All About El (Kesucian Yang Ternoda)

All About El (Kesucian Yang Ternoda)
28. Membuat Viona kesal ...


__ADS_3

El masih betah berada di danau itu. Gadis itu tampak masih saja menyesap rokoknya sambil memikirkan sesuatu.


Setelah merasa puas menikmati keindahan di danau tersebut, ia pun berdiri dan menghampiri motornya.


El kembali memacu motornya ke arah rumahnya yang sudah dua tahun lamanya ia tinggalkan.


Sementara itu, Tara yang masih dalam perjalanan menuju danau, kembali mengecek ponselnya.


Duh ... El menuju rumahnya, kenapa aku lupa memberitahunya, jika rumahnya sudah terjual. Sebaiknya aku menyusulnya.


Tara terpaksa memutar arah menyusul El yang sedang menuju rumahnya.


Setelah gadis itu tiba di rumahnya, ia terus menatap rumah peninggalan orang tuanya itu. Karena tidak memiliki kunci, ia hanya bisa duduk di teras rumahnya sambil merokok.


Tak lama berselang, Viona si musuh bebuyutannya menghampirinya dengan senyum sinis sekaligus mengejek menatapnya.


El memutar bola matanya malas lalu menghembus asap rokoknya dengan kasar.


"Waahh ... enak bener ya hidupmu. Seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa," sindir Viona.


"Hmm ... ."


Tidak lama kemudian, Tara pun tiba lalu menghampiri gadis itu.


Melihat Tara sedang menghampirinya. Seketika otaknya memunculkan ide. Sebelum berdiri ia mematikan api rokoknya lalu membuangnya begitu saja.


"El."


"Sayaaang ... kamu kok lama banget sih?!" ucapnya manja. "Aku lelah menunggumu," sambungnya seraya memeluk dan mengecup bibir Tara.


Tara merasa sangat terkejut dengan perlakuan El kepadanya. Ia membalas pelukan gadis itu lalu tersenyum. Namun detak jantungnya langsung berdebar kencang.


El kembali menangkup wajah pria itu lalu kembali mencium bibirnya. Ia tak menyadari jika ulahnya itu memancing se*ks addicted Tara. πŸ˜…


Damn!! El, apa yang kamu lakukan?


"Apa kamu masih ingin di situ, hmm? Kamu tahu kan jika aku ini wanita jala*ng," sindirnya. "Apa kamu ingin tahu? Hari ini aku ingin bersenang-senang sekaligus ingin bergulat panas dengan kekasihku ini," jelasnya. "Soalnya sudah dua tahun lamanya kami nggak berbagi len*dir," kata El lalu menatap Tara.


Mendengar ucapan mesum gadis itu, Viona langsung merasa kesal bukan kepalang. Melihat wajah Viona yang begitu kesal, El sebenarnya ingin tertawa namun di tahannya. Ia juga merasa geli dengan ucapannya sendiri.πŸ˜…


Ucapan bernada lembut di sertai dengan sentuhan gadis itu, malah benar-benar memancing hasratnya seorang Tara.


Oohh, damn!!! Please calm down Tara. Jantung ada apa denganmu?


Saking kesalnya, Viona langsung meninggalkan El dan Tara sambil mengumpat.


Sepeninggal Viona, El langsung terbahak-bahak. Ia tidak bisa menahan tawanya melihat ekspresi wajah Viona.


"El? Apa kamu benar-benar serius dengan ucapanku tadi" bisik Tara dengan tatapan mendamba. "BERBAGI LEN*DIR," tekan Tara dengan senyum penuh arti.


"Cih ... apa kamu sudah nggak waras?" decihnya sambil tertawa. "Kamu ke sini bawa kunci rumah kan?" tanya El lalu menadahkan telapak tangannya.


Tara menggelengkan kepalanya.


"Lalu?"


Tara mendekatkan bibirnya persis di telinga El lalu berbisik, "Mengajakmu ke hotel, bergulat panas dan berbagi len*dir."


El langsung melotot tajam. "Tara!!!!" pekiknya merasa kesel lalu memukul dadanya.


"Lagian siapa suruh kamu sudah membangunkannya," goda Tara. "Kamu tahu kan, aku ini seorang player."

__ADS_1


El langsung mencubit perut liatnya sekuat mungkin.


"Aww .... ssstt ..." ringis Tara.


"Terus gimana dong?"


"Kita ke apartemen saja dulu," ajaknya lalu mengelus pipi El.


El menatap penuh selidik, curiga dan merasa was-was.


"Kamu nggak ada niat macam-macam kan sama aku?" Ia menyipitkan matanya dengan bibir mencebik.


Tara langsung tertawa menatap wajah El yang menatapnya penuh selidik.


"Nggak El, kamu terlalu berharga buatku. Aku nggak akan tega melakukanya padamu," bisiknya lalu mengecup puncak kepala gadis itu.


Tara memberikan alamat apartement itu kepada El.


"Aku duluan dan menunggumu di sana. Banyak hal yang ingin aku bahas denganmu," ucapTara.


"Ok, Boss."


Tara pun meninggalkannya dan kembali melajukan mobilnya ke arah apartemen yang telah ia siapkan untuk El.


"Ternyata dia bisa bersikap manja juga. Gemes banget lihat wajahnya barusan," gumam Tara lalu tersenyum.


.


