Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 25


__ADS_3

“udah saatnya ntu rektor lalim di ganti, gue sengaja ekspos di medsos agar pihak dewan komite bisa liat apa yang terjadi sebenarnya di kampus ini” ujar Kiandra mematikan laptop dan menyimpannya.


“ emang psycho kamu Kia... apa kamu tidak takut nantinya pihak rektor mencari kamu dan....” belum selesai Dion memberi ceramah, Kiandra bangkit dari tempat duduknya. Sebelah tangannya memegang botol air mineral yang sudah tercampur bubuk.


“ udah nyante kayak di pantai, Rektor itu kagak bakalan bisa tahu itu ulah gue” ujar Kiandra percaya diri, dia menyandang tasnya lalu melangkah menuju keluar taman kampus.


Kalo kalian berdua anggap aku psycho, maka Luna lebih dari itu... rektor itu tidak akan berkutik jika sudah berhadapan dengan kesayangan ku itu, kalo udah ada senjata di tangannya gumam Kiandra sambil melangkah pergi.


“lu mau ke mana Kia?” Sarah juga Dion ikut berdiri segera menghampiri Kiandra.


“Ada deh... mau ikut?!! Ayo” ujar Kiandra mengajak Sarah dan Dion. Mereka bertiga melangkah menuju parkiran mobil, Kiandra sudah tersenyum senang sambil melempar menangkap botol di tangannya.


Udah saatnya kesombongan mak lampir di kasih pelajaran gumam Kiandra dalam hati. Tidak berapa lama Kiandra cs berada di parkiran tepatnya di depan mobil mahal dan super milik Hana.


“kamu mau ngapain Kia? Jangan berbuat aneh-aneh Kia, kamu ingat siapa tunangan cewek itu” Ujar Dion memegang tangan Kiandra.


“lantas?” Kiandra menatap Dion dan Sarah, mereka berdua tahu jika Kiandra akan melakukan sesuatu.


Di saat bersamaan ada beberapa anak kampus melintas di belakang mereka.


“gue kasihan liat cewek cupu itu, apa nasibnya bakalan sama ama cewek yang menyinggung nona Hana di parkiran tadi?”


“kagak tahu juga, kita nggak usah ikut campur. Lu kagak tahu bekingan tu cewek”


“ cewe cupu itu di tahan di toilet ama nona Hana dan gengnya, gue juga sempat lihat senior yang dipermaluin sama cewek cupu itu... “


Kiandra, Sarah dan Dion saling berpandangan, mendengar cerita dari Mahasiswi itu mereka yakin jika kini Luna sedang di bully oleh Hana cs.


“Luna dalam maslah, kita ke sana sekarang” ajak Dion pada Kiandra dan Sarah. Mereka berdua melangkah hendak masuk ke dalam gedung kampus, namun langkah mereka terhenti saat melihat Kiandra masih di depan mobil Hana sambil melihat-lihat.


“Kia.... Luna dalam masalah. Ayo kita tolongin” ujar Sarah memegang tangan Kiandra yang terlihat cuek, tangan yang di pegang Sarah membuka tutup botol minum air mineral itu. Kiandra menuangkan cairan dalam botol mineral itu ke atas kap mobil mahal dan mewah milik Hana.


“OMG Kiaaaaa....” Sarah panik melihat apa yang di lakukan Kiandra.


“Apa sih Sarah....” Ujar Kiandra masih menuangkan isi cairan dalam botol air mineral itu.

__ADS_1


" lu malah nyari penyakit?! Kalo ampe tu cewek dan gengnya tahu trus lapor ke tunangannya, lu bakalan habis Kia” Ujar Sarah panik melihat tindakan Kiandra. Dion langsung menggeleng-gelengkan kepalanya, Sarah dan Kiandra seakan lupa dengan keadaan Luna yang berada dalam bahaya.


“ya elah... malah kalian asik ngobrol dan main air. Nggak ingat sekarang Luna dalam bahaya” Ujar Dion mengingatkan mereka pada Luna.


“eh iya lupa gue, ini gara-gara si Kia... udah ayo kita selamatin tu anak” Sarah panik dan menarik tangan Kiandra yang masih betah berdiri di depan mobil Hana.


“Aduuuuh tenang dong kagak usah panik (Kiandra melepaskan tangan Sarah) stay tenang and chillin dong guys...lu berdua kagak usah khawatir ama tu anak. Malah gue khawatir ama si Hana cs...” belum selesai Kiandra berbicara terdengar teriakan membuat Sarah dan Dion heran.


“KYAAAAAAAA....AAAAA.....AAAA” teriakan itu berasal dari Hana Cs, make up mereka terlihat berantakan dengan sekujur tubuh basah. Mereka segera lari menuju mobil Hana, masuk ke dalam mobil langsung memacu kendaraan itu keluar dari area kampus.


