
Icha termenung setelah tadi dia mendengarkan penjelasan dokter mengenai Dika yang tidak bisa mengingatnya sedangkan pada Al, Dika tidak melupakannya.
Flashback on
"Amnesia disosiatif terjadi ketika seseorang memblokir informasi tertentu. Hal ini biasanya berhubungan dengan trauma psikologis atau stres, membuat dirinya tidak mampu mengingat poin-poin informasi yang sebenarnya penting," jelas Dokter yang menangani Dika
"Apa Dika selamanya tidak akan mengingat saya Dok?" tanya Icha
"Ingatannya sebenarnya masih ada, tapi tersimpan sangat dalam di pikiran dan tidak dapat diingat. Meski begitu, ingatan tersebut dapat kembali muncul dengan sendirinya atau setelah dipicu oleh sesuatu yang ada di sekitar." Dokter pun menjelaskan dengan sabar
"Apa sebelum kecelakaan itu pasien mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan sehingga membuatnya tertekan dan stres?" tanya Dokter kemudian
"Iya Dok, putra saya mendapat bullyan dari temannya," jawab Icha
Sedari tadi Al hanya mendengarkan dan mencerna apa yang dijelaskan oleh Dokter Rio
"Dika masih kecil, Tuan dan Nona bisa mengganti memori yang buruk itu dengan memori yang menyenangkan. Buatlah Dika merasa jadi anak yang berharga, yang diharapkan kehadirannya dan selalu merasa dicintai dengan kasih sayang dan perhatian yang Tuan dan Nona berikan," pesan Dokter Rio
Flashback off
"Maafkan Mama sayang, bukannya Mama tidak mengharapkan kehadiranmu, tapi Mama tidak ingin dihujat orang karena memiliki anak tanpa suami," jerit hati Icha.
Icha terus bergelut dengan pikirannya dengan pandangannya yang tak lepas dari Dika dan Al yang sedang tidur bersama, karena tadi Dika minta tidur ditemani oleh Al. Sampai terdengar suara pintu diketuk dari luar.
Setelah dipersilahkan masuk, terlihat Bu Mira dan Pak Bagas masuk. Sebenarnya mereka tidak janjian, hanya saja bertemu di lorong saat tadi mau ke ruangan Dika.
"Om, Tante," sapa Icha seraya mencium punggung tangan Bu Mira dan Pak Bagas bergantian.
"Bagaimana keadaan Dika?" tanya Bu Mira
"Dika tidak mengingat Icha, kata dokter dia amnesia disosiatif," jelas Icha
Bu Mira dan Pak Bagas langsung menghampiri Dika yang tiduran bersama Al. Namun saat Bu Mira ingin memeluknya, Dika malah sembunyi di balik badan Al.
"Papa, ibu ini siapa? kenapa ingin memeluk Dika?" tanya Dika
"Dia..." Al menggantung ucapannya karena dia bingung harus.
"Ini Mama sayang....Maksud Mama, Mama yang mengasuh Dika dan ini Papa asuh Dika," terang Bu Mira
__ADS_1
"Kenapa Dika melupakanku juga, apa aku sudah membuat hatinya terluka," batin Pak Bagas
"Maafkan Mama sayang, kalau selama ini Mama sering mengabaikanmu," batin Bu Mira
***
Sementara di sebuah rumah megah kediaman keluarga Pradipta, terlihat seorang gadis yang sedang berlutut di depan kedua orangtuanya. Kalisa yang baru pulang dari pulau Dewata setelah acara ulang tahun perusahaan Putra Group langsung mendapat amukan Papanya, Raka Pradipta. Pasalnya, selain Kalisa pulang tidak sesuai jadwal karena memundurkan kepulangannya, Raka juga diberitahu ayahnya kalau Tuan Ardi membatalkan pertunangan Kalisa dan Aldrich.
"Dasar anak tidak tahu diuntung! Sudah kubilang untuk terus mendekati Aldrich dan mengambil hatinya, kenapa kamu malah berhubungan dengan bule itu? Apa bule itu sekaya Aldrich? Pewaris tunggal perusahaan besar seperti Aldrich?" Murka Raka
"Maafkan aku Pah! Aku janji akan terus dekati Al," lirih Kalisa di sela isak tangisnya.
