Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 22 Main di Taman


__ADS_3

Lampu kelap kelip menghiasi taman di waktu malam, membuat semua orang betah untuk berlama-lama memanjakan matanya. Apalagi begitu banyak orang yang berjualan makanan dan berbagai permainan untuk anak-anak.


Sembari menunggu Dika naik kereta-keretaan yang katanya thomas, Icha duduk di bangku yang tersedia bersama Al.


"Cha, aku ingin pergi lagi ke pameran pembangunan yang ada di kotamu" ucap Al membuka percakapan karena sedari tadi mereka diam membisu


"Pergi ya pergi aja sih Al, kenapa harus bilang ke aku. Sekalian ajak cewekmu yang sok perfect itu" sungut Icha


"Dia masih marah. Aku senang Icha cemburu. Tapi saat dijutekin gini, rasanya ingin menghancurkan ribuan kaca. Sabar Al"


"Aku gak punya cewek sekarang. Semenjak putus dengan si gadis polos, aku gak pernah pacaran lagi" tutur Al


"Gak nanya, kenapa sih Al kamu seneng banget main ke rumahku" gerutu Icha


"Aku juga gak tahu, mungkin kamu udah guna-gunain aku biar terus inget sama kamu." tebak Al. "Apa kamu cucu dukun?" imbuhnya


Icha langsung melotot mendengar Al mengira dia cucu seorang dukun. Mana kenal Icha dengan dukun. Sama dukun beranak saja Icha tahunya dari film horor.


"Dukun mbahmu! Kalau aku cucu dukun, aku akan guna-gunain kamu biar terus nyari aku dan berlutut minta maaf sama aku" ketus Icha


Al terdiam mendengar ucapan Icha yang menginginkannya untuk berlutut.


Icha berlalu pergi karena Dika sudah selesai naik kereta-keretaannya.


"Kakakkkk mau gulali" rengek Dika


"Ya udah yuk! Kakak juga mau" ajak Icha


Al masih terdiam di tempatnya, ada seulas senyum menghias bibirnya saat melihat Icha dan Dika membeli gulali. Al teringat saat pertama kali melihat Icha di taman komplek saat Icha sedang membeli gulali bersama kakaknya.


Flashback on


Al yang baru sampai di kota S tempat asal Icha, yang merupakan kampung halaman Bi Sari ingin jalan-jalan sore ke taman komplek yang tidak jauh dari rumah yang di tempatinya.


Saat dia sedang melihat-lihat keadaan di taman itu, tak sengaja bahunya kesenggol oleh seorang gadis yang sedang berceloteh dengan laki-laki yang disebut kakak oleh gadis itu.


"Maaf ya, aku tidak sengaja" ucap gadis itu seraya sedikit membungkukkan badannya tanpa melihat sedikitpun ke arah Al.


Setelah meminta maaf gadis itu pun pergi membeli gulali bersama kakaknya.


"Kakak coba nih punya Icha, enak loh" goda Icha


"Gak akh, Kakak bukan anak kecil yang masih suka makan gulali" sindir Sang Kakak

__ADS_1


"Kak Farish ikh, Icha tuh udah besar bukan anak kecil lagi." rajuk Icha. "Di sekolah aja banyak cowok yang ngajak Icha pacaran" lanjutnya


"Awas aja kalau berani pacaran, gak Kakak bikinin PR lagi" ancam Farish


"Iya iya, mana berani Icha pacaran. Papa bisa ngamuk kalau tahu" sungut Icha


"Adik pintar" puji Farish sambil mengusak kepala Icha.


Al diam-diam terus mengikuti kemanapun gadis bernama Icha itu pergi. Dia penasaran melihat kepolosan Icha. Sampai Icha masuk ke rumahnya barulah Al pergi kembali ke rumahnya.


Namun saat melangkahkan kakinya, dia berpapasan dengan seorang anak laki-laki sebayanya. Sehinga dia memberanikan diri mencari tahu tentang Icha.


"Hai boleh aku nanya sesuatu" panggil Al


Anak itu menghentikan langkahnya saat Al memanggilnya


"Tanya apa?"


"Apa kamu tahu gadis yang di rumah ini" tunjuk Al pada rumah yang ada di depannya.


