Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 66 Barbeque


__ADS_3

Sesampainya di ruang tamu, terlihat Andrea dan Mitha yang duduk berdampingan dengan sebelah tangan Andrea yang merangkul istrinya. Namun yang jadi pertanyaan Al, kenapa harus ada Akas? Sebenarnya ada hubungan apa dia dengan keluarga Andrea?


Disaat Al berkecamuk dengan pikirannya, Andrea langsung menyapa duluan tuan rumah yang nampak kebingungan.


"Pak Al, maaf kalau kedatangan kami mengganggu," ucap Andrea langsung berdiri dan mengajak bersalaman pada Al.


"Tidak Pak Andrea, saya senang anda berkunjung ke sini," ucap Al menyambut uluran tangan Andrea dengan mata sedikit melirik ke arah Akas.


Andrea yang bisa langsung menangkap arah pandang Al, dia pun memperkenalkan Akas pada Al.


"Pak Al pasti sudah kenal dengan Pak Akas, bukannya kalian ada kerja sama," tebak Andrea


"Akh iya benar Pak Andrea, tapi kenapa bisa bersama anda," tanya Al penasaran


"Dia itu suka menguntit saya Pak Al, apalagi istri saya selalu diuntitnya," seloroh Andrea yang sukses membuat raut wajah Al tidak senang karena takutnya Akas akan menguntit Icha istrinya.


Mitha yang sedari tadi diam langsung menginterupsi ucapan Andrea.


"Sayang ikh, kalau bercanda suka kelewatan," protes Mitha


"Jangan di bawa serius Pak Al, santai saja. Kita kan bukan lagi di kantor," ucap Andrea


"Iya Pak," jawab Al dengan tersenyum kecut.


"Pak Akas ini, sebenarnya saya juga kurang suka Pak Al. Dia selalu ada di sekitar istri saya, tapi saya bisa maklum karena mereka bersahabat dan sudah seperti saudara," Andrea pun menjelaskan hubungannya dengan Akas, "Kebetulan, dia meeting di sekitar sini, makanya dia mampir ke villa saya," lanjutnya


"Oh, sepertinya hubungan Pak Andrea dan Pak Akas cukup dekat," ucap Al


"Ya begitulah! Tapi Pak Al tidak perlu khawatir, dia tidak suka sama istri orang." ucap Andrea, "Dia sukanya sama gadis muda," bisiknya.


Mendengar bisikan dari Andrea ada sedikit kelegaan di hatinya, hingga wajahnya yang tadinya datar berubah jadi hangat.


Andrea yang menyadari perubahan raut muka Al langsung bisa menebak ada sesuatu diantara Al dan Akas.


"Benar sekali Pak Al, apa yang dikatakan oleh Andrea. Saya bukan seorang pebinor, jadi Pak Al tenang saja, saya tidak ada niatan untuk merebut istri orang." jelas Akas

__ADS_1


Tak berselang lama Kevin datang bersama dengan Allana putrinya Pak Andrea


" Lana kenapa sayang," tanya Mitha saat melihat Allana wajahnya ditekuk seperti ingin menangis.


"Lana sebel sama El, masa Lana gak boleh ikut main sama mereka." Allana pun merajuk pada Mama nya


"Memang El sedang main apa?" tanya Mitha


"Sedang main perang-perangan sama bang Joen dan Dika," cebik Allana


"Pantas saja, lagian kamu dek, anak cewek main perang-perangan. Mending main Barbie sama Ara," ucap Mitha


"Oh iya, itu semuanya sudah siap, mari lanjut di taman belakang ngobrolnya," ajak Kevin


Akhirnya Al pun mengajak Andrea dan yang lainnya pindah ke taman belakang karena acara barbeque akan dimulai.


Sementara di taman belakang, melihat Allana yang pergi dengan menghentakkan kaki, karena tadi Elvano melarangnya untuk ikut main bersama, Dika berniat untuk menyusulnya. Namun langkah kakinya terhenti saat melihat Papanya datang bersama Kevin dan yang lainnya.


