
Visual Tokoh ....
Ellin Davina
Kai Intezar Abraham
Bima Argantara Mulia
.
.
.
Rumah Sakit Kota A
Akibat pukulan bertubi-tubi yang dilayangkan Tara ke perut Kai, akibatnya Kai sempat memuntahkan darah sebelum akhirnya ia tidak sadarkan diri.
Kai terpaksa dibawa ke rumah sakit Kota A. Tampak ia sedang terbaring lemah di atas bed kamar VIP. Sedetik kemudian dokter Mike menghampirinya sambil menggelengkan kepalanya.
"Mr. Kai, Anda sudah sadar?" tanyanya dan Kai hanya mengangguk. "Apa yang terjadi? Sampai-sampai Anda bonyok begini dan kembali memuntahkan darah? Jangan bilang, Anda habis minum lalu membuat onar?" tanya dokter Mike.
Kai hanya tersenyum miris lalu menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan beruntun dari dokter Mike.
"Lalu?" sambung dokter Mike.
"Aku habis adu jotos dengan Tara," sahut Kai.
"Tapi kenapa? Bukankah kalian bersahabat?" Dokter Mike dibuat bingung dengan ucapan Kai.
"Itu dulu ... Tapi sekarang tidak. Kami bermusuhan dan itu karena ....." Kai tidak melanjutkan kalimatnya.
"Karena apa?" Dokter Mike semakin penasaran.
"Panjang ceritanya." Kai pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi.
__ADS_1
Dokter Mike sangat terkejut mendengar semua penjelasan Kai. Tanpa sadar ia mengepalkan kedua tangannya dan ingin memberikan bogem mentah ke wajah Kai, namun ia urungkan dan langsung meninju udara.
"Aku tahu, aku salah dan tak pantas di maafkan. Bahkan aku pantas dibenci. Dan aku menyesali semua perbuatan ku padanya," lirih Kai. Ia meneteskan air matanya.
Dokter Mike menarik nafasnya dalam-dalam. Ia kembali menatap Kai. "Mr. Kai. Aku ingin bertanya satu hal padamu dan kamu harus menjawabnya dengan jujur."
Kai hanya mengangguk. "Jika sejak awal kamu tahu El, adalah seorang yatim piatu dan sebatang kara, apakah kamu akan tetap melakukan hal yang sama?" tanya dokter Mike dengan serius. "Apalagi Anda terkenal kejam," sambung dokter Mike.
Sebelum menjawab, Kai menghela nafas. "Aku tidak sekejam itu dokter Mike. Jika sejak awal aku tahu El seorang yatim piatu, aku tidak akan melakukan hal yang sama. Apa kamu tahu? Bahkan aku sampai mencari data dan informasinya, tapi aku sama sekali tidak bisa mengakses informasi tentang El. Itu karena ada seseorang yang mengunci aksesnya. Aku baru tersadar jika itu ulahnya Tara. Aku baru menyadari itu ketika ia mengumumkan dirinya sebagi CEO B.A.M, aku tahu benar jika perusahaannya bergerak di bidang IT dan sistem perangkat lunak. Tara juga sangat menguasai bidang itu," ungkap Kai.
Setelah menjelaskan dengan jujur. Keduanya kembali terdiam. Ruangan itu kembali hening.
"Lalu, di mana El sekarang?" tanya dokter Mike.
"Sampai detik ini, aku masih mencarinya dan sudah menyuruh orang-orang kepercayaan ku menyebar di beberapa kota, tapi belum ada informasi."
Dokter Mike hanya mengangguk. "Aku juga berharap El segera di temukan. Dan ... Semoga Anda segera pulih." Dokter Mike meninggalkan Kai.
.
.
Setelah melampiaskan kemarahannya kepada Kai. Tara minta langsung di antar ke apartemennya.
Daniel yang masih setia menemaninya, kembali menghampirinya. "Tara, sudah lah, tenangkan dirimu," ucap Daniel.
"Bagaimana aku bisa tenang, Dan. Aku tidak bisa menerima ini semua. Aku yakin, El pasti masih ada di kota ini sekarang. Semua barang-barang miliknya sudah tidak ada walk in closet. Dia hanya meninggalkan barang-barang pemberianku saja. Andai saja aku nggak ikut ke kota X, saat ini El sudah bersama ku," geramnya.
