Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 82


__ADS_3

Pria tampan berkaca mata itu lalu melihat ke arah ke mana pemilik butik itu menatap, Alex kembali termenung saat melihat tampilan Dion yang sangat keren, tampan dan berkarismatik. Dion menghampiri Alex yang masih menatap ke arahnya,


“kenapa?” Dion menatap bingung ke arah Alex dan pemilik butik itu. Ucapan Dion membuat pemilik butik dan Alex tersadar dari hipnotis pesona yang tersebar,


“tidak...tidak ada apa-apa” Alex segera mengambil kartu miliknya dan menyimpan di dalam dompet.


“sekali lagi aku minta maaf karena sudah membuatmu...” ucapan Alex terhenti saat Dion langsung menariknya.


“maaf, tapi sudah tidak ada waktu lagi” ujar Dion segera menarik Alex keluar dari butik itu, Mereka berdua segera masuk ke dalam mobil Dion yang langsung di nyalakan dan melaju cepat menuju bar GY.


Saat ini...


Alex tengah duduk di Meja tepat di depan bartender yang tengah meracik minuman, dia melihat ke arah Dion yang sudah turun dari panggung dan melangkah menghampirinya.


“Radler beer one, yang ini masukkan ke dalam tagihanku” ujar Dion menunjuk minuman Alex kepada bartender yang langsung menganggukkan kepalanya, dengan cekatan tangan bartender itu membuat minuman pesanan Dion yang duduk di samping Alex.


“tidak usah, biar aku yang...”


“tidak apa-apa tuan Alex, aku sengaja mentraktir anda sebagai ucapan terima kasih ku atas baju ini” ujar Dion sambil meminum minuman miliknya. Alex tersenyum senang dan juga meminum minuman miliknya. Mereka berdua berbicara dan saling bercerita tentang diri mereka masing-masing, ada rasa kagum dalam diri Alex terhadap Dion.


Dion yang berasal dari kaum berada memilih hidup mandiri dan membiayai kuliahnya dari jerih payahnya sendiri, dia sama sekali tidak ingin mengandalkan harta kekayaan keluarganya. Begitu pun Dion yang merasa kagum dengan Alex, mereka saling berbicara dan saling bertukar pengalaman.


***


Dua minggu kemudian...


Hubungan Luna dan Leon semakin hari semakin dekat, seperti layaknya muda-mudi yang baru berpacaran mereka lengket seperti lem jebakan tikus yang sangat susah untuk di lepas. Walaupun mereka jarang memiliki waktu bersama karena kesibukan masing-masing, mereka masih menyempatkan diri untuk bertemu sejenak sembari melepas rindu.

__ADS_1


Hubungan mesra Leon dan Luna tentu saja membuat para kaum hawa termasuk Hana menjadi panas, iri juga dengki. Hana sempat melihat Leon yang mengekspresikan sayangnya ada Luna, hal itu sangat membuatnya kesal, marah, iri dan dengki.


Nikmati hari-hari bahagia lu saat ini, sebentar lagi gue yang akan tertawa melihat lu semua hancur gumam Hana dalam hati, semenjak insiden di Universitas UIN Hana sama sekali tidak berani tampil di depan publik. Banyak netijen yang membully Hana habis-habisan, para netijen yang sudah tahu jika Hana bukan lagi tunangan Leon mulai memandangnya sebelah mata.


Simon juga di buat stress dan pusing kepala saat beberapa perusahaannya mulai mengalami kebangkrutan, semua itu tentu saja karena ulah Leon dan para sahabatnya Hugo juga Adam yang bermain cantik. Semua itu di lakukan Leon untuk memberi peringatan pada Simon untuk tidak lagi mengancam atau mengganggu keluarga Willson.


Simon juga di buat bingung dan heran saat setiap ancamannya yang sama sekali tidak di respon oleh Raymond. Ancaman yang dia berikan dengan cepat di hadang oleh Leon juga para body guard, Pria tampan itu juga memerintahkan para body guard untuk berjaga-jaga jangan sampai satu ancaman pun diketahui oleh Raymond.


