Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 110 Teman kecil


__ADS_3

Dua hari sudah Al dirawat di rumah sakit, hari ini dia sudah diperbolehkan pulang. Namun sebelum pulang, dia menyempatkan dulu untuk memastikan keadaan Oryza dan Kia.


Setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk, Al dan Icha pun masuk ke ruang perawatan Oryza dan Kia. Terlihat di sana Bu Dewi sedang mengupas buah untuk anak dan menantunya. Al dan Icha pun mencium punggung tangan Bu Dewi secara bergantian.


"Bagaimana keadaanmu, Al?" tanya Bu Dewi


"Sudah membaik, Tan. Hari ini aku sudah boleh pulang," tutur Al


"Icha bagaimana keadaan kandungannya?" tanya Bu Dewi, "Tante senang akhirnya singa kutub ini bisa mencair juga," ungkapnya.


"Alhamdulillah baik, Tan. Bagaimana keadaan Kia dan Pak Ryza?" tanya Icha


"Kalau luka luar sih udah mendingan, tinggal nunggu yang retak ini biar nyatu lagi," ucap Bu Dewi. "Cha, ayo kita ngobrol sambil duduk. Nanti kamu cape berdiri terus. Kia sini Mama bantu jalan" ajaknya.


Pada akhirnya, para wanita duduk di sofa sedangkan Al duduk di kursi samping bed Oryza. Setelah para wanita larut dalam obrolannya, barulah Oryza bicara serius dengan Al.


"Sudah ketemu belum yang gunting kabel remnya?" tanya Oryza


"Tidak kelihatan jelas, orangnya pake jas hujan," jawab Al


"Apa kamu bilang?? Pake jas hujan?" Oryza kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Al.


"Kenapa? Apa kamu tahu orangnya?" tanya Al yang membuat Oryza memejamkan mata untuk mengatur emosinya.


"Aku tahu, dan mungkin kamu kaget kalau aku beritahu," ucap Oryza


"Apa itu Yura?" tebak Al


"Kamu tahu Al???" Justru Oryza yang sekarang malah kaget saat Al menebak dengan benar.


"Waktu di sana, aku belajar psikologi juga. Setiap dekat dengan dia, aku selalu merasa ada aura yang berbeda, tapi aku tidak bisa mengungkapkannya." Al pun mengungkapkan kecurigaannya.


"Aku pikir hanya aku yang tahu. Makanya aku sering menyuruhmu untuk menerima kue pemberiannya, meskipun kamu tidak suka kuenya. Dia marah kalau merasa terabaikan," ungkap Oryza


"Sepertinya dia bertindak karena aku meninggalkannya di lobby waktu itu. Aku lupa kalau Yura menungguku," ucap Oryza sendu

__ADS_1


"Sudahlah Za! Semuanya sudah terjadi. Kita tidak bisa terus menerus menuruti keinginan orang lain, karena kita juga memiliki keinginan yang harus kita penuhi," ucap AL seraya menepuk-nepuk pundak Oryza


"Al sakit!!" ringis Oryza


***


Sepanjang perjalanan pulang dari rumah sakit, Al tak hentinya terus menggenggam tangan Icha. Walau bagaimanapun ada kekhawatiran dalam hatinya, Yura akan mengusiknya. Apalagi Al telah menolak cintanya dan menikah dengan Icha. Namun dia segera menepisnya, karena terlalu mengkhawatirkan sesuatu justru akan membawa kita pada hal yang tidak kita inginkan.


Saat sampai rumah, terlihat pintu depan ruang tamu terbuka. Sepertinya Bu Mira sedang menerima tamu.


"Al, sudah baikan?" tanya Bu Mira saat Al dan Icha memasuki rumah


"Alhamdulillah baik, Tan." Icha langsung menyerobot menjawab duluan karena di lihatnya Al sedang menelisik tamu yang berkunjung pada Bu Mira. Sementara tamu itu sendiri malah asyik menikmati kecantikan Icha


"Alhamdulillah, Maaf Tante gak nengokin lagi. Repot sama Barra. Oh iya kenalin ini Mnatan suami Tante, Cha. Om Wisnu." Tak urung Bu Mira pun memperkenalkan Wisnu sebagai mantan suaminya, karena beberapa saat yang lalu telah jatuh talak dari Wisnu.


