
Taman belakang Vila keluarga Pradipta yang kini sudah menjadi milik Al, telah dihias sedemikian rupa untuk acara pesta tertutup, khusus dihadiri oleh keluarga terdekat mempelai. Lampu-lampu seperti bintang yang bertaburan menghiasi tenda raksasa yang sengaja dipasang untuk berjaga-jaga dari cuaca ekstrem.
Semua keluarga sudah berkumpul menunggu kedatangan raja dan ratu sehari. Suasana menjadi riuh saat Al dan Icha memasuki ke tempat acara pesta berlangsung, disusul kemudian Kevin dan Vio dan yang terakhir Oryza dan Kia.
Semua larut dalam kebahagiaan menyambut kehadiran keluarga baru. Untuk mengisi acara pesta, terlihat Al, Kevin dan Oryza naik ke atas panggung akan menyanyikan lagu Akhirnya Ku Menemukanmu dari Naff.
"Baiklah hadirin semua, spesial untuk malam ini kami akan menyanyikan sebuah dari Naff yang khusus kami persembahkan untuk ratu di hati kami," ucap Kevin sebelum memulai bernyanyi.
Al mengambil posisi berada di tengah dengan Kevin dan Oryza mengapit di sisi kiri dan kanannya. Terdengar suara merdu Al yang membuka lagu dan langsung mendapat tepuk tangan yang meriah dari semua yang hadir di acara pesta keluarga. Begitupun saat Kevin dan Oryza membawakan lagu, semuanya terhanyut dalam lagu yang dibawakan oleh pria tampan yang masing-masing sudah memiliki pawang.
Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
Ku berharap engkau lah
Jawaban sgala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku
Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Ku berharap engkau lah
Jawaban sgala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
__ADS_1
Jika nanti ku sanding dirimu (sanding dirimu)
Miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku (di sampingku)
Jangan pernah letih tuk mencintaiku
Jika nanti ku sanding dirimu (sanding dirimu)
Miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku (di sampingku)
Jangan pernah letih tuk mencintaiku
Icha tersenyum bahagia melihat Al menyanyi dengan mata yang terus saling beradu dengannya. Hanya dengan gerakan bibir Icha pun mengatakan sesuatu yang membuat Al langsung tersenyum bahagia di atas panggung sana. "I love you," ucapnya.
Para gadis langsung terpana melihat senyuman Al yang sangat jarang sekali mereka lihat. Begitupun dengan saudara dekat Al, yang jarang dan hampir tidak pernah melihat Al tersenyum.
"Seharusnya Pak Al menikah denganku, Mah. Aku lebih cantik dari istrinya," ucap Clara, adik tiri Kia.
"Nanti kita suruh papa buat minta masukin kamu ke Putra Group," ucap Megan yang merupakan ibu tiri Kia.
"Sayang gimana suaraku?" tanya Al saat sudah duduk di samping Icha.
"Aku gak suka kamu nyanyi di panggung, apalagi sampai tersenyum manis segala. Kamu tahu, kalau kamu seperti itu akan mengundang banyak pelakor," protes Icha dengan cemberut.
"Bukannya tadi kamu suka sayang? Bahkan kamu terus senyum padaku, kamu juga bilang...." Icha langsung membekap mulut Al agar tidak mengatakan apa yang tadi dia katakan di depan teman-temannya.
"Gak usah diterusin! Aku maunya kamu nyanyi depan aku, bukan depan gadis-gadis yang merasa diberi harapan sama kamu," cebik Icha
Al mengusap wajahnya kasar lalu menyugar rambutnya ke belakang. Niat hati ingin membuat Icha terkesan, malah datang-datang dicembrutin oleh istrinya. Berbeda dengan Icha, gadis-gadis yang sedari tadi memperhatikan Al justru semakin terpesona dengan apa yang Al lakukan.
"Gak bersyukur banget sih istrinya Kak Al, diromantisin malah cemberut. Mending sama Aku aja, pasti disayang-sayang terus," ucap seorang gadis yang duduknya tidak jauh dari Icha dan Al.
