All About El (Kesucian Yang Ternoda)

All About El (Kesucian Yang Ternoda)
137. Please jangan biarkan El menangis lagi ...


__ADS_3

Sesaat setelah berada di loby hotel, Kai terus merangkul pinggang sang istri menuju tempat acara resepsi yang tak jauh dari hotel miliknya.


Sambil melangkah, senyum Kai dan El terus terukir di wajah keduanya menuju pelaminan.


Terlihat mama Glori, Damian, Mike dan Lois sudah menunggu dengan wajah bahagia sekaligus terharu.


Tanpa basa-basi, mama Glori langsung memeluk anak dan menantunya itu bergantian.


"Berbahagialah Nak, semoga pernikahan kalian langgeng hingga akhir. Harapan mama untuk kalian adalah jangan menunda untuk memiliki momongan."


"Terima kasih, Mah," balas Kai dan El serentak.


"Kai, El, sekali lagi selamat ya untuk kalian berdua," ucap Damian dan Mike lalu memeluk keduanya bergantian.


"El, selamat ya, Dear. Aku ikut berbahagia," timpal Lois.


"Thanks ya, Lois, Mike Damian," ucap El dan Kai.


Tak lama berselang Kai kembali merangkul pinggang istrinya menuju altar. Mengucapkan ucapan terima kasih kepada para tamu undangan serta kerabat keluarganya yang telah hadir.


Ia pun mengeluarkan sebuah kotak cincin dari dalam sakunya. Menatap lekat wajah istrinya lalu mengulas senyum.


"Sayang, cincin ini bukan hanya sekedar simbol pernikahan tetapi sekaligus sebagai tanda ikatan cinta dan kesetiaan yang tidak terbatas di antara kita berdua," ucap Kai lalu memakaikan cincin itu di jari manis sang istri.


"Terima kasih, Sayang," bisik El lalu memeluknya.


"Sama-sama, Sayang. Tetaplah bersamaku walau apa pun yang akan terjadi. Karena kamu adalah kebahagiaanku setelah mama," balas Kai kemudian mencium lama kening istrinya.


Seketika tamu yang hadir langsung bertepuk tangan lalu maju ke altar sekaligus untuk memberikan ucapan selamat kepada keduanya.


Walaupun resepsinya digelar secara sederhana dan tertutup, namun suasana wedding party itu menciptakan kesan yang hangat serta berkesan.


Tak hentinya Kai dan El berterima kasih kepada kerabat mama dan papanya yang sudah menyempatkan waktu untuk menghadiri acara resepsi itu.


Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Lois mengajak mereka berfoto ria.


"Kai, El, aku upload foto Mike dan El ya," izinnya lalu terkekeh. "Biar teman-teman kita mengira kamu dan Mike sudah menikah. By the way kalian serasi juga ya," kelakar Lois lalu tertawa.

__ADS_1


Ucapan gadis blasteran itu membuat Mike, Kai, El juga Damian hanya geleng-geleng kepala.


"Tapi kamu bakal berhutang jawaban kepada mereka nantinya," kesal Mike.


"Masalah itu gampang saja," jawab Lois dengan santai.


Sedangkan Kai, ia memilih meng-upload foto kebersamaan lengkap dengan mama Glori, Damian, Lois Mike dan istrinya. Mereka tampak tersenyum bahagia dengan background yang di dominasi dengan bunga mawar putih juga pink.


Kai membubuhkan caption yang sama seperti pagi harinya.


Puas berfoto ria, mereka akhirnya mulai menyantap hidangan makanan yang sudah disediakan.


Tak ada kata yang bisa terungkap melainkan perasaan bahagia sekaligus terharu yang Kai rasakan kini. Pencarian, penantian serta perjuangannya selama setahun lamanya, akhirnya berbuah hasil sekaligus menciptakan kebahagiaan.


Perjalanan rumah tangga serta kehidupan baru keduanya akan dimulai pada malam ini, besok dan selanjutnya.


