All About El (Kesucian Yang Ternoda)

All About El (Kesucian Yang Ternoda)
66. El ... where are you ...?


__ADS_3

El terlebih dulu mengantar motornya ke bengkel langganannya lalu mengutarakan niatnya untuk memodifikasi warna motornya yang tadinya berwarna hitam, ia kombinasikan dengan warna silver metalik.


Owner bengkel itu hanya mengerutkan keningnya. Ia merasa heran karena sejak dulu El tidak pernah mau memodifikasi warna motor kesayangannya itu. "Are you sure, El?" tanya owner bengkel.


El hanya mengangguk. "Please, kalau bisa lusa harus selesai ya, Bim. Satu lagi, jika ada yang menanyakan perihal motorku, bilang saja kamu nggak tahu. Secara, bengkel mu ini kan terkenal banget. Pasti ada seseorang yang akan menanyakannya nanti. Satu lagi, jika motorku sudah selesai, kamu antar ke hotel xxxx lalu temui aku di kamar no 135, ya," pesannya.


Bimbo selaku Owner bengkel itu hanya mengangguk paham. "Ok, aku usahain secepatnya jika itu yang kamu inginkan."


"Thanks ya, Bim." El menepuk bahu Bimbo lalu duduk di atas meja kerja pria itu.


"El, selama ini kamu ke mana saja sih? Sampai heboh kamu masuk ke dalam pencarian orang hilang," tanya Bimbo penasaran sembari menatapnya yang sudah merubah sedikit penampilannya.


Saat menemui Bimbo, El tampil menjadi dirinya sendiri tanpa freckless dan kacamata tebal hanya rambutnya saja yang keriting.


El yang sedang duduk di atas meja menatap Bimbo yang sedang menghampirinya lalu mengungkungnya. El memutar bola matanya dengan malas.


"Apaan sih, Bim!" bisik El seraya menahan dada bidang Bimbo.


"Jelaskan padaku, kenapa kamu menghilang sehingga kamu masuk ke daftar orang hilang," bisik Bimbo di telinga El.


"Panjang ceritanya, Bim," balas El lalu menatap wajah Bimbo. "Yang jelas, i'ts very privasi, Dude," sambung El lalu menahan bibir Bimbo dengan dua jarinya karena pria ingin mencium bibirnya.


Bimbo hanya mengulas senyum. "El, tapi kamu terlihat berbeda dengan rambut keritingmu," bisik Bimbo sembari mengelus rambut keriting gadis itu.


El hanya tersenyum. "Bim, sudah ya. Aku kembali ke hotel dulu. Ingat, CCTV nya tolong di edit ulang," pesan El. Ia menangkup wajah Bimbo lalu menatapnya.


"Ok, El," sahut Bimbo. Ia memegang kedua tangan El lalu mengecup telapak tangan gadis cantik itu. Ia masih berharap El membalas cintanya.


Setelah itu, ia pun meninggalkan bengkel Bimbo lalu menunggu taksi. Ia kembali memakai masker dan kacamatanya.


******


Setibanya di depan pintu masuk hotel. Lagi-lagi El berpapasan dengan Kai. Namun ia seolah tidak memperdulikan tatapan pria tampan yang begitu dibencinya itu terus menatapnya.


Dengan susah payah Kai menelan salivanya menatapnya yang mengenakan celana jeans sobek-sobek, tank top crop dipadukan dengan jaket Levis yang memperlihatkan perut rata nan putihnya. El mendorong koper besarnya yang dititipkan oleh supir dekat meja resepsionis.


Dengan santainya ia hanya melewati Kai, yang terus menatapnya tanpa berkedip. Ditambah lagi aroma parfumnya yang menyeruak masuk ke indra penciumannya.

__ADS_1


Kai memejamkan matanya sembari menghirup dalam-dalam aroma parfum gadis itu yang membuatnya kembali membayangkan wajah cantik El.


"Selera fashionnya ok banget. Wangi parfumnya itu selalu mengingatkanku pada El. Come on Kai, that's not El, but Culun." Kai bergumam dalam hati lalu mengulas senyum.


Namun ia masih sangat penasaran dengan sosok gadis culun yang sedang berada di hotel itu sekarang.


Ia menghampiri meja resepsionis. Resepsionis yang sedang bertugas merasa sedikit salah tingkah saat Kai menghampirinya.


