Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 41 Dia Kakakku


__ADS_3

Hari sudah menjelang malam. Namun Icha baru menginjakkan kaki di lobby apartemennya setelah tadi diantar pulang oleh Abizar.


Dengan langkah gontai, Icha berjalan menuju lift seraya pikirannya terbang melayang mengingat permintaan Al tadi pagi.


"Sudah malam begini, apa Al masih di apart nya ya! Lagian lucu sekali dia, suruh ke apartnya hanya untuk bikinin mie rebus. Ada-ada aja si culun" gumam Icha seraya menggelengkan kepalanya.


Ting


Terdengar bunyi lift berhenti namun Icha masih asyik dengan lamunannya, hingga terdengar suara yang sangat dirindukannya.


"Icha"


Icha langsung mendongakkan kepalanya melihat ke arah suara yang memanggilnya.


"Kakak" lirih Icha dengan mata yang mengembun.


Icha langsung menghambur ke pelukan Farish, dia tidak menyangka orang yang dicarinya selama 6 tahun ini kini ada di hadapannya.


Begitupun Farish yang sangat merindukan adik manjanya yang cerewet. Dua kakak beradik itu mengharu biru melepas kerinduan di depan pintu lift. Hingga tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat dengan kobaran api cemburu.


Al yang kembali setelah membeli sebungkus benda bernikotin di minimarket apartementnya seraya menunggu kepulangan Icha, malah disuguhkan dengan pemandangan yang membuat hatinya terbakar.


Dengan segera Al meraih pundak yang memeluk kekasih hatinya dan melepaskan paksa pelukan keduanya. Al dengan sigap akan melayangkan bogeman mentahnya, tetapi tangannya tertahan di udara saat mendengar suara orang yang dicintainya.


"Al, dia Kakakku" ucap Icha


Al segera menghempaskan tangannya ke bawah setelah mendengar apa yang Icha katakan.


"Pak Aldrich?" seru Farish


Al dibuat bingung dengan apa yang dilihatnya, kenapa orang yang disebut kakak oleh Icha bisa mengenalinya.


"Anda mengenal saya?" tanya Al


"Tentu saja Pak! Saya manager marketing Putra Group area Surabaya" jelas Farish, "Tapi ada hubungan apa anda dengan adik saya?" imbuhnya


"Kita temenan"


"Dia kekasihku"


Al dan Icha memberikan jawaban yang berbeda membuat Farish mengeryit bingung. Namun pada akhirnya Farish pun mengerti dengan situasi yang terjadi.

__ADS_1


"Saya tidak keberatan bila Pak Al menyukai adik saya, hanya satu hal yang saya minta, tolong jangan sakiti adik saya" ucap Farish


Jleb


Ucapan Farish terasa menusuk hati Al, betapa tidak, apa yang diminta kakaknya Icha justru dia telah melakukannya.


"Kakak, Al, sebaiknya kita ngobrol di cafe aja. Gak enak ngalangin jalan orang" ucap Icha menengahi.


Mereka pun langsung menuju cafe terdekat yang tidak jauh dari lobby apartement.


"Kak, tadi Kakak habis darimana?" tanya Icha


"Kakak sengaja kemari mencarimu, Dek. Semalam Mama menelpon memberitahukan kalau kamu sudah ketemu. Mama bilang Abizar tahu semuanya, makanya Kakak langsung meminta alamat apartementmu. Tapi ternyata kamu belum pulang" jelas Farish.


"Sudah ketemu? Berarti benar Icha kabur dari rumah. Apa karena dia hamil makanya pergi dari rumahnya" batin Al


"Tadi Kakak bilang sekarang di Surabaya, tapi sejak kapan? Icha cari Kakak di sini, tapi ternyata Kakaknya sudah tidak ada" terang Icha


"Sudah 6 tahun lebih Dek, mungkin kamu ke sini pas Kakak sudah pergi. Soalnya tugas pemindahannya juga mendadak jadi Kakak tidak sempet memberi kabar pada Mama dan Papa" jelas Farish.


