All About El (Kesucian Yang Ternoda)

All About El (Kesucian Yang Ternoda)
135. Kalian layak bahagia ...


__ADS_3

Pagi harinya ...


Samar samar cahaya matahari menembus tirai menerangi ruangan tidur itu. Sepasang kekasih itu masih nyaman berada di tempat peraduannya.


Tak lama berselang, El menggeliat, melenguh lalu perlahan membuka mata. Sudut bibirnya seketika mengukir senyum. merasakan pelukan hangat Kai yang masih mendekapnya erat.


"Sayang, wake up," bisiknya


"Biarkan seperti ini dulu sebentar, Sayang, please," bisik Kai balik lalu mengecup kening wanitanya.


Eratnya dekapan Kai membuat El merasa risih sekaligus sesak. Ia memberontak. Ulahnya itu malah membuat Kai gemas.


"Jika kamu semakin meronta maka sesuatu yang di bawah sana akan bangun. Apa kamu mau bertanggung jawab?" bisik Kai menggoda.


"Aku sesak, Sayang!" protes El lalu mengigit dadanya.


"Sssttt." Kai meringis lalu terkekeh. "Baiklah."


Ia pun melepas dekapannya membiarkan El bangkit dari tidurnya sembari mengelus gambar mawar hitam yang terukir di balik punggungnya.


"Sayang, aku ke kamar sebelah dulu ya," izin El seraya mengelus rahangnya dan dijawab dengan anggukan.


Sesaat setelah berada di kamar sebelah, alisnya saling bertaut memandangi Lois yang masih terlelap. Karena tak ingin mengganggu ia pun ke kamar mandi membersihkan dirinya.


Beberapa menit kemudian, ia menghampiri Lois lalu membangunkannya. Namun sahabatnya itu tak kunjung membuka mata.


"Pasti pulangnya subuh," gumamnya.


Selang beberapa menit kemudian ia sudah rapi dengan deras simple selutut tanpa lengan. Berdandan ala kadarnya lalu menyemprotkan parfum favoritnya ke tubuhnya.


Ia kembali menghampiri Lois yang masih betah memejamkan matanya.


"Lois ... come on wake up." Ia menggoyangkan tubuh sahabatnya itu sebanyak tiga kali namun Lois hanya menggeliat.


"Ish ... anak ini," gerutunya.


Karena Lois tak kunjung membuka mata, ia memilih turun ke lantai dasar lalu ke kamar mama Glori.


"Morning, Mah," sapanya sesaat setelah masuk ke kamar mama Glori.


"Morning too, Sayang. Kamu terlihat cantik sekali," puji mama Glori dengan seulas senyum. "Sayang, mama punya sesuatu untukmu."


"Sesuatu?" tanya El sedikit penasaran.


"Duduklah sebentar," pinta mama Glori seraya mengelus pipinya.


El hanya menurut lalu mendudukkan dirinya di sisi ranjang. Memindai ruangan itu yang tampak elegan, mewah dengan gaya klasik.

__ADS_1


Matanya kembali terarah ke sebuah pigura foto pengantin mama Glori dan papa Abraham. Ia pun berdiri lalu menghampiri benda itu yang terpajang di atas tembok kamar.


"Oh God ... perfect couple," batin El menatap kagum orang tua Kai. "Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Kai mirip bangat dengan papa."


Tak lama berselang suara mama Glori mengalihkan pandangannya.


"Sayang, kemarilah Nak," pinta mama Glori yang terlihat sudah duduk di sisi ranjang.


El menghampirinya lalu ikut duduk di samping.


"Sayang ... mama ingin memberikan ini padamu," kata mama Glori dengan seulas senyum lalu menyerahkan sebuah kotak perhiasan kepada El.


"Apa ini, Mah?" tanya El dengan alis yang saling bertaut.


"Bukalah kamu akan tahu isinya," jawab mama Glori dengan seulas senyum.


El hanya menurut lalu membuka kotak perhiasan pemberian mama Glori. "Mah ... ini?!"


Ia seolah tak bisa berkata-kata menatap satu set perhiasan berlian pemberian mama Glori.


