Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 65


__ADS_3

Para netijen yang melihat saling berpandangan dan langsung terdiam, dengungan komentar negatif langsung sirna begitu saja. Di saat bersamaan Leon datang ke kampus UIN di iringi body guard dan Alex. Rektor baru langsung menyambut kedatangan Leon dan menyalami dengan hormat, Hana yang melihat kedatangan Leon segera menghampirinya.


“Saayang.... kamu datang ...” Hana bermaksud ingin memeluk Leon membuktikan jika mereka masih bertunangan dan baik-baik saja. Langkah Hana terhenti saat tangan kanan Leon terangkat dan mengode padanya untuk tidak mendekat.


“sepertinya kamu sudah lupa jika status tunangan yang kamu banggakan itu sudah tidak ada lagi” ujar Leon membuat semua netijen dan sahabat Hana terkejut mendengar. Hana melihat ke kanan dan kirinya di mana para netijen mulai berbisik-bisik,


“Sayang... kamu jangan bicara seperti itu, pertunangan kita baik-baik saja. oke aku akui aku salah..... itu semua aku lakukan karena aku sangat mencintaimu...” ucapan Hana terhenti saat melihat kilatan kekesalan di mata Leon yang tidak senang mendengar apa yang di ucapkannya.


“mencintaiku? Apa ini di sebut cinta saat kamu menjebakku agar kamu bisa memanjat naik ke atas ranjangku? Lebih baik kamu segera bangun dari dunia mimpi yang kamu ciptakan sendiri, sadarilah jika kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi” ujar Leon dengan tangan kiri terangkat menghalau Hana untuk tidak menghalangi jalannya.


Gadis itu tidak terima begitu saja, dengan memberanikan diri dia memegang tangan sebelah kiri Leon dan menggenggamnya dengan kuat


“sayang.... aku mohon maafkan aku.... ini ... ini... ini semua bukan kesalahan aku, ini semua rencana dari Silvi dan Abby ...” ujar Hana berusaha untuk membela diri dan melimpahkan segala kesalahan pada Silvia.


“breng**k Keterlaluan lu Han, gue udah capek-capek bantuin lu dan lu malah melemparkan segala kesalahan yang lu buat ke gue... itu nggak benar Leon, semua yang terjadi itu atas perintah Hana, gue nggak tahu apa-apa” Ujar Silvia kesal di tuduh oleh Hana dan balik menyalahkan Hana.


“Apa yang dikatakan Silvi benar Leon, ini semua perintah Hana. Kami sama sekali nggak tahu apa-apa, dia yang maksa kami buat nyari obat untuk jebak kamu” Abby ikut menyalahkan Hana yang seenaknya lepas tangan begitu saja.


“nggak sayang.... jangan dengar apa yang mereka katakan ...” ucapan Hana kembali terhenti saat Leon menghempas kasar tangan Hana, Alex segera menghampiri Leon sambil menyerahkan hand sanitizer untuk membersihkan tangannya.


Abby dan Silvia terlihat sangat kesal dengan keputusan Hana yang melemparkan segala kesalahan kepada mereka, timbul rasa kebencian dan dendam dalam diri mereka pada Hana yang dengan mudahnya menyalahkan atas kesalahan yang di perbuatnya. Mereka pun secara diam-diam perlahan menyingkir dari tempat itu.


Alex menyerahkan tisu basah yang langsung di gunakan untuk membersihkan tangannya lebih baik lagi, mata Hana terbuka lebar saat melihat jari manis Leon tidak lagi terpasang cincin. Mata para netijen yang jeli juga melihat jika di jari manis Leon sudah tidak terpasang cincin, mereka mulai berbisik satu sama lain.

__ADS_1


“sayang.... di ...di .. di mana cincin pertunangan punya kamu?” ujar Hana dengan terbata-bata terkejut.


Mata elang Leon menatap tajam ke arah Hana, dia sangat tidak senang saat gadis itu terus memanggilnya dengan mesra.