"Kakak senang lihat Icha baik-baik aja, apalagi adik manja Kakak sudah berubah jadi wanita dewasa yang cantik. Selalu jaga diri ya Dek! Maaf Kakak tidak bisa menjaga Icha dengan baik" ucap Farish sendu


"Iya Kak! Kakak juga baik-baik ya! Kata Mama, Kakak akan menikah minggu ini" ucap Icha


Icha langsung terdiam mendengar bahwa Papanya juga sama kangennya dengan dirinya.


Melihat adiknya yang jadi murung, Farish pun angkat bicara lagi.


"Hati orang tua itu seluas samudera Dek. Apapun kesalahan anaknya, orang tua pasti bisa memaafkannya. Begitupun dengan Papa, jangan takut untuk bertemu dengan Papa" pesan Farish


"Iya Kak!" ucap Icha dengan suara serak


Lagi-lagi Al terhenyak melihat pancaran luka dari sorot mata Icha. Al kini mengerti perbuatannya dulu telah menorehkan luka yang sangat dalam di hati Icha sampai Icha harus berpisah dengan keluarganya selama bertahun-tahun.


"Maafkan aku, Cha! Aku janji akan mengganti setiap luka yang kamu rasakan dengan kebahagian, meskipun aku harus menentang keras keputusan Kakek. Aku harus cari cara agar Kalisa menyerah tanpa melukai siapapun" batin Al


"Oh iya, sejak kapan kalian saling mengenal?" tanya Farish untu mengalihkan pembicaraan


"Kita teman satu kelas waktu di SMU" jawab Al


"Berarti Pak Al pernah tinggal di kota S?" tanya Farish

__ADS_1


"Pernah, satu tahun" jawab Al datar


Farish mengulas senyum mendengar jawaban Al yang datar. Ternyata benar apa yang di katakan rekan kerjanya mengenai CEO baru Putra Group, mereka selalu bilang harus berhati-hati saat berhadapan dengan CEO barunya.


"Sepertinya sudah malam, Cha! Kamu juga pulang kerja harus istirahat. Kakak pulang dulu ya! Jangan lupa datang ke nikahan Kakak" pesan Farish dengan mengusak kepala Icha


"Iya Kak! Hati-hati di jalan. Salam juga untuk Kakak ipar" ucap Icha


"Mari Pak Al, saya permisi dulu. Tolong titip adik saya!" pamit Farish


"Pak Farish tidak usah khawatir, saya pasti menjaga Icha dengan baik" ucap Al


Setelah bertukar no ponsel dengan Icha, Farish pun pergi ke hotel tempatnya menginap.


Seperginya Farish, kini tinggallah Icha dan Al yang masih menikmati secangkir kopi.


"Cha, mau makan dulu di sini apa makan apart aku?" tawar Al


"Aku udah janji kan buat bikinin kamu mie rebus" ucap Icha


"Tapi ini sudah sangat malam, kamu pasti lelah seharian di luar" ucap Al, "Kita deliv aja ya, trus makannya di apart aku biar lebih santai" imbuhnya


Icha pun langsung menyetujui apa yang disarankan Al, karena memang dia sudah sangat lelah. Ingin cepat-cepat rebahan


Sepanjang perjalanan menuju apartement, Al terus menggenggam tangan Icha seolah takut akan kehilangan orang yang sangat dicintainya.


"Al, kenceng banget pegangnya, tanganku sakit" tegur Icha


"Iya maaf"


Sesampainya di apartement Al, Icha langsung membantingkan tubuhnya ke sofa. Dia lupa kalau sedang berada di apartement Al. Asal ketemu sofa empuk dia langsung memejamkan matanya.


Al mengambil kepala Icha dan menidurkan di pangkuannya. Dilihatnya wajah lelah Icha, hingga pandangannya tertahan di bibir merah muda Icha.


Glek


Al menelam ludahnya kasar, angannya sudah melayang ingin menikmati benda kenyal yang sangat memabukkan itu.


Perlahan Al menundukkan kepalanya, diraupnya benda kenyal itu yang selalu terasa manis di lidahnya. Icha yang merasa kaget karena ada sesuatu yang dingin menyentuh bibirnya, sontak saja membuka matanya. Namun Al tidak membiarkan Icha melepaskan pagutannya hingga keduanya larut dalam kenikmatan.


...*****...

__ADS_1


...Mohon dukungannya kakak semua dengan like comment vote rate gift dan masukin juga ke daftar favorite ya!...


👉Next part


__ADS_2