdua sama dia." Kevin langsung pergi akan memanggil Aisha untuk memberi kesaksian.


Saat sampai di meja Aisha, ternyata dia sedang asyik menelpon dengan Abizar yang katanya akan segera kembali ke ibu kota karena urusannya sudah selesai


"Wih, cerah banget tuh muka!" tunjuk Kevin saat melihat wajah Aisha cerah ceria tidak seperti hari-hari kemarin yang selalu terlihat suntuk.


"Iya donk! Abizar kan mau balik sini, gimana aku gak bahagia. Awas saja kalau dikasih tugas ke luar kota lagi!" ancam Aisha dengan menunjuk Kevin tepat di wajahnya.


Kevin langsung menurunkan tangan Aisha lalu berkata, "Sudah ayo! Ditunggu Al di dalam."

__ADS_1


Gak tega lihat kamu yang cinta mati sama Abizar, Sha. Sedangkan dia hanya memiliki setengahnya buat kamu, batin Kevin.


Aisha hanya mendengus kasar. Dia malas sekali harus bertemu dengan Arjuna. Gadis cantik itu merasa risih dengan sikap Arjuna yang selalu menggodanya. Namun, apa boleh buat kalau ternyata Al malah memanggilnya dan menyuruhnya untuk bergabung di dalam.


"Memang mau apa sih?" selidik Aisha.


"Nanti kamu juga tahu!" Kevin langsung berjalan menuju ke ruangan Al, sehingga Aisha hanya bisa mengekor di belakang.


Arjuna tersenyum lebar menyambut kedatangan gadis yang sudah mengusik hatinya, gadis yang membuatnya untuk terus mendekat seperti saat medan magnet kutub utara dan kutub selatan bertemu. Rasanya Arjuna ingin menempel terus.


Aisha hanya sekilas melihat ke arah Arjuna, dia langsung mendudukkan bokongnya di samping Al, sedikit jauh dari Arjuna.


"Sha, saat kita ke rumah sakit, kamu melihat Om Raka gak? Kata Al dia bertemu dengan kita dan tahu dari kita kalau Icha dirawat." Kevin langsung mencecar Aisha saat dia sudah duduk di samping Arjuna.


"Aku melihatnya sekilas saat kita sedang duduk di luar waktu diusir sama Al, memangnya kenapa?" tanya Aisha bingung.


"Aku sudah tahu jawabannya, makasih cantik! Nanti kita jalan yuk!" Mode biawak Arjuna mulai keluar membuat Al dan Kevin jadi melongo dengan sikap seorang komandan di depannya.


"Maaf, Pak Arjuna! Tunangan saya akan datang, jadi saya harap, Anda tidak menggangu lagi," sarkas Aisha.


"Hanya tunangan, kan? Sementara aku calon suamimu," Tanpa rasa malu, Arjuna langsung mengklaim dirinya sebagai calon suami Aisha.


***


Sementara di perusahaan Keluarga Pradipta, terlihat Raka sedang kesal di ruangannya. Dia sudah berusaha untuk membebaskan Yura, tapi sepertinya usaha Raka menempuh jalan buntu.


"Sial sial sial!!! Punya anak tidak ada satu pun yang berguna!! Kalisa malah mati dan sekarang Yura ditangkap polisi. Kenapa susah sekali merebut perusahaan Putra Group? Padahal aku sudah merencanakan dengan sangat matang siasat demi siasat agar aku bisa mendapatkan perusahaan itu dengan cara halus."


"Dulu, aku yang menciptakan skandal antara Putra dan Hana sampai keluarga mereka bercerai-berai. Padahal waktu itu, aku yang menikmati tubuh molek Hana sampai dia hamil Yura dan bodohnya, Mark mengira itu anaknya. Tapi kasihan juga anak itu sampai depresi karena tidak ada yang mengurus. Apa aku harus terus terang ingin merebut perusahaan itu, karena dengan cara halus gak berhasil."

__ADS_1


Seperti orang gila, Raka terus berbicara sendiri di ruangannya. Dia terobsesi ingin mendapatkan perusahaan Putra Group karena melihat perusahaan itu cepat berkembang. Padahal dulu dia dan Putra sama-sama merintis perusahaan keluarga bersama ayah mereka. Akan tetapi perusahaan yang dia kelola tidak bisa sebesar Putra Group sekarang.


***


__ADS_2