
Tiga bulan kemudian ....
Kini sudah sebulan Kai dan El berada di kota X. Keduanya kembali aktif beraktifitas. Kai yang kembali di sibukkan dengan kerjaan kantor di kota X, sedikit terbantu dengan kecekatan asistennya.
Sedangkan El kembali aktif di kampus meski harus membagi waktu untuk mengurus ketiga bayinya di bantu mama Glori juga baby sitter berpengalaman
Bertepatan dengan hari ini adalah hari minggu, mansion Kai terlihat riuh dengan kehadiran teman-temanya.
Siapa lagi jika bukan Candra dan Lois, Vira dan Daniel, Tara dan Dian bersama baby Bara dan jangan lupakan Mike dan putranya Bryan.
Mama Glori yang ikut bergabung tampak sangat bahagia sekaligus terhibur dengan kehadiran mereka.
Di team pria, mereka sedang mengobrol santai, sesekali terdengar tawa memenuhi ruang tamu.
Sedangkan di team wanita mereka tampak sedang memasak dibantu oleh bibi dan beberapa ART.
"El, sebentar lagi kamu akan lulus kuliah. Terus kelanjutanku sebagai Dirut di El hospital bagaimana?" tanya Lois, sudah tak sabaran ingin melepas jabatan itu.
El terkekeh menatap wajah memelas temannya itu.
"Ya, bagaimana lagi, Lois. Kamu lanjut saja. Nggak usah protes, lagian sekalipun aku sudah lulus, kan harus menjalani koas dulu selama beberapa tahun. Nikmati serta jalani saja."
"Eeeellll," kesalnya Lois mendengar jawaban santai El.
"Nikmati serta jalani saja, kata El," sambung Vira dan Dian lalu terkekeh.
"Kalian juga, pakai dukung El segala. Ngeselin banget," gerutu Lois.
"Jangan marah aunty Lois," sahut Bryan yang berada di samping El.
Lois langsung tersenyum menatap bocah tampan itu kemudian mengelus kepalanya.
Satu jam berlalu ....
"Para hot Daddy, ayo kita makan bareng," tawar El.
Sontak saja para pria di ruang tamu itu menoleh ke arahnya lalu tersenyum. Beranjak dari tempat duduk menuju meja makan.
"Sayang, kamu nggak bergabung?" tanya Kai seraya merangkul pinggang istrinya.
"Kalian duluan saja, aku masih ingin menemani triplets, Bara dan Bryan. Mumpung kita lagi ngumpul begini," balas El dengan seulas senyum.
"Baiklah," ucap Kai lalu mengecup bibirnya.
"Ehemmm ... sempat-sempatnya curi ciuman," protes Tara.
Kai dan El langsung terkekeh. Setelah itu, ia lanjut ke ruang santai.
"Sayaaaang ..." sapanya dengan gemas. Ia mengecup kepala Bryan memangku Bara kemudian mengelus wajah bayinya satu per satu. "Mah, melihat mereka berkumpul seperti ini, aku masih ingin menambah anak," celetuknya.
"What?!! Beneran, El!!" pekik Lois yang tiba-tiba muncul.
"Hmm, beneran," balas El lalu mengecup pipi gembul Bara. "Dear ... apa sudah ada kabar bahagia?"
Vira menghela nafas lalu duduk di sampingnya.
"Belum, El," jawab Vira.
"It's Ok. Sabar saja. Berusahalah, aku yakin kalian pasti bisa," ucap El seraya mengelus punggung sekaligus menyemangati.
Sedetik kemudian El tersenyum jahil. "Jangan-jangan Daniel kurang hot di ranjang atau kurang go ...." Ucapan El terputus saat Vira langsung menyela.
"Siapa bilang." Vira tersipu malu.
"Ck, mesum," protes Lois lalu menoyor kepala El.
El dan Dian langsung terbahak.
"Sayang ... kamu apa-apaan sih. Nggak nyadar ngomong begitu ada Bryan," protes Mama.
__ADS_1
Setelah seharian berkumpul reunian bersama, akhirnya mereka berpamitan untuk pulang.