Bukti-bukti ancaman beserta foto yang di kirimkan Simon di kumpulkan oleh Leon yang semakin penasaran dalam benaknya timbul berbagai pertanyaan, bersama Adam dan Hugo Leon terus berusaha mencari tahu kebenaran dari masa lalu yang sangat di rahasiakan raymond.


Kini Simon di hadapkan dengan masa yang sulit saat beberapa rentenir datang menagih uang mereka, Dia bisa saja dengan mudah membayar uang mereka.


Siang itu, Simon tengah berada di perusahaannya sedang mempelajari beberapa dokumen di kejutkan dengan kedatangan salah saru rentenir dari dunia bawah.


“Tuan....tuan... Anda tidak boleh masuk... Tuan...tuan....” sekretaris Simon menghalangi seorang rentenir yang paling di takuti di dunia bawah tanah, para anak buah Rentenir itu segera menepis tangan Sekretaris dan menatap tajam ke arahnya.


Braak...


Pintu ruang kerja Simon terbuka dengan kasar oleh rentenir itu, Simon tengah berdiskusi dengan beberapa petinggi perusahaan terkejut saat melihat kedatangan Rentenir itu.


“tu...tu.... Tu... Tuan Bobby....” Simon bangkit dari sofa yang di dudukinya. Dia melihat ke arah petinggi perusahaannya dan mengode untuk keluar dari ruangannya.


Bobby adalah seorang rentenir yang paling di takuti di dunia bawah, sudah banyak perusahaan dan orang-orang yang tidak di senanginya menghilang atau di kirim ke dunia sana.


Di sisi lain...


Luna berada di kamarnya tengah sibuk dengan tugas akhirnya yang hampir rampung. Sejenak dia termenung teringat pertemuannya dengan Leon beberapa hari yang lalu, Leon mengajak Luna untuk kencan di sebuah tempat yang romantis.

__ADS_1


Luna sangat takjub dengan tempat yang di hias dengan sempurna, dia melihat ke arah Leon yang berdiri tidak jauh darinya. Tampilan Luna begitu menawan dan cantik saat mengenakan gaun biru tua yang memperlihatkan bahu putihnya, pada bagian depan rok gaun itu sebatas lutut dan bagian belakang memanjang sebatas tengah betis. Memberikan kesan elegan dan berkelas, kecantikan Luna semakin terpancar dengan hiasan kalung berlian kecil yang menghiasi leher jenjangnya. Sepatu high heels berwarna biru tua menghias cantik kakinya yang putih mulus.


Semua itu terpaksa di kenakan Luna karena ancaman dari Kiandra, saat dia tahu Luna akan pergi berkencan dengan Leon dia dengan bersemangat mendandani Luna hingga tampilannya kini begitu sempurna bagi Leon yang tidak bisa berpaling darinya walau hanya sejenak.


Leon melihat ke arah Body guard yang juga tertegun menatap tampilan Luna, dia pun segera mengode kepada para body guard itu untuk mengalihkan pandangannya dari Luna. Sikap Leon yang posesif membuat para body guard hanya bisa menghela nafas panjang,


“kamu sangat cantik malam ini” ujar Leon saat Luna berada tepat di hadapannya.


“thanks... ini semua karena paksaan Kia”


“ kalo begitu aku harus memberikan hadiah yang bagus untuknya karena sudah membantumu” Leon mengulurkan tangannya pada Luna yang langsung di sambut dengan senang hati.


Leon dan Luna melangkahkan kakinya masuk ke sebuah taman bunga, berbagai macam bunga-bunga indah tumbuh di sana. Luna terpana saat melihat sebuah meja makan dengan kursi yang berdampingan mengarah ke arah pemandangan kolam di tengah taman.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2