All About El (Kesucian Yang Ternoda)

All About El (Kesucian Yang Ternoda)
143.


__ADS_3

Sesaat setelah berada di penthouse, Kai langsung membawa El ke kamar lalu membaringkannya di atas ranjang lalu menyelimutinya. Setelah itu ia kembali menghampiri Alex.


"Lex, thanks ya."


"Iya, Tuan. Apa masih ada yang Anda butuhkan?" tanya Alex.


"Nggak ada. Sebaiknya kamu pulang lagian ini sudah larut. Aku juga ingin beristirahat apalagi besok kita harus menyambut tuan Mashimaru," papar Kai.


"Baik Tuan, kalau begitu saya pamit," kata Alex lalu meninggalkan ruangan mewah itu.


Sepeninggal Alex, Kai kembali ke kamar lalu melepas semua pakaian yang melekat di tubuhnya. Sebelum ikut bergabung bersama El, ia mematikan lampu dan hanya menyalakan lampu tidur.


"Have a nice dream sayang," bisik Kai lalu lalu mengecup kening El lalu membawanya masuk ke dalam pelukannya.


Beberapa menit kemudian matanya pun ikut terpejam dan masuk ke alam mimpi.


Di saat Kai dan El tengah menyelami alam mimpi, beda halnya dengan Tara yang kini tampak berada di B.A Pub.


"Tara, sebaiknya kamu pulang. Kasian Dian," saran Daniel.


Namun Tara hanya bergeming, ia masih tampak betah berada di tempat itu. Pikirannya semakin melayang memikirkan El. Di satu sisi ia membenci di satu sisi lagi ia masih menyimpan rasa.


"Sh*it!! Kenapa aku nggak bisa melupakannya?!Semakin aku membenci semakin dalam rasa cinta ini. Lalu aku harus bagaimana? Sedangkan Dian saat ini sedang mengandung anakku," gumamnya


Sedangkan Daniel yang berada di kursi satunya tampak asik berbicara dengan seseorang bahkan sejak tadi keduanya terus tertawa.


"Dan, aku pulang dulu," pamit Tara.


"Ya, kamu hati-hati. Atau mau aku antar?" tawar Daniel.


"Nggak perlu. Aku bisa sendiri," tolak Tara dan mulai melangkah meninggalkan Daniel.


Sepeninggal Tara, Daniel kembali melanjutkan obrolannya dengan gadis itu yang tak lain adalah Vira teman El sewaktu masih mendekam di penjara.


"Vir ... apa kamu belum pernah bertemu dengan El?" tanya Daniel.


"Sejak terakhir aku bebas, aku bahkan belum pernah bertemu dengannya sekalipun. Aku benar-benar kehilangan jejaknya. Jujur saja aku sangat merindukannya," aku Vira.


"Jika kamu ingin bertemu dengannya, kamu bisa mencarinya di Kota X. El kuliah di Kampus W," jelas Daniel.


"Beneran?!" tanya Vira seolah tak percaya padahal ia sering ke kota itu karena urusan bisnis.


"Ya. Jika kamu mau kapan-kapan kita bisa menyambangi El di kampusnya. Apalagi baru-baru ini El baru saja ke kota ini. Katanya ada berkas yang ingin di ambilnya," jawab Daniel.


"Kenapa kamu nggak menghubungiku," kesal Vira.


"Aku lupa. Lagian kamu ke mana saja sih? Bahkan kami sempat bertemu di sini," jelas Daniel.


"Ih ... kamu jahat banget Dan," kesalnya lalu memukul dada pria bermata sipit itu.

__ADS_1


Daniel hanya terkekeh lalu memegang kedua tangan gadis itu lalu mengecup bibirnya.


"Sudah. Aku akan minta izin dulu pada Tara nanti. Jadi kita bisa sama-sama ke kota X bertemu dengannya," janji Daniel.


"Terima kasih," ucap Vira lalu memeluknya.


"Sama-sama, sebaiknya aku mengantarmu pulang saja," tawar Daniel.


"Nggak usah Dan. Kamu di sini saja," tolak Vira.


"Baiklah, kamu hati-hati ya," bisik Daniel dan di jawab hanya dengan anggukan kepala dari Vira.


Malam semakin larut arah jarum jam terus berputar hingga tak terasa matahari kembali akan menyinari bumi.


Saat Kai membuka matanya, ia langsung tersenyum karena yang pernah menjadi pemandangannya adalah wajah cantik istrinya yang masih tertidur pulas.