"Tara Dian, Mike Vira, Lois, Candra thanks sudah menyempatkan waktu untuk acara reunian ini. Aku berharap semoga hubungan pertemanan kita selamanya akan seperti ini dan berlanjut hingga ke anak-anak kita," kata Kai lalu memeluk teman-temannya itu.
"Sayang, mamy berharap kamu akan menjadi pelindung buat adik Bara, Faith, Hope, Joy dan adik yang masih ada di perut aunty Lois. Berjanjilah pada mamy," pinta El sembari mengangkat jari kelingkingnya.
"Yes, Mamy El, i'm promise," ucapnya lalu menautkan jari kelingkingnya dengan El.
"Good Boy," ucap El. Ia kemudian berdiri menatap Mike. "Aku akan selalu merindukan kalian."
"Thanks ya, El. Kalau begitu kami pamit," izin Mike dengan seulas senyum.
*******
Beberapa jam berlalu tepatnya jam 21.15 ...
Tampak mama Glori, El dan Kai berada di kamar baby triplets.
"Sayang ... hari ini mama merasa sangat bahagia. Mama seolah kedatangan anak-anak mama yang tinggal berjauhan. Mama sangat menikmati hari ini. Rasanya mama nggak ingin melewatkan hari ini," ungkap mama seraya menatap El dan Kai bergantian.
El menyandarkan kepalanya di pundak sang mertua lalu tersenyum.
"Tetaplah seperti itu, Nak. Jangan ada lagi perselisihan."
"Iya Mah," ucap El.
"Ya sudah, tidurlah. Mama juga ingin beristirahat," kata mama lalu meninggalkan kamar.
Sepeninggal mama, El mengecup baby triplets, mengajak Kai kembali ke kamar yang hanya bersebelahan dengan kamar baby triplets.
Sesaat setelah berada di kamar, keduanya duduk di sisi ranjang. El langsung menyandarkan kepala di dada suaminya. Mengelus perut tepat di bekas sayatan operasi Kai.
Kai menahan tangan istrinya. "Jangan terus mengelus bekas sayatan itu, Sayang," bisiknya.
"Kenapa," balas El.
El langsung melotot tajam. "Sayang, kamu?"
"Come on, Mamy, sudah tiga bulan aku menahannya," bisik Kai dengan suara serak. "Apa kamu nggak kasian padaku? Setidaknya kita bisa mempercepat kehamilan keduamu," goda Kai dengan tangan yang mulai menyusup masuk ke dalam piyama El.
"Sayang!!" kesal El lalu menahan tangan suaminya.
"Pleeease ..." Kai memelas.
"Pppppffff ... hahahaha." El langsung tertawa menatap ekspresi wajah suaminya. Terlihat sekali jika ia benar-benar ingin segera menuntaskan hasratnya.
"Mamy, come on," bujuknya sambil melepas kancing piyama El satu per satu lalu melepasnya begitu saja.
Entah sejak kapan keduanya kini polos. Kai kembali memberi sengatan-sengatan di titik sensitif istrinya sehingga membuat suara desa*han El langsung terdengar nyaring di telinganya.
"Sayaaaang."
"Apa kamu masih ingin menolak?" bisik Kai.
El tak menjawab melainkan hanya bisa menggigit bibir bawahnya.
Setelah puas bermain-main akhirnya keduanya melakukan penyatuan.
"Slowly ... Sayang, ingat kamu belum pulih sepenuhnya," peringat El seraya menangkup wajah suaminya.
"Ya, aku mengingatnya."
Setelah tiga bulan lamanya menahan hasrat, akhirnya ia bisa menuntaskan malam itu. Suara erangan bersahut desa*han saling berbalas hingga membawa keduanya mencapai puncak pelepasan.
Hawa kamar yang tadinya dingin seketika menjadi hangat dengan pergulatan panas itu.
"Sayang, terima kasih," bisik Kai setelah menyembur benihnya lalu mengecup kening sang istri.
My triplets, thanks Son. Kalian pengertian sekali, nggak menganggu aktifitas panas daddy dan mamy.
__ADS_1
"Tidurlah, Sayang." Kai membawa El masuk ke dalam pelukannya. Berharap benih itu akan berkembang.
Beberapa menit kemudian keduanya pun tertidur pulas.
...****************...
