Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 105 Perawan


__ADS_3

Kia sangat terkejut saat tahu Vio jatuh bersama kursi yang didudukinya, dengan segera dia pun ikut membantu Vio bangun. "Vi kursinya gak papa kan?'


Plakk


Vio malah memukul tangan Kia yang sedang membantu berdiri bersama Kevin. "Kamu tuh Bukannya nanyain keadaanku, malah nanyain kursi," cebik Vio.


"Tadi kan udah Pak Kevin yang nanyain kamu. Aku khawatir kursinya patah, nanti kamu harus ganti rugi," seloroh Kia


"Dasar kamu sahabat tegaan, ada apa-apa gak mau cerita" umpat Vio


Kia hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan Vio. Memang benar apa yang dikatakan oleh Vio kalau dia memang hanya bercerita hal yang biasa-biasa saja. Bukan Kia tidak percaya pada sahabatnya, tapi dia malu jika masalahnya diketahui banyak orang.


"Maaf ya Vio, aku gak maksud gitu," ucap Kia


"Sudah sini Vin, kursinya kita gabung saja. Masalah ini cepat atau lambat mereka juga akan tahu Kia. Sebaiknya kamu jelaskan pada kami semua." Oryza pun segera menengahi.


Kini mereka berempat duduk bersama dalam satu meja. Setelah pesanan datang, barulah Kia mulai mencerikan tentang hubungannya dengan Adjie.


"Sebenarnya aku dan Adjie teman sekolah, hanya saja kita tidak satu kelas. Dia pernah menembakku beberapa kali, tapi aku tidak bisa menerimanya karena bagiku dia seorang teman tidak lebih. Lagipula, aku tidak ada niat untuk pacaran karena orang yang aku suka sudah pergi untuk selamanya. Hingga saat pesta perpisahan kelasku tiba, entah tahu dari mana dia datang ke acara kami."


Flashback on


Seperti kesepakatan Kia dan teman-teman sekelasnya, hari ini mereka mengadakan pesta topeng di rumah salah satu temannya yang kebetulan orang tuanya berada di luar negeri.


Kia tidak tahu kalau pesta itu ada minuman beralkoholnya sehingga dia asal minum dan mabuk. Hingga ada tangan yang memapahnya entah mau dibawa kemana, Kia pun yang kondisinya setengah sadar hanya mengikuti saja.


"Hai ternyata Aldo hidup lagi, hehehe...." kekeh Kia, "Aldo untung kamu matinya gak lama, aku kangen sama kamu," racau Kia dengan memeluk erat lelaki yang memapahnya hingga akhirnya dia pun tertidur.


Keesokan paginya, saat Kia sudah sadar dari mabuknya, dia mendapati dirinya tidur bersama dengan Adjie di salah satu kamar yang ada di rumah temannya itu.


"Adjie apa yang kamu lakukan padaku?" teriak Kia saat mendapati baju atasnya sudah berantakan meskipun tidak terlepas dari badannya.


"Kenapa tanya, bukankah kamu sangat menikmati sentuhanku. Kalau kamu tidak percaya, aku membuat rekamannya," ucap Adjie tenang dengan memperlihatkan rekaman video di handphonenya.


Terlihat di sana Adjie sedang menciumi wajah Kia, terun ke bibir, lalu ke leher dan turun ke dada memberikan beberapa tanda kepemilikan.


Kia merasa tidak tahan melihat hal menjijikan itu sehingga dia meminta Adjie untuk menghentikan videonya.

__ADS_1


"Kamu brengsekkk Adjie! Kenapa kamu tega melakukan hal itu sama aku, apa salahku?" Kia pun menangis merasa harga dirinya sudah hancur.


"Salah kamu hanya satu, kamu tidak memperdulikan perasaanku. Berulang kali aku mengatakan perasaanku tapi kamu selalu menolaknya. Sekarang aku sudah mendapatkanmu Kia. Tidak akan ada laki-laki yang mau dengan perempuan yang sudah ternoda."


"Brengsekkk kamu, aku benci kamu!" Kia terus memukuli Adjie sambil menangis hingga dia merasa lelah sendiri karena Adjie tidak melawannya.


"Kia, aku melakukan semua ini karena aku ingin memilikimu. Menikahlah denganku," pinta Adjie lirih


"Aku tidak bisa menikah denganmu, Aku membencimu!" teriak Kia


Flashback off


Vio hanya menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang di dengarnya, dia tidak mengira kalau sahabatnya yang selalu ceria ternyata menyimpan luka yang begitu dalam. Dia pun segera membawa Kia ke dalam pelukannya


Sementara Oryza diam seribu bahasa dengan mata tidak lepas dari Kia. Rasanya tidak ingin percaya setelah mendengar penuturan dari calon istrinya, Kalau dia pernah tidur dengan lelaki lain. Memang kejadian itu bukan murni salah Kia karena dia sendiri tidak menyadarinya dengan apa yang terjadi. Akan tetapi dampak kejadian itu berimbas padanya, yang akan jadi suami Kia.