Mendengar sayup-sayup ada orang menginginkan suaminya, sontak saja membuat Icha menjadi geram, "Dengar tidak dia bilang apa? Banyak gadis yang ingin sama kamu," ucap Icha dengan menahan air matanya.
Melihat istrinya yang seperti ingin menangis, Al langsung menangkup kedua pipi Icha dengan tangannya, "Sayang lihat aku! Sedikitpun, aku tidak pernah tertarik dengan gadis lain. Kamu jangan pernah meragukan perasaanku, karena cintaku sudah benar-benar terjebak dengan cinta mantan pacar yang menjadikanku bahan taruhannya,"
"Kenapa harus dibahas taruhannya Al?" Icha mulai merajuk lagi
"Astaga! Aku harus bagaimana lagi jelasinnya? Ini salah itu salah, aku mau romantis malah dicurigai," batin Al
Melihat pedebatan sahabatnya, Kevin pun menyarankan agar Al membawa Icha untuk beristirahat saja.
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang lagi, Al langsung membawa Icha ke kamar. Sementara Dika, sedari tadi asyik bercengkrama dengan Kakek buyutnya.
Sesampainya di kamar, Icha langsung membersihkan make-up yang terasa berat di mukanya. Meskipun sebenarnya hanya tipis, tapi buat dia yang tidak suka memakai make-up selain pelembab dan bedak, pasti merasa ada yang lain di mukanya.
Melihat Icha ada di depan meja rias, Al segera menghampirinya bermaksud ingin membantu Icha membersihkan make-up. "Sini sayang, aku bantu!"
Icha membiarkan saja Al membersihkan mukanya, dengan mata yang tidak lepas dari wajah Al. "Pantes saja Dika ganteng, kalau papanya juga ganteng."
"Kenapa? Culunmu sudah berubah jadi ganteng kan? Meski wajah dan penampilanku berubah, tapi satu hal tidak akan pernah berubah, aku mencintaimu dari saat masih terlihat culun di matamu hingga saat ini dan sampai ajal menjemputku." Al terus menatap Icha lekat hingga mampu menghipnotisnya.
Perlahan Al mendekatkan wajahnya hingga terasa hembusan napas Icha yang menerpa kulitnya. Dengan refleks Icha pun menutup kedua matanya.
Satu menit
Dua menit
Namun, dia tidak merasakan ada sentuhan lembut di bibirnya. Icha pun memicingkan matanya sebelah dan melihat Al yang sedang tersenyum manis di depannya,
"Apa kamu mengharapkannya?" tanya Al lembut
Blush!
Pipi Icha langsung merona mendengar pertanyaan dari Al. Meskipun mereka sering melakukannya, tapi saat ketahuan Icha menginginkan terlebih dahulu, tentu saja hal itu membuatnya malu.
Plak plak
Icha langsung memukul tangan Al untuk menutupi rasa malu karena merasa dikerjai oleh suaminya.
Hahaha
Tawa Al menggema memenuhi kamarnya, dia merasa lucu melihat ekspresi wajah Icha, hingga cubitan bertubi-tubi mendarat di perutnya
"Kamu iseng! Awas saja malam ini gak dapat jatah." Ancam Icha dengan wajah ditekuk.
Mendengar ancaman Icha, Al pun langsung membungkam mulut Icha dengan mulutnya, hingga pergulatan lidah itu tidak dapat terelakkan lagi. Mereka saling menghisap, saling menyesap, mengeskplor seisi rongga mulut dengan ritme yang cepat hingga terdengar suara decakan dan decapan, membuat orang yang mendengarnya terbakar api gairah.
Merasa tidak puas hanya bemain di area atas, Al pun langsung membopong Icha menuju ranjang king size yang ada di kamar itu. Perlahan Al merebahkan Icha, dan menatap lekat wanita yang selalu mampu memporak porandakan hatinya. Tak henti dia bersyukur dalam hatinya karena Allah telah menyatukannya dengan gadis yang sangat dicintainya dalam ikatan suci pernikahan.
...*****...
...Dukung terus Author ya kawan! Klik like comment vote rate gift dan favorite....
...Terima kasih ππ»...
πNext part
__ADS_1