Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 79 Melamar?!


__ADS_3

"Vio, kamu sepertinya senang mendapat hukuman dariku,"


"Siapa bilang? Aku gak suka di hukum," sanggah Vio


Disinilah sekarang Vio dan Kevin, di sebuah toko perhiasan milik mamanya Kevin. Setelah apa yang terjadi tadi di parkiran, Kevin memaksa Vio untuk ikut bersamanya.


" Ngapain ke sini?" tanya Vio


"Aku mau minta tolong buat pilihin cincin yang menurut kamu bagus, ukurannya samain saja dengan jari manis kamu," pinta Kevin


"Berarti benar apa kata Icha, Kevin mau melamarku." Batin Vio


"Kenapa bengong? kamu kira cincinnya buat kamu ya!" tebak Kevin dengan tersenyum tipis.


"Nggak kho Vin," elak Vio, "Memangnya buat siapa?" tanyanya kemudian


"Buat calon istriku," jawab Kevin enteng.


"Aku pengen tau reaksinya gimana ya?" batin Kevin


"Kalau cincin buat calon istrinya, kenapa nyuruh aku buat milihin? Bikin baper aja!" sungut Vio dalam hati


'Aku pilih yang biasa-biasa sajalah, lagian bukan buat aku' pikir Vio.


Vio pun akhirnya memilih asal muat di tangannya saja, tanpa peduli dengan model apalagi harga yang tertera di label.


Setelah mendapatkan apa yang diinginkan oleh Kevin, mereka pun memilih untuk langsung pulang ke rumah, dengan terlebih dahulu Kevin mengantar Vio ke rumahnya.


Sehabis mengantar Vio, Kevin bergegas pulang ke rumah untuk bersiap-siap melamar Vio bersama dengan Aldrich.


Secepat kilat Kevin membersihkan dirinya, lalu memakai baju andalannya. Kemeja putih dengan list di tangan dan kerahnya, Celana chinos warna coklat muda dengan sepatu kets warna putih senada dengan bajunya.


Setelah semuanya siap, Kevin pun buru-buru menuruni anak tangga. Dia tidak ingin Al menunggunya terlalu lama, sehingga membatalkan rencananya.


"Mah, Kevin berangkat dulu ya!" pamit Kevin pada mamanya.


"Mau kemana udah ganteng gitu?" tanya Bu Maya mamanya Kevin


"Ada perlu mah, do'ain ya Mah biar berhasil," ucap Kevin


"Iya, semoga urusan pekerjaannya lancar. Do'a mama selalu menyertai" ucap Bu Maya tulus

__ADS_1


"Kenapa urusan pekerjaan? Aku kan mau lamar anak gadis orang," batin Kevin


Setelah berpamitan dan mencium punggung tangan mamanya, Kevin pun segera melajukan mobilnya ke rumah Al karena akan mejemput Al terlebih dahulu.


Sesampainya di rumah Al, terlihat Al, Icha dan Dika sedang bercengkrama d depan televisi yang ada diruang keluarga.


"Eh ada Om Kevin!" seru Dika, "Wah Om rapi banget, mau kemana?" lanjutnya.


"Om mau.... Mau...." Al langsung memotong ucapan Kevin yang tergagap.


"Om Kevin mau lamar anak gadis orang Dek," potong Al.


"Lamar itu apa Pah?" tanya Dika.


"Lamar itu Om Kevin mau minta ijin pada papanya Tante Vio agar Tante Vio jadi teman hidup Om Kevin," jelas Al


"Kalau gitu, nanti DIka juga mau minta ijin pada papanya Kak Lana, agar Kak Lana jadi teman hidup Dika," ungkap Dika


"Boleh saja, tapi nanti tunggu Dika udah besar dulu, baru boleh minta ijin pada Om Andrea kalau Dika mau jadi teman hidup Kak Lana," jelas Icha membantu ikut memberi pengertian pada putranya, karena khawatir Dika akan salah tangkap.


"Oh gitu ya? Kenapa kalau masih kecil gak boleh?" tanya Dika lagi penasaran.


"Karena kalau masih kecil, tugas Dika itu belajar, bermain, berteman dan bersahabat. Kalau sudah sebesar Om Kevin baru boleh mencari teman hidup, karena teman hidup itu bukan orang sembarangan tapi harus orang yang terpilih. Seperti mama teman hidupnya papa." Tak urung Icha pun menjelaskan panjang lebar pada Dika.


