
“bagaimana hasil penyelidikan tentang hubungan keluargaku dan keluarga Miller?” Leon melepaskan earphone miliknya.
“maaf tuan muda, sampai sekarang belum ada titik terang. Informasi yang di dapat hubungan kedua keluarga sudah terjalin sangat lama, setiap aku mencoba mencari info yang lebih mendetail, selalu berakhir dengan jalan buntu” jelas Alex merasa gagal.
Leon diam dan berpikir gerangan rahasia apa yang di simpan rapat-rapat oleh keluarganya. Dia juga pernah mencoba untuk mencari tahu langsung bertanya pada Raymond, namun jawaban yang di berikan sama sekali tidak memuaskan baginya. Dia juga bertanya pada kepala pelayan yang sudah lama mengabdi dengan keluarga Willson, jawabannya pun sama persis dengan Raymond.
Ada rahasia apa sebenarnya sehingga daddy tidak ingin perjodohan ini di hentikan? Kenapa semuanya terkesan menutupi sesuatu? gumam Leon dalam hati termenung memikirkan teka teki yang di sembunyikan Raymond.
“ tuan muda?” panggil Alex menyadrkan Leon dari lamunannya.
“ oh... kamu lanjutkan saja penyelidikan ini. Jika menemukan sesuatu segera laporkan pada ku” Leon membenahi kertas dan menyimpannya dalam map.
“baik tuan Muda” Alex mulai menyimpan beberapa data dalam laptopnya. Dia juga ikut membantu Leon menyimpan berkas-berkas file yang berserakan di atas meja.
“jangan lupa, tentang gadis itu. Aku ingin semua informasi tentang dia, informasikan juga pada staff resepsionis untuk menahannya kapan pun dia chek out” perintah Leon.
“baik tuan muda” ujar Alex sambil menyusun beberapa file.
“kamu sudah boleh istirahat sekarang” ujar Leon menyandarkan punggungnya ke sofa.
“baik tuan muda, kalau begitu saya permisi” ujar Alex menenteng tas laptop dan beberapa file di tangannya. Dia memberi hormat dengan membungkukkan tubuhnya sedikit lalu meninggalkan Leon yang tengah memeriksa sesuatu di tablet miliknya.
Entah mengapa pikirannya kembali teringat pada gadis yang berani mencari gara-gara dengannya. Wajah cupu dan culun itu seakan menghantui dirinya, Leon merasa jika wajah culun dan cupu itu bukanlah wajah asli gadis itu.
Wait... kenapa aku memikirkan gadis kurang ajar itu? Tidak leon, gadis itu sudah mempermalukan kamu, jadi sudah sepantasnya dia mendapat ganjaran yang setimpal gumam Leo berdiri dari sofa melangkah menuju jendela. Dia memandangi pemandangan kota BN di malam hari, salju tampak turun perlahan mempercantik kota itu.
Leon lalu melangkahkan kakinya menuju kamar miliknya, setelah mengunci pintu kamar dia merebahkan tubuhnya di ranjang. Dia sengaja mengunci kamar miliknya agar Hana tidak bisa masuk dan menaiki ranjangnya. Leon tahu Hana pasti akan mencari cara agar pernikahan mereka segera terjadi, walaupun itu termasuk dengan cara rendahan.
Kedua tangannya terlipat di belakang kepala, matanya menatap langit-langit kamar berwarna putih. Dia masih memikirkan rahasia apa dia antara Raymond dan keluarga Miller, tidak berapa lama pemilik mata tajam itu tertidur pulas menuju alam mimpi.
***
Ponsel milik Luna bergetar dengan nada lagu kesukaannya, belum ada pergerakan darinya yang masih terlelap dalam tidur cantiknya. ponsel Luna berhenti berdering sejenak, namun tidak beberapa lama kembali terdengar nada deringan yang sama memaksa Luna untuk bangun.
Mata cantik itu setengah terbuka menatap layar ponsel tertulis nama Kiandra di sana, dengan malas-malasan Luna menjawab telepon dari Kiandra.
__ADS_1
“Hmmmm apa kiaaa?” ujar Luna dengan suara khas baru bangun.
“O M G Luuuuuun... kamu belum bangun? Udah jam brapa ini” Kindra terkejut dan mulai mengomel saat mendengar suara Luna.
“emang jam brapa?” ujar Luna menatap layar ponselnya yang menunjukkan pukul empat pagi lewat dua puluh lima menit waktu setempat.
“Kiaaaaaa... ini masih jam empat lewat dua puluh lima, ngapain kamu bangunin aku jam segini?” Luna kesal mendudukkan tubuhnya.