"Percuma kamu berjanji sekarang, karena Aldrich akan menikah dalam waktu dekat," sentak Raka
"Papa sudah, kita cari cara lain agar Kalisa bisa menikah dengan Aldrich." Lerai Elisa yang merupakan istri Raka dan Mamanya
Kalisa
Tuan Satya yang tidak sengaja mendengar pembicaraan Elisa pun akhirnya angkat bicara.
"Kalian jangan pernah berpikir untuk menghancurkan rumah tangga orang lain, Aku tidak akan membiarkannya. Dan kamu Kalisa, cepat bawa bule itu ke hadapanku. Dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya padamu," tegas Tuan Satya
"Raka, Ayah mendonorkan mata ibumu bukan untuk ditukar dengan uang, tapi karena Ayah ingin selalu melihat mata itu meskipun ibumu sudah tiada," sentak Tuan Satya
"Ayah, perusahaanku sedang goyah, Aku membutuhkan dana segar untuk menstabilkan kondisi perusahaanku. Kenapa Ayah tidak mengerti juga." Raka mengacak rambutnya frustasi.
"Itu salahmu sendiri karena terlalu memanjakan istrimu, sehingga pengeluaranmu membengkak," tuduh Tuan Satya.
Tuan Satya tahu gaya hidup menantunya yang hedonis sehingga saat keuangan perusahaan defisit, dia hanya diam saja membiarkan putranya mencari solusi sendiri. Padahal tanpa setahu Raka, Tuan Satya memiliki aset yang bernilai fantastis.
***
Seminggu sudah Dika dirawat pasca siuman dari koma, setiap hari Icha selalu berusaha untuk mendekatkan diri pada Dika. Begitupun dengan Al yang memperkenalkan Icha sebagai istrinya sehingga Dika mau memanggilnya Mama.
Abizar, Aisha, Kevin dan Oryza bergantian menjenguk Dika. Betapa kagetnya Oryza saat tahu kalau Al dan Icha sudah memiliki anak. Begitupun dengan Kia dan Vio yang tahu tentang Dika dari Violet kakak ipar Icha.
Seperti hari ini, semuanya berkumpul di ruangan Dika saling berbagi cerita.
"Dika kapan pulang Al?" tanya Oryza
__ADS_1
"Mungkin besok sudah pulang, karena lusanya aku nikah," jawab Al
"Sialan kamu Al! Aku yang deketin Icha dari pertama kerja, kamu yang nikahin," gerutu Oryza.
"Aku yang pertama kenal Icha Za, kalau kamu lupa." Al berdecak sebal pada sepupunya yang selalu menyukai apa yang dimilikinya.
"Pak Oryza kan masih ada Kia, ngapain rebutin yang udah jadi milik orang," seloroh Kia
"Justru itu Kia, aku tuh gak mau sama kamu. Aku maunya sama Icha," sahut Oryza
"Jangan ambil Mama Icha! Mama Icha punya aku dan Papa," teriak Dika
Icha langsung memeluk Dika untuk menenangkannya.
"Tenang sayang, Mama sama Papa akan selalu ada untuk Dika," Ucap Icha seraya memeluk Dika
"Om Oryza hanya bercanda, Dika jangan khawatir karena Mama dan Papa akan selalu bersama Dika," bujuk Al
"Papa janji ya! Jangan tinggalin Dika!" pinta Dika
"Iya sayang, Papa tidak akan tinggalin Dika." Janji Al pada Dika
"Apa mungkin perceraian Om dan Tante meninggalkan luka yang mendalam. Selama ini Om dan Tante sangat memanjakannya. Mereka selalu memprioritaskan Dika meskipun Dika bukan putranya, tapi setelah perceraian itu semuanya berubah," batin Icha
"Kita pulang dulu ya! Cepat sembuh jagoan, nanti Om Abi beliin mainan baru lagi," ucap Abizar
" Beneran Om?" tanya Dika
"Tentu saja, kapan coba Om Abi bohong sama Dika?" Abizar pun berusaha meyakinkan Dika.
"Om, Dika mau Lego block, kereta Thomas, Bumblebee, sama Optimus prime terus sama rumah balon juga." Dika pun mengabsen semua mainan yang diinginkannya
"Waduh kalau kaya gitu mah, aku dirampok. Meski lupa ingatan tapi kebiasaan malaknya Icha kenapa gak dilupain juga." gerutu Abizar dalam hati.
...*****...
...Terus dukung author ya kakak readers semua, dengan like comment vote rate gift dan masukin ke favorit....
...Terima kasih!...
__ADS_1
👉 Next part