
Setelah berunding dan terus membujuk istrinya, akhirnya Icha menyetujui keinginan suaminya untuk sementara pindah ke Negeri Ratu Elizabeth mengurus perusahaan Al yang ada di sana. Perusahaan yang dia sembunyikan dari semua sahabat dan keluarga yang ada di tanah air, kini mau tidak mau dia harus berterus terang kalau sebenarnya Al adalah pemilik Alfa Corporation. Nama yang diambil dari gabungan namanya dan Icha, Aldrich-Farisha. Yang merupakan investor terbesar dari Putra Group.
Saat dulu, di masa-masa Al patah hati karena berpisah dari Icha. Dia mengalihkan semua kesedihannya pada kuliah dan bekerja. Karena setiap kali Al teringat dengan apa yang terjadi antara dia dan Icha, maka akan berakhir di club malam dan mabuk-mabukan.
Beruntung Al memiliki sahabat di sana yang selalu setia menemaninya dalam keadaan apapun, sehingga dia mulai bangkit dan membuat perusahaan yang bergerak di bidang jasa arsitektur. Seiring berjalannya waktu perusahaan kecil itu berkembang menjadi besar hanya dalam kurun waktu empat tahun. Sehingga saat Al kembali ke tanah air, perusahaan itu sudah berdiri kokoh dan meminta Mark, sahabatnya untuk mengurusi perusahaannya. Sementara Al bekerja dari jarak jauh.
Seteleh Al membicarakan mengenai rencananya dengan Tuan Ardi, akhirnya diputuskan untuk sementara Kevin yang akan memegang Putra Group selama Al tidak ada di tanah air. Tentu saja hal itu awalnya tidak disetujui oleh Kevin, karena dia khawatir tidak bisa memimpin perusahaan sebesar itu. Namun, atas bujuk rayu Al, akhirnya Kevin pun menyetujui dengan syarat Al harus membantunya dari jauh. Sudah pasti Al akan membantunya karena tidak mungkin dia membiarkan perusahaannya goyah.
Saat ini, untuk yang terakhir kalinya Al menyambangi Putra Group sebelum keberangkatannya ke Negeri Ratu Elizabeth. Bukannya bekerja, Oryza, Kevin dan Aisha malah berkumpul di ruangan Al.
"Al apa tidak bisa dipikirkan lagi? Vio, Kia dan Aisha belum lahiran, kamu sudah main ninggalin kita aja." Kevin masih berharap sahabatnya itu berubah pikiran dan membatalkan keberangkatannya.
"Untuk hal itu aku minta maaf tidak bisa mendampingi kalian, tapi hadiah untuk baby kalian pasti aku kirim," ucap Al.
"Gak usah kirim paket Al! Cukup kamu transfer dolar saja ke rekeningku," celetuk Oryza yang langsung mendapat toyoran dari sepupunya itu.
"Otak matre kamu gak ilang-ilang, Za!" ketus Al yang langsung mendapat anggukan dari yang lain.
"Kalau aku gak matre, mana bisa aku jadi manager keuanganmu yang handal. Seharusnya kamu mengangkat aku jadi direktur Al," cetus Oryza.
"Tunggu Pak Wirawan pensiun, nanti aku angkat ke atas kasur lalu aku hempaskan." Gurau Al.
Kevin dan Aisha hanya terkekeh mendengar apa yang dikatakan Al. Mereka tahu kalau sahabatnya itu jarang sekali bercanda karena dia lebih banyak diam dan memperhatikan interaksi orang di sekitarnya.
"Tinggal tarung Al kalau sudah di atas kasur," timpal Kevin.
"Kalian tuh, udah nikah pikirannya ke bawah perut mulu." Cebik Aisha.
"Memang kamu nggak, Sha? Buktinya baru dua bulan nikah kamu langsung tekdung," seloroh Oryza.
***
Saat jam sudah menunjukkan angka 12:00, keempat sahabat itu memutuskan untuk makan siang di cafe depan kantor tempat pertama kali Al dan Icha bertemu kembali. Icha yang diberitahu oleh Al untuk makan siang bareng di cafe favorit mereka, langsung menuju ke sana dengan mengajak bayi cantiknya yang kini sudah pintar berceloteh. Tak lupa juga, Icha menjemput Dika terlebih dahulu.
Kini mereka sedang berkumpul dengan formasi lengkap dengan pasangannya masing-masing. Tak ketinggalan pula Pak Yusuf dan Bu Tasya yang diberi tahu tentang keberangkatan putrinya ke negeri orang karena rencananya, nanti sore Icha dan keluarga akan terbang.
Suasana cafe menjadi riuh saat kedatangan teman dekat Dika dan keluarganya. Meski sebenarnya Dika sudah nyaman berada di sekolahnya yang sekarang, tapi mau tidak mau dia harus ikut dengan kedua orang tuanya.