"Maksud kamu Icha? Tentu saja aku tahu" jawab Anak lelaki itu


"Kamu tahu nama lengkap Icha, soalnya aku nemu kalung saat dia beranjak dari tempatnya tadi waktu di taman" bohong Al.


Padahal Al hanya melihat Icha memakai kalung berinisal FYD saat tadi Icha membungkuk di depannya.


"Oh berarti bukan punya dia, soalnya inisialnya AMP" lagi-lagi Al berbohong


Al melihat seragam basket uang di pakai anak itu. Tertulis namanya Abizar dan nama sekolahnya.


"Kalau begitu permisi, mungkin punya orang lain" pamit Al


Sesampainya di rumah, Al meminta Bi Sari untuk memasukkan ke sekolah yang sama dengan Abizar dan Icha. Bahkan dia meminta kepada kepala sekolah untuk memasukkannya ke kelas yang sama dengan Icha meski Al dinasehati untuk masuk kelas IPA saja, tapi Al kekeh memaksa untuk masuk ke kelas IPS. Kelas yang sama dengan Icha dan Abizar.


Al sengaja merubah penampilannya karena ingin tahu apakah masih ada orang yang mau berteman dengannya. Bahkan mobil yang dia bawa dari Jakarta hanya teronggok di garasi karena Al selalu memakai sepeda saat pergi ke sekolah.


Flashback off


Lamunan Al buyar saat Dika datang menawarinya gulali yang ada di tangan Dika.


"Om mau? Enak loh Om" tawar Dika


"Nggak dek buat kamu aja," tolak Al

__ADS_1


Terlihat Icha datang dengan membawa permen kapas ditangannya. Setelah sampai kemudian Icha langsung memakannya.


Melihat Itu Al pun langsung sedikit membungkuk dan ikut memakan permen kapas yang sedang Icha makan, membuat Icha melotot tidak percaya dengan apa yang Al lakukakn.


"Masih manis rasanya seperti dulu" gumam Al


"Udah yuk Dek pulang" ajak Icha yang dijawab anggukan oleh Dika


Mereka pun kembali pulang setelah Dika merasa puas berada di taman komplek.


Sesampainya di rumah Bu Mira, ada suara gaduh yang tidak biasa terdengar dari dalam rumah, membuat Icha tidak buru-buru turun dari mobil Al.


"Mungkinkah Tante Mira tahu kalau Om Bagas berselingkuh. Maafin Icha Tante, Icha tidak jujur sama Tante" batin Icha


"Al, bisa nitip Dika sebentar? Aku mau lihat keadaan rumah dulu" pinta Icha


Al langsung mengambil alih Dika dari pangkuan Icha karena Dika sedang tertidur pulas.


Icha pun langsung turun dari mobil dan mendapati ruang tamu seperti kapal pecah ditambah isak tangis Tante Mira.


"Apa karena aku tidak bisa hamil sehingga kamu tega menduakanku dan kembali pada mantan pacarmu" bentak Tante Mira


"Maafkan aku Mira, aku hanya ingin seorang penerus. Apalagi keluargaku mendesak terus agar aku cepat punya anak" mohon Om Bagas


"Mau kasih alasan bagaimana pun juga, aku tidak akan percaya sama kamu lagi Bagas" teriak Tante Mira


Icha pun mengurungkan niatnya untuk masuk dan kembali ke mobil Al.


"Kenapa?" tanya Al


"Bisa antarkan aku ke hotel? malam ini aku akan tidur di hotel bersama Dika" tanya Icha


"Kenapa harus ke hotel? Mending tidur di apartementku aja. Tidak jauh dari sini" ajak Al


"Tapi nanti..." ucap Icha ragu dengan tawaran Al


Al yang mengerti keraguan Icha langsung memotong apa yang akan Icha katakan.


"Kamu jangan takut! Apartku ada dua kamar. Nanti aku tidur di kamar sebelahnya" jelas Al


"Baiklah" pasrah Icha


...*****...

__ADS_1


...Dukung terus Author ya Reader! Dengan like comment Vote rate gift dan masukin juga ke favorite ya!...


👉Next part


__ADS_2