"Kenapa harus Lana? Bukannya dia suka jutek sama kamu sayang?" tanya Al heran pada putranya, karena dia tahu kalau Lana seperti kurang menyukai keberadaan Dika.


"Kak Lana baik sama Dika, meskipun judes tapi dia suka inget kalau punya makanan, pasti membaginya sama Dika," ungkap Dika


"Udah yuk Al, kita berangkat! Biar gak kemalaman," ajak Kevin


"Sayang berangkat dulu ya! Tunggu aku, jangan tidur duluan!" pamit Al seraya memberi pesan pada Icha.


"Iya, pulangnya jangan kemalaman tapi."


"Siap Nyonya Aldrich!" seru Al, "Jagain mama ya sayang, papa berangkat dulu," lanjutnya memberi pesan pada Dika.


"Cha, jangan bilang Vio ya! Kita mau ke sana," pesan Kevin


"Lah kenapa? Bukannya udah kasih tahu Vio?" tanya Icha heran


"Ini surprise buat Vio kalau aku serius sama dia," ungkap Kevin

__ADS_1


***


Jalanan cukup lengang, tidak seramai tadi sore karena jam pulang kerja sudah lewat. Kevin terus melafalkan do'a sepanjang perjalanan untuk menghilangkan kegugupannya.


Saat sudah sampai di depan gerbang rumah Vio, Kevin menarik napas panjang dan menghembuskannya pelan untuk menetralkan kegugupannya.


"Kamu gugup, Vin?" tanya Al


"Pake nanya lagi," sungut Kevin


Al hanya mengulum senyum melihat kegugupan Kevin. Ingin rasanya Al mengolok Kevin, Tapi tidak tega rasanya melihat raut muka Kevin yang tegang. Tanpa sengaja netra elangnya menangkap sosok yang akan di temui Kevin sedang berjalan sendirian memakai mukena, membuat Al semakin menajamkan penglihatannya.


"Vin, bukannya itu Vio ya?!" tunjuk Al


Kevin segera melihat ke arah yang ditunjuk oleh Al, dan memang benar apa yang dikatakan oleh Al kalau gadis yang berjalan sendirian itu adalah Vio.


Kevin langsung turun dari mobil untuk menemui Vio sehingga langkah kaki Vio tertahan saat melihat Kevin berdiri di depannya hanya berjarak beberapa langkah lagi.


"Vin sedang apa di sini?" tanya Vio kaget.


"Aku ada urusan dengan papamu," jawab Kevin


"Oh! Papa masih di mesjid, mungkin sebentar lagi juga pulang," jelas Vio, "Ayo kita nunggu di dalam rumah saja, biar nyaman," ajak Vio


Kevin dan Al pun mengekor dari belakang mengikuti Vio masuk ke dalam rumah.


"Pak Al, Vin, aku tinggal ke dalam dulu ya!" pamit Vio lalu beranjak pergi masuk ke dalam kamarnya.


Setelah menyimpan mukenanya dan berganti baju, Vio langsung menuju dapur untuk membuatkan minuman. Namun langkah kakinya terhenti saat tidak sengaja mendengar suara papanya yang baru datang dari mesjid menyapa Al dan Kevin.


"Rupanya ada tamu, lho nak Al apa kabar?" sapa papanya Vio pada Al yang duduk tidak jauh dari pintu, sedangkan Kevin sedang melihat-lihat foto Vio yang ada di dinding.


"Alhamdulillah baik Pak!" jawab Al, "Pak Gun juga bagaimana kabarnya?" lanjutnya


Mendengar suara orang mengobrol, sontak Kevin pun membalikkan badannya penasaran dengan siapa Al bicara.


"Pak Gunawan!" seru Kevin kaget


"Bagaimana bisa Dosen killer itu akan jadi mertuaku. Bisa dapat nilai D terus nanti kalau ada penilaian sebagai menantu" ringis Kevin dalam hati.


"Loh bukannya kamu Kevin Aprillio Atmaja, yang mengulang mata kuliah saya sampai tiga kali?"

__ADS_1


...*****...


...Selesai membaca, selalu tinggalkan like comment vote rate gift dan masukin juga ke favorite ya kawan!...


__ADS_2