Tujuh tahun kemudian ....
Setelah menyelesaikan pendidikan di fakultas kedokteran, El menjalani koas terlebih dulu selama setahun kemudian ia memilih melanjutkan pendidikan untuk menjadi spesialis bedah.
Seperti di awal niatnya ketika menginjakkan kaki di kota X, El lebih memilih mengabdi di kota itu. Sedangkan Dian dan Tara, Vira dan Daniel juga Mike tetap menetap di kota A.
Seperti tahun-tahun sebelumnya mereka selalu berkumpul di waktu-waktu tertentu.
Kini di tahun yang ketujuh, mereka kembali menyempatkan waktu berkumpul bersama setelah liburan sekolah anak-anak mereka.
Mereka memilih berlibur di resort milik Kai di kota A.
Dari kejauhan tampak, Faith, Hope, Joy, Bara, Ruby dan Keane sedang bermain pasir ditemani oleh mamanya masing-masing. Sayangnya Mike dan Bryan kali ini tidak ikut bersama karena sedang berlibur di Australia.
"Kai, Dan, Candra, tampaknya mereka akrab banget ya," kata Tara sambil tersenyum menatap anak dan istri teman-temannya.
"Hmm, bahkan mamanya," sahut Candra.
"Tapi sepertinya Faith calon-calon pria dingin deh, Kai," timpal Daniel.
Kai hanya terkekeh mendengar celetukkan Daniel sambil menatap putra sulungnya itu.
"Aku hanya berharap dia tidak mewarisi sikap player dan kejam sepertiku," ucap Kai.
"Ya, aku juga," sahut Tara dan keempatnya langsung tertawa.
Kai menghela nafas. "Aku nggak menyangka jika anak-anak kita hampir seumuran. Sudah bisa di pastikan jika mereka akan sekolah, kuliah dan selesai bersamaan. Soal jodoh, pekerjaan yang akan mereka inginkan, aku tetap akan mendukung," kata Kai.
******
Malam harinya, mereka kembali berkumpul di restoran resort untuk makan malam bersama. Suasana di meja makan itu terlihat hangat dengan canda tawa bersama anak-anak.
Sebelum makan malam dimulai, Kai tampak berdiri lalu tersenyum.
"Tara, Dian. Candra, Lois. Vira, Daniel dan ponakan uncle yang cantik dan ganteng. Terima kasih karena kalian sudah mau menyempatkan waktu untuk berlibur bersama di resort ini," kata Kai. "Semoga pertemanan kita dan anak-anak kita akan tetap terjalin seperti pertemanan kita."
Setelah itu ia mempersilakan untuk menyantap makan malam.
*****
Beberapa jam berlalu setelah acara makan malam selesai, kini Kai dan El terlihat berada di kamar resort sedang menatap anak-anak mereka yang sudah tertidur pulas.
"Sayang, thanks for everything. Tak terasa sudah tujuh tahun usia pernikahan kita. Aku mencintaimu dan anak-anak kita.Tetaplah mendampingiku hingga maut yang memisahkan," ucap Kai lalu memeluk El kemudian mengecup keningnya.
❤️Satu-satunya hal sempurna yang dapat dibanggakan oleh alam semesta ini adalah cinta manis yang luar biasa.❤️❤️❤️
TAMAT
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Assalamu'alaikum, readers terkasih. Alhamdullilah akhirnya selesai juga kisah Kai dan El. Terima kasih atas dukungan kalian semua yang telah memfavoritkan novel ini, memberi like vote dan gift dengan sukarela. 😊🙏 Tanpa dukungan dari kalian, author bukan siapa-siapa.
Tak lupa juga saya berterima kasih banyak pada pihak NT yang telah menyediakan wadah platform ini untuk menyalurkan hobi menulis saya.🙏🥰😘😘
Untuk readers terkasih, sampai jumpa di next projects story triplets, Bara, Ruby, Keane dan Bryan. Masih ngumpul ide🤭😆✌️
Jangan lupa mampir di novel author yang masih ongoing;
*101 Days to be your partner
*Retaknya sebuah kaca
Mampir ya, salam hangat penuh cinta untuk kalian semua. 🥰😘😘😘
__ADS_1