All About El (Kesucian Yang Ternoda)

All About El (Kesucian Yang Ternoda)
129. Jujur saja aku cemburu padanya ...


__ADS_3

Mendengar suara El, Kai dan wanita itu sama-sama menoleh ke arahnya.


"Sayang, kamu sudah datang?" sapa Kai dengan santai lalu melepas kedua tangan wanita yang sedang memeluknya.


"Hmm, apa aku mengganggu?" El balik bertanya lalu meletakkan paper bag makanan di atas meja sofa.


Kai menggelengkan kepala seraya menghampirinya.


"Tentu saja nggak, Sayang," balas Kai lalu mendekapnya erat. Mendaratkan kecupan di kening wanitanya.


El menatap kai penuh tanya. Benaknya bertanya-tanya siapa sebenarnya gadis blasteran berparas cantik yang saat ini bersamanya.


"Suatu kebetulan kamu menyambangiku setelah sekian lama." Kai membuka suara sekaligus menatap Valerie ex kekasihnya. "Dan di waktu yang bersamaan pula, aku sekaligus akan memperkenalkanmu dengan gadis ini."


Kai masih merangkul El dengan senyum yang masih menghiasi wajah tampannya.


"Ini El, calon Istriku," tegas Kai.


Ucapan Kai barusan sontak saja membuat Valerie terkejut sekaligus tak percaya.


Matanya langsung tertuju ke arah El dengan tatapan menghunus seakan tidak terima. Ia langsung mengepalkan kedua tangannya.


"Sayang, ini Valerie mantan yang aku ceritakan padamu kemarin," kata Kai.


Tak ada jawaban dari El melainkan hanya bergeming.


"Kai, ini nggak benar kan?!" bentak Valerie. Kita lihat saja nanti, aku nggak akan tinggal diam. Aku juga nggak akan membiarkan kalian bahagia!"


Kai hanya tersenyum sinis. "Silakan, lakukan apa pun yang kamu inginkan. Aku nggak peduli," balas Kai. "Jika kamu sudah nggak ada urusan lagi, silahkan tinggalkan ruangan kerjaku sekarang," usir Kai.


Dengan perasaan dongkol, Valerie meninggalkan ruang kerja Kai dengan perasaan kecewa bercampur amarah.


Sepeninggal Valerie, Kai langsung memeluk El. Namun sedetik kemudian gadis itu malah segera mengurai pelukannya.


Ia langsung mengambil tisu yang ada di meja sofa lalu membersihkan bekas ciuman Kai di keningnya serta melepas pakaian yang membalut tubuhnya.


Kai menatapnya heran. "Sayang kamu kenapa?"


"Eeeeuuuww ... aku nggak mau ada bekas ex mu itu," ucap El membayangkan jika Kai sudah pasti dicium dan di gerayangi oleh Valerie.


Ia pun kembali meraih tisu lalu mengusap bibir, wajah, leher lalu melepas semua kancing kemejanya Kai lalu melepasnya. Merasa belum puas, ia melonggarkan gespernya kemudian menyuruhnya melepas celananya.


"Sayang! Kamu apa-apaan sih?!" kesal Kai.


"Suruh karyawan mama antar baju ke sini, soalnya pakaianmu dan dressku ada bekas mantanmu," tegas El tak kalah kesal.


Kai terkekeh, namun sedetik kemudian seringai tipis penuh arti terbit di bibirnya.

__ADS_1


"Baiklah, jika itu yang kamu inginkan," bisiknya. Melepas celana kainnya lalu menghampiri pintu kemudian menguncinya.


"Apa seperti ini yang kamu inginkan, hmm," bisik Kai lagi lalu menangkup wajah El kemudian melu*mat bibirnya.


"Huumm ...." El memukul dada Kai karena mendapat serangan mendadak.


Merasa El memberontak, ia semakin membawanya ke sofa. Membaringkannya sekaligus mengungkungnya. Lagi-lagi Kai menyeringai menatap wajah panik wanitanya itu.


"Sayang! Hentikan, apa kamu sudah nggak waras, hah! Ini kantor!" sentak El dengan perasaan kesal.


"Lalu apa?! Kamu sendiri yang memintaku melepas baju juga celanaku," bisik Kai lalu kembali melu*mat bibirnya lalu menyesap lehernya.


"Bastard, stop it!!" kesal El sekaligus merasa panik saat Kai mulai menurunkan shortnya.