"kenapa aku harus memakainya? Pertunangan kita sudah batal, sudah tidak ada alasan bagiku untuk memakainya bukan?! Satu hal lagi jangan pernah kamu memanggilku dengan panggilan itu atau kamu sendiri akan menyesal nantinya” ujar Leon membalikkan tubuhnya hendak melangkah pergi, Hana tampak sangat kesal atas penghinaan Leon di depan umum.


“dasar muka tembok, udah jelas pertunangannya di batalkan masih ngaku-ngaku tunangan”


“isss... pasti malu banget tuh”


“peluang bagi gue, penampilan gue harus sempurna agar Tuan Leon melihat gue” ujar salah satu di antara mahasiswi yang segera memperbaiki riasannya.


“ sok kecantikan lu, gue yang bakalan di lirik oleh tuan Leon secara gue yang paling cantik dan seksi” ujar mahasiswi lainnya. Mereka kembali ribut menunjukkan keunggulan masing-masing, ada yang berusaha menggapai Leon namun tidak berhasil karena penjagaan yang ketat dari bodyguard dan ada pula yang menebar pesonanya agar dilirik oleh pria tampan itu. Seperti biasanya Leon hanya menanggapi dingin dan tidak mengacuhkannya, pikiran dan hatinya hanya terfokus pada satu gadis yang berhasil membuat jantungnya berdetak aneh juga rasa penasaran.


Leon kembali melanjutkan langkahnya di temani para rektor dan dosen universitas, Alex segera menghampiri Hana yang langsung memanggil Leon.


“Leon.... sayang... sayang... tunggu ... Dengarkan aku... Leon.... Leon ...” ucapan Hana terhenti saat Alex berdiri di depannya dengan menatap dingin.


“ mau apa lo? Minggir lu sekarang juga...” bentak Hana tidak senang.


“ maaf nona Hana, saya hanya ingin menyampaikan pesan dari tuan Muda. Beliau mengatakan anda boleh menyimpan cincin yang masih terpasang di jari anda, anggap saja cincin itu adalah sumbangan dari beliau” ujar Alex menatap dingin ke arah Hana yang tidak terima begitu saja keputusan Leon. Dia lalu membalikkan tubuhnya hendak melangkah pergi, tapi dia teringat dengan satu pesan yang belum di sampaikannya.


“Apa?! Kamu...” Hana yang ingin berbicara kembali terhenti saat Alex membalikkan tubuh lalu menatap tajam ke arahnya.

__ADS_1


“o ya... ada sesuatu yang terlupakan, tuan muda juga menyampaikan ‘anda sebaiknya menyadari posisi anda yang sudah tidak memiliki hubungan apa -apa dengan tuan muda. Jika anda masih bersikeras mengatakan kepada semua orang perihal masih bertunangan dengan tuan muda kami, akan ada akibat yang akan anda dan keluarga anda tanggung nantinya’. Jadi sebaiknya anda berhati-hati dalam berbicara dan juga bersikap” ujar Alex sedikit membungkukkan badannya memberi hormat lalu pergi mengikuti Leon dan lainnya.


Hana tampak sangat kesal, kekesalannya semakin bertambah saat beberapa mahasiswa berbisik dengan komentar negatif dan memandangnya sebelah mata. Dia mengambil ponsel lalu menelepon body guard yang senantiasa berjaga di depan mobil Hana, semenjak mobil kesayangannya di rusak oleh orang tidak bertanggung jawab (definitely ulahnya Si pintar Kiandra) Hana membayar body guard untuk menjaga mobilnya.


Para Body guard Hana segera meluncur ke posisi Hana yang hanya tinggal sendirian di lorong kelas, para netijen sudah membubarkan diri memilih mengekori Leon yang masih berkeliling sebelum akhirnya mereka semua ke aula.


***


Luna dan para sahabatnya melangkah menuju aula kampus, beberapa orang berbisik-bisik tentang Luna dan perubahannya yang tampak sangat berbeda. Ada yang memuji ada juga yang merendahkan dengan mengatakan jika Luna adalah simpanan sugar daddy dan masih banyak lainnya.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2