"Morning sayang," bisik Kai seraya mengelus wajah istrinya. Namun El tak bergeming bahkan matanya tetap terpejam rapat.


"Sepertinya dia, benar-benar kelelahan," desis Kai lalu menatap jam dinding yang sudah menunjukkan jam 7 pagi. Ia pun segera bangkit dari tidurnya lalu menuju kamar mandi membersihkan dirinya.


Selang beberapa menit kemudian, ia kembali ke kamar lalu ke walk in closet memilih salah satu setelan jas berwarna hijau army.


Lagi-lagi Kai mengulas senyum membayangkan El yang sering menyiapkan pakaian kantornya.


Setelah merasa cukup rapi, ia pun kembali menghampiri ranjang lalu membangunkan El.


"Sayang, wake up," bisik Kai di sertai dengan kecupan di kening dan bibirnya. Namun lagi-lagi El tak bergeming dan tetap memejamkan matanya.


Sesaat setelah berada di parkiran, ponselnya bergetar.


"Daniel?!" lirihnya menatap kontak yang memanggil.


"Hallo, ada apa Dan?"


"Apa kamu di kota X?"


'Nggak, aku di kota A sekarang. Memangnya ada apa?"


"Nggak apa-apa Kai..Apa El bersamamu?" selidiknya.


"Nggak, dia sudah pulang ke kota X. El cuma sehari saja di sini," bohong Kai.


"Oh ya, Dan ... sudah dulu ya, soalnya aku buru-buru mau ke kantor. Aku harus bertemu dengan investor dari Jepang," kata Kai.


"Ok, baiklah."


Setelah itu Kai memutuskan panggilan telfon lalu melanjutkan perjalanan menuju kantor.


********

__ADS_1


Tepat jam sembilan pagi, Kai sudah berada di ruangan meeting menanti kehadiran tuan Mashimaru. Ia di temani oleh Alex dan beberapa karyawan.


Tak lama berselang pintu ruangan meeting dibuka. Dengan senyum ramah, Kai menyambut kedatangan tuan Mashimaru.


"Welcome back to my office Mr. Mashimaru," ucap Kai dengan seulas senyum.


"Thank you, Mr. Kai nice to meet you again.


Setelah mengobrol sejenak, mereka pun kini tampak serius membahas pekerjaan dan melanjutkan hubungan kerjasama.


Bahkan tuan Mashimaru kembali menanam saham di perusahaan Kai.


Satu jam berlalu, baik Kai maupun Tuan Mashimaru sama-sama menandatangani dokumen penting.


Setelah itu, tuan Mashimaru pamit undur diri.


"Mr. Kai, thank you so much. We will meet again next time.," kata tuan Mashimaru lalu menjabat tangan Kai.


"You're welcome Mr. Mashimaru. Have a nice day and enjoyed," balas Kai lalu tersenyum.


Setelah itu tuan Mashimaru dan rombongannya pun meninggalkan ruang meeting itu.


"Alex, tolong bereskan meja ini dan berkas-berkas penting tadi tolong bawa ke ruang kerjaku," perintah Kai lalu meninggalkan ruang meeting.


Ketika ia berada di ruangannya, ia langsung mendaratkan bokongnya di kursi kerjanya lalu memejamkan matanya.


"Lord, tubuhku rasanya lelah banget," gumamnya.


Namun saat membayangkan wajah istrinya ia merasa ingin segera pulang. Namun terpaksa ia tahan karena banyaknya file yang harus ia tanda tangani.


"Baru saja tiga hari aku meninggalkan pekerjaanku, berkasnya sudah menumpuk seperti ini," gumamnya lagi.


Ia pun kembali melanjutkan pekerjaannya, berharap agar segera selesai. Tak lama berselang pintu ruangannya di ketuk.


"Tuan ini semua berkas penting yang anda minta tadi," kata Alex lalu meletakkan berkas yang sudah ia tanda tangani.


"Ah ya. Thanks ya Alex. Tolong pesankan aku teh hangat. Sekalian pesankan aku makanan," pinta Kai.


"Baik Tuan. Apa masih ada lagi?" tanya Alex.


"Nggak ... hanya itu saja. Sekarang kamu boleh kembali ke ruanganmu," imbuhnya.


Alex hanya menunduk takjim lalu meninggalkan ruangan itu.


*


*


*

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya dengan meninggalkan jejak like, coment, vote dan gift jika berkenan 🀭πŸ₯°πŸ™ .... Dukungan dari kalian sangat berarti dan sangat berharga bagi author pemula sepertiku. πŸ™πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2