Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
S2. Tragedi liburan


__ADS_3

Malam harinya, semua berkumpul di halaman belakang villa dekat kolam renang. Al sengaja mengadakan acara barbeque agar lebih mendekatkan para anak muda yang ikut liburan. Sementara dia dan istrinya hanya memantau acara yang sudah diambil alih oleh Dika and the genk.


Nampak Kattie yang selalu ingin mendekat dengan Dika tapi lagi-lagi usahanya mendapatkan hambatan dari para krucil yang selalu menggagalkan niatnya. Sementara Allana dan Arabella menyiapkan tempat makan dan sendok di sebuah permadani yang sengaja di gelar d tepi kolam renang, karena rencananya mereka akan makan degan melingkar di sana.


Karena kesal selalu diganggu oleh adik-adik Dika, Kattie pun memutuskan ke kamarnya untuk beristirahat. Namun, saat dia akan masuk ke dalam villa, tanpa sengaja dia mendengar pembicaraan Al dan Icha.


"Sayang, lihat Dika sepertinya bahagia sekali! Apa dia jadian dengan Allana ya? Soalnya udah beberapa kali dia membawa Allana ke rumah." Icha terus memperhatikan putranya yang sedang mendekati Allana dengan senyum mengembang di bibirnya.


"Aku lebih setuju Dika dengan Kattie, karena sudah jelas kalau anak itu sangat menyukai putra kita, tidak seperti Allana yang selalu menolak kehadiran Dika. Aku tidak ingin trauma Dika akan masa lalunya mencuat lagi. Aku ingin gadis yang akan menjadi pendampingnya kelak, seseorang yang tulus mencintainya dan bisa menerima Dika dengan masa lalunya. Sementara Allana, aku belum bisa melihat cinta di matanya untuk Dika," ungkap Al pada istrinya.


"Sayang, bukankah cinta bisa datang karena terbiasa. Bisa saja lama-lama gadis itu akan cinta mati pada putra kita." Hatinya mengatakan kalau Allana yang menjadi sumber kebahagian putranya.


Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang merekam percakapannya lalu mengirimkan pada Allana.


Dika hanya milik aku! Kamu tidak akan pernah bisa memilikinya, batin Kattie.


Tak ingin berlama-lama ada di sana, Kattie pun langsung bergegas menuju kamarnya dengan senyum devil di bibirnya.


Sementara itu, semua hasil panggangan sudah terhidang. Semua orang yang ikut liburan sudah duduk melingkar dengan rapi di atas permadani. Namun Al belum memulai acara makannya karena dia melihat ada satu orang yang tidak ikut duduk di sana.


"Abang, coba panggilkan Kattie! Sepertinya tadi dia kembali ke villa," suruh Al.


"Baik, Pah!" Dika hanya mengikuti perintah papanya tanpa berniat untuk membantahnya.


Saat sampai di kamar Kattie, Dika terus mengetuk pintu tapi Kattie tidak membukanya hingga Dika berinisiatif untuk masuk ke dalam karena pintu kamarnya tidak terkunci.


Nampak Kattie sedang tertidur di sofa kamarnya dengan kedua tangan menutupi matanya. Melihat itu, Dika pun berniat untuk membangunkannya sehingga dia menghampiri sahabatnya itu. Namun saat tangannya terulur akan menepuk bahu Kattie, tiba-tiba tangannya ditarik hinga dia terjerembab dan jatuh di atas badan Kattie. Dika segera bangun, tapi sepertinya terlambat karena sudah ada orang yang melihatnya ketika dia berada di atas tubuh Kattie.


"Apa-apaan kamu, Kat? Aku gak suka ya, candaan kamu seperti ini!" seru Dika sewot. "Sudah ditunggu di belakang, ayo cepetan!" ketusnya kemudian.


Kattie hanya tersenyum mendapat kemarahan dari Dika karena hatinya merasa senang bisa sedekat itu dengan laki-laki yang disukainya.

__ADS_1


Dika dan Kattie berjalan beriringan dengan sesekali Kattie menggoda Dika yang membuat kekesalan Dika luntur, semua itu tidak lepas dari pandangan Allana yang memperhatikannya dari jauh.


Saat sampai di tempat, Dika langsung mengambil tempat di samping Allana. Dengan sigap, Kattie pun mengambil tempat di samping Dika. Dia masih saja nyerocos membicarakan sesuatu yang tidak penting dengan Dika, membuat Allana merasa risih. Pada akhirnya, Allana pun menyudahi makannya terlebih dahulu.


"Makanannya enak! Maaf semuanya, aku duluan ke kamar!" Allana langsung pergi tanpa menunggu persetujuan dari siapapun. Dia setengah berlari menuju ke kamarnya.


Dika langsung menghentikan makannya dan menyusul Allana. Melihat itu, Arabella ingin menyusulnya, tapi Elvano langsung melarangnya.


