Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 145


__ADS_3

“baiklah oba chan, aku dan Kia otw ke sana sekarang. Sampai jumpa di sana” ujar Luna mengakhiri sambungan telepon itu, mata Luna sejenak memperhatikan layar ponselnya yang memperlihatkan alamat lokasi di mana Soo He berada.


Bukannya ini... butik yang sering mama kunjungi gumam Luna dalam hati sambil melangkah menuju kursi yang di dudukinya, tangan kanan Luna meraih tasnya yang berada di atas kursi lalu bergegas menghampiri para perempuan yang masih sibuk menentukan pilihan gaun.


“bagaimana Luna? Gaun mana yang akan kamu kenakan?” tanya Anita terlihat antusias kembali memperlihatkan gaun piihannya. Tangan kanan Luna menyandang tali tas ke pundak dan matanya menatap ke arah Anita juga lainnya yang masih memegangi gaun pilihan mereka.


“Hmmm.... maaf Mom, sebenarnya.... itu...” Luna terlihat kebingungan dan merasa tidak enak hati.


“ada apa sayang? Apa gaunnya tidak bagus atau...” Anita memperhatikan gaun pilihannya.


“bukan Mom, bukan begitu maksud ku... tapi itu.... hhmmm... gi mana ngomongnya ya!!!” ujar Luna menatap bingung ke arah Anita dan lainnya.


“Napa Lun?” Tanya Sarah.


“Itu... sorry sebenarnya Oba chan meminta ku menemui beliau sekarang, ” ujar Luna.


“ loh Luna, kenapa kamu nggak ngasih tahu?! Kasihan oba chan kamu nunggu terlalu lama” Ujar Anita.


“aduuh mommy ini gi mana sih?! ini kak Luna udah ngasih tahu kita. Malah kita nya yang nahan kak Luna terlalu lama di sini” ujar Kaila membuat Anita memukul lembut keningnya.


“kalo gitu sebaiknya kita berangkat sekarang saja” Ujar Anita meraih tasnya yang ada di atas meja.


“Kita?!!” ujar Kaila membuat Anita melihat ke arahnya.


“Iya kita, Kaila. Emang siapa lagi?” tanya Anita. Kiandra menghampiri Luna setelah menggantung kembali gaun pilihan ke tempatnya,


“Lun,” bisik Kiandra yang sudah berdiri di samping Luna. Kepala Luna menoleh ke arah Kiandra yang berdiri di sisi kirinya.


“Apaan?” tanya Luna dengan berbisik, dia kembali melihat ke arah Anita dan Kaila yang masih berbicara.

__ADS_1


“napa oba cha manggil kamu?” tanya Kiandra kepo.


“bukan manggil aku aja, tapi kita berdua” ujar Luna sambil memperlihatkan layar ponsel miliknya pada Kiandra. Jari telunjuknya menunjuk tanggal hari itu, membuat Kiandra memiringkan kepala dan menatap dengan penuh tanda tanya pada Luna. Tatapan itu di mengerti Luna yang mendekatkan kepalanya ke arah telinga Kiandra,


“jadwal kita check up Kiandra?! Karena itu oba chan dan Reynold nungguin kita di sini” Luna memperlihatkan layar ponsel dengan alamat yang sudah di share oleh Soo He. Perhatian Luna, Kiandra dan Sarah kembali ke arah Anita juga Kaila yang masih berbicara,


“mommy... yang ingin ketemu dengan oba chan itu kak Luna bukannya kita” Kaila memegangi tangan Anita.


“Kaila sayang, mommy itu bermaksud mau bertemu nyonya Soo he untuk meminta maaf. Kita udah nahan Luna dan membuat nyonya Soo He harus menunggu lama” ujar Anita yang merasa tidak enak hati.


“ooo... Kaila kirain apa... hehehe sorry mom” ujar Kaila cengengesan.


