
Saat semuanya sudah rapi, Siska dan Jimmy pun sudah pergi. Kini tinggallah Kevin dan Vio berdua yang akan membahas rencana selanjutnya.
"Vin, aku gimana pulangnya nih? pasti papa marah karena semalam gak pulang," keluh Vio
"Nanti aku yang bilang sama papa kamu tentang pernikahan kita," sahut Kevin
"Jangan Vin! Aku belum siap semua orang tahu tentang nikah dadakan kita," cegah Vio
"Lalu, kamu maunya gimana?" tanya Kevin bingung dengan keinginan istri dadakannya.
"Kita backstreet ya! Sampai kamu bisa mendapatkan hati papaku," ujar Vio.
"Maksud kamu, kita tinggal terpisah gitu?"
"Ya mau bagaimana lagi, siapa suruh kemarin kamu datang ke rumah tidak bisa meyakinkan papa," ucap Vio dengan membuang muka ke samping.
Tiap ingat apa yang papanya katakan, selalu ada keraguan di hati Vio untuk terus bersama Kevin.
"Iya sorry! Waktu itu aku terlalu kaget kalau kamu putrinya Pak Gun." Jujur Kevin
"Papaku memang tegas tapi hatinya penyayang. Lagian aku heran kenapa kamu bisa ngulang mata kuliah papaku sampai tiga kali," ucap Vio
"Aku malas kuliah, jadinya sering telat datang ke kampus sama lupa ngerjain tugas" jelas Kevin cengengesan.
"No body is perfect, dulu aku selalu menganggap Kevin sebagai pangeran impian yang sempurna tapi ternyata kekurangan terbesarnya justru di ketahui oleh papaku," batin Vio
***
Di tempat yang berbeda, terlihat sepasang pasutri yang sedang menikmati pemandangan taman belakang rumah dengan duduk di rerumputan yang terawat dengan baik.
Setelah tadi Icha menanam bunga yang kemarin di belinya, kini waktunya istirahat di tengah taman di temani oleh Al yang sedari pagi terus mengekori Icha.
"Seger banget udaranya ya Al," ucap Icha dengan merentangkan kedua tangannya.
"Kamu suka dengan tamannya?" tanya Al
"Suka banget, apalagi kalau sambil tiduran di sini menikmati matahari pagi yang menyehatkan," cerocos Icha
"Sini tiduran di pahaku!" ajak Al dengan menarik Icha untuk tertidur beralaskan pahanya.
"Keras banget Al paha kamu," keluh Icha.
"Pengen yang empuk?"
"Hmm...." Icha hanya berdehem dengan mata yang terpejam menikmati kehangatan mentari pagi yang menerpa kulitnya.
Melihat Icha yang memejamkan matanya, Al pun menundukkan kepalanya. mendekatkan wajahnya dengan wajah Icha hingga hembusan napas icha yang hangat menerpa kulit wajahnya.
Perlahan Al menempelkan benda kenyal yang sensual miliknya dengan bibir tipis Icha.
Icha yang memang belum tertidur, akhirnya menikmati setiap sesapan yang Al lakukan. hingga Icha pun mengalungkan tangannya ke leher Al dan membiarkan Al memperdalam ciumannya.
__ADS_1
Satu menit
Dua menit
Tiga menit
Mereka masih terbuai dengan suasana yang mereka ciptakan sendiri, hingga saat leher Al mulai terasa pegal, barulah mereka melepaskan pagutannya.
"I love you Farisha Yumna Danendra."
"Abdi bogoh ka anjeun, abdi deudeuh ka anjeun, abdi nyaah ka anjeun." Icha malah bersenandung lagu sunda menanggapi ungkapan cinta Al, membuat Al menjadi gemas dan langsung menggelitik Icha.
Ha hahahahaha
Tawa Icha menggelegar mendapat serangan dadakan dari Al, hingga Bi Sari yang sedang memasak di dapur melongokkan kepalanya melihat apa yang sedang terjadi.
"Alhamdulillah Ya Allah, Den Al akhirnya kembali seperti saat dulu masih ada orang tuanya," ucap syukur Bi sari dalam hatinya.
Puk
Oryza datang langsung menepuk pundak Bi Sari hingga dia merasa kaget.
"Den Ryza, ngagetin bibi aja," omel Bi Sari.
"Bi, lihat Al gak?" tanya Oryza yang baru datang bersama seorang gadis cantik di sampingnya.
"Itu Den, lagi di taman bersama Neng icha," tunjuk Bi Sari
"Baik Den! Bibi siapkan." Bi Sari pun langsung menyiapkan apa yang Oryza inginkan, sementara Oryza langsung menemui Al yang terlihat sedang main kejar-kejaran dengan Icha.
