Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 107 Stalker


__ADS_3

"KIAAA...."


Oryza langsung menarik tangan Kia yang akan mengambil laptop yang sudah dia guyur dengan air. Tanpa bicara sedikit pun, Oryza membawa Kia keluar dari ruangannya dan memina OB untuk membereskan kekacauan yang telah di buatnya.


"Pak, tolong lepaskan! Mereka melihat kita terus," pinta Kia


"Diam!! Jangan berisik!!"


Oryza terus membawa Kia keluar dari perusahan, melupakan Yura yang sudah menunggunya di lobby.


Yura melihat nyalang mobil Oryza yang lewat di depannya, "Sialan kamu Oryza, Jangan harap aku akan diam saja melihatmu dengan cewek itu, tunggu saja! Kamu pasti menyesal mengabaikanku" geram Yura dalam hati


Sementara Oryza terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, membuat Kia membeku di tempatnya.


Saat sampai apartemennya, Oryza langsung membawa Kia pada sebuah kamar yang terlihat gelap tanpa cahaya yang masuk.


"Masuklah!" suruh Oryza


"Pak jangan siksa aku! Aku minta maaf jika menyinggungmu. Soal pengunduran diri itu, aku akan menariknya jika tidak setuju," Kia terus memohon saat berada diambang pintu kamar yang gelap itu.


"Lalu pernikahannya, mau dibatalkan apa dilanjut? tanya Oryza dengan mata yang terus menatap Kia.


Merasa Kia tidak memberikan jawaban, Oryza pun langsung menarik tangan Kia agar masuk ke dalam kamar gelap itu. Tangan Kia yang bebas langsung berpegangan pada kusen pintu, menahan tubuhnya agar tidak ikut terseret oleh tarikan Oryza.


"Jangan Pak! Aku tidak mau disiksa apalagi sampai dimutilasi. Aku akan nurut apapun yang Pak Ryza katakan, tapi ku mohon jangan bawa aku masuk ke dalam Aku takut gelap," Kia terus merengek dengan suara serak menahan tangisan, tangannya saling tarik menarik dengan Oryza hingga tenaganya yang tidak seberapa itu kalah dengan tenaga calon suaminya


Kia melepaskan tangannya yang memegang kusen pintu karena sudah terasa perih, hingga dia terjerembab dan tabrakan itu tak dapat terelakkan lagi.


Brukkk


Oryza yang merasa tidak siap dengan kedatangan tubuh Kia yang tiba-tiba menabraknya, membuat mereka berdua jauh ke lantai dengan posisi Kia ada diatas tubuh Oryza.


Sepersekian detik mereka berdua terdiam, saling merasakan hembusan napas yang terasa hangat menerpa wajah, Perlahan Oryza menahan tengkuk Kia dan memajukan wajahnya. Dengan gejolak yang memburu, Oryza langsung meraup bibir ranum Kia dibawah pantulan cahaya samar-samar yang masuk lewat pintu yang terbuka

__ADS_1


Kia masih diam mematung membiarkan Oryza menyesap menghisap dan mengeksplor rongga mulutnya tanpa membalas ataupun menolak apa yang Oryza lakukan. Meski ini bukan ciuman yang pertama untuknya tapi Kia sudah lupa bagaimana rasanya, karena sudah terlalu lama dia tidak merasakannnya lagi, semenjak Aldo yang menjadi cinta pertamanya meninggal karena jadi korban tawuran.


Sampai akhirnya Oryza melepaskan pagutannya saat merasa oksigen di sekitarnya menipis, "Kia bangunlah! Apa kamu masih menginginkannya?"


Tanpa bicara sepatah katapun, Kia langsung bangun dari tubuh Oryza dan duduk disampingnya.


Oryza langsung bangun dan mencari saklar untuk menghidupkan lampu di ruangan itu. Saat lampu sudah menyala, kini ketakutan Kia berubah menjadi keterkejutan. Pasalnya, ruangan yang dia kira sebagai ruang eksekusi ternyata sebuah ruangan yang dipenuhi oleh fotonya.


Kia langsung mengerutkan keningnya merasa bingung, bagaimana bisa banyak foto kebersamaannya dengan Dito ataupun sahabatnya, maupun saat dia sedang sendiri, "Kamu stalker aku? Sejak kapan? Kenapa aku sampai tidak tahu kalau kamu selalu menguntitku?" Kia langsung memberondong Oryza dengan banyak pertanyaan.


"Belum lama, saat mama memberitahuku tentang perjodohan antara aku dengan putri sahabatnya yang dari kota Gudeg. Awalnya aku menentang keinginan mama, tapi saat mama memperlihatkan fotomu, aku jadi penasaran dengan wanita yang akan jadi pendampingku, yang ternyata cewek berisik yang selalu menggodaku."