Seperti yang pernah Kai ucapkan pada sang istri. Perjalanan rumah tangga mereka nantinya akan ada banyak batu sandungan yang menghalangi.


Namun keduanya sudah bertekad akan menghadapinya bersama sama.


"Sayang, apa kamu sudah siap menghadapi segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi dalam rumah tangga kita nantinya?" tanya Kai.


"Aku sudah siap, apa pun itu. Asalkan kamu terus berada disisi ku. Aku yakin kita bisa menghadapi semuanya bersama," jawab El lalu memeluk suaminya.


"Apa kamu mencintaiku?" bisik Kai.


El hanya mengangguk dalam dekapan suaminya. Anggukan dari sang istri membuat Kai semakin erat memeluknya.


"Apa kamu sudah siap menjadi ibu dari anak-anakku?" tanya Kai lagi. El kembali menjawab dengan anggukan.


Meski El menjawab hanya dengan anggukan, itu sudah cukup membuat Kai merasara sangat yerharu.


Jika beberapa bulan yang lalu El mengatakan belum siap untuk segera memiliki momongan tapi kini istrinya sebaliknya.


"Sayang, aku ingin kita secepatnya memiliki anak, aku hanya takut jika aku nggak bisa melihat wajahmu serta anak kita lebih lama."


Kai meneteskan air mata lalu membenamkan bibirnya di puncak kepala istrinya. Mendekapnya semakin erat dengan perasaan bahagia, terharu sekaligus getir.

__ADS_1


Dari kejauhan, Mike hanya bisa memandangi pasangan suami istri itu. Meski turut merasakan kebahagian ia juga sekaligus merasa sedih.


"Kai aku berharap kamu bisa bertahan lebih lama lagi. Please, jangan biarkan El menangis lagi. Aku berharap kamu mau jujur jika kamu saat ini sedang sakit."


.


.


.


Kota A waktu setempat. Kini sudah menghampiri dini hari. Namun Tara belum bisa memejamkan matanya


Ia memandangi wajah istrinya yang sejak tadi sudah tertidur dengan nyenyak. Karena penasaran, ia meraih ponsel Dian yang tergeletak di atas meja nakas.


Ia mencari nomor kontak El di benda pipih tersebut.


"Ternyata ini nomornya," ucap Tara setengah berbisik dengan senyum sinis.


Setelah itu, ia memilih naik ke rooftop lalu menghubungi nomor ponsel El. Beberapa kali ia mencoba namun diluar jangkauan.


Karena penasaran, ia membuka media sosialnya. Ia kembali erkejut saat menatap layar ponselnya. Menatap foto yang langsung muncul di berandanya.


"Apa dokter Mike dan El beneran menikah?" ucapnya menebak. "Dan yang ini, lagi-lagi Kai menuliskan caption yang sama. Postingan ini diupload baru beberapa menit yang lalu tapi nggak ada keterangan lokasinya."


"Sebenarnya mereka ada di mana ini," gumam Tara bertanya-tanya. Sedetik kemudian ia tersenyum sinis.


"Aku benar-benar nggak menyangka. Wanita yang aku kenal begitu menjaga dirinya, sekarang benar-benar terlihat murahan. Buktinya setelah puas bersama Kai, kini dia malah menikah dengan dokter Mike," tebaknya sekaligus menuduh.


"Apa karena ambisinya ingin mendapat gelar dokter?! Sulit dipercaya. Kita lihat saja nanti. Apakah ada pasien yang akan berobat denganmu?"


"Jika pasiennya tahu ternyata dokternya doyan bergonta-ganti pasangan, mereka auto pasti ilfil sekaligus enggan berkonsultasi," sinis Tara lalu menghembus asap rokoknya dengan kasar.


"Aku membencimu El. Setelah Kai, Mike dan setelah Mike, who next," gumamnya denga perasaan geram.


Cinta yang tadinya begitu dalam seketika berubah menjadi benci juga dendam di hati seorang Bima Argantara Mulia.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2