"Kak Lana, ini pake punyaku aja, gak papa kho aku istirahat dulu," ucap Dika


"Lana, gak boleh gitu. Dika maaf ya sayang, mungkin Allana masih kesal dengan kembarannya," sesal Mitha


"Iya , gak papa kho Tante. Mungkin Kak Allana tidak tahu kalau pedangku bisa mengeluarkan cahaya seperti pedang ultraman." Dika pun memamerkan kecanggihan pedang yang dipegangnya di depan Allana, sehingga Allana jadi penasaran ingin mencobanya.


"Sini aku coba," ucap Allana seraya mengulurkan tangannya.


Dika memberikan pedang mainannya pada Allana, hingga wajah Allana kembali berbinar saat mencoba pedang mainan punya Dika.


"Aku gak nyangka ternyata Dika bisa membujuk Allana saat dia merajuk, padahal Allana anaknya susah di bujuk lho!" seru Mitha saat melihat Allana dan Dika asyik main berdua.


"Masa sih Mbak, saya senang melihat Dika bisa berteman baik dengan siapapun," ucap Icha


"Ayo kita gabung dengan yang lain," ajak Mitha pada Icha


Icha dan Mitha pun bergabung dengan Aisha, Vio dan Kia. Suasana semakin heboh dengan para wanita yang bergosip ria, apalagi Aisha, Vio dan Mitha memang pernah satu sekolah meski berbeda angkatan sehingga obrolan cepat nyambung satu sama lain. Sedangkan Icha dan Kia hanya sesekali menimpali.

__ADS_1


Sementara para kaum Adam sibuk dengan pemanggang, mereka ingin memberikan hasil panggangannya pada wanita yang dicintai. Kevin, Oryza dan Akas yang tidak punya pasangan yang jelas pun ikut-ikutan lomba memanggang yang idenya di cetuskan oleh Andrea.


"Aku tidak menyangka Pak Andrea orangnya sekonyol ini, padahal saat kerja aura mendominasinya sangat kuat. Sepertinya aku harus banyak belajar dari dia" batin Al


"Pak Al bengong aja, tenang saja Akas tidak akan macam-macam dengan istri anda," tebak Andrea


"Pak Andrea tahu tentang hubungan mereka," tanya Al penasaran


Andrea hanya tersenyum, ternyata pancingannya berhasil.


"Sedikit, tapi jangan panggil 'Pak' kalau di luar kantor. Anggap saja aku seniormu, bukannya kamu adik kelas istriku?" ungkap Andrea


"Iya Bang, terasa sedang meeting bicara dengan bahasa saya-anda," tutur Al dengan tersenyum.


"Lihat, sepertinya Allana mulai akrab dengan putramu. Siapa tahu nanti kita besanan," kelakar Andrea


Al pun melihat ke arah Dika yang memang sedang asyik memainkan pedang mainannya bersama Allana.


"Masih jauh Bang, aku belum kepikiran soal itu.Tapi aku akan merestui siapapun yang jadi pilihan putraku," ungkap Al


Semua hasil panggangan pun telah siap untuk dinikmati, Al segera memberikannya pada Icha dan Dika begitupun dengan yang lain. Merasa tidak membawa pasangan, Akas pun memberikan hasil panggangannya pada Vio yang dibalas dengan senyum hangat dan ucapan terima kasih dari Vio.


Melihat hal itu, ada rasa tidak rela dalam hati Kevin saat melihat Vio menerima pemberian dari Akas, sehingga dia segera mengambilnya dan langsung memakan pemberian Akas pada Vio tepat di depan Akas dan Vio.


"Apa aku telah salah lagi, dikira akan merebut kekasihnya. Padahal aku tidak tahu kalau Vio sudah punya kekasih," batin Akas


"Kevin kamu apa-apaan sih? Itukan punyaku, kenapa dimakan semua,?" tanya Vio jengah dengan kelakuan Kevin hingga dia lupa dengan keformalannya.


"Kamu marah?" tanya Kevin dengan suara mengintimidasi


Melihat situasinya yang kurang enak dilihat, Akas pun segera pergi dari sana. Sedangkan Kevin langsung membawa Vio ke tepi danau yang tidak jauh dari Villa Al.


"Lepasin Kevin!" Vio langsung menghempaskan tangan Kevin saat Kevin sudah tidak menariknya lagi.


...*****...

__ADS_1


👉Next part


__ADS_2