"Yaelah ABG tua, udah punya anak juga masih kejar-kejaran," sarkas Oryza yang merasa jengah dengan kelakuan sepupu dan mantan gebetannya.
"Bilang saja kamu iri Za, gak ada layan kan?" ejek Al
"Sialan lu Al, udah rebut gebetanku, sombong lagi," sungut Oryza
Al hanya menggendikan bahunya tidak peduli dengan kekesalan Oryza.
"Ngapain juga kamu ke sini? Ganggu orang aja," ketus Al
"Akh iya, aku kan harus baik-baikin kamu," ucap Oryza cengengesan teringat dengan niat awalnya berkunjung ke rumah Al.
"Aku heran, kenapa harus punya sepupu model gini, baiknya kalau ada maunya saja," sindir Al.
"Jangan gitu dong sepupuku sayang! Aku ke sini bawa seseorang yang pasti kamu kenal, ayo ke gazebo!" ajak Oryza seraya menarik tangan Al
Sementara Icha hanya mengekor dari belakang mengikuti kemana Oryza membawa Al. Saat sampai di gazebo, terlihat seorang gadis cantik dengan rambut sebahu sedang menikmati taman belakang Al yang penuh dengan bunga dan pohon buah-buahan dalam pot besar.
"Yura!" panggil Oryza saat sudah ada di dekat Yura.
Sementara gadis yang dipanggil namanya langsung menengok melihat ke arah suara. Dengan senyum yang mengembang di bibirnya, gadis itu pun langsung menyapa Al.
__ADS_1
"Hai Al! Lama kita tidak bertemu ya!" sapa Yura
"Apa kabar Yura?" tanya Al, "Kenalin, ini istriku Icha," lanjutnya seraya menarik tangan Icha agar mendekat padanya.
"Hai kakak ipar! Aku Yura, senang berkenalan denganmu," ucap Yura dengan mengulurkan tangan pada Al
"Aku Icha, senang juga berkenalan denganmu." Icha pun menyambut uluran tangan Yura.
Setelah cukup berbasa-basi, Oryza pun langsung mengatakan tujuannya membawa Yura ke rumah Al.
"Jadi gini Al, posisi sekertarisku kan sedang kosong. Nah kebetulan Yura sedang butuh pekerjaan, jadi aku ajak saja ke sini buat minta persetujuanmu Yura jadi sekertarisku." jelas Oryza
Al mendengus kasar, sebenarnya dia kesal karena Oryza membawa calon karyawan ke rumahnya. Meskipun Al sendiri kenal dengan Yura karena adik kelasnya sekaligus tetangga Oryza yang dulu sering membawakan kue kesukaannya.
"Kalau mau kerja di perusahaanku, harus melalui seleksi seperti karyawan lain meskipun itu hanya formalitas saja. Besok bawa saja lamarannya dan berikan ke HRD Za," suruh Al
"Baiklah Pak Bos, anda memang the best." rayu Oryza
Tak berapa lama, terlihat Dika yang sedang berlari menuju ke gazebo tempat Al dan yang lain berkumpul.
"Mama.... Papa...." teriak Dika
Icha yang melihat Dika berlari mendekat langsung ikut teriak.
"Sini sayang!!! Mama di sini sama Papa,"
Mendengar teriakan Icha, Al langsung menutup telinganya, "Sayang kenceng banget suaranya," ucap Al lembut
Yura hanya melongo melihat Al yang tidak memarahi Icha, andai saja itu orang lain pasti Al akan menunjukkan sikap tidak sukanya.
"Maaf sayang, keceplosan," Icha langsung mencium pipi Al sebelah membuat Al tersenyum bahagia.
"Ya ampun, kalian ini. Lihat-lihat sikon dong!," sungut Oryza
Icha dan Al tidak membalas omongan Oryza karena Dika langsung menghambur ke pelukan Icha.
"Mama kangen," rengek Dika dalam pelukan Icha
"Mama juga kangen sayang, gimana liburannya, seru?" tanya Icha
"Seru, tapi Dika inginnya liburan sama Mama dan Papa," rengek Dika
"Iya nanti kalau libur lagi, tapi kho Papa gak dapat pelukan nih," ucap Al
Dika pun segera melepaskan pelukannya pada Icha dan berpindah memeluk Al.
"Apa ini anak kalian?" tanya Yura heran karena dua tahun lalu saat bertemu Al di London, dia tahunya Al belum menikah apalagi punya anak.
"Iya, ini anak pertamaku."
...*****...
__ADS_1
👉 Next part