
Alex pun bingung melihat jadwal Leon yang sudah padat, ada beberapa pertemuan yang tidak bisa di tunda dan harus di hadiri oleh tuan Mudanya. Jari Alex tampak bermain-main di atas layar tablet miliknya, berusaha untuk mengatur kembali jadwal Leon. Sebelah tangannya mengeluarkan ponsel untuk menghubungi beberapa Klien untuk mengatur kembali jadwal pertemuan mereka.
***
Sementara itu di kediaman Luna...
Dor..... Dor... Dor....
ceklik...
Dor... dor... dor....
Suara keras tembakan bergema di ruangan latihan itu, beberapa kali Luna berganti senjata api dari senjata api laras pendek hingga sniper canggih. Banyak peluru bertaburan di lantai, Jason berdiri tidak jauh dari Luna terus memperhatikan.
Kiandra membuka pintu ruang latihan dan masuk ke dalam ruangan itu sambil menutup telinga.
“Luna... Lunaa....” panggil Kiandra pada sahabat yang perhatiannya terfokus pada papan target.
“Luunnnaaaaaaa” teriak Kiandra sambil melepas peredam suara di telinga Luna. Pemilik mata biru yang cantik itu menatap ke arah Kiandra yang berdiri sambil berkacak pinggang di sampingnya.
“kia?!!! (tercenung melihiat Kiandra) apaan sih cintaku???” ujar Luna mengambil senjata api yang tergeletak di atas meja. Tangannya mengeluarkan tempat amunisi dari senjata yang di pegangnya, dengan cepat dia mengisi tempat amunisi itu dengan peluru yang baru. Jason segera mengganti papan target dengan yang baru, tidak lupa dia juga menyiapkan air mineral untuk nonanya.
Jason berjalan menghampiri Luna dan Kiandra sambil menawarkan minuman pada Luna, Kiandra hendak bertanya segera berhenti bicara melihat Luna yang tengah meneguk habis minuman yang di tawari Jason padanya. Setelah itu dia memberikan kembali botol air mineral itu pada Jason,
“kamu nggak kuliah hari ini?” tanya Kiandra tidak sabaran yang sudah berpakaian rapi juga tampak sempurna.
“ emang udah jam brapa?” tanya Luna melihat jam di dinding pada ruang latihan itu. Begitulah Luna, dia akan lupa waktu jika sudah melakukan apa yang sangat di sukai hingga tidak menyadari waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Kiandra menggeleng-gelengkan kepala melihat sahabatnya yang masih tampak bersantai.
“ udah sana siap-siap gih, ntar kita terlambat. Jangan lupa kita musti ke perpustakaan negara hari ini” ujar Kiandra mengingatkan Luna yang langsung menepuk keningnya teringat dengan beberapa tugas yang harus di selesaikan.
__ADS_1
“D*mn aku lupa, ntar aku siap-siap dulu (seakan teringat sesuatu) opsss sebelumnya aku mau lihat Ratu dulu” ujar Luna meletakkan senjata api itu kembali ke meja.
“liat Ratu bisa entaran Lunaa... sekarang kamu siap-siap dulu” ujar Kiandra mengomel seperti emak-emak yang menyuruh anak bersiap ke sekolah.
“bentaran aja kok Kia, udah beberapa hari ini si Ratu sensian. Ntar dia lepas kontrol lagi kalo nggak liat aku seharian dan nyerang si Jason” ujar Luna teringat Ratu yang sangat marah jika tidak melihat Luna sehari saja.
Kiandra menatap ke arah Jason, dia baru menyadari pakaian pelayan itu tampak baru. Di sudut mata Jason terlihat sesuatu yang mengilat saat terkena cahaya dengan raut wajah sedih, terbayang olehnya saat Ratu yang hampir saja mewisudanya.
Luna melangkah menuju taman belakang, sebuah tempat berjeruji kokoh dan taman yang terlihat indah. Ada air yang mengalir senantiasa jernih dan beberapa batang pohon tertata rapi di dalam jeruji besi itu. Kiandra dan Jason mengikuti Luna dari belakang, mereka lebih memilih berdiri di balik jeruji yang di batasi dengan pagar.
