Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 65 Jaga omongan!


__ADS_3

"Mama hentikan!"


Terlihat seorang pria paruh baya keluar dari mobil dengan tergopoh-gopoh ingin melerai istrinya yang sudah berlaku tidak sopan pada bos besarnya.


"Maaf Pak Al atas ketidaksopanan istri saya," ujar Pak Danu suaminya Bu Liana.


"Anda mengenal saya?" tanya Al


"Duh kenapa tadi malah keluar kalau ternyata Pak Al tidak mengenaliku," batin Pak Danu


Melihat Pak Danu yang diam saja, Al pun melihat ke arah anak kecil yang baru keluar dari mobil.


"Anda memakai mobil kantor untuk liburan?" tanya Al


"I-itu Pak, saya saya...." Belum selesai Pak Danu berbicara, Al sudah memotongnya.


"Anda suami ibu ini?" tunjuk Al, "Dengar! Mulai senin nanti tidak usah datang ke kantorku lagi, dan juga semua fasilitas kantor saya tarik sekarang juga," lanjutnya.


"Tapi Pak, apa tidak bisa dipertimbangkan lagi pengabdian saya terhadap perusahaan?" tanya Pak Danu


Al diam saja, dia sedang mengirim pesan pada Kevin untuk menyusulnya.


"Apa anda ingin dispensasi?" tanya Al


"Tentu saja Pak! Saya sudah mengabdi selama sepuluh tahun lebih di Putra Group. Hanya karena istri saya tidak sopan, masa anda memecat saya begitu saja," dalih Pak Danu


Tak berselang lama, Kevin, Abizar dan Oryza datang bersamaan dengan menggunakan minibus.


"Ada Apa Al?" tanya Kevin panik karena tadi Al hanya menyuruhnya segera menyusul, penting.


"Kamu urus dia, aku tidak ingin melihatnya datang ke perusahaanku lagi. Satu hal lagi, tarik semua fasilitas kantor sekarang juga." Suruh Al, "Bisa-bisanya dia berlibur dengan mobil kantor. Bukannya sudah ada peraturannya, mobil kantor dipakai selama hari kerja," imbuhnya


Kevin, Oryza dan Abizar bersamaan menghembuskan nafas kasar. Mereka buru-buru datang karena takut terjadi sesuatu pada Icha.


"Kamu tidak bisa begitu sama suami saya, saya bisa menuntut perusahaan karena berlaku sewenang-wenang pada karyawannya," teriak Bu Liana saat melihat Al menarik tangan Icha untuk pergi dari situ.


"Anda mengancam saya?" tanya Al dingin, "Lakukan kalau anda memang bisa." lanjutnya.

__ADS_1


***


"Lihat! Gara-gara Mama tidak bisa menjaga omongan, sekarang Papa jadi pengangguran. Ditambah lagi kita pulang naik apa Mah? Dari sini ke villa yang kita sewa lumayan jauh," gerutu Pak Danu seraya berjalan menuju ke villanya.


"Mama kan ngomong apa adanya Pah. Dari dulu Mama tuh udah curiga kalau Dika itu anaknya Icha. Lagipula Mama tidak suka sama dia, masa Ardila tidak diterima kerja sedangkan Icha diterima. Padahal kan cantikan juga anak kita," cerocos Bu Liana.


"Papa, Aldo capek," keluh Aldo yang sedari tadi diam mendengarkan perdebatan orang tuanya.


"Ya udah kita istirahat dulu," ajak Pak Danu seraya mendudukkan bokongnya di atas trotoar.


"Yang benar saja Pak! Mama gak mau duduk di situ, kotor." Bu Liana bergidik tidak suka kalau harus duduk di atas trotoar.


"Ck! Udah gak punya apa-apa juga masih saja belagu," decih Pak Danu jengah dengan kelakuan istrinya.


Setelah merasa cukup beristirahat, Pak Danu dan keluarga pun melanjutkan perjalanannya yang lumayan jauh, sekitar dua kilometer dari villa yang di sewanya. Meski enggan tapi mereka memaksakan kakinya terus melangkah menuju villanya daripada harus bermalam di jalan.


Sebenarnya mereka ke komplek vila elit yang pemiliknya rata-rata pengusaha atau pejabat pemerintah, karena ingin tahu kemegahan villa yang sering di bicarakan oleh penduduk sekitar. Apalagi mengenai villa kenangan yang paling sering di bicarakan karena kecanggihan teknologi yang terdapat pada villa itu.