"Kia, apa kamu merasakan sakit di area intimu saat pagi harinya," tanya Kevin memecah kesunyian


Kia menggelengkan kepalanya, "Aku tidak merasakan sakit apapun, hanya leher dan dadaku yang banyak tanda merah. Bahkan sorenya aku berangkat ke sini," ucap Kia.


"Apa kamu menemukan bercak darah di seprai atau segitiga pengamanmu?" tanya Kevin kemudian seperti seorang detektif.


"Sudah dipastikan kalau Adjie hanya foreplay, dia tidak sampai melakukan ke hal yang iya-iya." Dengan percaya diri Kevin menyimpulkan hasil interogasinya.


"Maksud kamu Vin?" Oryza mengerut bingung dengan maksud Kevin.


"Kia masih perawan Oryza Sativa Wardhana. Kalau kamu masih kurang yakin, kamu bisa cek langsung. Bukankah sebentar lagi kalian akan menikah," ucap Kevin


"Kamu sering kayak gitu ya Vin?" tanya Vio


"Mampus deh, Vio malah curiga lagi." Batin Kevin


"Gak lah Vio, aku cuma kiss doang sama Monic. Aku tuh masih perjaka tingting, emangnya Al yang sekalinya pacaran langsung dibuntingin," sanggah Kevin


"Siapa yang buntingin Vin?" Terasa ada hawa yang berbeda saat Al bertanya pada Kevin


"Eh Pak Bos sudah datang, Nyonya mudanya mana?" tanya Kevin celingukan mencari keberadaan Icha.

__ADS_1


"Untuk apa kamu mencari istriku?" tanya Al dengan nada datar


"Salah lagi nanyanya," batin Kevin


"Gak papa sih, biasanya kan seperti perangko nempel terus," ucap Kevin


Kia dan Oryza hanya diam dengan pikirannya masing-masing, meski suasana cafe semakin riuh. Apalagi setelah kedatangan Icha dan Dika yang terus berceloteh menghidupkan suasana.


Setelah sekian lama terdiam, akhirnya Oryza pun angkat bicara, "Al, bisa gak kamu pecat karyawan baru yang kemaren, Adjie Hendrayana?" tanya Oryza


Kia membulatkan matanya kaget, rasanya tidak percaya Oryza akan melakukan hal itu. Karena sebenarnya, Kia sedang bersiap menerima keputusan Oryza. Jika memang Oryza tidak bisa menerimanya.


Sementara Al menautkan keningnya pertanda dia merasa heran dengan keinginan sepupunya itu, tidak biasanya dia meminta untuk memecat bawahannya.


"Memangnya ada masalah apa dengan Adjie? Aku tidak bisa memecat asal karyawanku kalau dia tidak memiliki kesalahan yang fatal."


"Kalau tidak bisa dipecat, pindahkan saja ke perusahaan cabang. Aku tidak ingin memiliki bawahan sepertinya!" ujar Oryza.


"Mudah bagiku memindahkan atau memecat karyawan, tapi harus dengan alasan yang jelas," tutur Al


Oryza menghela nafas dalam, sebelum akhirnya dia berbicara. "Dia sudah memberikan kenangan buruk untuk Kia, aku tidak ingin jika nanti kehadirannya malah menghancurkan performa departemen keuangan."


"Oke! Aku terima alasanmu. Vin siapkan saja surat mutasinya, aku mau pindahkan dia keluar pulau Jawa," suruh Al


Kia menatap Oryza lekat dengan mata yang berkaca-kaca, dia tidak menyangka kalau Oryza akan membelanya. "Makasih!" lirihnya


Begitupun dengan Oryza yang tidak melepaskan pandangannya dari Kia. Meski dia belum mengerti dengan perasaannya, tapi hatinya terasa sakit mendengar Kia pernah dilecehkan oleh bawahannya. Sehingga dia memutuskan untuk mengeluarkan parasit dari departemen yang dipimpinnya.


"Udah apa pandang-pandangannya, nanti lanjut lagi di rumah," sela Kevin


"Ganggu aja kamu Vin!" Toyor Al pada kepala Kevin yang sukses mendapat pelototan dari empunya.


"Papa, kata Bu Guru gak boleh pukul kepala!" ujar Dika


...*****...


...Dukung terus Author ya kawan dengan klik like comment vote rate gift dan favorite....

__ADS_1


...Terima kasih 🙏🏻 ...


__ADS_2