Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 10


__ADS_3

“woi cepetan, takut lu ya” terdengar kembali bullyan dari senior lainnya. Luna tidak menggubris, dia menemukan sesuatu yang dibutuhkannya. Dia turun sejenak menghampiri pria yang juga mahasiswa baru, di sampingnya tersandar suitcase berisi gitar.


“so... so....sorry, bo... bo... boleh gue pinjem?” tanya Luna terdengar gugup. Dia sengaja bertingkah seperti itu agar terkesan sebagai cewek cupu dan culun, pria itu menatap Luna.


“boleh saja, tapi jangan sampai rusak” pinta pria itu pada Luna yang langsung di jawab dengan anggukan.


Luna kembali ke atas panggung dengan menyeret sebuah kursi, para senior sudah mulai tidak sabaran. mereka pun mulai melemparkan kertas berbentuk bola ke arah panggung dengan teriakan mengejek.


“Wuuuuuuuuu.... turun.... turun....” terdengar sorak sorai dari mereka.


Luna hanya diam dan duduk di kursi itu, dengan sedikit menyetel gitar dan mulai memetiknya.


“wel...hmm.... what... heemmmm...” Luna mulai bersuara, langsung di sambut dengan teriak mencemooh dari para senior.


“wuuuu.....” teriak mereka bertujuan menjatuhkan mental Luna. Dia kembali menghirup nafas untuk menenangkan diri.


Kembali Luna bersuara menyanyikan lagu 'Secret Love song' yang baru saja dia dengar di mp3 player miliknya. Lagu yang merupakan satu karya kolaborasi yang pernah dibawakan oleh group girl band Little Mix dan juga Jason Derulo.


When you hold me in the street


And you kiss me on the dancefloor


I wish that it could be like that


Why can't it be like that?


Cause I'm youuuuurs


We keep behind closed doors


Every time I see you I die a little more


Stolen moments that we steal as the curtain falls


It'll never be enough


It's obvious you're meant for me


Every piece of you it just fits perfectly


Every second, every thought, I'm in so deep


But I'll never show it on my face


But we know this,


we got a love that is hopeless


Why can't you hold me in the street?

__ADS_1


Why can't I kiss you on the dancefloor?


I wish that it could be like that


Why can't we be like that?


Cause I'm yours


When you're with her, do you call her name


Like you do when you're with me?


Does it feel the same?


Would you leave if I was ready to settle down


Or would you play it safe and stay?


Girl you know this, we got a love that is hopeless


Why can't you hold me in the street?


Why can't I kiss you on the dancefloor?


I wish that it could be like that


Why can't we be like that?


Semua tidak menyangka saat mendengar suara Luna yang menyanyikan dengan penuh penghayatan. Suaranya begitu indah mampu membuat semua orang terpesona, Kiandra tersenyum senang melihat para senior tampak gugup dan cemas.


“Ajim.... suaranya bagus banget. Pantas aja ntu cewek manis berani taruhan” bisik salah satu senior yang ikut menggoda Kiandra.


“udah salah langkah kita ini” ujar senior yang lainnya.


Luna menyanyi dengan sangat baik dan sangat menghayati, mereka terdiam dan menikmati performanya. Hingga lagu berakhir tidak seorang pun yang mencela dan membully Luna, begitu juga para senior. Semua terdiam dan menatap panggung di mana Luna duduk di kursi dengan gitar di pangkuannya.


Mata Luna menatap ke arah para senior dan mahasiswa lainnya, gitar itu masih di pegangnya. Luna tampak gugup dan tidak sengaja memetik senar gitar hingga mengeluarkan suara berisik.


Sebelah tangannya kembali mengatur kaca matanya lalu meletakkan gitar di sampingnya, dia berdiri menatap ke arah semua penonton. Berbagai macam ekspresi yang mereka tunjukkan, ada yang menyukai suara Luna, ada yang mengalihkan pandangan karena sempat ikut membully dan ada yang bingung harus berbuat apa.


“lebih baik kita pergi sekarang sebelum ntu cewek sadar" usul senior yang menggoda Kiandra. Para senior yang baru akan berdiri , terhenti sejenak saat Terdengar tepukan tangan penuh semangat dari Kiandra memancing semua Mahasiswa untuk ikut bertepuk tangan.


Proook... prok.... prok....