Siapa sangka Bu Liana melihat Icha bersama seorang lelaki, sehingga dia meminta suaminya untuk menghentikan mobilnya. Namun ternyata tindakannya malah menjadi kesialan untuk keluarganya. Selain kehilangan pekerjaan dan fasilitas kantor, mereka juga harus berjalan kaki sejauh dua kilometer. Kasian!


***


Icha yang menyadari Al tidak turun untuk makan malam, segera menyiapkan nasi dan lauk untuk di bawa ke kamar. Sedangkan yang lain menyiapkan untuk acara barbeque. Begitupun Dika yang terlihat bahagia bersama om dan tantenya.


Perlahan Icha membuka pintu kamar, dilihatnya Al sedang duduk di pinggir tempat tidur seraya memainkan handphone.


Icha terlebih dahulu menyimpan makanan yang dibawanya di atas nakas sebelum dia menghampiri Al.


"Al makan dulu! Kamu belum makan malam," ucap Icha


Al diam saja tidak menggubris apa yang Icha katakan. Icha pun hanya bisa menghela nafas dalam didiamkan sama Al.


"Al sayang, ayo makan dulu!" ucap Icha dengan nada yang dibuat selembut mungkin.


Al mendongak melihat Icha yang berdiri di depannya. Tangannya terulur menarik pinggang Icha hingga si kembar itu menabrak hidung mancung Al. Segera Al membenamkan kepalanya di antara kembar empuk itu.


"Maafkan aku, Cha! Sungguh aku sangat menyesal telah menyakitimu, sekaligus menyakiti Dika tanpa ku sengaja," lirih Al.

__ADS_1


"Apa kamu menikah denganku karena rasa bersalah Al? Aku sudah memaafkanmu, jadi ku harap kamu tidak lagi merasa bersalah padaku. Semua ini sudah menjadi garis takdirku." tutur Icha


"Tidak Cha! Bukan karena itu tapi aku tidak bisa jauh darimu, aku...." Belum selesai Al bicara sudah terpotong oleh suara Dika yang memanggilnya.


"Papa Mama ayooo! Ditunggu di bawah!" seru Dika yang baru datang untuk memanggil keduanya.


Al dan Icha langsung melepaskan pelukannya saat mendengar suara Dika di ambang pintu.


"Nanti Mama sama Papa nyusul ya, Papanya belum makan," sahut Icha


"Oke deh! Dika mau ikut nyanyi sama Om Kevin." Dika pun langsung kembali turun ke bawah untuk gabung bersama yang lain.


Sementara Icha pun bersiap untuk mengikuti Dika. Namun tanganya langsung dicekal oleh Al.


"Icha, aku belum selesai bicara, kemarilah!" panggil Al seraya membawa Icha ke dalam pangkuannya.


"Apa kamu mendengar pembicaraanku dengan Kevin? Aku memang merasa bersalah padamu, aku menyesal telah menyakiti orang yang aku cintai. Apa kamu mengerti? Jangan menyimpulkan sesuatu yang tidak jelas kebenarannya," ungkap Al


"Aku....Hmmpt..." Al langsung membungkam Icha dengan mulutnya hingga perang lidah itu pun tak bisa dielakkan lagi.


"Astaga! Kalian tuh benar-benar ya! Untung aku yang ke sini" gerutu Kevin.


"Sialan! Kenapa jadi ingat dengan ciuman di cafe sama Vio, akhhh aku jadi pengen," jerit hati Kevin


"Ngapain juga kamu ke sini Vin, ganggu orang saja," gerutu Al


"Di bawah ada Pak Andrea dengan keluarganya," sahut Kevin


"Kho bisa tahu villa aku?" tanya Al heran


"Tadi tidak sengaja ketemu pas ngurusin Danu, ya udah aku ajak aja gabung buat barbeque bareng di sini. Eh ternyata dia menyetujui," terang Kevin


"Ayo sayang kita turun!" ajak Al pada Icha


"Dasar Aldrich, aku yang manggil dia tapi aku yang ditinggalin," gerutu Kevin


...*****...

__ADS_1


...Tinggalkan jejak ya kawan dengan like comment vote rate gift dan masukin juga ke daftar favorite ya!...


__ADS_2