All About El (Kesucian Yang Ternoda)

All About El (Kesucian Yang Ternoda)
91. Cintailah dia, sayangi dia dan bahagiakan dia ..


__ADS_3

Satu Minggu kemudian ...


Akhirnya hari spesial yang di nanti-nantikan oleh Dian dan Tara tiba juga. Sehari sebelumnya keduanya telah menggelar acara ijab qobul di kediaman pak Devan.


Sedangkan resepsi pernikahan keduanya akan digelar malam ini di salah satu hotel bintang lima milik Kai.


Sementara El kembali meminta izin cuti selama tiga hari untuk menghadiri resepsi pernikahan temannya itu.


Karena merasa Kai sedang sibuk dan tidak ingin membuatnya repot, El memutuskan berangkat ke Kota A tanpa sepengetahuan Kai dan memilih menginap di hotel xxxx tempatnya menginap saat itu.


Sebelum menghadiri resepsi pernikahan Dian dan Tara yang akan di langsungkan sebentar malam, El menyempatkan diri menziarahi makam orang tuanya dan tante Karin.


Setelah berziarah makam, El memilih mampir di salah satu taman kota. Kebetulan hari ini adalah hari minggu, taman itu ramai didatangi pengunjung.


Saat tengah asik memperhatikan orang-orang yang sedang berpiknik di taman itu, ponselnya tiba-tiba bergetar.


Ia pun merogoh tas kecilnya lalu mengeluarkan ponselnya. Ia mengulas senyum saat menatap nama kontak yang memanggilnya.


"Kai? Sedang apa kamu?" tanyanya.


Kai langsung mengalihkan ke panggilan video. El langsung menggelengkan kepalanya saat menatap Kai lewat layar benda pipihnya.


Bagaimana tidak, pria itu masih betah di atas kasur empuk dengan bertelanjang dada.


"Sayang, aku kangen," kata Kai. "Apa kamu sedang berada di taman kota?"


"Hmm ..." jawab El singkat.


Kai menautkan alisnya karena meras tak asing dengan taman tempat El berada sekarang. Ia langsung mendudukkan dirinya.


"Sayang, katakan kamu sedang berada di mana sekarang?!"


El terkekeh menatap wajah panik Kai. "Apa perlu aku memberitahumu, hmm? Mandi sana baunya sampai ke sini," ledek El lalu terbahak.


Kai berdecak kesal karena El selalu saja meledeknya saat berbicara lewat benda pipih itu.


"Baiklah aku mandi sekarang. Nanti aku hubungi kamu lagi," pesan Kai lalu mengakhiri panggilan video itu.


"Maaf sering membuatmu kesal," gumam El.


Setelah cukup lama ia berada di taman itu, El memilih ke salah satu restoran cepat saji lalu memesan makanan. Sambil menunggu pesanannya ia kembali memainkan ponselnya.


Ia tidak menyadari ada seseorang yang sejak tadi terus memperhatikannya dari kejauhan. Begitu pesanannya datang, ia pun meraih nampan lalu memilih duduk di salah satu pojokan dekat dinding kaca restoran.


Ia pun mulai memakan sekaligus sangat menikmati makanannya. Sesekali jarinya tampak begitu lincah membalas email yang masuk ke ponselnya.


"Boleh aku bergabung?"


Suara pria itu seketika membuat El terlonjak kaget. Sebelum mengiyakan, ia menarik nafasnya dalam-dalam. Ia tahu benar siapa pemilik suara berat itu tak lain adalah Tara.


"Ya, silakan saja,," sahutnya kemudian lanjut membalas email dari kampusnya.


Setelah itu, El kembali melanjutkan makannya tanpa menawari Tara. Seketika idenya langsung muncul. Ia pun segera mengirim DM ke ponsel Dian.


Sedangkan Tara yang kini sedang duduk berhadapan dengannya terus memandanginya yang sedang memakan pizza kesukaannya.


Entah mengapa lidahnya tiba-tiba saja menjadi keluh sekaligus bingung ingin memulai pembicaraan dari mana. Karena El terlihat acuh padanya.