Kai kembali tersenyum mendengar El menyebutnya bastard. Bukannya berhenti Kai malah benar-benar menurunkan shortnya lalu melempar ke sembarang arah. Hingga hanya menyisakan CD dan bra gadis itu.


"Come on, Sayang. Kita sekalian lanjutkan saja, hitung-hitung biar kamu cepat hamil," bisik Kai menggoda. "Biar sofa ini dan ruangan ini yang jadi saksinya."


"Bastard!! Hentikan!!" kesal lagi El sembari menahan tubuh besar Kai.


"Kita sudah terlanjur seperti ini," bisik Kai semakin menggodanya lalu meraba paha bahkan semakin menindihnya.


"Apa kamu benar-benar serius ingin melakukannya?" tanya El setengah berbisik.


Sedetik kemudian ia terkekeh sembari menatap wajah tampan prianya itu. Ia tahu Kai tidak akan berani melakukannya.


Mau tidak mau ia pun membawa El duduk di pangkuannya dengan saling berhadapan lalu menyatukan keningnya.


"Jujur saja aku cemburu padanya," aku El lalu mengecup bibir Kai.


"Tapi aku sudah nggak tertarik lagi padanya," bisik Kai . "Aku hanya tertarik padamu. Karena kamu adalah milikku."


El memeluknya sejenak. Setelah itu ia berdiri lalu meraih celana shortnya.


Sedangkan Kai memilih menghampiri meja kerja lalu mengambil ponselnya. Menghubungi karyawan butik mama Glori sekaligus meminta diantarkan pakaian.


******


Tiga puluh menit berlalu ...


"Tuan, paper bag pakaian Anda dan Nona El saya letakkan di depan pintu."


Suara seorang gadis dari balik pintu terdengar dari luar sesaat setelah ia mengetuk pintu.


"Ya thanks, Novi," ucap Kai lalu membuka pintu kemudian mengambil paper bag itu.


Sang asisten mama Glori, langsung melongo menatap tubuh sempurna pria blasteran itu sambil menggigit bibir bawahnya.

__ADS_1


"Mmmmmmm .... rasanya ingin bersandar di dadanya."


"Sudah puas?" tegur Kai. "Jika sudah puas menatapku sebaiknya kamu kembali ke butik," usir Kai lalu menutup pintu.


Setelah mengenakan dress, El kembali membantu Kai mengancingkan kemejanya.


"Bagaimana dengan pakaianku tadi?" tanya Kai.


"Buang saja," tegas El seolah tidak ingin di bantah.


Kai terkekeh. "Sayang, aku baru tahu ternyata gadis bar-bar sepertimu bisa cemburu juga ya," bisik Kai.


El memeluknya dengan gemas lalu balik berbisik, "Ya, karena dia wanita pertama yang mengisi hatimu."


"Dia memang yang pertama mengisi hatiku, tapi kamu yang pertama membuatku benar-benar merasakan arti cinta yang sesungguhnya."


"sudah ah, kita makan dulu, aku sudah lapar," kata El.


"Ok," balas Kai merasa gemas.


Tanpa membuang buang waktu, El mengeluarkan box makanan dari dalam box kemudian menatanya di atas meja.


Keduanya sama-sama menyantap makan siang hingga tuntas, meski harus melewati drama yang membuat El panik.


Beberapa menit kemudian Kai menghubungi Alex.


Alex yang baru saja selesai makan menoleh ke samping.


"Tuan," ucapnya lalu segera menjawab panggilan dari sang CEO.


"Ya hallo, Tuan," jawabnya.


"Lex, tolong siapkan semua keperluan yang kami butuhkan termasuk menyewa jet pribadi. Soalnya aku, El dan dua temannya akan berangkat ke Jerman besok," perintah Kai.


"Baik, Tuan."


"Oh ya, satu lagi, jika Tara dan Daniel bertanya padamu, kamu sudah tahu kan, harus menjawab apa?" peringat Kai.


"Iya, Tuan."


"Lex, untuk dua minggu ke depan semua urusan perusahaan aku percayakan padamu."


"Baik, Tuan. Apa masih ada lagi Tuan?" tanya Alex.


"Nggak, hanya itu saja," pungkasnya lalu memutuskan panggilan.


Kai melirik El lalu mengecup keningnya. "Sayang, rasanya aku sudah nggak sabar menanti hari itu tiba," akunya lalu membawa El masuk ke dalam pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2