.


.


Apartemen Xxx ...


"Ini anak cepat juga sampainya. Perasaan tadi aku sudah jauh. Seperti apa ia memacu motornya itu? Crazy girl," gumam Tara lalu geleng-gelang kepala.


Ia pun keluar dari mobil lalu mengajak El masuk ke dalam lift dan menekan angka 10 tempat di mana unit El berada.


Begitu pintu lift terbuka,Tara mengajaknya menghampiri pintu unitnya lalu menekan akses code.


"El, passwordnya tanggal lahir kamu."


El mengerutkan keningnya merasa heran. "Tara, kamu tahu dari mana tanggal lahirku?"


Tara terkekeh. "Apa sih, yang Tara nggak tahu?" ucapnya dengan santai lalu mengajaknya masuk ke ruangan itu.


Hening sejenak....


Hingga El membuka suara.


"Tara, kamar tamu ada di mana? Aku ingin beristirahat sejenak."


"Ayo, aku tunjukkan." Tara meraih tangan El dan membawanya naik ke lantai dua.


"Tara, apartemenmu ini cukup mewah. Pasti harganya mahal, beda dengan unit apartemen biasa," kata El sambil mengikuti langkah pria itu hingga kedua sampai di dalam kamar.


"Ini kamarnya," kata Tara.


"Waaah ... kamarmu bagus banget," aku El lalu naik ke atas ranjang kemudian merebahkan tubuhnya sambil berguling-guling di atas ranjang empuk itu sambil tersenyum.


Tara hanya terkekeh melihatnya yang bertingkah seperti anak-anak.

__ADS_1


"Aku numpang tidur sebentar ya. Oh ya, aku mau mandi dulu, setelah itu aku ingin tidur sepuasnya," akunya lalu bangkit dari pembaringanya dan menuju kamar mandi.


Lagi-lagi hanya bisa terkekeh kemudian menggelengkan kepalanya melihat semua tingkah konyol El.


Setelah berada di dalam kamar mandi. El Mengisi bathtub dengan air lalu mencampur sedikit sabun untuk membuat busa.


Begitu bathtub penuh, barulah ia melepas semua pakaiannya lalu mulai merendam dirinya sekaligus merelaksasi otot dan pikirannya.


"Mmmmm ....." El memejamkan matanya dan menyandarkan punggungnya di sandaran bathtub


Cukup lama ia merendam tubuhnya. Mungkin ingin memuaskan dirinya. Apalagi sudah dua tahun ia tidak pernah berendam dengan air hangat.


Sementara itu, Tara yang masih betah berada di kamar, melangkahkan kakinya ke arah balkon.


"El ngapain sih? Lama banget mandinya? Apa dia ketiduran?" gumamnya lalu kembali terkekeh.


Merasa bosan menunggu, akhirnya ia keluar dari kamar itu lalu turun ke bawah.


"Sebaiknya aku delivery food saja. El pasti belum makan," gumamnya.


Setelah memesan makanan lewat aplikasi. Ia pun menyalakan TV.


Sedangkan El, setelah selesai berendam dan mengguyur tubuhnya di bawah shower. Ia pun kembali ke kamar.


"Duuuh ... aku kok, bego banget sih? Ini kan, bukan rumahku, mana bajuku basah semua lagi. Gimana ini?" ucapnya getir.


Karena tidak mau ambil pusing, ia pun mengunci pintu kamar dan masuk ke walk in closet mencari baju kaos Tara.


Namun ia cukup terkejut ketika berada di walk in closet itu karena sudah tersedia baju cewek lengkap dengan dalaman yang serba baru.


"Daripada bugil, mending aku pakai saja. Lagian, ini semua masih baru dan masih ada segelnya," gumamnya sambil terkekeh.


"Palingan ini semua milik salah satu pacar simpanannya. Dasar maniak," tutur El lagi dan masih terkekeh.


Ia pun mengambil salah satu hot pants dan baju kaos milik Tara lalu mengenakannya.


Setelah berpakaian, ia segera keluar dari ruangan itu dan langsung merebahkan dirinya di atas ranjang lalu memejamkan matanya.


Tak butuh waktu yang lama, gadis itu akhirnya tertidur.


Sementara di ruang tamu Tara masih tampak sedang menonton TV.


Tak lama berselang terdengar bel pintu berbunyi.


Ia segera beranjak dari sofa lalu menghampiri pintu kemudian membukanya.


"Pak, ini pesanan Anda," kata bang ojol seraya mengulurkan paper bag makanan.


Tara hanya mengangguk lalu membayar makanan pesanannya.


"Terima kasih ya, kembaliannya buat Abang saja," kata Tara lalu tersenyum.


Setelah menutup pintu, ia meletakkan paper bag makanan di atas meja lalu menapaki tangga menuju kamar.


"Kok, pintunya di kunci sih? El ... setakut itu kah dirimu?" Tara men*desah pelan lalu mencari kunci serep.


Setelah membuka pintu, ia tertegun menatapnya. Ia menghampiri El lalu duduk di sisinya kemudian mengelus wajahnya.


"Tidur lah El, aku tahu selama mendekam di penjara, kamu tidak pernah tidur senyaman ini," bisiknya lalu mengecup lama kening gadis itu.


Ia ikut berbaring di sampingnya lalu membawanya masuk ke dalam pelukannya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2