Seperti saat ini, anak-anak yang menuju masa ABG itu sedang asyik bernyanyi di panggung mini yang ada di cafe itu. Dengan penuh suka cita mereka menyanyikan lagu 'Persahabatan bagai kepompong'.
Dulu kita sahabat teman begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari
__ADS_1
Dulu kita sahabat berteman bagai ulat
Berharap jadi kupu-kupu
Kini kita berjalan berjauh-jauhan
Kau jauhi diriku karna sesuatu
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
Namun itu karna ku sayang
Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagai kepompong
Selesai menyanyi, keempat calon pemuda itu langsung merangkul berpelukan. Mereka sudah merasa cocok satu sama lain sehingga berat saat harus berpisah. Sedangkan Allana dan Arabella hanya duduk melihat saudaranya menyanyi. Sebenarnya Arabella ingin ikut memeriahkan suasana cafe yang memang sudah di booking sehingga hanya mereka saja yang ada di cafe itu. Akan tetapi Allana menahan Arabella untuk tetap di tempatnya.
"Diam Ara!" suruh Allana saat Arabella akan beranjak menuju panggung kecil di cafe itu.
"Kamu tuh! Aku mau ikut nyanyi bareng El," gerutu Arabella.
"Gak usah kegenitan deh sama kembaranku!" ketus Allana.
"Biarin! Yang penting aku gak pura-pura tidak suka," sindir Arabella
"Maksud kamu?"
Arabella tidak menjawab apa yang ditanyakan oleh Allana, karena keempat calon pemuda itu datang untuk bergabung di mejanya karena para orang tua ada di meja lainnya.
Dika yang ikut bergabung di meja itu, langsung mengeluarkan beberapa kotak hadiah yang sengaja dia simpan di tasnya, sebagai kenang-kenangan untuk sahabatnya.
"Ini kak, kenang-kenangan dari aku. Yang kotak merah ini buat Kak Allana," ucap Dika seraya membagi bingkisan satu persatu pada sahabatnya.
__ADS_1
"Kenapa punya Allana beda sendiri, Dik?" celetuk Arabella.
"Biar gak ketukar sama punya yang lain," jawab Dika.
"Ayo buka! Biar tahu isinya apa?" ajak Elvano yang langsung disetujui oleh yang lainnya.
Wajah mereka terlihat berbinar saat mendapatkan hadiah kenang-kenangan berupa jam tangan keluaran terbaru.
"Wah punya Lana ada kalungnya juga, inisial A lagi." Arabella langsung heboh saat melihat hadiah Allana yang diberikan oleh Dika.
"Itu khusus aku pesan dari oma," terang Dika.
"Kenapa aku gak dikasih, Dik?" Arabella langsung cemberut karena tidak mendapatkan hadiah yang sama dengan Allana.
Melihat sabahatnya yang seperti itu, Allana pun langsung memberikan kalung itu pada Arabella.
"Nih kalau kamu mau, aku udah pake kalung kho!" ujar Allana seraya memberikan kalung emas putih itu pada Arabella. Sontak saja hal itu membuat Dika merasa tersinggung karena merasa pemberiannya tidak dihargai oleh Allana sehingga dia berpura-pura makan untuk menutupi rasa kecewanya.
Menjelang sore hari, pesta perpisahan dadakan pun berakhir. semuanya pulang ke rumah masing-masing. Begitupun dengan Al yang akan berangkat ke luar negeri selepas isya. Dia sengaja mengambil penerbangan malam agar esok paginya sudah sampai di sana.
Kini Al dan keluarga sudah siap di Bandara untuk berangkat meninggalkan tanah air. Meskipun terasa berat meninggalkan tanah kelahiran tapi mau tidak mau, untuk sementara waktu merantau ke negeri orang.
Selamat tinggal tanah kelahiran, sampai jumpa lagi di lain waktu, batin Icha.
Aku pasti kembali lagi, batin Al.
Tunggu aku! Aku pasti kembali untuk membuat kak Allana suka padaku, batin Dika.
...*****Tamat*****...
...Terima kasih untuk semua pembaca setia...
... 'Terjebak Cinta Mantan' 🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
Season 1 hanya sampai di sini saja ya kawan!
Yang masih penasaran dengan kisah asmara Dika, Yuk dilanjut ke season 2!
Sinopsis season 2
Bagaimana jadinya jika harus terjebak pernikahan dengan mantan pacar bohonganmu? Apalagi orang itu tidak kamu sukai karena dianggap sebagai pengungtit.
Mungkinkah hati Allana berbalik pada Dika atau rasa suka Dika telah hilang saat mereka bertemu kembali setelah sekian lama tidak bersua?
__ADS_1