“LUNA FREYA... kamu ngecek tiket pesawat? Penerbangan kamu kan jam lima pagi di sana” ujar Kiandra membuat mata Luna terbuka lebar. Buru-buru dia mengecek tiket pesawat miliknya juga Sarah, tertera jika waktu keberangkatan dari ** ke IN pukul lima pagi.
“whaaat??!!!! Kia kenapa kamu memesan penerbangan pagi?” buru-buru Luna membangunkan Sarah untuk segera bersiap-siap.
“Sar... Sarah... ayo bangun?” panggil Lun membangunkan Sarah.
“kenapa sih Lun?” ujar Sarah malas-malasan.
“ Sar... lu cepet siap-siap gih. Penerbangan kita pagi ini” ujar Luna membuat mata Sarah terbuka sempurna.
“Whaaat??” Sarah pun segera bangkit dari ranjang.
“sarah.... lu nggak apa-apa?” Luna melihat Sarah duduk di lantai. Dia baru saja terjatuh dari ranjang karena kakinya terlilit dengan selimut, Luna segera membantu Sarah berdiri.
“aaduuuh..... gue nggak apa-apa (sebelah tangan mengelus pantatnya yang terasa sakit) kok penerbangan kita pagi sih? Bukannya lu udah pesan siang?” tanya Sarah duduk sejenak di tepi ranjang, mengumpulkan nyawanya yang sempat berpencar.
“ udah lu siap-siap saja sekarang” Ujar Luna memaksa Sarah untuk bersiap-siap. Setelah Sarah masuk ke dalam kamar mandi, Luna meloudspeker ponselnya sambil mengemasi beberapa barang kecil dan penting lainnya.
“Kia, kenapa kamu pesan penerbangan kita pagi?” tanya Luna merapikan koper miliknya dan meletakkannya di samping jalan menuju keluar kamar.
“hehehehe... sorry sayangku, sebelum off kemaren ada job baru masuk, target dan lokasinya udah aku kirim ke kamu” Kiandra menyalakan layar komputer dan monitor yang lainnya. Tangannya bermain cantik di atas keyboard memulai pekerjaan yang sangat di senanginya.
Mata Luna tampak serius menatapi layar ponselnya, pekerjaan baru dengan target baru berserta data-data di pelajarinya dengan seksama.
“sekarang kamu ngerti kan kenapa aku memesan tiket penerbangan pagi?” Kiandra tersenyum menatapi layar monitor yang mulai tersambung.
“yaaa... tapi nggak mendadak juga Kia” ujar Luna yang segera mematikan loudspekernya saat mendengar pintu kamar mandi terbuka.
__ADS_1
“ yaaa maap deh Say... tapi klien kali ini berani bayar mahal dan apa lagi lokasinya pas banget saat pesawat kamu transit di kota ITL” Kiandra mulai membajak beberapa CCTV.
“ya udah, aku siap-siap dulu. Jangan lupa persiapkan semuanya” Luna mengakhiri pembicaraannya dengan Kindra saat medengar pintu kamar mandi terbuka. Sarah baru saja menyelesaikan ritual mandinya.
Dia lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk bersiap-siap, dia segera mandi dan membasuh wajahnya. Air hangat itu membasahi tubuh Luna, membersihkan wajah di polesan make up yang membuatnya terlihat cupu dan culun.
Wajah cantik Luna terpantul di cermin kamar mandi, segera Luna mengaplikasikan make up untuk membuatnya kembali terlihat culun, cupu dan jauh dari kata cantik. Setelah berpakaian dia segera keluar dari kamar mandi, melihat ke arah Sarah yang sedang menghubungi sugar daddynya.
“Ready?” tanya Luna sambil merapikan kaca mata yang di kenakannya.
“wait a minute, babe?!” Sarah mengode dengan jari telunjuk ke Luna untuk memberinya beberapa menit.
“Oke, gue tunggu di depan lift ya” ujar Luna yang langsung di angguki oleh Sarah. Tanpa di sadari Sarah di telinga Luna sudah terpasang alat transmisi yang biasa di gunakannya, kali ini dia menggeraikan rambutnya untuk menghindari kecurigaan siapa pun.
“jangan lupa bersihkan di sini juga Kia” Luna mengingatkan Kiandra untuk menghilangkan jejak Luna.
“beres sayangku, kamu tenang saja. Semuanya sudah aku kendalikan” Kiandra santai melihat CCTV yang sudah terhubung dengan bandara di ITL, di sisi samping layar monitor menampilkan Luna yang tengah berdiri di depan lift. Beberapa monitor menampilkan beberapa rekaman CCTV beberapa hari sebelumnya.
“wait.... Luna...” mata Kiadra menatap sosok pria yang sangat di kenalnya.
“ada apa Kia?” Luna langsung bersikap waspada, tangan sebelah kanannya segera memegang senjata yang tersembunyi di balik jacket hoodienya.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...