Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 58 Nambah lagi


__ADS_3

Sementara di tempat yang berbeda, terlihat dua insan yang sedang berselisih paham.


"Vio tunggu!"


"Apa sih Pak Kevin, Pak Kevin memang ganteng tapi bukan berarti aku mau dicium gitu aja sama bapak," ketus Vio


"Aku minta maaf, tadi aku cium kamu agar mantan aku tidak terus-menerus mengejarku," terang Kevin


"Itu kan masalah Bapak, kenapa melibatkanku?" Vio jengah dengan apa yang Kevin lakukan beberapa saat lalu padanya.


Flashback on


"Aku tidak percaya kamu sudah punya cewek baru, karena aku yakin kamu tidak bisa move on dari aku," kata Monica dengan pedenya.


"Itu dulu Monic, sebelum aku tahu kalau kamu hanya memanfaatkanku saja, tapi sekarang aku sudah benar-benar melupakanmu. Aku sudah mencintai gadis lain yang bisa menerimaku apa adanya," jelas Kevin


"Buktikan kalau kamu memang sudah move on dariku." Tantang Monica pada Kevin


Saat Kevin sedang berpikir bagaimana caranya untuk membuktikan ucapannya, tak sengaja netranya menangkap sesosok gadis yang dulu pernah mengatakan perasaannya. Namun saat itu Kevin tidak menerima perasaan gadis itu, karena dia sedang berpacaran dengan Monica.


Kevin pun langsung menghampiri meja Vio dan mengajaknya untuk bertemu dengan Monica.


"Monic, kamu kenal kan sama Vio? Dulu kita satu sekolah, tapi sekarang Vio adalah kekasihku," jelas Kevin


"Ap...." Tanpa menunggu Vio melanjutkan ucapannya, Kevin langsung membungkam Vio dengan mulutnya di depan Monica sehingga Monica merasa kesal dan langsung pergi.


Sedangkan Vio yang merasa kaget, dia hanya diam mematung karena ini adalah ciuman pertamanya. Namun saat kesadarannya kembali, dia langsung mendorong Kevin dan pergi ke luar cafe.


Flashback off


"Aku minta maaf Vio, tapi bukannya kamu menyukaiku. Harusnya kamu tidak marah saat ku cium tadi," ungkap Kevin


Mendengar apa yang Kevin katakan, mendadak kepala Vio serasa keluar asap. Ingin sekali Vio mencakar wajah tak tahu malu Kevin. Memang benar Vio menyukai Kevin tapi diperlakukan seperti itu, Vio merasa jadi perempuan murahan.


Vio hanya mengepalkan tangan nya, kemudian beranjak pergi dari hadapan Kevin. Namun langkah kakinya tertahan karena Kevin langsung memegang tangannya.


"Lepasin Pak! Aku sudah memaafkanmu dan untuk ungkapan perasaanku dulu, aku menariknya." Tegas Vio


"Tidak! Aku sudah putuskan untuk menerima perasaanmu," sanggah Kevin, "Ayo aku antar pulang," lanjutnya seraya menarik tangan Vio.

__ADS_1


"Aku ingin tahu, apa benar kamu bisa lari dari pesonaku," batin Kevin


Meski terpaksa, Vio pun mengikuti langkah kaki Kevin karena tangannya di pegang sangat erat.


Selama perjalanan, hanya keheningan yang menemani mereka. Vio masih tidak percaya dengan apa yang dialaminya. Vio memang ingin memberikan first kiss nya pada orang yang dicintainya, tapi cara Kevin yang seperti itu membuat dia merasa dipermainkan.


Cekit


Kevin mengerem mobilnya mendadak saat seekor kucing tiba-tiba melintas di depan mobil, membuat Vio yang sedang melamun kaget dan jidatnya terbentur dashboard mobil.


"Kamu gak papa Vio?" cemas Kevin


"Nggak kho!" jawab Vio dengan memegang jidatnya yang tadi terbentur dashboard


"Coba sini lihat!" pinta Kevin


Kevin langsung menyingkirkan tangan Vio yang dipakai untuk menutupi jidatnya yang terbentur.


"Lumayan memar," gumam Kevin.


Kevin pun langsung mengambil kotak obat dan mencari salep untuk memar. Setelah menemukannya, Kevin langsung mengoleskan pada jidat Vio yang terlihat memar.