Beberapa menit sebelumnya....


Luna sedang berada di dalam bilik toilet, dia baru saja dari perpus kampus dan merasakan sesuatu yang harus di buangnya. saat dia menyelesaikan urusannya, dia mendengar ada beberapa perempuan masuk ke toilet sambil tertawa senang.


“hahahahaha.... puas banget gue lihat cewek per*k itu di keluarkan oleh rektor” ujar salah satu perempuan itu.


“ siapa suruh mencari masalah dengan Hana sahabat kita ini” ujar perempuan lainnya.


“tu jal*ng emang harus di beri pelajaran, dia dan cewe cupu, jelek juga freak itu harus gue buat sengsara karena udah berani nantangin gue. Ngeliat cewek jal*ng itu di sini, kemungkinan cewek freak temannya si pec*n pasti juga kuliah di sini” Ujar Hana angkuh menatap bayangannya di kaca besar di atas wastafel.


Mak lampir ini udah bertindak di luar batas, sudah saatnya gue balas 'kebaikan hati' ni anak Gumam Luna menatap tajam di celah bilik toilet nya.


Ponsel Luna bergetar dengan notifikasi pesan berita yang di posting oleh akun palsu, deringan ponsel juga terdengar dari luar bilik toilet. Hana cs melihat ponsel mereka masing-masing, mata mereka bertiga nyaris keluar saat membaca berita tentang Rektor kampus mereka. Senyuman smirk tersungging si bibir mungil Luna, dia sangat tahu siapa di balik berita yang di ekspos itu.


Good job Kia... gumam Luna senang.


“ajim siapa yang berani menulis dan mengekspos berita ini” Hana geram dengan pemberitaan itu, terlihat jelas dari video itu wajah Hana cs tampak membully Sarah dan Dion.


“nyari penyakit ini orang” ujar Abby menambahkan bensin dalam kobaran api.


“gue yakin kalo mereka berdua yang mengekspos karena kagak terima di keluarkan dari kampus” ujar Silvia ikut memanasi.


“dasar Pec*n sial*n, gue bakalan cakar wajah jeleknya....” ucapan Hana terhenti saat sebuah pintu bilik toilet itu terbuka.


Luna sudah menyelesaikan urusannya lalu membuka pintu bilik toilet itu, Hana cs terkejut saat melihat Luna keluar dari dalam bilik toilet.

__ADS_1


“ELO” mata Hana memandangi waajh gadis berkaca mata itu, lama kelamaan dia menatap nanar ke arah Luna yang tengah mencuci tangannya di wastafel tepat di samping Hana cs. Luna menatap ke arah Hana cs dengan santuy, dia menggoyang-goyangkan tanga untuk mengeringkan air yang masih tersisa di tangannya.


Sebelah tangan Luna memperbaiki letak kaca mata tebalnya, mata cantik itu melihat dari ujung kaki hingga kepala Hana yang terlihat sangat kesal.


“kagak usah lo pura-pura lupa ama gue. Lo masih hutang permintaan maaf ama gue dan tunangan gue. Sekarang lu musti terima akibat dari perbuatan sahabat per*k lu itu” ujar Hana kesal.


“oooo mak lampir yang di hotel itu...” Luna berakting seakan baru teringat dengan Hana.


“Apa lu Bilang?!!!!” Hana semakin geram, mencengkeram lengan Luna. Suara Hana terdengar keras menarik perhatian mahasiswi dan mahasiswa lainnya, mereka penasaran mulai mengintip ke dalam toilet.


Mata Luna menatap ke arah tangan Hana, dia merasa tidak senang dengan apa yang di lakukan perempuan sombong itu. Hana melihat ke arah kedua temannya, mengode untuk memegangi Luna.


Abby dan Silvia segera memegang kedua tangan Luna,


“sekarang lu rasa in pembalasan gue?!” Ujar Hana kesal membuka kepala jacket hodienya lalu menjambak rambutnya.


Hana melihat bilik toilet yang pintunya terbuka, dia segera menarik Luna menuju ke salah satu bilik toilet itu. Senyuman smirk tersungging di bibir Luna dan tentunya hal itu tidak di sadari oleh Hana cs. Mereka bertiga mendorong paksa Luna, dengan lihai Luna bergerak menghindari dorongan kedua sahabat Hana.


Alhasil dorongan yang seharusnya membuat Luna jatuh ke dalam bilik toilet, berganti Hana yang jatuh terjerembap. Wajahnya tepat jatuh ke dalam closet duduk itu, Luna tersenyum smirk melihat keadaan Hana yang naas.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2