Flashback on


Beberapa saat sebelum kedatangan Icha dan Al, Bu Mira yang sedang menyiram bunga di halaman depan rumah Al, tiba-tiba dikagetkan dengan kedatangan Wisnu. Bu Mira tahu kalau Wisnu sudah pulang berlayar, tapi dia tidak tahu kalau wisnu akan datang ke rumah Al hari ini, setelah semalam dia meminta alamat rumah Al.


"Mas malu, ini rumah orang," tolak Bu Mira


"Apa Mas boleh masuk? Ada hal yang ingin mas bicarakan," ucap Wisnu.


"Ayo Mas! Tidak baik juga kita ngobrol sambil berdiri."


Bu Mira pun langsung masuk ke ruang tamu rumah Al, yang kemudian disusul oleh Wisnu. Saat sampai ruang tamu, Wisnu di buat ternganga dengan kemewahan yang mencolok mata.


"Tunggu sebentar, Mas! Aku ambilkan minum dulu!" Bu Mira pun masuk ke dalam menuju dapur membuatkan minuman untuk mereka berdua. Dilihatnya Barra yang sedang asyik bermain dengan pengasuh, yang sengaja dipekerjakan oleh Icha untuk membantunya. Seteleh minumannya siap, Bu Mira pun kembali dengan membawa nampan di tangannya. Namun langkah kakinya terhenti saat dia mendengar pembicaraan Wisnu yang sedang menelpon dengan seseorang.


"Iya sayang, aku tidak lama. Setelah aku menceraikannya, aku secepatnya pulang,"


Degh!


"Lagi-lagi aku diceraikan secara mendadak, kenapa takdir ini suka sekali bercanda padaku," jerit hati Bu Mira

__ADS_1


Tanpa menungggu Wisnu selesai bicara, Bu Mira langsung masuk ke ruang tamu, membuat Wisnu teperanjat kaget dengan kedatangannya.


"Kira-kira dia dengar tidak ya! Tapi biarkan saja, lagipula kedatanganku memang untuk menceraikannya," batin Wisnu


Setelah Bu Mira menyimpan minuman yang dibuatnya, Wisnu pun mulai ancang-ancang untuk bicara serius pada Mira.


"Begini Mira, sebelumnya aku minta maaf! sudah dua bulan ini aku tidak menafkahimu. Aku sebenarnya sudah menikah lagi dengan seorang gadis belia. Sekarang istriku sedang hamil sudah dua bulan," tutur Wisnu


"Dulu kita menikah juga, karena aku tidak ingin melihatmu terpuruk lama karena percerainmu dengan Bagas. Aku tahu kalau sebenarnya kamu masih cinta sama dia, apalagi sekarang ada anak diantara kalian. Maafkan aku, mulai saat ini aku menjatuhkan talak tiga padamu Mira Anggraeni Prasetyo. Kembalilah pada Bagas! Putramu membutuhkan sebuah keluarga yang lengkap."


Hening


Bu Mira masih terdiam, memikirkan pernikahannya yang seumur jagung dengan Wisnu, teman kecilnya. Meski sebenarnya Bu Mira belum mencintai Wisnu sepenuhnya, tapi saat tahu dia diceraikan setelah Wisnu menikah lagi dengan wanita lain, hatinya terasa sakit.


"Ternyata laki-laki sama saja, setelah mendapatkan yang baru yang masih segar, dia melupakan istrinya dan bahkan membuangnya seperti sampah. Apa sebegitu tidak berartinya aku, hingga harus merasakan dicerai karena suamiku memiliki wanita lain di hatinya," batin Bu Mira


Bu Mira tersenyum manis untuk menutupi luka hatinya lalu berkata, "Iya tidak apa-apa Wisnu, Aku mengerti keadaannya."


"Aku harap perceraian kita tidak merusak hubungan baik kita. Aku akan tetap memanggapmu sebagai temanku, Mira." tanpa beban Wisnu bicara pada Bu Mira


"Tentu saja!! Kamu tetap teman kecilku."


Flashback off


Tidak suka melihat tatapan memuja pada istrinya, Al pun segera mengeratkan rangkulan tangannya pada pinggang Icha, "Sayang ayo naik ke atas," bisiknya.


Mengerti akan keinginan suaminya, Icha pun pamit pada Bu Mira dan tamunya. "Permisi, Tan! Icha mau bawa Al ke atas dulu untuk istirahat,"


...*****...


...Dukung terus Author ya dengan klik like comment vote rate gift dan favorite...


...Terima kasih!...


👉 Next part

__ADS_1


__ADS_2