“makanya jangan pikiran jelek dulu ( melihat ke arah Luna dan lainnya) ayo Luna kita pergi, kasihan Oba chan kamu nungguin” ajak Anita. Luna, Sarah dan Kiandra tampak saling berpandangan lalu kembali melihat ke arah pelayan dan pemilik butik,


“terus milih gaunnya gi mana, Tan?” tanya Sarah menatap tidak enak pada pemilik butik yang masih tersenyum memperlihatkan gigi putihnya. Raut wajah pemilik butik itu sudah terlihat menghitam di keningnya, Anita dan lainnya menatap ke arah pemilik butik itu.


“Hmm maaf, sepertinya kami harus menunda memilih gaunnya karena ada urusan penting. Nanti kami akan menghubungi anda setelah menentukan gaunnya” ujar Anita sedikit merasa tidak enak hati pada pemilik butik yang masih tersenyum memperlihatkan gigi.


Luna dan Kiandra perlahan mulai mengambil langkah mundur, begitu juga Anita, Kaila juga Sarah yang membalas dengan tersenyum canggung.


Mereka lalu keluar dari butik dan masuk ke dalam mobil masing - masing, seperti biasanya Kaila dan Anita di jaga ketat oleh body guard yang menunggu di luar butik.


“guys... sorry gue nggak ikut, ada...” Sarah tersenyum penuh maksud yang di mengerti oleh Kiandra dan Luna, mereka lalu saling berpamitan sambil berpelukan. Tidak lupa Sarah berpamitan dengan Kaila dan Anita, setelahnya dia menaiki taksi yang sudah di berhentikan oleh salah seorang body guard Anita. Luna dan Kiandra menaiki mobil begitu juga dengan Anita dan Kaila, lalu mobil – mobil itu melaju menuju ke tempat Soo He berada.


****


Soo He memperhatikan gaun yang terpasang pada manekin, pemilik butik bekerja sama dengan desainernya mendekorasi gaun yang sudah terlihat sempurna. Pemilik butik juga sudah menyiapkan beberapa tiara yang terlihat cocok dengan gaun itu,


“bagaimana menurut anda nyonya Soo He?” tanya pemilik butik itu, gaun pada manekin kini terlihat sempurna di mata Soo He. Beberapa batu mulia tampak berkilauan saat terkena cahaya lampu menambah kesan mewah dan elegan gaun itu, senyuman langsung terlukis di wajah Soo He.

__ADS_1


Reynold duduk di sofa single samping Soo He, sambil memainkan ponsel miliknya. Matanya sekilas melihat ke arah gaun yang terpajang di hadapan Soo He dan dirinya,


“Perfect.... Sangat perfect... Luna pasti terlihat sangat cantik mengenakan gaun ini” ujar Soo He menatap gaun itu dari atas hingga bawah.


“bagaimana menurut kamu Reynold?” tanya Soo He. Reynold menatap ke arah Soo He dengan tatapan tidak mengerti,


“ apanya yang bagaimana, oba chan?” tanya Reynold membuat Soo He menolehkan kepalanya ke samping,


“gaunnya?!” tunjuk Soo He pada gaun itu. Reynold melihat kembali ke arah gaun itu lalu ke arah Soo He berulang-ulang, kening Soo He, pemilik butik dan karyawan lainnya tampak berkerut heran melihat ke arah Reynold.


“kalo menurut saya gaun itu kurang cocok untuk oba cha” ujar Reynold berkata jujur, kilatan kekesalan terlihat dari mata Soo He,


“bukan untuk ku, untuk Luna!!!” ujar Soo He kesal, senyuman jahil langsung tersungging di wajah Reynold.


“he he he he he saya mengira anda akan menikah lagi dan sengaja membuat gaun ini untuk anda pakai nantinya” ujar Reynold, tas mewah milik Soo He segera melayang dengan sukses ke arah tepat belakang kepalanya.


“Adaaawww... hissss....” tangan kanan Reynold memegangi kepalanya yang terkena tas mewah milik Soo He. Kilatan kekesalan dari mata Soo He menyerang seperti sinaran laser yang memancar dengan sangat kuat ke arah Reynold, wajah pria muda itu tampak meringis kesakitan sambil tangannya mengelus lembut tepat di belakang kepala.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2