"Duduklah, Ara! Biar aku yang ke sana!" suruh Elvano. Bagaimanapun selalu ada ikatan batin antara dia dan Allana sehingga Elvano bisa merasakan apa yang Allana rasakan.


Allana langsung menuju kamarnya, saat dia akan menutup pintu, Dika menjegal dengan kakinya sehingga pintu itu tidak bisa tertutup. Secepat mungkin, Dika masuk dan mengunci pintu dari dalam.


"Lana, aku minta maaf! Kalau kamu tersinggung dengan sikap aku tadi. Aku tidak bermaksud untuk mengabaikan kamu." Dika langsung memeluk gadis yang dicintainya itu dengan erat. Dia menyesal karena tadi malah asyik mengobrol dengan Kattie.


"Tidak apa, Dika! Aku hanya ingin tidur, keluarlah!" Allana diam mematung, tangannya menjuntai tidak membalas pelukan Dika.


"Lana, ku mohon maafkan aku!" Dika mengiba di depan gadis itu, tapi tidak bisa membuat hati Allana bergeming. Sisi egonya terluka sehingga Allana merasa butuh waktu untuk sendiri.


"Aku tidak apa-apa! Aku hanya ingin istirahat, bisakah kamu keluar sekarang?" lirih Allana.


Dengan terpaksa, Dika pun keluar kamar Allana dan membiarkan gadis itu untuk beristirahat. Berharap besok pagi keadaan gadis yg dicintainya itu akan membaik.


Keesokan paginya, Andrea dan Mitha datang dengan Helikopter. Mereka akan menjemput anak-anaknya dengan alasan sudah ditunggu oleh kakeknya Allana yang asli dari negeri ginseng.


"Maaf, Al! Anak-anakku merepotkan di sini, sayangnya aku harus membawa mereka karena papaku kesehatannya sedang memburuk. Dia ingin bertemu dengan anak dan cucunya," dalih Andrea saat dia akan meminta ijin pada Al untuk membawa anak-anaknya pulang.


"Sayang sekali, padahal baru satu malam menginap di sini," ucap Al yang merasa curiga dengan kepulangan anak-anak rekan bisnisnya yang mendadak itu.


"Mungkin lain kali, kita bisa liburan bareng." Andrea tersenyum samar pada rekan bisnisnya yang sudah dia anggap sebagai adiknya itu.


Setelah cukup berbasa-basi, akhirnya Allana dan keluarganya meninggalkan pulau Cinta bersamaan dengan Dika yang baru datang sehabis joging.

__ADS_1


"Mah, heli siapa? Apa papa membeli heli?" tanya Dika heran saat dia melihat helikopter baru saja terbang dari bibir pantai.


"Itu Om Andrea! Dia menjemput anak-anaknya. Katanya kakek Allana sedang sakit dan ingin bertemu mereka," jelas Icha.


"Apa Mah, Allana pulang? Kenapa tidak pamit dulu sama aku?" tanya Dika kaget.


"Mungkin karena mereka sedang dikejar waktu sehingga lupa untuk berpamitan," tebak Icha.


Dika langsung berlari ke kamar yang bekas ditempati oleh Allana. Entah kenapa hatinya merasa tak karuan. Dia tidak peduli pada papanya dan Kattie yang menyapa, begitupun dengan adik-adiknya yang tidak sengaja berpapasan dengannya. Dia hanya ingin cepat-cepat sampai di kamar Allana.


Sampai di sana, Dika mengedarkan pandangannya mencari sesuatu yang mungkin Allana tinggalkan untuknya. Sampai matanya tertuju pada sebuah kertas yang tergeletak di atas nakas. Dika segera mengambilnya, tapi ternyata bukan hanya selembar kertas putih yang ada di sana. tapi ada juga sebuah kalung yang dulu pernah Dika berikan pada Allana saat dia akan pindah ke luar negeri.


Perlahan Dika membacanya dan meresapi apa yang Allana tulis untuknya.


Dear Dika,


Sebelumnya aku minta maaf karena berpamitan lewat secarik kertas ini. Aku hanya ingin mengembalikan apa yang sudah kamu berikan untuk mengikatku, mengikat hatiku tepatnya.


Maafkan aku, aku akan menarik kembali ucapanku waktu di pantai. Semoga kamu bisa bertemu dengan gadis yang lebih baik dariku.


Allana


Dika langsung terduduk di lantai, hatinya terasa jatuh sejatuh-jatuhnya ke dasar jurang. Dia tidak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini.


Lana, kenapa kamu pergi membawa seluruh hatiku? Aku tidak mau kita berpisah. Kenapa kamu tidak bisa melihat ketulusan cintaku?


...~Bersambung~...


...Dukung terus Author ya kawan! Dengan klik like comment vote rate gift dan favorite....


...Terima kasih!...

__ADS_1


__ADS_2