All About El (Kesucian Yang Ternoda)

All About El (Kesucian Yang Ternoda)
134. Aku pernah gagal ...


__ADS_3

Seusai makan malam bersama, mereka memilih bersantai di taman belakang mansion.


Saling share antara satu sama lain. Tadinya mama Glori mengira Mike dan Lois adalah pasangan kekasih. Namun dengan cepat di tepis oleh gadis blasteran itu.


"Lois ... menurut tante, nggak ada salahnya kalian menjalani hubungan dulu. Cinta bisa tumbuh kapan saja," kata mama Glori sembari mengelus lengan gadis berparas cantik itu.


"Tuuuh ... dengerin apa kata mama," sambung El lalu terkekeh.


Sedetik kemudian El kembali menjentikkan jarinya lalu menatap Lois dan Mike bergantian.


Seketika Lois dan Mike menatapnya curiga.


"Kenapa?" tanya keduanya bergantian.


"Bagaimana jika kalian sekalian jadi pengantin. Ibaratnya setelah menikah baru pacaran," usul El.


Mike dan Lois saling berpandangan. "Jangan ngaco kamu," kata Lois.


"Gimana Mike?" sambung Kai. "So, kita bisa honeymoon bareng."


Mike mengangkat bahunya acuh sembari meneguk kopi.


"Sepertinya nggak dulu deh. Apalagi aku pernah gagal. Aku nggak ingin itu terjadi lagi," jelas Mike.


"Sayang sekali," celetuk mama Glori namun memakluminya.


"Mike, apa kamu nggak ada rasa sedikit saja pada Lois?" tanya El.


"Aku nggak tahu, Dear. Tapi kita lihat saja nanti," kata Mike dengan senyum tipis.


Pembicaraan mereka terus berlanjut sebelum akhirnya suara Damian menyapa mereka.


"Waaah ... kelihatannya seru banget," kata Damian. Ia langsung duduk di samping Kai seraya merangkul bahu sepupunya itu.


"Damian, kamu mau ke mana?" tanya mama Glori.


"Aku ingin mengajak mereka ini jalan-jalan, Mah. Mumpung mereka masih ada di sini," jelas Damian.

__ADS_1


"Maaf Damian tapi malam ini aku ingin bersama mama," tolak Kai.


"Sebaiknya kamu ajak Lois dan Mike saja," usul Kai sembari melirik keduanya.


"Kalau aku sih, nggak masalah mumpung masih berada di kota ini sekalian liburan," celetuk Mike dengan seulas senyum.


"Boleh deh. Kapan lagi di ajak jalan-jalan sekalian dibawa ke tempat-tempat menarik di kota ini," timpal Lois dengan sembringah.


"Ya sudah, kalian siap-siap, aku tungguin di sini saja," seru Damian lalu melirik El dan Kai.


Sambil menunggu Mike dan Lois, Damian mengajak sepupu serta calon iparnya itu mengobrol sejenak.


Selang beberapa menit kemudian, Lois dan Mike mengajak Damian sekalian berpamitan pada mama Glori, El juga Kai.


Sepeninggal Damian, Lois dan Mike. Mama Glori mengelus kepala El.


"Sayang ... besok mama akan menunggu kalian di butik ya," pesan mama Glori.


"Iya, Mah," sahut El dan Kai.


"Kalau begitu, mama masuk dulu soalnya mama ingin istirahat dulu."


*******


Beberapa jam berlalu ...


"Sayang ... aku ke kamar saja," bisik El.


"Kenapa?"


"Aku sudah ngantuk lagian ini sudah jam sepuluh. Kok mereka belum pulang ya," kata El.


"Biarkan saja mereka menikmati keindahan kota Berlin malam ini. Siapa tahu mereka berjodoh sekalian punya rencana honeymoon di negara ini nantinya," balas Kai. "Yuk, ke kamarku saja."


"Boleh deh sambil menunggu Lois pulang," ucap El.


Sesaat setelah berada di dalam kamar, El langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

__ADS_1


Menatap langit-langit kamar lalu kembali memejamkan mata.


Sedetik kemudian ia kembali membuka mata lalu merubah posisinya menjadi miring. Menatap lekat punggung telanjang Kai.


Kulitnya yang terkesan eksotis kontras terlihat jelas saat ia berdekatan dengan sang calon suami. Ia kemudian bangkit dari pembaringan.


Menghampiri lalu memeluknya dari belakang. Seketika Kai langsung tersenyum sembari mengelus lengan yang melingkar di perutnya kemudian berbalik.


"Ada apa?" bisiknya lalu menangkup wajah cantik wanitanya. Mendaratkan kecupan di kening turun ke bibir.


"Nggak apa-apa, hanya ingin memelukmu saja." El balik berbisik lalu membenamkan wajahnya di dada bidang Kai.


Hening sejenak ...


"Tidur yuk, aku juga sudah ngantuk," ajak Kai.


Keduanya menghampiri ranjang. Perlahan merebahkan tubuh di ranjang empuk itu.


"Sayang," bisik Kai yang kini sedang mengungkung El. Menatap lekat wajah gadis itu kemudian menyatukan keningnya.


"Ada apa?" El mengelus rahangnya lalu tersenyum.


Tak ada jawaban dari Kai. Ia kemudian berbaring di samping wanitanya lalu mengisyaratkan supaya gadis itu tidur dia atas tubuhnya.


Entah mengapa ia merasa sangat nyaman saat El tidur di atas tubuhnya. Hangatnya kulit yang saling bersentuhan membuat dada juga perutnya seolah menjadi terapi.


Sepuluh menit kemudian, suara dengkuran halus gadis itu mulai terdengar teratur yang menandakan jika ia sudah tertidur.


"Have a nice dream, Sayang," bisik Kai sembari terus mengelus punggung El dengan sayang.


Malam semakin larut. Perlahan Kai membalikkan badannya sekaligus memperbaiki posisi tidur El.


Sebelum menyusul El masuk ke alam mimpi, ia membuka laci nakas lalu mengambil obatnya.


Menatap lekat pil yang rutin ia minum. Setelah meminum obatnya ia pun kembali berbaring di samping El.


Membawa gadis itu masuk ke dalam pelukannya lalu memejamkan mata.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2