Tepukan tangan riuh membahana di ruangan aula, Luna tampak malu-malu kucing. Sesekali tangannya memperbaiki kaca mata tebal yang di kenakannya, menatap seluruh penonton yang sebagian besar menyukai penampilannya. Mahasiswa baru tersenyum senang, masing-masing mereka melihat ke arah senior dan mulai membully mereka.


“makanya jangan sombong, kena batunya deh”


“ dont judge book by its cover, jangan cepat menilai sesuatu hanya dari penampilan saja”

__ADS_1


“ penampilan boleh jelek, tapi talenta sekelas penyanyi pro”


Terdengar komentar baik untuk Luna dan komentar buruk dari mahasiswa baru pada senior yang memandang rendah Luna. Para Senior itu melangkah pergi meninggalkan aula, namun segera di hadang oleh Kiandra.


“eh eh eh pada mau ke mana? Udah kalah taruhan sekarang malah mau lari gitu aja?” sindir Kiandra dengan mata memandang remeh ke arah mereka.


“ ki... ki... kita... kita....” mereka semua tampak gugup dan tidak berani bersuara. Luna memegang mic dengan kedua tangannya dengan diam-diam tersenyum smirk.


“ma... ma ... maaf kak, sesuai dengan taruhan kakak dan Kiandra. Sudah seharusnya kakak meminta maaf ke pada kami semua dan juga termasuk para dosen yang kakak pandang rendah. Mereka sudah selayaknya di hargai juga di hormati, dari mereka kita mendapat ilmu berharga” ujar Luna menundukkan kepalanya dalam-dalam. Di balik kaca matanya dia menatap tajam ke arah senior yang menggoda Kiandra, mendadak senior yang menggoda Kiandra merasa merinding di tengkuknya. Merasa ada hawa pembunuh yang siap untuk menyelesaikan dia.


"benar.... benar itu" teriak mahasiswa baru mendukung pernyataan Luna. Kiandra tersenyum nackal menatap ke arah senior berdiri di depannya.


“ayo.... sekarang saatnya para senior kita ini menepati taruhannya. Bener nggak temen-temen?” ujar Kiandra memprovokasi para mahasiswa lain.


“iya benar itu, udah kalah taruhan malah mau kabur”


“makanya jangan sombong, berani berbuat berani bertanggung jawab dong” terdengar kembali sorakan dari mahasiswa lain yang meminta mereka untuk menjalankan taruhan itu.


Luna turun dari panggung menghampiri pria tadi untuk menyerahkan gitar yang di pinjamnya, sambil tersenyum dan bertingkah gugup dia menyerahkan gitar itu.


“thanks... Ya...” ujar Luna dengan suara kecil nyaris tidak terdengar karena suaranya tertutup dengan suara mahasiswa lain yang mulai ribut. Pria itu hendak berbicara kembali namun terdiam saat melihat Luna yang sudah pergi menghampiri Kiandra.


Kiandra dan Luna berjalan keluar dari aula melangka menuju ke taman kampus, Kiandra tertawa senang dengan keberhasilannya memberi pelajaran pada senior yang sempat menggodanya tadi.


“ hahahaha... biar tahu rasa tu para senior. Udah nyari gara-gara dengan kita” ujar Kiandra bangga. Luna menatap Kiandra dengan menyipitkan matanya, tatapan itu di sadari oleh Kiandra yang membalas dengan tersenyum manis padanya.


“iya... aku tahu... ntar deh pas pulang aku belikan lemon tea buat kamu”


“no... aku maunya sekarang”


“iya... iya... nich aku pesanin lewat aplikasi GK. Biar kamu senang aku juga akan pesanin cemilannya juga, gi mana?”


Senyuman manis tersungging di bibir Luna yang di poles dengan lipbam, dia masih menatap ke arah Kiandra yang tahu dengan arti tatapannya itu.


Kiandra mendengus kesal sambil mengeluarkan laptop miliknya, jari jemarinya bergerak dengan cepat. Beberapa detik kemudian sebuah senjata sniper terbaru yang di jual di pasar gelap berhasil di beli Kiandra, dia lalu memberikan detail infonya ke ponsel milik Luna.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Author mohon maaf karena baru mengupdate sekarang di karenakan kemaren ada kesalahan jaringan. Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2