"Maaf, aku ingin chek daftar nama tamu di hotel ini," ucapnya lalu mengambil alih laptop di depannya.


Resepsionis yang bertugas terus saja menatap pria tampan blasteran itu sambil menggigit bibir bawahnya. "Tampan banget Tuan Kai. Apalagi dilihat dari jarak dekat seperti ini." Resepsionis itu bergumam dalam hatinya.


"Kok, namanya nggak ada di daftar nama tamu hotel ini sih?" Kai merasa kecewa. Setelah itu, ia berlalu pergi tanpa memperdulikan tatapan mendamba karyawannya.


Tujuan selanjutnya adalah ke Bronze Bar. Ia berharap El ada di club malam itu.


.


.


.


"Nic," panggil Kai.


"Waaahhh, Bro. Long time no see you," ucap Nico sambil tersenyum. "Wiski, Bro?" sambung Nico.


Kai menggelengkan kepalanya. "Bukan wiski tapi hanya jus jeruk, Nic," pintanya.


Nico mengerutkan alisnya. "Tumben?" bisiknya. Ia pun meracik juice pesanan Kai. Setelah itu ia meletakkan di depannya.


Kai mengaduk juicenya lalu menyedotnya sedikit. Ia kembali memperhatikan suasana club malam itu.


Tiba-tiba seseorang memeluknya dengan erat lalu berbisik. "I miss you so much, Kai."


Kai hanya menggelengkan kepalanya lalu melepas tangan yang melingkar di perutnya. Ia menatap wanita itu yang tak lain dan tak bukan adalah Siska.


"Siska, sudah lah. Sudah berulang kali aku katakan padamu jika aku tidak pernah mencintaimu. Please jangan seperti ini," protes Kai.

__ADS_1


Siska tidak memperdulikan ucapan Kai, ia malah nekat me*lu*mat bibir Kai dengan paksa. Sontak saja ulahnya itu membuat Kai cukup terkejut dengan sikap berani Siska.


Kai menangkup wajah Siska lalu melepaskan tautan bibirnya dengan paksa. "Are you crazy, Sis?!" geram Kai lalu meninggalkannya begitu saja. Ia langsung ke ruang kerja Hamdan.


Siska hanya bisa menatap nanar kepergian Kai. Ia merasa sangat kecewa. Setelah lama ia menanti kehadiran pria yang dicintainya itu, ia malah mendapat penolakan mentah-mentah.


Siska mengepalkan kedua tangannya. "Aku membencimu, El. Gara-gara kamu, Kai menolakku. Bahkan hingga dirimu sudah tidak ada di sini pun, dia masih saja menolakku. Sial!" umpatnya.


Tanpa mengetuk pintu, Kai langsung masuk ke ruangan Hamdan lalu mendaratkan bokongnya dengan kasar lalu memijat pangkal hidungnya.


"Kai, ada apa denganmu, Bro?"


Ia hanya menggeleng. "Apa Tara akan ke sini, Dan?" tanyanya.


"Nggak, soalnya dia masih di Kota X. Aku dengar dia dijodohkan dengan anak dari teman papanya yang ada di Kota X.


Kai cukup terkejut, karena ia tidak pernah bertemu dengan Tara selama berada di Kota X. Seringai tipis terbit di bibirnya.


"Really?" katanya dan mendapat anggukan dari Hamdan.


Bagus, itu artinya aku bebas menjadikan El milikku.


"Bukankah Tara sangat mencintai El? Lalu kenapa dia menerima perjodohan itu," selidik Kai.


Hamdan pun, menceritakan semuanya kepada Kai tanpa kurang dan lebih. Kai hanya mengangguk mengerti. Dalam hatinya ia malah bersorak gembira.


Aku ingin lihat seperti apa wajah Tara ketika menikahi wanita itu dan bukan El. But congrats for you, Tara. Aku berharap kamu tidak menemukan El. Jika itu terjadi maka aku bisa menebus semua kesalahanku padanya. πŸ˜„πŸ˜„


"Kai, kamu kenapa senyum-senyum begitu? selidik Hamdan.


"Tidak apa-apa, Dan," jawabnya. Sedetik kemudian ia beranjak dari tempat duduknya lalu berpamitan.


Ia kembali melangkahkan kakinya hingga sampai ke parkiran mobil. Ia kembali menatap tempat parkiran khusus karyawan tempat El biasa memarkir motornya.


"El, where are you?" bisiknya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2