Kia langsung memanyunkan bibirnya saat Oryza mengatainya cewek berisik. Meskipun dia sadar dengan kelakuannya yang tidak bisa diam, tapi saat ada orang yang mengatainya, egonya merasa tidak terima.


"Aku tidak ingin menikah dengan perempuan yang tidak memiliki cinta untukku meskipun pernikahan itu atas dasar perjodohan. Makanya aku diam-diam stalker kamu dan ternyata kamu dekat dengan lelaki lain di belakangku, meskipun kamu selalu menggodaku dengan bualanmu. Dari situ aku tidak ingin percaya dengan semua gombalan recehmu," ungkap Oryza


"Sebenarnya apa yang aku katakan itu bukan gombalan receh, tapi beneran dari hatiku," lirih Kia pelan


"Kia, tolong jawab pertanyaanku, kenapa kamu mau mengundurkan diri dan membatalkan pernikahan kita yang tinggal dua minggu lagi?" Oryza menatap dalam manik mata Kia, menunggu kejujuran dari calon istrinya.


"Kamu salah Kia, hubunganku dengan Yura tidak sedekat yang kamu pikirkan. Aku hanya sedang menahan Yura agar dia tidak mengganggu pernikahan Al," jelas Oryza


"Maksud kamu?" Terlihat jelas keterkejutan dari wajah Kia setelah mendengar penuturan Oryza.


"Aku belum bisa menjelaskannya sekarang, tunggu sampai waktunya tiba, kamu pasti mengerti," tutur Oryza


"Apa aku harus percaya padamu, setelah apa yang ku lihat waktu itu?" tanya Kia dengan memalingkan muka


Oryza menghembuskan napasnya kasar, kejadian waktu itu, memang kesalahannya yang tidak bisa mengendalikan diri saat mendapatkan rangsangan hormon dari Yura. "Soal waktu itu, aku memang salah. Tapi hanya sekali itu aku lepas kendali."


"Kia, kita mulai semuanya dari awal."


"Apa kamu yakin?" tanya Kia

__ADS_1


"Sekarang aku yakin, kalau aku menginginkanmu berada di sampingku."


***


Sementara di tempat yang berbeda, terlihat Yura sedang merencanakan sesuatu di parkiran. Wajah cantik, penampilan elegan, pembawaan yang anggun, otak yang cerdas, tutur kata yang halus mampu menutup sifat aslinya yang tidak ketahui oleh orang lain. Hanya Oryza yang mengetahui. Namun Oryza tidak dapat membeberkannya pada orang lain karena rasa sayangnya pada Yura yang sudah menganggap Yura seperti adiknya.


Setelah berhasil melakukan apa yang direncanakannya, Yura kembali ke kantor dengan wajah tanpa dosanya.


"Hai Al, istrimu sudah hamil berapa bulan?" tanya Yura saat berpapasan dengan Al dan Icha yang baru kembali setelah makan siang.


Bukannya menjawab, Al malah bertanya pada Icha, "Sayang, usia kandunganmu berapa bulan?"


"Aku kan udah lima bulan hamilnya, masa gak tahu sih Al? Bukannya tiap kontrol kamu pasti nemenin. Apa kamu gak merhatiin dokter ngomong ya?" tuduh Icha dengan memasang muka masam.


Melihat mimik muka Icha yang seperti itu, membuat Al merasa gemas sehingga dia langsung menoel hidung Icha, "Aku hanya ingin kamu yang kasih tahu sama dia usia bayi kita," ungkapnya.


Melihat keromantisan Al pada Icha. membuat Yura ingin segera pergi dari sana, "Al, aku duluan," pamitnya.


"Hmmm..." Al hanya menjawab dengan deheman membuat Icha merasa aneh dengan suaminya.


"Sayang, kenapa kamu sangat cuek sama Yura? Bukankah dia teman masa kecilmu?" tanya Icha heran


"Kalau kita tidak bisa memenuhi keinginannya, jangan terlalu baik padanya. Karena itu sama saja dengan memberinya harapan," jelas Al


'Maksud kamu? Aku gak ngerti dengan apa yang kamu katakan," ucap Icha.


"Maksud aku, aku mencintaimu tanpa syarat dan hanya ada kamu di hatiku mamanya Dika," ucap Al yang sukses membuat pipi Icha merona


"Bisa aja nih Papa Al bikin hidungku kembang kempis," ucap Icha seraya memukul tangan Al pelan.


...*****...


...Dukung terus Author ya kawan dengan klik like comment vote rate gift dan favorite...

__ADS_1


...Terima kasih πŸ™πŸ»...


πŸ‘‰Next part


__ADS_2