Gadis cantik itu masuk dan menutup pintu itu, tanpa dia sadari ada sesuatu yang memperhatikannya dari balik semak-semak. Dua mata yang menatap tajam dan bentuk bahu yang kuat seakan mengawasi, Luna sibuk mempersiapkan beberapa daging berukuran besar, dia tersenyum saat mendengar sesuatu yang mulai mendekati tapi tetap dengan kewaspadaannya. Luna membalikkan tubuhnya melihat ke arah belakang yang tidak ada apa-apa, dia berjalan ke tengah jeruji itu melihat ke arah rimbunan semak-semak.
WWWWRAAAAAAAAARRRRRRWW.....
Sesuatu menyergap Luna dari belakang tepat dari atas pohon, Kiandra dan Jason terkejut dengan apa yang terjadi.
“nona”
Kiandra dan Jason serentak memanggil Luna yang kini berada tepat di bawah tubuh seekor Jaguar dengan bulu hitam yang mengilat, matanya berwarna hijau dan suara mengeram menatap tajam ke arah mata Luna. Jason dan Kiandra hendak masuk ke kandang itu, namun Luna memberi kode untuk tidak masuk ke dalam kandang.
Jaguar itu menggeram dan memperlihatkan taringnya yang tajam, Luna menatap ke arahnya tanpa ekspresi. Mata biru itu terus memperhatikannya, perlahan senyuman manis tersungging di bibir cantik itu. Melihat senyuman itu Jaguar itu langsung merebahkan tubuh besarnya sambil menggeram manja pada Luna.
“Ratu sayaaang.... aku kangen banget ama kamu, maaf ya sayangku... akhir-akhir ini aku sibuk dengan tugas hingga lupa dengan kamu” ujar Luna membelai dan menggesek-gesekkan kepalanya ke arah jaguar yang di beri nama Ratu. Mata jaguar itu menutup sejenak merasakan belaian lembut tuannya, dia bergerak manja layaknya kucing rumahan.
Jason dan Kiandra yang berada di luar kandang bernafas lega saat melihat kejadian dia depan mereka, sudah sering sekali mereka melihat kejadian itu tapi masih saja Jason dan Kiandra tidak siap mental melihatnya.
“Ratu... lagi-lagi kamu merusak pakaian Jason. Kamu seharusnya meminta maaf pada Jason sekarang, selama aku tidak ada Jason yang akan mengurus kamu” ujar Luna berdiri tepat di depan Ratu sambil berkacak pinggang. Ratu memalingkan wajahnya sambil menggeram seolah menggerutu.
Raaaar... rraaaaraw...raarraww....
__ADS_1
Jika di translatekan ke dalam bahasa manusia, Ratu akan berbicara...
“dasar tukang ngadu (menatap ke arah Jason), salah siapa kamu sibuk dan melupakan aku?(kembali menatap Luna) bermain saja kamu sudah sangat jarang dan meninggalkan aku bersama cowok itu. Lihat aja saat kamu tidak ada dia akan aku....” Ratu melihat ke arah Jason dengan tatapan yang berbeda. Melihat tatapan Ratu membuat Jason sedikit ngeri, dia pun melangkah mundur beberapa langkah seakan bersembunyi dari tatapan Ratu.
“Jason, kayaknya si Ratu naksir kamu. Liat aja tu muka pengennya,” ujar Kiandra sambil tersenyum melihat Ratu yang masih menatap ke arah Jason yang sedang menatap horor pada Kiandra.
Luna seakan mengerti dengan apa yang di katakan Ratu langsung mengultimatumnya,
“Ratu... jangan kamu kira aku nggak tahu dengan tujuan kamu. Jika kamu melakukan hal yang tidak baik pada Jason, jangan salahkan aku akan menyatukan kamu dengan jaguar betina” ancam Luna pada Ratu yang memiliki jenis kelamin jantan. Tatapan memelas jelas terlihat dari mata Jaguar itu, entah kenapa dan bagaimana jaguar jantan milik Luna memiliki selera yang berbeda dengan binatang buas lainnya.
Ratu memilih membelakangi Luna dan bersikap seperti anak manja yang sedang merajuk pada orang tuanya. Luna tersenyum senang melihat Ratu yang bertingkah begitu menggemaskan baginya. Kedua tangan Luna melingkar di leher Ratu yang berbaring di tanah dengan sikap manjanya.
“Ratu kesayanganku... jangan ngambek dong” ujar Luna seraya mencium dengan mesra pipi Jaguar hitam itu.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Mohon maaf pada para reader karena author hanya up satu episode dulu. Insyaallah secepatnya Author akan up episode lainnya. Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1