"Aku tahu, aku memang tampan. Apa harus kamu melihatku sampai tak berkedip?" tegur Kevin yang menyadari Vio sedari tadi memperhatikannya.


"Narsis sekali anda, Pak!" kilah Vio seraya memalingkan mukanya.


Kevin hanya tersenyum miring melihat gelagat Vio yang terlihat malu-malu kucing.


***


Berbeda dengan dua sejoli yang sedang di mabuk kasmaran, Al benar-benar tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk berduaan dengan Icha. Setelah acara makan mie rebus yang penuh drama, Al pun kembali mengajak Icha untuk kembali terbang melayang mencapai puncak kenikmatan.


"Cha, sekali lagi ya!" pinta Al


"Aku lelah Al, apa gak bisa nanti lagi? Lagipula kita kan harus pulang. Kasian Dika, nanti nyariin," kilah Icha


"Dika diajak jalan-jalan sama Aisha dan Abizar," terang Al seraya mengelus-elus bukit kembar yang mampu meruntuhkan iman.


"Akhh... Al tangannya diem," lirih Icha yang tengah menahan hasrat yang kembali dibangkitkan oleh Al.

__ADS_1


Al tidak menggubris apa yang Icha katakan. Dia terus menyentuh titik-titik sensitif Icha, hingga Icha tanpa sadar melenguh menikmati tiap sentuhan Al.


"Aku janji, habis ini kita udahan dulu olahraga nya, Kita sambung lagi nanti malam." Bisik Al tepat di telinga Icha, membuat si empunya merasa kegelian.


"Beneran? Ini udah ketiga kalinya Al. Abis ini jangan minta nambah lagi," ucap Icha


"Iya sayang, abis ini kita istirahat dulu!" bujuk Al.


Setelah negosiasinya mencapai kata deal, perlahan Al pun mencium kening Icha, pindah ke mata, hidung dan terakhir bibir ranum Icha yang selalu membuatnya ingin terus mengecap manisnya. Al terus melancarkan aksinya yang membuat Icha selalu merasa terbang melayang dengan semua sentuhan yang Al berikan hingga pelepasan pun mereka reguk bersama.


Remuk rasanya badan Icha kini, meski matanya sangat ingin terpejam tapi hati menolaknya. Icha terus saja teringat pada Dika. Meski biasanya dia selalu meninggalkan Dika bersama Bu Mira, tapi semenjak kecelakaan itu, Icha selalu merasa was-was bila lama tidak melihat Dika.


"Al bangun," ucap Icha seraya menggoyang-goyangkan tangan Al yang memeluknya dari belakang.


"Apa Cha? Mau lagi?" tanya Al dengan suara serak karena baru saja dia memejamkan matanya.


"Ishhh ... Kamu tuh, ayo kita pulang! Aku kangen sama Dika," ujar Icha


"Sebentar sayang, mataku sepet ingin merem," keluh Al


"Ya udah, lepasin tangan kamu! Aku mau mandi, sebentar lagi magrib," Icha pun langsung melepaskan diri dari Al.


Merasa tidurnya terganggu, Al pun membuka matanya dan melihat Icha berjalan dengan perlahan menuju kamar mandi. Tanpa bicara lagi, Al langsung bangun dari tidurnya dan menggendong Icha dan membawanya ke kamar mandi.


Dibawah guyuran air shower yang hangat, Al dan Icha pun bergantian saling membersihkan badan satu sama lain.


Setelah urusan bersih-bersih selesai, kini


Al dan Icha sudah siap untuk menunaikan kewajibannya menghadap Sang Pencinta Alam Semesta.


Setelah melaksanakan sholat magrib, Al pun berdo'a untuk kedua orangtuanya yang telah tiada dan untuk kebaikan keluarga barunya. Ditutup dengan do'a taubat untuk meminta ampunan atas kesalahannya di masa lalu.


'Tuhanku, aku tidak layak untuk syurga-Mu, tetapi aku tidak pula sanggup menanggung siksa neraka-Mu, dari itu karuniakanlah ampunan kepadaku, ampunkanlah dosaku, sesungguhnya Engkaulah pengampun dosa-dosa besar'


...*****...


...Selalu dukung author ini ya Readers dengan like comment vote rate gift dan masukin juga ke favorit....


...Terima kasih!...

__ADS_1


👉 Next part


__ADS_2