"El bahkan tidak meninggalkan jejak sama sekali. Alat pelacak yang aku tempel di motornya sudah tidak berfungsi. Ruang monitor pemantau CCTV dan yang ada di apartemennya juga tidak meninggalkan jejak. Dia lebih cerdas dari perkiraan ku," sambungnya lalu meneguk minumannya.
.
.
El kembali mengerutkan alisnya. "Huh!!! Apa peduliku dengan si bastard itu? Menyebalkan!" ucap El dengan kesal. Ia kembali memakai helmnya lalu kembali memacu motornya.
El kembali ke hotel. Setelah memarkir motornya, ia dihampiri oleh beberapa orang pria. El menatap heran.
"Permisi, Mbak. Pernah lihat gadis ini nggak atau mengenalnya mungkin?" tanya pria itu.
Dengan susah payah, El menelan salivanya.Ia pun bersikap santai. "Nggak, Bang," jawab El.
__ADS_1
"Ya sudah. Terima kasih ya," ucap mereka dan El hanya mengangguk. "Sepertinya Tara tahu, aku ada di Kota ini. Apa dia sudah kembali ya?" gumam El. Ia pun menenteng helmnya masuk ke dalam hotel.
Sesaat setelah masuk ke kamar hotel tempatnya menginap, El langsung merebahkan dirinya lalu menatap langit-langit kamar.
"Tara, forgive me. Terimalah, Dian. Dia gadis yang baik dan sederajat denganmu. Siapalah aku ini hanya gadis biasa, yatim-piatu dan sebatang kara. Sesungguhnya, aku juga ragu menjadi bagian dari keluargamu. Aku takut diriku bisa membuat keluargamu malu." El terisak memikirkan nasibnya.
"Aku tetap akan menghadiri pernikahan kalian dengan diriku yang seperti ini. Tapi setelah itu, aku akan kembali menjadi diriku sendiri. Siap tidak siap, mau tidak mau aku harus siap menghadapi kalian. Jujur saja aku lelah menjadi orang lain," ucapnya lirih.
.
.
Malam harinya ...
El kembali ke bengkel Bimbo. Lagi-lagi El dibuat terkejut karena Tara dan Daniel terlihat sedang berbicara dengan Bimbo.
Ia kembali memundurkan langkahnya dan kembali menunggangi kuda besinya. Pikirnya, jika ia menyapa Bimbo, otomatis Tara langsung mengenalnya karena Bimbo pasti memangilnya El.
Akhirnya El ke salah satu cafe. Ia memesan makanan dan minuman untuk mengisi perutnya. Sambil makan, ia sesekali tersenyum mendengar lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi cafe.
Setelah selesai makan, El membakar rokoknya lalu menghisapnya. Ia cukup menikmati suasana di cafe itu. El kembali mengeluarkan ponselnya lalu memesan tiket paling pagi untuk esok hari. Ia kembali lebih cepat karena semua urusannya sudah selesai di kota itu.
Jam sepuluh lewat tiga puluh menit, akhirnya El meninggalkan cafe itu, lalu kembali ke bengkel Bimbo. Ia langsung bernafas lega setelah Tara dan Daniel sudah tidak ada di bengkel. El buru-buru menghampiri Bimbo yang sedang berada di ruang kerjanya.
"El?" sapanya.
El mengulas senyum lalu menghampirinya. "Kamu nggak bilang-bilang tentang diriku kan pada kedua orang yang datang menemui mu tadi?" tanya El.
"Nggak El. Kok kamu tahu?"
"Tadi, aku sempat ke sini, tapi karena ada orang penting menemui mu, aku pergi lagi."
"Ada apa sih El?" tanya Bimbo penasaran.
"Pokoknya, ceritanya panjang. Jika aku kembali lagi ke Kota ini, aku akan menceritakan semuanya."
"Kamu benar, tadi mereka menanyakan motormu. Tapi aku jawab nggak tahu saja. Sukurnya platnya sudah terganti," ungkapnya.
"Thanks ya, Bim. Aku ke sini mau antar motor saja. Besok aku akan berangkat pagi. Kamu antar aku pulang ke hotel sekarang ya. Dan ... Ini kunci motor," pinta El.
"Ok, kita pakai mobil saja, El. Helm, kamu bawa saja," ucap Bimbo.
__ADS_1
...----------------...