"Sayang, perhiasan itu adalah hadiah pernikahan dari papa untuk mama. Mama sengaja menyimpannya dan akan memberikan pada istri Kai kelak. Dan gadis itu adalah kamu," jelas mama Glori dengan suara lirih.


"Mah, aku merasa nggak pantas menerima ini. Hadiah ini terlalu mahal," kata El.


"Nggak, Sayang. Semahal apa pun hadiah itu, bagi mama itu belum sebanding dengan perbuatan Kai yang pernah membuat hidupmu berantakan. Mama mohon diterima ya," balas mama lalu memeluknya.


"Mama ... Sayang ..." langsung memeluk El dari belakang sesaat setelah duduk di belakang gadis itu.


"Kai," tegur mama Glori.


"Apa sih, Mah," sahutnya.


Mama Glori langsung memberikannya satu cubitan di perut.


"Ssssttt ... sakit Mah," ringisnya lalu mengusap perutnya.


Sedetik kemudian ia kembali memeluk El lalu mengendus aroma parfum gadis itu dalam dalam.


"Sayang ... aku nggak bisa melupakan wangi parfummu ini," bisik Kai.


.


.


.


.

__ADS_1


Siang harinya setelah menyantap makan siang, Kai mengajak El, Lois dan Mike ke butik mama Glori.


"El, aku seperti bermimpi saja akan menjadi saksi pernikahan kalian. Aku sama sekali nggak menyangka jika kalian bakal menikah. Unik juga kisah cinta kalian ya. Berawal dari benci akhirnya menjadi cinta," celetuk Lois lalu tertawa.


"Begitulah cinta, Lois. Seseorang nggak akan pernah tahu kepada siapa cintanya akan berlabuh ke hati sang pemilik sesungguhnya," pungkas El.


Lois bergeming mencerna ucapan sahabatnya itu sembari menganggukkan kepala.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam lamanya, akhirnya mereka pun tiba di butik mama Glori.


Mereka langsung di sambut oleh karyawan butik kemudian mengajak mereka ke ruang fitting baju.


Begitu mereka berada di ruangan itu, mama Glori langsung tersenyum menyambut mereka . Menunjukkan setelan jas serta gaun yang akan mereka kenakan besok.


"Sayang, Lois ... mama sudah menyiapkan beberapa gaun pengantin untukmu juga gaun pesta untukmu Lois. Kalian tinggal memilih yang mana cocok untuk kalian," kata mama Glori.


Lois memandangi sekaligus menyentuh satu persatu gaun yang masih terpasang di manekin. Setelah memilih gaun yang ia inginkan, karyawan butik langsung merapikannya, begitu juga dengan setelan jas Mike.


Sedangkan El, ia tetap memilih gaun pengantin simple namun elegan sekaligus memilihkan setelan jas untuk Kai.


"Sayang ... ayo di coba dulu gaunnya. Aku ingin melihatmu mengenakan gaun pengantin itu," pinta Kai.


"Sebentar ya," kata El.


Ia dibantu oleh dua karyawan butik. Beberapa menit kemudian ia memanggil Kai sambil tersenyum manis.


"Sayang, bagaimana?! Cantik nggak?"


Senyum Kai seketika mengembang lebar. Memandangi calon istrinya itu dengan perasaan terharu sembari memegang dada.


"Ya, kamu terlihat cantik, Sayang hingga membuat dada ini kembali berdebar," puji Kai sembari menghampi calon istrinya.


Menangkup wajahnya lalu membenamkan bibirnya yang cukup lama dan dalam di kening El.


Bukan cuman Kai yang menatap kagum pada El tapi mama Glori, Lois juga Mike.


"El ... you are so beautiful, Dear," puji Mike. Memandangi pasangan calon pengantin itu dengan perasaan terharu sekaligus bahagia.


"Sayang ... aku sudah nggak sabar ingin melafazkan ikrar janji suci pernikahan kita besok," bisik Kai lalu mendekap erat tubuh El.


Ketulusan cinta Kai, membuat mama Glori, Lois juga Mike terharu sekaligus bahagia.


"Sayang ... kalian layak bahagia Nak," gumam mama Glori.


Menghampiri keduanya lalu merangkulnya dengan perasaan terharu.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2