"Apa yang di katakan Candra, memang benar adanya. Gadis ini sedikit misterius dan terkesan judes."


"Ada apa? Kenapa menatapku seperti itu? Apa kamu barusan melihat wanita aneh sepertiku? Lebih tepatnya seperti wanita planet dari luar angkasa," ucap El dengan ketus.

__ADS_1


Ingin rasanya ia terbahak setelah mengucapkan kalimat itu. Namun sekuat mungkin ia menahan tawanya.


"Buseet, rasanya aku pengen ngakak detik ini juga."


"A-a-aku ..." ucapan Tara seketika terputus ketika seseorang memanggil El.


"Lun!" panggil Dian.


Mendengar suara Dian, El langsung mengulas senyum seraya mengangkat tangannya. Begitu Dian menghampirinya El langsung berdiri.


"Oh ya, Dian, sejak tadi suamimu sudah menunggumu. Katanya ada hal penting yang ingin dia katakan padamu," kata El.


Tara langsung mendongak menatap keduanya sekaligus melongo mendengar penuturan El.


"Baiklah, karena kamu sudah datang, aku sekalian pamit. Lagian sejak tadi aku sudah lama menemani Tara di sini," kata El lagi dengan santainya.


Lagi-lagi Tara dibuat melongo dengan ucapan El yang terkesan mengarang cerita.


"Damn! Pintar banget dia ngarang cerita," batin Tara merasa kesal.


Sebelum meninggalkan tempat itu, El memeluk Dian dengan erat lalu berbisik, "Selamat ya, Dian. Maaf, saat acara akad aku nggak hadir. Aku tunggu kabar bahagia selanjutnya dari kalian."


"Nggak apa-apa, El. Makasih ya. Jangan lupa ke acara resepsi nanti malam," pesan Dian dan dijawab dengan anggukan oleh El.


Gelagat keduanya tak lepas dari perhatian Tara. Ia juga sedikit merasa geram pada El karena sudah berbohong.


Setelah melepas pelukannya dari Dian, El kemudian meninggalkan restoran cepat saji itu. Setelah sedikit menjauh, ia langsung terbahak mengingat ucapannya tadi.


Setelah puas tertawa, ia pun kembali mencari tempat makan untuk mengisi perutnya yang masih lapar


Sepeninggal El, Dian duduk di tempat bekas duduk El lalu memperhatikan pizza yang baru habis sepotong bahkan minuman gadis itu pun hanya kurang sedikit.


"Tara ... kamu bilang ada hal penting yang ingin kamu katakan. Apa itu?" tanya Dian.


Dian terkekeh sembari menggelengkan kepalanya. "Anak itu ada-ada saja. Pasti ini hanya akal-akalannya supaya dia bisa pergi."


Sedangkan Tara, ia masih memperhatikan sisa pizza dan jus alpukat El dengan alis yang saling bertaut.


"Ternyata dia juga suka pizza dan jus alpukat? Sama persis makanan dan minuman favorit El."


.


.


.


Malam harinya tepat jam tujuh malam, acara resepsi pernikahan Dian dan Tara pun di mulai. Tampak tamu undangan sudah mulai hadir di acara resepsi itu.


Di atas pelaminan tampak kedua mempelai didampingi oleh orang tuanya masing-masing.


Dian begitu cantik dan anggun dengan gaun yang dikenakannya. Pun begitu dengan Tara, ia terlihat sangat tampan.


Keduanya tampak sangat serasi bak pinang dibelah dua. Senyum Dian terus terukir di wajah cantiknya namun tidak bagi Tara yang terlihat dingin.


Sementara itu, El yang masih berada di kamar hotel hanya memilih gaun simple berwarna maroon V neck mix putih samping kiri kanan namun terlihat elegan.


(Kira-kira contoh bajunya seperti ini 🀭🀭)



Setelah memoles bibirnya dengan lipstik berwarna nude, ia pun kembali memasang kacamata tebalnya lalu menatap dirinya sambil terkekeh.

__ADS_1


Sambil menunggu taksi online pesanannya, El menarik nafasnya dalam-dalam untuk menetralkan perasaannya yang sedikit gugup.


Setelah merasa cukup tenang, ia pun meninggalkan kamarnya menuju loby hotel.


Sesaat setelah berada di loby hotel, El memilih duduk sejenak di salah satu sofa tunggu untuk menunggu jemputan.


Selang beberapa menit kemudian ia pun beranjak menghampiri taksi online pesanannya setelah mendapat notif pesan.


"Bang, ke hotel di jln xxxx ya," pinta El sesaat setelah duduk di kursi penumpang.


"Baik, Neng."


Di sepanjang perjalanan menuju hotel, El merasa gugup. Jika saja saat ini ia sedang tidak berada di dalam mobil, ia pasti sudah menyesap rokoknya.


Tiga puluh menit kemudian taksi yang membawanya itu pun tiba di hotel bintang lima milik Kai.


"Terima kasih ya, Bang," ucap El dengan seulas senyum setelah itu ia pun turun lalu melanjutkan langkahnya menghampiri pintu hotel.


Ia pun mengeluarkan kartu undangannya lalu memperlihatkan kepada penerima tamu. Setelah itu, ia kembali melangkah menghampiri lift untuk membawanya sampai ke ballroom acara resepsi.


Dengan langkah kecil, El mengayunkan langkah kakinya memasuki ballroom hotel tempat resepsi itu digelar. Hingga langkah kakinya berhenti di atas pelaminan.


Dengan seulas senyum El menghampiri Pak Devan dan Bu Indira lalu menyalami keduanya. Setelah itu ia menghampiri Dian lalu memeluknya.


"Sekali lagi selamat ya, Dian. Aku turut berbahagia. Aku berharap hubungan pertemanan kita terus berlanjut," bisiknya dengan suara bergetar.


"Iya, Lun. Makasih Lun sudah mau menghadiri resepsi pernikahanku," sahut Dian.


El menoleh ke arah Tara lalu mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan pria yang dulu pernah mengisi hatinya, membela dan banyak membantunya.


"Selamat ya, Tara. Jangan sia-siakan gadis sebaik dan selembut Dian. Cintailah dia, sayangi dia dan bahagiakan dia," ucap El dengan nada lembut lalu mengulas senyum.


Tara hanya bergeming namun ekor matanya terus menatap El yang kini sedang menghampiri papa dan momynya. Ekor matanya terus mengikuti ke mana arah langkah gadis itu berhenti.


Entah mengapa ucapan gadis berkacamata tebal dan berambut keriting itu, mengingatkannya pada sosok El.


Ia terus memandangi El dari kejauhan yang tampak sudah bergabung dengan Candra dan Andra. Bahkan gadis itu terlihat sedang mengobrol santai dan sesekali tersenyum dengan Andra dan Candra.


Tak lama berselang Kai menghampiri ketiganya dan ikut mengobrol. Sesekali ia ikut tertawa bersama bahkan tampak bahagia.


Setelah beberapa menit bergabung dengan El, Candra dan Andra, ia pun meninggalkan ketiganya.


Sesaat setelah berada di pelaminan, ia pun mengucapkan selamat kepada Dian dan Tara. Jika Dian sangat senang bisa bertemu langsung Kai tapi tidak bagi Tara.


Ia malah terlihat sinis dan seolah menolak jabatan tangan dari mantan boss nya itu.


Kai hanya tersenyum lalu kembali bergabung dengan El, Candra dan Andra.


"Sayang, kenapa kamu nggak bilang-bilang jika kamu sudah ada di kota ini," bisik Kai dengan gemas.


El hanya terkekeh lalu meneguk minumannya. "Sengaja," jawabnya singkat.


"Kai, aku ingin ke toilet," bisiknya.


"Hmm, cepat kembali ya," bisik Kai balik.


Dari kejauhan Tara terus memperhatikan ke mana arah El berjalan. Seringai tipis penuh arti terbit di sudut bibirnya.


Sedangkan El terus melanjutkan langkahnya meninggalkan ballroom hotel. Tujuannya bukanlah ke toilet melainkan rooftop.


Sejak tadi, ia sudah tidak bisa menahan keinginannya untuk merokok karena rasa gugup yang masih menyelimuti dirinya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2